Jodoh Karena Wasiat

Jodoh Karena Wasiat
Bab 39. Alisha Pergi


__ADS_3

"Kak Fathan. Maafkan aku, aku sepertinya tidak bisa melanjutkan pernikahan ini. Maafkan aku, aku tidak bisa melaksanakan wasiat dari Kakak dengan baik", Alisha menangis sembari memegang batu nisan Fathan.


"Kenapa Kakak meninggalkan aku begitu cepat?. Dan kenapa Kakak meninggalkan wasiat untukku yang mungkin aku tidak bisa menjalankannya?", Alisha terus menangis.


Setelah puas menangis di pusara Fathan, Alisha kemudian membacakan doa untuk Fathan, lalu pamit pergi.


Saat perjalanan keluar dari area pemakaman, Alisha berpapasan dengan Adi, rekan bisnis Rangga.


"Alisha", sapa Adi


"Pak Adi?", ucap Alisha kaget.


"Kamu dari makam Fathan?".


"Iya Pak".


"Kamu habis nangis?. Apa yang terjadi?".


"Tidak ada apa-apa Pak, permisi saya duluan!".


Adi hanya mematung di tempat melihat kepergian Alisha.


"Pasti terjadi sesuatu sama Alisha. Aku harus ke apartemen Rangga setelah ini".


*


*


*


Di apartemen Rangga.


Rangga masuk apartemen dengan keadaan yang lelah dan mungkin juga masih dalam amarah. Melihat apartemennya nampak sepi. Dia lalu masuk ke dalam kamar.


Dilihat lemarinya terbuka dan baju-baju Alisha sudah tidak ada.


"Alisha?. Alisha pergi meninggalkan aku?".


Lalu dia duduk di atas ranjang dengan perasaan campur aduk. Dia melihat ada sebuah amplop coklat dan cincin pernikahan Alisha di atas nakas.


"Cincin pernikahan?. Apa dia ingin bercerai dari aku?. Amplop coklat?. Apa isi amplop ini?".


Rangga mengambil amplop itu dan membukanya. Sontak isinya membuat Rangga kaget. Amplop itu berisikan foto-foto Rangga dan Sandra yang sedang bermesraan di atas ranjang.


"Foto ini?. Ini foto editan, jelas-jelas aku tidak pernah melakukan itu apalagi sama Sandra. Amplop ini ada di meja dan dengan keadaan sudah terbuka. Berarti Alisha sudah membuka dan melihat isinya?. Tapi selama ini Alisha diam?. Alisha tidak pernah marak kepadaku soal foto ini?", Rangga bermonolog dan banyak pertanyaan yang memenuhi pikirannya.


"Ada yang sengaja membuat kegaduhan dalam rumah tanggaku dengan Alisha. Arrgggghhh.....bodohnya aku yang langsung emosi tadi sama Alisha", Rangga merasa frustasi dan sangat menyesal. Dia terus menjambak rambutnya sendiri.


Tak lama kemudian suara bel berbunyi.


"Siapa yang datang ya?. Apa Alisha ku kembali?", Rangga bergegas menuju pintu apartemen dengan hati senang, berharap Alisha kembali kepadanya.


"Adi? Ada apa kamu kesini?".


Adi menanggapi dengan senyuman dan langsung duduk di sofa.

__ADS_1


"Aku tadi bertemu dengan istrimu di pemakaman. Dia terlihat sangat terpukul dan sedih. Apa yang kamu lakukan kepadanya?".


"Apa urusannya denganmu?. Ini masalah rumah tanggaku, hanya kita yang tahu".


"Jika kamu tidak bisa membahagiakannya, lebih baik berikan padaku", Adi menjawab dengan santai.


"Apa kamu bilang?", tanya Rangga sembari menarik kerah baju Adi. Memukul pipi Adi sampai mengeluarkan darah. Adi tidak terima dengan hal itu dan membalas pukulan Rangga sehingga terjadilah perkelahian di antara keduanya. Namun, kali ini Rangga yang jatuh babak belur.


"Alisha bukan barang yang bisa dipindah tangan begitu saja. Asal kamu tahu, dia istriku dan aku sangat mencintainya".


"Kalau kamu memang mencintainya, nggak mungkin kamu membuat dia menangis. Jika kamu tidak bisa membahagiakan dia, lebih baik ceraikan dia. Aku yang akan menikahinya", Kemudian Adi berlalu begitu saja meninggalkan Rangga yang meringkuk di lantai.


"Bre****k kamu Adi", teriak Rangga.


Sepeninggal Adi, Rangga masih terus memandangi cincin pernikahan Alisha.


Rangga terus memikirkan Alisha, memikirkan keberadaannya saat ini, "Dia sekarang dimana ya?".


"Aku akan ke rumah Mama, siapa tahu dia pulang ke sana"


Tanpa berpikir panjang, Rangga keluar dan melajukan mobilnya ke kediaman orang tuanya. Sesampainya di sana, dia langsung masuk tanpa mengucap salam.


"Rangga?", ucap Mamanya saat mengetahui kedatangan Rangga. Mama Novi menghampiri Rangga.


"Apa yang terjadi? Kenapa kamu seperti ini?", tanya Mamanya melihat keadaan Rangga yang babak belur. Rangga memeluk Mamanya dengan menangis.


Papa Rahardian dan juga Clara yang mengetahui kedatangan Rangga kemudian ikut menghampirinya. Seperti Mama Novi, mereka berdua juga kaget melihat kedatangan Rangga dalam keadaan seperti itu.


Lalu Mama Novi mengajak Rangga duduk dan diikuti oleh yang lain.


Rangga menghela napas panjang dan kemudian menceritakan semua yang terjadi antara dia dan istrinya. Sontak membuat yang lain kaget.


"Rangga, Rangga. Kamu itu kenapa sih, selalu kalau ada masalah kamu tanggapi dengan emosi. Kamu sebenarnya cinta nggak sih sama Alisha?", ucap Mama Novi.


"Mama kok bertanya seperti itu?. Jelaslah Rangga sangat mencintainya. Rangga emosi karena merasa dibohongi Alisha, Rangga juga cemburu Ma".


"Terus sekarang Alisha kemana?", tanya Papanya.


"Rangga juga nggak tahu Pa. Setelah kejadian tadi, Rangga kelaur untuk menenangkan diri, pas Rangga balik ke apartemen, Alisha sudah tidak ada Pa".


"Menurut Kamu apa dia pulang ke rumah orang tuanya?", tanya Papanya.


"Nggak tahu Pa, tapi sepertinya tidak mungkin kesana".


"Sahabat terdekat Alisha itu siapa Kak?. Mungkin kesana Kak", ucap Clara.


Rangga berpikir sejenak," Sinta, mungkin dia ada disana".


"Ya sudah kalau gitu kamu bersihkan diri kamu dulu, terus kamu tidur, besok saja ke rumahnya Sinta".


Rangga mengangguk.


*


*

__ADS_1


*


Di tempat lain, Alisha sudah ada di depan rumah Sinta. Alisha kemudian menekan bel rumahnya.


Mendengar bel berbunyi, Sinta bergegas membuka pintu.


"Alisha?. Apa yang terjadi?", tanya Sinta.


Alisha tidak menjawab pertanyaan Sinta, dia langsung memeluk Sinta dengan isak tangis.


"Kalau gitu masuk dulu ya!".


Alisha dan Sinta masuk ke dalam, mereka duduk di sofa di ruang tamu.


"Sebentar, aku ambilkan minum dulu. Supaya kamu lebih tenang".


Alisha mengangguk. Tak lama kemudian Sinta keluar lagi dengan segelas air putih dan diberikan kepada Alisha. Alisha pun meminumnya.


"Alisha, bisa ceritakan ke aku apa yang telah terjadi?".


Alisha mulai menceritakan apa yang tadi terjadi antara dia dan Rangga dengan isak tangisnya. Mendengar cerita dari sahabatnya itu, Sinta lantas memeluk Alisha lagi.


"Sudah ya, yang sabar ya!. Terus ini kenapa bawa koper segala?".


"Aku menginap di rumah kamu, boleh?. Ingin menenangkan pikiranku dulu".


"Bolehlah. Lagian aku juga sendirian di rumah, orang tuaku ada kerjaan di luar kota, katanya selama sebulan di sana. Terus Bi Imas juga lagi pulang kampung, anaknya melahirkan entah kapan baliknya".


"Ya udah, kita ke kamar aja dulu. Kamu tidur sama aku aja ya", pinta Sinta.


Karena hari sudah malam, mereka pun akhirnya tidur tanpa ada obrolan terlebih dulu. Pukul 03.00, Alisha sengaja bangun untuk melaksanakan sholat tahajjud dan juga istikharah. Dia ingin mencurahkan segala keluh kesahnya hanya kepada Allah. Dia juga ingin meminta yang terbaik dari Allah.


Selesai sholat dia melanjutkan membaca Al qur'an menunggu waktu subuh datang. Setelah sholat subuh, dia bergegas ke dapur untuk memasak, menyiapkan semua makanan di atas meja makan.


Sinta baru bangun dan melihat Alisha sudah tidak ada ranjangnya. Bergegas Sinta ke kamar mandi, mandi terus sholat. Kemudian keluar menuju dapur.


"Alisha, kamu yang menyiapkan semuanya?".


"Iya, ayo sarapan!".


Akhirnya mereka sarapan berdua.


"Sha, habis ini aku ke rumah sakit. Kamu nggak apa-apa kan aku tinggal sendirian di rumah?".


"Iya nggak pa-pa Kok".


Setelah sarapan, Sinta berangkat ke rumah sakit. Sepeninggal Sinta, Alisha keluar dan duduk santai di teras rumah Sinta. Karena merasa bosan nggak ada yang ia kerjakan, dia lalu menyirami bunga-bunga yang ada di taman depan rumah Sinta.


Saat sedang menyirami bunga, seseorang sudah berdiri di belakang Alisha.


"Alisha".


Alisha berbalik menghadap orang itu.


...****************...

__ADS_1


Kira-kira siapa yang datang ya??? 🤔🤔🤔


__ADS_2