Jodoh Karena Wasiat

Jodoh Karena Wasiat
Bab 44. Malam Pertama


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Rangga. Yah, karena hari ini Alisha dan Rangga akan berangkat ke Turki untuk honeymoon.


Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, akhirnya mereka sampai juga di Turki.


Tujuan mereka adalah ke Cappadocia. Cappadocia adalah sebuah pemandangan alam yang terletak di dataran tinggi terjal berbatu yang berada di pusat Turki.


Tujuan pertama mereka adalah di hotel. Dia memilih salah satu hotel ternama di kawasan Cappadocia. Sesuai dengan tujuannya, mereka ke Cappadocia untuk honeymoon. Kamar hotel pun dihias sedemikian rupa untuk pasangan yang lagi honeymoon.



Saat memasuki kamar tersebut mereka sangat takjub dengan bangunan terbuat dari batu. Sebuah tempat yang indah dan estetik.


Hari pertama mereka lewatkan dengan hanya beristirahat karena lelah dengan perjalanan yang lumayan lama.


"Alisha, kamu mau kemana saja?".


"Aku pengen menikmati pemandangan alam Cappadocia, pengen naik balon udara dan lain-lain".


"Tapi besok aja ya!. Kita istirahat aja dulu".


"Iya".


Keesokan harinya, mereka bangun dan menikmati sarapan makanan khas Turki



Hidangan yang begitu lengkap, dan ini baru pertama kalinya mereka menikmati makanan tersebut.


"Kak Rangga pernah kesini nggak?", tanya Alisha.


"Belum pernah, ini pertama kalinya aku kesini dan itupun sama kamu. Kita honeymoon".


Setelah sarapan, mereka berkeliling di sekitar hotel



Ada sebuah kolam renang yang pemandangannya langsung ke balon udara yang beterbangan.


"Ini indah banget Kak".


"Kamu suka?".


"Sangat suka".


Rangga tersenyum bahagia melihat Alisha yang begitu senang menikmati keindahan Turki. Mereka kemudian berjalan menuju balkon hotel yang tersedia beberapa bantal untuk bersantai sambil menikmati pemandangan yang begitu indah.



Mereka berdua duduk bersantai sambil mengobrol. Menikmati keindahan alam Cappadocia dan balon udara.


"Kak, aku pengen naik itu. Boleh kan?", tanya Alisha sembari menunjuk balon udara.


"Bolehlah, apa sih yang nggak buat istriku".


Alisha tersenyum malu. Akhirnya mereka naik balon udara. Mereka bisa menikmati keindahan alam tersebut dari atas, begitu menakjubkan.


Setelah puas dengan balon udara, mereka melanjutkan jalan-jalan sekitar hotel. Lalu menikmati makan malam yang dihidangkan oleh pihak hotel.


Karena hari sudah malam, mereka kembali ke kamar. Alisha merebahkan diri di atas tempat tidur, begitu juga Rangga.

__ADS_1


"Kamu senang?".


"Iya.Terima kasih ya Kak!", ucap Alisha menoleh ke arah Rangga. Dan spontan mencium pipi Rangga singkat.


Rangga melongoh dengan apa yang sudah Alisha lakukan. Karena ini pertama kalinya Alisha menciumnya, meskipun cuma di pipi. Rangga kemudian menatap Alisha. Alisha yang sadar akan tatapan Rangga, dia beringsut menjauhi Rangga. Namun tangan Rangga lebih cepat merengkuh pinggangnya hingga jatuh ke pelukan Rangga. Jarak mereka hanya beberapa senti saja.


"Apa yang sudah kamu lakukan tadi?".


"Mmmmm... Anu Kak", Alisha tidak bisa menjawabnya.


"Kamu yang mulai duluan loh ya!", Rangga mendekatkan bibirnya ke bibir Alisha, dan mereka saling berciuman satu sama lain dan sama-sama menikmatinya. Namun sesaat kemudian Rangga melepaskannya.


Rangga tahu hal itu dapat merangsang juniornya, namun dia tak mau melakukannya sebelum Alisha memberikannya. Alisha merasa aneh dengan sikap Rangga, dia juga tidak mengerti akan arti ekspresi wajah Rangga yang sesaat berubah begitu saja.


Alisha turun dari tempat tidur dengan detak jantung yang begitu kencang. Alisha merasakan ada yang berbeda dengan perasaannya kali ini. Apa ini yang disebut cinta???.


Alisha membuka koper yang berisikan pakaiannya. Saat Alisha hendak mengambil baju, dia melihat kotak yang diberi oleh Clara. Dia urung mengambil baju, tapi dia mengambil kotak tersebut.


Dia kembali naik ke atas tempat tidur dengan membawa kotak tersebut. Rangga yang dari tadi masih rebahan di atas tempat tidur, dia kemudian mengubah posisinya menjadi duduk saat melihat Alisha membawa kotak dari Clara.


"Itu kado dari Clara kemarin kan?".


"Iya Kak", Alisha membuka kertas yang membungkus kotak tersebut, Rangga juga melihat apa yang dilakukan Alisha.


Saat pembungkus itu sudah dibuka, Alisha mulai membuka sedikit penutup kotak itu. Dengan cepat Alisha menutup kotak itu kembali.


"Isinya apa?", tanya Rangga heran.


Alisha senyum terpaksa. "Nggak ada apa-apa kok Kak".


Alisha hendak membawa kembali kotak itu ke dalam koper, namun Rangga mencegahnya.


"Sha, tunggu. Sebenarnya kotak itu isinya apa sih. Coba aku buka dan lihat isinya".


Rangga melepaskan ciumannya dan mengambil kotak yang jatuh tersebut.


"Aduh, bagaimana ini kalau Kak Rangga tahu isinya?", batin Alisha.


Rangga pun membuka kotak itu. Ternyata kotak itu berisikan baju dinas malam yang terbuat dari brokat tipis berwarna maroon.


Rangga menjeber baju itu di hadapan Alisha sembari tersenyum.


"Kenapa dengan baju ini?".


"Kok masih tanya kenapa sih Kak".


"Kamu pakai aja untuk malam ini".


"Nggak mau".


Saat mereka sedang berdebat, ada telpon masuk dari Clara. Clara menelpon Alisha, tapi dengan bergegas Rangga mengangkat telpon itu.


"Hallo, ada apa Clara?".


"Kak Rangga?. Kak Alisha nya kemana?".


"Ada kok. Oh iya Clara, makasih kadonya".


"Kado dari aku sudah dibuka?".

__ADS_1


"Iya", jawab Alisha sembari merebut ponselnya dari Rangga.


"Dipakai ya Kak. Aku mau nanti sepulang dari Turki, ada berita bagus, Kakak hamil. Aku kan pengen cepat punya keponakan. Oiya Kak, ini Kakak belum belah duren kan ya?. Aku sih belum pernah merasakan, cuma kata orang-orang sing sakit. Tapi semoga Kakakku memperlakukan Kak Alisha dengan pelan dan hati-hati".


Rangga menjawab ucapan Clara.


"Tenang saja Clara, Kakakmu ini akan melakukannya dengan hati-hati. Oh iya, bilang sama Mama, terima kasih atas kadonya. Kakak akan bawa kabar gembira sepulang nanti dari sini. Kakak akan berikan kamu keponakan yang menggemaskan".


Alisha cuma bisa geleng-geleng kepala mendengar obrolan kakak beradik itu. Tak mau mendengar ucapan mereka berlanjut, Alisha langsung mematikan panggilan telpon tersebut.


"Halo, Kak.. Kak Alisha. Ya dimatikan", teriak Clara saat tahu panggilannya dimatikan.


"Kenapa senyum-senyum?",tanya Alisha kepada Rangga yang senyum-senyum dengan baju tadi yang masih dipegangnya.


"Dipakai ya baju ini".


"Nggak mau ah".


"Kalau nggak mau, itu artinya tidak menghargai pemberian Clara. Please dipakai ya!", pinta Rangga.


Dengan wajah cemberut dan terpaksa Alisha ke kamar mandi. Dia keluar dengan memakai baju tersebut dan dengan rambut yang diikat ke atas melihatkan leher jenjangnya yang putih.


Rangga menelan salivanya melihat Alisha dengan baju tersebut. Sedangkan Alisha terlihat tidak nyaman dengan baju yang ia kenakan. Ia mencoba menarik-narik baju bagian bawah berharap menutupi pahanya.


Rangga mendekat ke arah Alisha, menahan tangan Alisha yang tadi menarik bajunya. Rangga semakin mendekat, namun Alisha terus mundur hingga ke tembok. Rangga tersenyum melihat wajah Alisha yang merona karena malu.


"Cantik dan seksi", kalimat yang keluar dari mulut Rangga membuat Alisha merinding.


Rangga mulai melakukan pemanasan, mencium bibir Alisha. Tidak ada penolakan dari Alisha menandakan Alisha menerimanya.


Rangga membuka pakaiannya dan kemudian menggendong Alisha ke atas tempat tidur. Rangga melakukan pemanasan dengan lembut hingga akhirnya mereka melakukan malam pertamanya.


Malam ini mereka nikmati dengan indah sebagai pasangan suami istri yang sesungguhnya.


Pagi pun tiba, Alisha bangun terlebih dulu dan ingin segera ke kamar mandi. Namun saat dia turun dari tempat tidur, Alisha merasakan sakit yang luar biasa di daerah kewanitaannya.


"Auh.. ".


Rangga yang mendengar itu langsung bangun.


"Mau ke kamar mandi?. Biar aku gendong".


"Nggak usah, aku bisa sendiri".


Alisha mencoba berdiri dan melangkahkan kakinya, lagi-lagi dia merasakan sakit di bagian yang sama.


"Auh.. ".


"Apa aku bilang tadi? Biar aku gendong".


Dengan sigap Rangga menggendong Alisha ke kamar mandi. Selama dalam gendongan Rangga, Alisha tidak berani menatap Rangga karena malu dengan apa yang sudah terjadi semalam.


"Kenapa menyembunyikan wajahmu seperti itu? Nggak usah malu".


Rangga mendudukkan Alisha di bathtub, kemudian Rangga menutup pintu kamar mandi dari dalam.


"Kak Rangga ngapain masih disini?".


"Mau mandi bareng".

__ADS_1


"Kak, keluar deh".


Rangga bukannya keluar, malah masuk ke dalam bathtub bersama Alisha. Mereka akhirnya mandi bareng dan terjadilah pergulatan kembali di kamar mandi.


__ADS_2