
Hari berganti hari mendekati hari pernikahan Alisha dan Fathan. Tinggal 2 minggu lagi pernikahan mereka dilaksanakan, bagi Alisha dan Fathan mungkin hal yang membahagiakan, namun tidak bagi Rangga. Meskipun Rangga mencoba ikhlas, tapi tidak dipungkiri kalau Alisha masih tetap ada di hatinya.
Seperti saat ini, sepulangnya dia dari kantor karena lembur,dia langsung menuju ke kamarnya. Dia merebahkan badan di atas ranjang untuk menghilangkan penat karena pekerjaan di kantornya. Pikirannya tertuju pada Alisha, bahagia karena Alisha akan menikah dengan orang yang tepat. Tapi sedih juga karena harapannya untuk memiliki Alisha telah kandas
Kemudian dia mengambil ponselnya yang berada di atas meja, membuka galeri di ponselnya. Sejenak dia tersenyum melihat foto-foto Alisha yang tersimpan apik di ponselnya. Tapi kemudian wajahnya berubah muram saat ingat kalau dia akan menikah dengan Fathan.
"Alisha, rasa ini akan selalu aku simpan di hatiku. Semoga engkau selalu bahagia bersama Fathan. Meskipun terasa sakit, namun aku akan mencoba ikhlas. Bisa bersamamu setiap hari di kantor, itu sudah cukup bagiku. Aku yakin Fathan bisa membahagiakanmu".
Dan tanpa terasa dia tertidur dengan posisi masih memegang ponselnya. Mungkin karena saking capeknya sehingga dia langsung tidur begitu saja tanpa menyimpan ponselnya lagi.
*
*
*
Keesokan harinya.
Saat Alisha dan Rangga sibuk dengan pekerjaannya di meja kerja masing-masing, tiba-tiba mereka mendapat chat dari Fathan. Mereka mendapat chat dari Fathan untuk bertemu di cafe B. Tapi antara Alisha dan Rangga tidak saling mengetahui kalau mereka sama-sama mendapat chat yang sama dari Fathan.
Alisha yang mendapat chat dari Fathan untuk diajak ketemuan di Cafe B, dia begitu senang. Dia berpikir ini mungkin pertemuan terakhir mereka sebelum mereka dipingit.
Namun tidak dengan Rangga, saat dia menerima chat dari Fathan yang mengajaknya ketemuan di Cafe B,dia merasa ada yang aneh. Karena ini pertama kalinya Fathan mengajaknya ketemuan di sebuah cafe.
"Kira-kira ada apa ya Fathan mengajakku ketemuan?. Apa ada hal yang sangat penting yang membuatnya harus bertemu denganku?".
Setelah mengiyakan ajakan Fathan lewat chat tadi, Rangga kembali fokus mengerjakan pekerjaannya, demikian juga dengan Alisha. Hingga tanpa terasa jam bekerja sudah berakhir. Mereka keluar dari ruangan, berjalan beriringan menuju lobby kantor. Rangga yang kemudian berjalan menuju parkir mobilnya, sedangkan Alisha menuju parkir motornya.
Masih seperti Alisha yang dulu, yang masih dengan kesederhanaanya, dia akan tetap memakai motornya untuk pergi ke kantor jika Fathan sedang sibuk tidak bisa mengantarnya. Meskipun sering kali Fathan memintanya untuk naik taksi selama dia tidak bisa mengantar, tapi Alisha tetap pergi dengan motor kesayangannya.
Rangga fokus menyetir menuju Cafe B, demikian juga dengan Alisha yang juga menuju Cafe B. Mereka tidak mengetahui kalau mereka sedang menuju tempat yang sama karena sebelumnya mereka tidak saling cerita kalau mendapat chat dari Fathan.
Setelah beberapa menit perjalanan, mereka akhirnya sampai. Rangga memarkirkan mobilnya, Alisha memarkirkan motornya. Kemudian Alisha dengan santai berjalan masuk ke area cafe, demikian juga Rangga yang berjalan dengan gagahnya menuju area cafe. Saat mereka sudah sampai di pintu masuk menuju meja yang dipesan Fathan, tanpa mereka sadari, mereka berjalan beriringan.
Alisha merasa seperti mengenal sosok pria yang berjalan di sampingnya, dia memberanikan diri menoleh ke arah pria tersebut.
"Kak Rangga?".
Rangga kemudian menoleh ke arah Alisha.
"Alisha?kamu disini juga?kalau tahu tujuan kita sama, tadi kita bisa berangkat bareng".
Alisha berpikir sejenak dengan segala kebingungannya.
"Kak Rangga ada janji dengan klien?", tanya Alisha.
"Nggak, aku kesini mau menemui Fathan".
"Kak Fathan? Aku juga datang kesini karena ajakan Kak Fathan juga".
"Itu berarti kita berdua diajak Fathan ketemuan?".
"Yah, bisa jadi. Tapi kira-kira ada apa ya?", Alisha semakin bingung.
"Ya, mana aku tahu. Kita datangi ke mejanya saja, dia sudah memesan meja untuk kita dan sudah menunggu kita di sana".
__ADS_1
"Iya Kak".
Kemudian ereka berjalan beriringan menuju meja yang sudah dipesan Fathan. Fathan yang sudah menunggu di mejanya, melihat dari kejauhan kedatangan Alisha dan Rangga yang berjalan beriringan membuat Fathan bahagia dan mengulas senyum.
"Rangga dan Alisha memang serasi, mereka pantas bersatu untuk hidup bahagia", ucapnya lirih.
Akhirnya mereka berdua sampai di meja yang sudah dipesan Fathan. Alisha yang datang dengan wajah marahnya, sedangkan Rangga dengan wajah bingungnya.
"Kak, tolong jelaskan ke Alisha ini maksudnya apa?".
"Duduk dulu Alisha", jawab Fathan santai dengan tersenyum.
Alisha pun menuruti kata Fathan dan langsung duduk di kursi depan Fathan, demikian juga, Rangga yang ikutan duduk di kursi sebelah Alisha.Meja yang dipesan Fathan terdapat 4 kursi, jadi1 kursinya kosong.
"Fathan, ini maksudnya apaan?kenapa kita diundang kesini?", tanya Rangga.
"Santai saja dulu, kita bisa mengobrol-ngobrol dulu, sekalian kita menunggu pesanan kita datang. Aku sudah memesan makanan untuk kalian", jawab Fathan.
"Alisha, kenapa mukamu? Cemberut gitu? Nggak suka ketemu aku? Apa nggak kangen gitu sama calon suamimu ini?", ucap Fathan sengaja menggoda Alisha.
"Kak, nggak usah basa basi, sebenarnya ada apa?".
Rangga tersenyum begitu manis. Pertanyaan yang dilontarkan Alisha itu tidak dijawab oleh Fathan, Fathan malah bertanya kepada Rangga.
"Oh iya Rangga, apa kabar?".
"Seperti yang kamu lihat, aku sehat. Fathan, sebenarnya ada apa??".
Fathan lahi-lagi menjawab dengan senyuman. Tidak lama kemudian pelayan datang membawa pesanan Fathan.
"Iya, terima kasih", ucap Fathan.
"Sama-sama, Pak", jawab pelayan itu.
Pelayan tersebut kemudian pergi meninggalkan meja mereka.
"Ayo dimakan dulu", ajak Fathan.
Mereka bertiga makan makanan yang sudah dipesan Fathan tadi. Mereka begitu menikmati makanan tersebut, disela-sela mereka makan, Fathan mulai membuka suara,
"Aku sengaja mengundang kalian kesini karena mau pamit".
"Mau pamit kemana, Kak?", tanya Alisha.
"Sayang, besok aku mau pergi keluar kota, ada pertemuan antar dokter yang harus aku hadiri".
" Sayang, sayang. Emang sengaja mau manasin aku ini ceritanya? Fathan, kalau emang mau romantis sama Alisha kenaoa hatus ada aku disini sih?", batin Rangga.
"Terus Kak?kalau cuma itu kan nggak usah ketemu di sini, Kakak kan bisa telpon Alisha seperti biasanya. Kok ini malah ngajak Kak Rangga juga?".
"Nggak gitu, aku pengen aja kita bisa kumpul bertiga seperti ini. Mumpung ada kesempatan, bisa jadi kan ini pertemuan terakhir kita", Fathan menjawab dengan santai.
"Kak?", ucap Alisha.
Tetap tidak ada jawaban dari Fathan.
__ADS_1
"Rangga, jika besok aku pergi dan tidak akan pernah kembali, aku mohon jaga Alisha ya. Nikahi Alisha, sayangi dia sepenuh hati. Aku tahu kamu begitu mencintai Alisha, aku juga yakin kamu akan menyayanginya setulus hati dan akan membahagiakan Alisha".
Rangga yang saat itu sedang menyuapkan makanan ke mulutnya hampir tersedak mendengar apa yang diucapkan Fathan. Dia lalu minum air yang ada di depannya dan kemudian bertanya kepada Fathan.
"Fathan?. Apa maksudmu?", tanya Rangga tidak percaya.
Fathan tidak menjawab pertanyaan Rangga.
"Alisha, aku mohon sama kamu ya, menikalah dengan Rangga. Aku yakin Rangga bisa membahagiakanmu dan menyayangimu setulus hati", pinta Fathan kepada Alisha.
Bagai disambar petir,Alisha yang mendengar itu kaget hingga tidak bisa berkata-kata.
"Alisha?. Kamu dengar aku kan?", tanya Fathan.
Alisha masih diam mematung tanpa mengucap apapun.
"Fathan, tolong jelasin sama aku. Maksudnya apa ini?", tanya Rangga yang semakin dibuat bingung oleh Fathan.
"Jodoh, mati, dan rejeki kan Allah yang tahu. Aku cuma ingin kalau umurku tidak panjang, aku ingin kamu yang bisa menjaga Alisha".
"Tapi Fathan, kamu kan besok cuma ke luar kota saja seperti yang sudah-sudah. Kenapa ngomong seperti itu?".
"Alisha?", panggil Fathan.Tapi alisha masih diam tanpa menjawabnya.
"Alisha, dulu saat aku menolongmu waktu SMA, kamu pernah berjanji akan membalas budi kepadaku. Dan akan memberikan apa yang aku minta sebagai balas budi kan. Aku pikir, ini saatnya aku menagih itu. Aku meminta jika besok aku tidak kembali untuk selamanya, aku mohon kamu mau menikah dengan Rangga".
"Kak, kenapa seperti itu?. Kan besok kakak cuma pergi sebentar karena ada acara ke luar kota. Kenapa mengatakan hal yang tidak masuk akal begini?", tanya Alisha.
"Ajal seseorang kan cuma Allah yang tahu".
"Rangga, aku mohon sama kamu ya. Kamu harus janji padaku untuk menikahi Alisha kalau aku tiada".
"Tapi?".
"Aku mohon", dengan mengatupkan kedua tangannya di dada untuk memohon kepada Rangga.
Rangga bengong dibuatnya, dia memejamkan matanya sejenak, setelah itu dia menjawab permintaan Fathan.
"Baiklah", jawab Rangga dengan berat hati.
"Terima kasih Rangga", ucap Fathan sembari tersenyum.
"Lanjutkan obrolan kalian yang tidak masuk akal ini. Aku mau pergi! ", Alisha beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar.
"Alisha", panggil Rangga dan Fathan bersamaan.
Namun Alisha tidak mau mendengarkan panggilan mereka, Alisha tetap berlalu keluar dari cafe dan langsung pulang ke rumah.
Rangga dan Fathan masih melanjutkan obrolan mereka dan setelah puas mengobrol, mereka berdua kemudian berpamitan pulang ke rumah masing-masing.
Malam ini, Rangga tidak bisa tidur. Dia duduk santai di balkon kamarnya sambil melihat keindahan bintang. Dia duduk sambil menikmati kopi yang menemani malamnya, dia terjaga hingga pagi hari hanya memikirkan permintaan Fathan tadi.
Demikian juga dengan Alisha, dia juga tidak bisa tidur sampai pagi hari tiba. Dia terus memikirkan permintaan Fathan tadi yang menurutnya tidak masuk akal. Fathan memintanya untuk menikah dengan Rangga sebagai balas budi.
Sedangkan di tempat lain, Fathan bisa tidur dengan nyenyaknya seakan tidak ada beban hidup yang dipikulnya.
__ADS_1