Jodoh Karena Wasiat

Jodoh Karena Wasiat
Bab 24.Ketahuan


__ADS_3

Alisha masuk ke ruangannya,Rangga tidak ada di mejanya.Alisha berpikir mungkin Rangga datang telat.Alisha duduk di kursinya dan mengerjakan pekerjaan.Namun sudah 3 jam berlalu,tapi Rangga belum juga datang.Alisha mencoba menghubungi Rangga tapi tidak aktif.


Tak lama kemudian Rendy masuk ke ruangannya Alisha,"Alisha".


"Iya Kak.Oh iya,Kak Rangga hari ini nggak masuk?".


"Itulah yang ingin aku beritahu ke kamu".


"Aku nggak paham maksud Kakak apaan ya?".


"Semalam Rangga mabuk,dan tidak sadarkan diri.Makanya hari ini dia tidak masuk kerja".


"Ya Allah,kenapa dia melakukan itu Kak?Emang kebiasaannya begitu kah?".


"Tidak Alisha,ini pertama kalinya dia minum minuman haram itu.Aq kenal Rangga itu sudah lama.Senakalnya dia, dia tahu batasan yang diharamkan agama.Aku mau tanya sama kamu.Apa Rangga tahu tentang pertunanganmu?".


"Iya,kemarin dia tanya.Ya aku jawab apa adanya lah Kak".


"Seperti dugaanku,Rangga mabuk gara-gara itu.Mungkin dia frustasi,patah hati atau apalah itu istilahnya.Karena rasa cintanya padamu yang membuat Rangga seperti itu.begitu, tapi cintanya hanya kamu pandang sebelah mata.Dia memilih sekolah di luar negeri itu hanya untuk melupakanmu.Tapi tetap tidak bisa,di hatinya hanya ada kamu.Dan selama dia di luar negeri,dia selalu mengikuti kajian-kajian tentang agama,ingin memperdalam agama Islam.Dia ingin memperbaiki semuanya hanya untuk bisa memantaskan diri jika suatu saat bersanding denganmu.Tapi saat dia balik ke Indonesia,dia berharap impian mendapatkan cintamu itu terwujud. Namun kenyataannya lain,Kamu lebih memilih Fathan daripada dia".


"Apa Kakak menyalahkan aku atas apa yang dilakukan Kak Rangga?".


"Bukan begitu maksudku Alisha,Tapi....".


Belum sempat melanjutkan kalimatnya,Alisha memotongnya.


"Tapi apa Kak?Ini soal perasaan Kak.Dan perasaan itu tidak bisa dipaksakan Kak.Apa aku salah memilih Kak Fathan sesuai apa kata hatiku?Coba Kakak jelaskan!".


Rendy cuma bisa diam tidak bisa menjawab pertanyaan Alisha.


"Kenapa Kak Rendy diam?nggak bisa jawab kan?Lagian aku juga tidak pernah memberikan ruang kepada Kak Rangga.Aku juga tidak pernah memberikan harapan lebih kepada Rangga.Aku juga sudah bilang sama Kak Rangga kalau aku tidak bisa menerima cintanya.Apa aku salah berkata jujur kepada Kak Rangga?".


"Maaf kalau aku sudah salah ngomong sama kamu.Aku cuma kasian sama Rangga Alisha.Dia seperti semalam itu karena mendengar kamu tunangan sama Fathan".


"Sudahlah Kak,lupakan".


"Alisha,aku boleh meminta sesuatu sama kamu?".


"Apa?".


"Nanti sepulang kerja,maukah kamu menjenguk Rangga?.Anggap saja kamu menjenguk atasanmu".


"Lihat nanti.Aku nanti dijemput Kak Fathan",jawab Alisha dengan nada masih kesal.


"Ya sudah kalau gitu.Aku permisi".


"Iya",Rendy keluar dari ruangan Alisha.


Sepeninggal Rendy,Alisha melanjutkan pekerjaannya.Namun dia tidak bisa fokus.Di otak hanya berisi tentang Rangga,dia tiba-tiba khawatir dengan keadaan Rangga dan juga ucapan Rendy tadi yang masih terngiang di pikirannya.


Alisha mencoba mengirimkan pesan kepada Rendy.


(Kak, nanti aku jadi ikut jenguk Kak Rangga)


Rendy membalas (Ok)


Setelah pekerjaan selesai,Alisha menelpon Fathan.


"Assalamu'alaikum Kak. Kakak jadi jemput aku?".


"Wa'alaikum salam.Iya, ini sudah dalam perjalanan".


"Ya udah kalau gitu Kak,aku tunggu. Assalamu'alaikum".


"Wa'alaikum salam", jawab Fathan.


Selang beberapa menit, Fathan datang. Fathan membuka pintu untuk Alisha. Namun Alisha tidak langsung masuk ke dalam mobilnya.


"Kak,aku rencana mau mampir ke rumahnya Kak Rangga dulu mau menjenguk dia", kata Alisha.


"Ya sudah kalau gitu, aku antar kesana sekalian aku juga mau jenguk dia", ucap Fathan tidak keberatan.


"Ya udah Kak, Assalamu'alaikum"


*Wa'alaikum salam.


Setelah menunggu beberapa menit, Fathan sampai. Alisha masuk ke mobilnya dan Fathan mulai menyalakan mesin mobilnya.


Akhirnya mereka berdua dalam perjalanan menuju rumah Rangga. Fathan penasaran sebenarnya Rangga sakit apa, dan dia memberanikan diri bertanya kepada Alisha.


"Alisha, Rangga emangnya sakit apa?".

__ADS_1


"Kata Kak Rendy semalam dia mabuk dan tidak sadarkan diri. Dia mabuk setelah tahu kalau aku tunangan sama Kakak. Kata Kak Rendy, dia frustasi gara-gara itu. Dan Kak Rendy memintaku untuk ke rumahnya Kak Rangga", jawab Alisha dengan perasaan bercampur aduk.


"Sebegitu besarnya cintanya padamu".


"Nggak tahu lah Kak", dengan wajah cemberut Alisha menyahutnya.


Setelah itu mereka tidak lagi mengobrol. Mereka sama-sama dengan pikiran masing-masing. Tak butuh waktu lama, mereka sampai di rumahnya Rangga.


"Tok...tok.. ".


"Assalamu'alaikum", Fathan mengucap salam.


"Wa'alaikum salam", jawab Pak Rahardian sembari membuka pintu.


"Alisha?mari silahkan masuk!".


"Maaf Pak, saya kesini sama Kak Fathan",


"Iya tidak apa-apa".


Fathan dan Alisha masuk,kemudian duduk di sofa ruang tamu. Mengetahui Alisha datang, Mama Novi ikut bergabung duduk di sofa ruang tamu. Mama Novi menceritakan apa yang terjadi kepada putranya itu. Fathan yang ikut mendengarkan cerita Mama Novi, dia merasa iba kepada Rangga.


"Terus, sekarang Rangganya dimana tante? Dia sudah sadar?".


"Dia ada di kamar, alhamdulillah sudah sadar, tadi sudah diperiksa dokter juga", jawab Mama Novi.


"Nak Alisha, tolong kamu ke kamarnya Rangga ya. Beri penjelasan kepadanya dan juga mungkin semangat buat dia", pinta Mama Novi.


"Tapi Tante, Alisha tidak mau kalau masuk ke dalam sana dan cuma berdua dengan Kak Rangga".


"Tidak kok Alisha, ada adiknya Rangga yang menjaganya disana".


"Tante, boleh saya ikut juga? Saya ingin menjenguk Rangga", pinta Fathan.


"Iya Nak, mari Tante antar ke kamarnya!".


Mama Novi mengantar Alisha dan Fathan menuju kamar Rangga. Saat sudah di depan pintu kamar Rangga, Mama Novi meninggalkan mereka berdua dan membiarkan mereka masuk.


"Ceklek", suara gagang pintu saat Fathan membukanya.


Clara yang dari tadi di dalam, menoleh ke arah pintu. Dia melihat sosok Alisha dengan seorang pria.


Rangga yang sudah sadar juga melihat ke arah yang sama. Ada rasa senang karena Alisha datang menjenguknya. Tapi ada rasa cemburu dan juga sakit hati saat melihat Alisha datang dengan Fathan.


Demikian juga dengan Alisha, dia kaget saat melihat Clara ada di dalam sana.


"Clara? kamu disini?", tanya Alisha.


"I-ya Alisha".


Alisha dan Fathan melangkahkan kakinya masuk ke dalam mendekati ranjang Rangga dimana dia terbaring disana.


Alisha melihat sekeliling kamar Rangga yang nampak begitu rapi meskipun dia seorang laki-laki. Dia memang tipe lelaki yang sangat memperhatikan kebersihan dan kerapian.


Yang membuat Alisha kaget saat dia melihat foto dirinya di kamar Rangga. Ada beberapa foto dirinya yang terpampang rapi di dinding kamarnya. Ya, itu foto waktu dia masih SMA yang sengaja dipotret Rangga tanpa sepengetahuannya.


Dan sebuah foto dirinya yang sedang duduk di bangku saat sedang santai di sebuah taman kantor.Foto itu dicetak dengan ukuran yang cukup besar dan dipajang di atas tempat tidur Rangga.


Tapi Alisha cuma diam tanpa mau menanyakan hal itu kepada Rangga.


"Rangga, bagaimana keadaanmu?", tanya Fathan.


"Baik", jawab Rangga singkat.


"Kenapa Kakak melakukan semua itu? apa dengan begitu Kakak puas? apa yang Kakak dapatkan?",tanya Alisha.


"Alisha", ucap Fathan sambil menggelengkan kepala memberi isyarat kepada Alisha supaya tidak berkata seperti itu.


"Rangga, kenapa kamu melakukan itu? Rangga yang aku kenal bukan seperti itu".


"Selamat ya Fathan atas pertunanganmu dengan Alisha. Aku sudah mengaku kalah denganmu. Alisha lebih memilih kamu daripada aku, semoga dilancarkan sampai hari H".


"Ini bukan sebuah taruhan ataupun pertandingan, dan ini juga bukan soal kalah atau menang, ini soal perasaan Rangga. Dan rasa itu tidak bisa dipaksakan", ucap Fathan.


"Kak Rangga,aku mohon jangan lagi berbuat seperti ini, jangan pernah ke club malam lagi dan jangan pernah minum minuman itu lagi. Ini untuk yang pertama dan terkahir ya", nasehat Alisha


"Cinta tak harus memiliki Rangga, aku tahu cintamu kepada Alisha itu begitu besar. Asal kanu tahu juga kalau aku tidak pernah merebut Alisha dari kamu. Kalau seandainya waktu itu Alisha memilihmu, aku akan mundur dan mengikhlaskan Alisha untukmu".


"Cobalah belajar ikhlas Kak,insyaAllah semuanya akan menjadi lebih baik.Sebuah hubungan tidak harus melulu soal pacar atau tunangan.Kita bisa menjalin hubungan sebagi kakak adik kan selain hubungan antara bos dan bawahan",tutur Alisha.


"Mmmmm.... Clara. Aku mau tanya sama kamu, apa hubunganmu dengan Kak Rangga?", tanya Alisha.

__ADS_1


"Alisha, aku benar-benar minta maaf sama kamu. Aku sebenarnya adiknya Kak Rangga. Aku dan Papa yang merencanakan semuanya. Aku meminta Papa untuk menyuruh Kak Rangga pulang ke Indonesia dan menerimamu kerja di perusahaan Papa. Kak Rangga diminta Papa untuk menggantikan posisinya".


"Terus?", tanya Alisha lagi.


"Karena Kak Rangga begitu mencintaimu Alisha, kamu lihat sendiri kan banyak foto-foto kamu ada di kamar Kak Rangga. Selama ini Kak Rangga selalu menolak perjodohan dengan siapapun karena hatinya hanya untuk kamu. Makanya aku berinisiatif mengajak Papa kerja sama. Jika Kak Rangga jadi pemimpin perusahaan Papa dan kamu jadi sekretarisnya kan dengan begitu kalian sering ketemu dan mungkin tumbuh rasa cinta di hatimu untuk Kak Rangga".


"Sekali lagi maafkan aku Alisha, jangan menyalahkan Kak Rangga soal ini. Karena Kak Rangga juga tidak tahu, kita sengaja ingin memberikan kejutan padanya saat itu".


"Lantas? apa yang kamu dapatkan sekarang?", tanya Alisha mulai kesal.


"Dan,bodohnya aku sudah terjebak dengan ide kalian yang konyol ini. Terjebak di dalam keluarga kalian, entah apa yang harus aku lakukan sekarang?", tutur Alisha yang kerasa semakin kesal dan bingung.


"Kak Rangga,habis ini akan aku transfer kekurangan hutangku sisa pengobatan ayah. Jadi aku sudah tidak punya hutang lagi sama Kakak. Dan saat ini juga aku akan resign dari pekerjaan aku, jadi lupakan tawaranku tadi untuk menjalin hubungan sebagai kakak adik".


"Ayo Kak Fathan kita pulang!", ajak Alisha.


"Alisha, tunggu!", cegah Rangga.


"Kalau kamu ingin membayar sisa pengobatan ayahmu, oke aku terima .Tapi aku mohon jangan resign dari perusahaanku",pinta Rangga kepada Alisha.


"Alisha, sekali lagi maafkan aku. Aku mohon kamu pikirkan lagi tentang ucapanmu tadi", Clara merasa bersalah dalam hal ini.


"Alisha, jangan gegabah mengambil keputusan seperti ini. Kamu masih dalam keadaan marah", nasehat Fathan.


"Aku permisi!",pamit Alisha yang kemudian keluar dari kamar Rangga.


Fathan masih berdiri di samping tempat tidur Rangga bingung dengan kejadian barusan. Akhirnya Fathan pun ikut pamit menyusul Alisha keluar kamar.


"Rangga, maaf ya. Aku juga harus pamit pulang, semoga keadaanmu semakin membaik. Jangan ulangi ini lagi ya! Assalamu'alaikum", pamit Fathan lalu keluar dari kamar mengejar Alisha.


"Wa'alaikum salam", jawab Rangga dan Clara bersamaan.


Sepeninggal Alisha dan Fathan, Rangga merasa hidupnya semakin hancur. Entah apa lagi yang harus dia perbuat kali ini.


"Kak, maafkan aku ya!".


"Sudahlah Clara, lupakan!. Aku mau sendiri, Kakak minta kamu keluar dari kamar Kakak".


"Ya sudah kalau gitu Kak, Kakak istirahat saja".


Clara juga ikut keluar meninggalkan Rangga sendirian di kamar.


Alisha yang sudah keluar dari kamar dan disusul Fathan, saat berjalan menuju pintu keluar rumah, Alisha melewati Mama Novi dan Papa Rahardian.


"Om, Tante Alisha pamit. Assalamu'alaikum".


Fathan yang berjalan di belakang Alisha pun ikut pamit juga.


"Om, Tante, maaf. Fathan juga ikutan pamit. Assalamu'alaikum".


"Wa'alaikum salam", jawab Papa Rahardian dan Mama Novi barengan.


Clara keluar dari kamar Rangga dan menghampiri Mama dan Papanya.


"Clara, apa yang terjadi?", tanya Mama Novi cemas.


Lalu Clara menjelaskan semuanya kepada Mama dan Papanya. Mama Papanya jadi semakin sedih melihat keadaan Rangga dan juga tentang percintaannya.


"Mama mau ke kamar Rangga dulu, mau menenangkan dia".


"Jangan Ma, Kak Rangga minta sendiri di kamar tanpa ada yang menggangu", cegah Clara.


"Iya Ma, biarkan dia sendiri dulu", cegah Papanya juga.


"Ya sudah kalau gitu, kita istirahat saja".


...****************...


Yah, cinta tak harus memiliki


Karena cinta sejati itu tidak akan mengharapkan balasan


Jika memang cinta, sejatinya harus memberikan kebahagiaan


Jika cintamu bertepuk sebelah tangan


Ikhlaskanlah dia bersama orang lain


Suatu saat engkau akan menerima kebahagiaan


Jika memang dia jodohmu, dia akan kembali kepadamu

__ADS_1


Jika dia bukan jodohmu, akan datang yang lain membawa kebahagiaan untukmu


By : PRD


__ADS_2