Jodoh Karena Wasiat

Jodoh Karena Wasiat
Bab 18.Kesal


__ADS_3

"Hai,Pak Adi.Apa kabar?",mengulurkan tangannya ke arah Pak Adi.


Pak Adi juga menerima uluran tangan Rangga"Baik pak".


Tanpa meminta izin dan basa basi,Rangga langsung duduk di kursi samping Pak Adi."Makanannya sudah pada habis ya?ayo pesan lagi saja,aku yang bayarin",ucap Rangga.


Alisha menatap tajam ke arah Rangga,"Pak Rangga,katanya demam.Kok bisa kesini?".


"Oh,iya.Tadi demam,sekarang sudah sembuh kok",jawab Rangga dengan santainya sambil cengar-cengir.


"Oh.. Gitu ya?Secepat itu sembuhnya?",ucap Alisha dengan nada meledek.


"Mau pesan lagi?",tanya Rangga ke Alisha.


"Nggak usah,sudah kenyang",nada juteknya keluar.


"Pak Adi,acaranya sudah selesai kan?saya pamit pulang ya!.Ayo Pak Rendy,kita pulang!",ajak Alisha.


Rendy menoleh ke arah Rangga seakan meminta jawaban apa yang harus dia lakukan.


"Tapi bu Alisha?apa tidak bisa lebih lama lagi disini?",tanya Pak Adi.


Alisha tidak menjawab pertanyaan itu,dia langsung pergi menuju parkiran.


"Pak Adi yang terhormat,apa Anda tidak mendengar apa yang dikatakan Bu Alisha tadi?lagian dia juga sudah pergi loh",ucap Rangga mengejek.


Pak Adi semakin kesal dengan ucapan Rangga,"Tidak masalah,mungkin kali ini aku tidak berhasil mengajak alisha lunch.Tapi lihat saja lain kali aku akan bisa mengajaknya dinner dan mungkin bisa mendapatkan hatinya".


"Aduh,Pak Adi.Anda terlalu percaya diri,"ejek Rangga.


Masih di tempat duduknya,Rendy bingung apa yang harus dilakukan.Dia bingung dengan ajakan Alisha tadi,dan bingung juga melihat perdebatan Adi dan Rangga.Dia bertanya kepada Rangga,"Gimana nih bos?Alisha sudah pergi".


"Mana kunci mobilmu?pasti Alisha sekarang ke tempat parkir mobilmu tadi.Aku akan membawa mobil itu mengantar Alisha pulang".


Rendy memberikan kunci mobilnya ke Rangga.


"Ohya Pak Adi,aku pergi dulu ya!Kapan-kapan kita akan ketemu lagi membahas kerja sama perusahaan kita.Ok",ucap Rangga sombong.Setelah itu dia langsung pergi menuju parkiran.


Pak Adi yang diam di tempat duduknya semakin kesal dengan sikap Rangga."Apa aku harus membatalkan kerja sama perusahaan dengannya?Tapi nanti nggak ada alasan aku bisa ketemu dengan Alisha",batin Pak Adi.


"Ya sudahlah,mending aku pulang saja",kata Pak Adi seorang diri.


Sementara Rangga yang sudah berada di area parkir,dia melihat Alisha berdiri dengan bersandar di samping mobil Rendy. Rangga menghampirinya.


"Ayo pulang!",ajak Rangga.


"Aku pulang sama Rendy aja",jawab Alisha.


"Rendy masih di dalam cafe dengan pak Adi.Ayo aku antar kamu pulang!".


Alisha tidak menjawab ajakan Rangga.Rangga membukakan pintu untuk Alisha,"Ayo Alisha masuk!".


"Alisha,ayo masuk!",ajak Rangga lagi.Namun Alisha tetap tidak mau masuk.


"Alisha!,ayo masuklah!".


Akhirnya Alisha terpaksa masuk dan tanpa mengucapkan apapun.Rangga menutup pintunya,Rangga juga masuk dan duduk di tempat sopir."Alisha,sabuknya jangan lupa dipasang!Apa mau aku pasangkan?",goda Rangga karena melihat alisha hanya duduk tanpa memasang sabuk pengaman.


Alisha tidak menjawab apapun,namun dia bergegas memasang sabuk itu.


Selama perjalanan,Alisha cuma diam saja.Jadi Rangga yang selalu berusaha mencari topik obrolan."Alisha,kamu kenapa sih diam aja?marah sama aku?",tanya Rangga.


"Menurut Bapak?",jawab Alisha ketus.


"Kok panggil Bapak lagi sih?".

__ADS_1


"Bapak kan emang atasan saya".


"Alisha,maafin aku ya.Emang aku sengaja membohongimu. Aku sebenarnya nggak demam.Aku sengaja ingin menguji kemampuanmu.Dan ternyata kamu bisa melakukan hal itu dengan baik".


"Apa harus dengan berbohong seperti itu?",Alisha kembali diam karena masih dalam mode marah.Jadi setelah obrolan tadi,mereka saling diam.


Dan tak terasa,sampai juga di depan rumah Alisha.Alisha langsung melepas sabuk pengamannya dan turun dari mobil.


Dari dalam rumah,ibu Alisha mendengar ada suara mobil berhenti di depan rumahnya.Ibu Alisha penasaran,dan keluar untuk melihatnya.


"Alisha?diantar siapa,Nak?",tanya Ibu.


"Sama Kak Rangga,Bu",jawab Alisha.


"Suruh masuk ke rumah dulu,Alisha".


"Nggak usahlah,Bu",cegah Alisha dengan suara berbisik.


Tapi ibunya tidak mengindahkan ucapan Alisha.Ibunya malah menghampiri Rangga yang masih berada di dalam mobil."Nak Rangga,ayo mampir dulu!",ajak Ibu Alisha.


"Tidak usah,Bu.Terima Kasih",jawab Rangga menolak.


"Ayolah,Nak!Ayo mampir dulu,ibu masak banyak.Ayo makan bareng!",ajak Ibu lagi.


"Mmmm...iya sudah,Bu",Rangga turun dari mobil dan ikut masuk ke dalam rumah Alisha.


Ibu Alisha mempersilahkan Rangga masuk,"Mari masuk,Nak! Silahkan duduk dulu!".


"Iya,Bu",Rangga pun duduk di sofa di ruang tamu.Sementara Alisha langsung masuk ke kamarnya.


Setelah semua makanan siap di meja makan,Ibu Alisha memanggil Rangga untuk ikut duduk di meja makan dan makan bersama."Nak Rangga,mari makan bareng!",ajak Ibu Alisha.


Rangga duduk di meja makan,ibu Alisha juga.Tidak lama kemudian ayah Alisha menyusul duduk juga.


"Nak Rangga,disini?apa sudah lama?Alishanya mana?",tanya ayah Alisha sambil mencari keberadaan Alisha.


"Iya,Bu",jawab Ayah Alisha.


Sedangkan di meja makan,Rangga dan Ayah Alisha mengobrol santai sambil menunggu Alisha keluar dari kaamr."Saya tadi mengantar Alisha pulang,Pak.Bagaimana keadaan Bapak?sehat kan?",tanya Rangga.


"Alhamdulillah,semakin membaik.Ini berkat Nak Rangga yang telah membiayai pengobatan Bapak.Dan berkat Nak Rangga juga,Alisha bisa mendapatkan pekerjaan yang layak.Tapi Alisha tidak mengizinkan Bapak kerja lagi.Bapak jadi bosan cuma di rumah saja".


"Ya tidak apa-apa Pak,kan Alisha sekarang sudah bekerja.Bapak sekarang waktunya istirahat di rumah saja".


Tak berselang lama,Alisha dan ibunya keluar dari kamar Alisha dan duduk di kursi.Mereka bertiga menyantap makanan yang sudah tersedia di meja makan.


"Alisha,kenapa nggak makan?",tanya ibunya karena Alisha hanya memainkan ponselnya,tidak menyentuh masakan ibunya sama sekali.


"Alisha sudah kenyang kok,Bu.Tadi Alisha sudah makan ditraktir sama Pak Adi,rekan bisnis Kak Rangga".


Sedangkan Rangga makan dengan lahapnya,entah memang lapar apa karena masakan ibu Alisha yang begitu lezat. Ibu yang melihat Rangga makan dengan lahap,dia merasa senang.Berarti Rangga suka dengan masakannya.


"Nak Rangga,boleh tambah lagi loh kalau masih mau.Lagian ibu juga masak banyak kok",tawar Ibu Alisha karena melihat makanan di piring Rangga yang sudah habis.


"Jadi malu bu,tapi ini serius bu,enak sekali masakan ibu",Rangga yang memuji masakan Ibu Alisha dengan mengacungkan jempolnya.


"Hmmm...Enak apa lapar?bilang aja kalau lagi lapar",ledek Alisha.


"Iya,dua-duanya.Karena lapar dan kebetulan makanan ini emang enak,jadi lahap makannya",jawab Rangga.


"Alisha,nggak boleh begitu",tegur ayahnya .


"Ah.. Ayah",dengan muka cemberut."Ya sudahlah,Alisha mau ke teras saja!".


"Maaf ya Nak Rangga akan sikap Alisha tadi.Nggak tahu kenapa dia itu kok benci sekali sama Nak Rangga.Padahal sudah ibu nasehati juga",kata Ibu Alisha.

__ADS_1


"Ohya Pak,Bu.Saya sudah selesai makannya.Saya permisi mau ke depan dulu ya!",Rangga minta izin untuk ke depan. Lebih tepatnya ke teras ingin menemui Alisha.


"Rupanya ada sedang melamun nih.Nggak baik loh gadis melamun kayak gitu",goda Rangga sengaja memulai pembicaraan.


"Ngapain kesini Kak?emangnya sudah habis gitu makanannya?nggak mau nambah apa?",ledek Alisha.


"Mau sama kamu disini",jawab Rangga sambil mengedipkan satu matanya ke arah Alisha.


"Apaan sih?nggak lucu tahu",memalingkan wajahnya.


"Kamu masih marah sama aku?heran deh,kok ada gitu ya.Gadis berjilbab,cantik,tapi juga marah-marah dan ngambekan gitu ya?Makanya nggak ada yang naksir dan sampai sekarang juga jomblo".


"Kakak Rangga?apa anda amnesia?bukannya Kakak tuh yang naksir sama aku?terus,kalau aku jomblo,Kakak apa?hemm?".


"Hehehe,iya naksir kamu dari dulu tapi selalu ditolak".


"Udahlah,nggak bahas itu lagi.Males aku.Kakak kan sudah kenyang?nggak pulang apa?nanti demam lagi",Alisha yang masih dalam mode kesal dan menyindir-nyindir Rangga.


"Ngusir nih ceritanya?",tanya Rangga menggoda.


"Iya,sana pulang!ngapain lama-lama disini?".


"Jahat banget sih jadi orang".


" Biarin.Ohya,besok aku izin nggak kerja.Ada urusan dan juga pengen refreshing".


"Kok gitu?nggak boleh.Kamu besok harus masuk!".


"Nggak mau",Alisha yang tetap dalam pendiriannnya.


"Aku bosnya loh.Kamu harus mematuhi perintah bosmu".


"Ter-se-rah.Aku masuk,Kakak langsung pulang aja!.Terima kasih tadi sudah diantar pulang.Assalamu'alaikum".


"Wa'alaikum salam",sambil menggeleng-gelengkan kepala dan tersenyum."Alisha,Alisha".


Ibunya yang melihat Alisha masuk ke kamar,sepertinya ada yang tidak beres."Alisha?kok kamu masuk?Rangganya kemana?",tanya Ibunya ingin tahu.


"Masih di teras depan,Bu.Katanya mau pamit kok".


Ibu Alisha yang penasaran,langsung keluar menuju teras." Nak Rangga",panggilnya.


"Iya bu",jawab Rangga.


"Masih disini?kata Alisha tadi Nak Rangga mau pulang?".


"I-ya Bu.Ini saya mau pamit pulang".


"Bapak kemana,Bu?".


"Ayah,ini Nak Rangga mau pamit pulang",Ibu Alisha memanggil suaminya.


Ayah Alisha keluar,"kok cepat sih Nak mau pamit?".


"Iya Pak,ada urusan.Saya pamit pulang ya.Assalamu'alaikum".


"Wa'alaikum salam",jawab Ayah dan Ibu Alisha kompak.


"Hati-hati,Nak!",pesan Ibu Alisha.


"Iya,Bu".jawab Rangga.


Posisi masih di teras,Ayah dan Ibu Alisha mengobrol,"Bu,ayah kok bingung ya dengan sikap Alisha ke Nak Rangga.Padahal dia juga sopan dan baik loh!".


"Iya,nggak tahu Alisha itu kenapa juga masih jutek aja sama Rangga.Tapi ya sudahlah Yah,jangan dipikiri.Nanti juga suatu saat pasti berubah.Ayo kita masuk Yah,sudah sore!".

__ADS_1


"Iya,Bu".


__ADS_2