
Ada yang terjatuh saat Rangga memindahkan Alisha ke ranjang. Setelah membaringkan Alisha di ranjang, Rangga mengambil apa yang terjatuh tadi.
"Foto Fathan?. Jadi, Alisha tadi tertidur dengan memegang foto Fathan?. Alisha masih mencintai Fathan meskipun dia sudah tiada".
Rangga menyimpan foto itu, lalu masuk ke kamar mandi. Setelah ganti baju dan membersihkan badan, Rangga pun tidur di sebelah Alisha.
Jangan kepo Rangga ngapain ya? ☺Karena Rangga asli cuma tidur doang.
*
*
*
Jam menunjukkan pukul 03.00, Alisha bangun lebih dulu untuk melaksanakan sholat tahajjud, Saat mulai membuka matanya, Alisha terkejut melihat Rangga yang tidur di sebelahnya. Karena seingat Alisha dia tidur di sofa.
Alisha kemudian meraba seluruh badannya, meraba kepalanya, ternyata jilbabnya masih menempel di kepalanya. Melihat baju yang dipakainya juga masih rapi. Lalu melihat ke arah Rangga, melihat posisi tidur Rangga yang membelakangi dia, membuat dia sedikit lega.
"Berarti semalam Kak Rangga nggak ngapa-ngapain aku, syukurlah", Alisha menghembuskan napas lega.
"Tapi? Dimana foto Kak Fathan? Semalam bukannya aku tertidur di sofa dan memegang foto Kak Fathan?", tanpa berpikir panjang, Alisha bergegas turun dari ranjang mencari foto Fathan.
Dia mencari di bawah bantal, dibalik selimut, di meja dan di laci tapi semuanya tidak ada. Alisha kembali duduk di pinggir ranjang sambil bergumam.
"Apa foto itu ada yang Kak Rangga? Astaga? Kalau benar?", spontan Alisha menutup mulutnya.
Alisha turun lagi dari ranjang, mencari foto itu di kolong ranjang, namun lagi-lagi tidak menemukan foto yang dimaksud.
"Apa disembunyikan Kak Rangga ya?", Alisha bermonolog lagi.
Lalu dia memutari ranjang, berjalan menuju sisi lain dimana Rangga tidur. Dia menarik selimut yang dipakai Rangga dengan harapan bisa menemukan foto itu. Namun, hal yang tak disangka terjadi.
Rangga yang merasa terusik akan kedatangan Alisha, dia jadi terbangun. Menggerakkan tangannya ke atas dan kemudian berganti posisi dari miring ke telentang. Gerakan Rangga tersebut membuat Alisha terjatuh.
"Ahhh.... ", Alisha terjatuh di atas Rangga yang sudah berubah posisi menjadi telentang. Kepala Alisha tepat berada di dada bidang Rangga.
"Alisha?", tanya Rangga setengah sadar.
Alisha melotot kaget karena posisinya kini sudah di atas Rangga. Spontan Alisha mendongakkan wajahnya ke arah Rangga. Kedua pasang netra mata mereka saling memandang ynag membuat jantung Alisha berdetak kencang.
"Maaf Kak", ucap Alisha dengan wajah yang merah merona karena malu.
Alisha hendak bangkit dari posisinya, namun dengan sengaja Rangga malah merengkuh pinggangnya hingga Alisha terjatuh lagi di atas badan Rangga.
"Kak, lepasin nggak?".
Rangga cuma bisa tersenyum melihat ekspresi Alisha.
__ADS_1
"Kak, please lepasin!", dengan nada memelas.
"Nggak mau, lagian ini kan sudah halal".
"Iya, tapi Kak?".
"Ayolah Kak lepasin!", sambil terus memukul dada Rangga.
"Kamu sendiri kan yang membangunkan aku. Kamu yang sudah mengusik tidurku. Kamu tahu nggak?, bukan cuma aku yang bangun, tapi adik kecilku juga ikut bangun loh. Terus gimana ini?", goda Rangga yang semakin membuat wajah Alisha memerah karena bertambah malu.
"Apaan sih Kak?, nggak lucu tahu. Lepasin nggak?".
"Ya sudah", Rangga pun melepas pelukannya.
Alisha kemudian berdiri dan berjalan menuju kamar mandi untuk menghilangkan rasa malunya dan menetralkan denyut jantungnya. Namun, belum sampai membuka pintu kamar mandi, Rangga memanggilnya.
"Alisha".
"Iya", Alisha menoleh ke arahnya.
"Kamu tadi mau mencari ini kan?", tanya Rangga sembari memperlihatkan foto Fathan yang dipegangnya.
Alisha diam sejenak, dia takut Rangga marah. Kemudian dia menghampiri Rangga.
"Iya Kak", jawab Alisha sembari menundukkan kepalanya.
"Untuk apa kamu masih menyimpannya?kita sudah menjadi pasangan suami istri loh, kamu tahu kan hukumnya kalau menyimpan foto lelaki lain?kenapa kamu tidak mencoba melupakan Fathan dan membuka hati untukku?".
Rangga kemudian merobek foto Fathan yang ada di tangannya.
"Kak Fathan", bentak Alisha.
"Apa?. Kamu marah?".
"Kenapa Kakak melakukan hal itu?".
Rangga turun dari ranjang dan berdiri tepat di depan Alisha.
"Kenapa kamu bilang?. Apa pantas wanita yang sudah beristri menyimpan foto laki-laki lain?".
"Kakak harusnya berpikir, Kakak bisa menikah denganku itu karena Kak Fathan, bukan karena cinta".
"Apa kamu pikir karena itu, kamu bisa seenaknya menyimpan foto-foto Fathan?. Kalau kamu masih saja menyimpan foto-foto Fathan, kamu akan selalu mengingatnya dan tidak akan membuka hati untukku Alisha. Berarti kamu terpaksa menikah denganku?".
"Kalau iya kenapa?. Mau Kakak apa?".
"Aku mau dengan pernikahan kita ini, kita bisa membuka lembaran baru. Kamu fokus dengan rumah tangga kita, aku ingin kamu membuka hatimu untukku supaya aku bisa masuk ke dalamnya. Kalau dari awal pernikahan kita ini, kamu tetap memikirkan Fathan dan tidak mau membuka hati sedikitpun untukku, bagaimana aku bisa masuk ke hatimu?".
__ADS_1
Alisha tidak membalas ucapan Rangga, dia langsung pergi menuju kamar mandi, dia mandi dan berganti baju selanjutnya melaksanakan sholat subuh. Karena ada insiden tadi, niat awal Alisha untuk sholat tahajjud jadi gagal karena keburu habis waktunya.
Setelah selesai, Alisha keluar dari kamar mandi. Dia menggelar sajadah dan memakai mukenah.
"Tunggu aku, kita sholat jama'ah", ucap Rangga.
Alisha kaget dengan ucapan Rangga. Rangga yang selama ini dia kenal egois dan tidak mengerti agama, tiba-tiba sekarang mengajaknya berjamaah.
Alisha menganggukkan kepalanya tanda setuju. Hal baik kenapa harus ditolak?.
Karena melihat Alisha menyetujuinya, Rangga bergegas ke kamar mandi untuk mandi sekalian wudhu. Dia keluar dari kamar mandi dengan baju yang baru. Kemudian dia memakai sarung dan peci. Alisha terpesona dengan penampilan Rangga kali ini yang sangat menyejukkan jiwa.
"Jangan melihatku seperti itu, aku emang ganteng dari dulu".
" Mulai narsisnya", batin Alisha
"Nggak usah di batin".
"Apaan?", jawab Alisha malu.
"Ayo sholat, keburu siang".
Mereka pun akhirnya sholat subuh berjama'ah. Setelah salam, Rangga mengulurkan tangannya ke arah Alisha. Alisha menerimanya dan menciumnya. Kemudian Rangga membalas dengan ciuman di kening Alisha.
Alisha membereskan mukenahnya, demikian juga Rangga, melepas sarung dan pecinya, berganti dengan celana pendek dan kaos. Kali ini dia memakai kaos ketat berwarna coklat muda yang menonjolkan dada bidangnya dan perutnya ynag sixpack. Lagi-lagi Alisha terkagum-kagum melihat penampilan Rangga.
"Mau sarapan apa?", tanya Rangga.
"Nggak lapar", jawab Alisha. Tapi perutnya kali ini tidak bisa diajak kompromi. Perutnya mengeluarkan bunyi kelaparan, karena dari semalam Alisha memang belum makan, keburu dia tidur.
"Perutmu itu tidak bisa dibohongi Alisha. Aku akan memesan makanannya, biar pelayan yang antar kesini, kita sarapan di kamar saja".
Alisha tidak menjawabnya. Tanpa perlu jawaban dari Alisha, Rangga langsung memesan makanan untuk mereka berdua.
Alisha berjalan menuju balkon kamar, dia duduk di kursi yang sudah disediakan.
Tanpa menunggu lama, suara bel berbunyi. Pelayan hotel mengantar makanan ke kamar Rangga. Rangga menerimanya dan membawa ke balkon dimana Alisha berada. Rangga meletakkan nampan makanan itu di atas meja di samping Alisha.
"Ayo, sarapan dulu. Kita sarapan bareng ya".
Alisha masih diam dan gengsi untuk memakan makanan tersebut.
"Aku belum lapar", jawab Alisha.
Lagi-lagi, suara cacing di perutnya terdengar seakan berontak ingin makan.
"Udahlah, nggak usah gengsi kenapa?. Cacing di perutmu sudah mulai kelaparan tuh".
__ADS_1
Dengan terpaksa Alisha pun memakan makanan yang ada di meja tersebut. Demikian juga dengan Rangga yang dengan lahapnya memakan makanan itu.
Jangan tanya malam pertamanya ya, hehehehe. Karena malam pertama mereka lewatkan dengan tidur dnegan menuju alam mimpi masing-masing.