
Beberapa hari di Turki, membuat Alisha dan Rangga semakin dekat. Ikatan cinta antara keduanya semakin kuat. Selama di Turki, mereka menghabiskan waktunya hanya untuk jalan-jalan berdua berkeliling menikmati keindahan alam disana.
Dan hari ini adalah hari ke-7 mereka honeymoon. Itu berarti hari terakhir untuk mereka karena besok harus kembali ke Indonesia, kembali dengan rutinitas yang sesungguhnya.
Rangga tidak mau melewatkan hari ini begitu saja, Rangga ingin ada kenangan indah yang berkesan selama di Turki. Dia mengajak Alisha dinner romantis di daerah tersebut.
Alisha memakai gaun putih dengan jilbab senada bak seorang permaisuri. Rangga memakai kemeja putih dengan kerah yang sengaja dibuka dua kancingnya. Dipadukan dengan setelan jas dan celana hitam.
Malam ini Rangga sengaja meminta Alisha berdandan bak permaisuri. Dia ingin membuat kejutan dan dinner romantis untuk Alisha.
"Kak, apa ini nggak berlebihan ya? Kan cuma makan malam saja, kenapa aku harus pakai gaun seperti ini?".
Rangga tersenyum dan mendekati Alisha.
"Nggak ada yang salah kan? Lagian mumpung kita ada disini, biar ada yang berkesan gitu".
"Udah siap kan?", tanya Rangga yang hanya dijawab Alisha dengab anggukan kepala.
"Ayo berangkat!", ajak Rangga dan kemudian berjalan bergandengan tangan dengan Alisha.
Saat sampai di tempat yang sudah dipesan Rangga, Alisha sungguh takjub dengan keindahan Cappadocia saat malam hari.
Sebuah restoran yang viewnya langsung bisa melihat keindahan alam Cappadocia dari atas dan juga bisa menikmati baoon udara di malam hari. Tempat yang dikelilingi oleh pagar serta ada sebuah tempat mirip keranjang yang bisa buat duduk santai.
"Kak, ini indah banget loh Kak", Alisha melepas tangannya dari gandengan Rangga. Ia berjalan mengikuti pagar pembatas tersebut dna melihat sekelilingnya yang begitu indah.
Menikmati pemandangan dari atas, melihat bintang yang bertaburan serta balon udara yang melayang. Alisha begitu menikmati moment ini, menikmati keindahan alamnya, menikmati keromantisannya.
Saat sedang menatap bintang dan balon udara, Alisha dikagetkan dengan sebuah balon udara yang membawa tulisan "I Love You".
Alisha berbalik menghadap ke arah Rangga dengan ekspresi yang begitu bahagia. Rangga berjalan maju menghampiri Alisha dan tersenyum kepadanya.
"Kak Rangga yang bikin semua ini?".
Rangga menganggukkan kepalanya mengiyakan pertanyaan Alisha.
"I love you too Kak Rangga", kemudian Alisha memeluk Rangga.
Malam ini adalah malam yang begitu romantis dan spesial buat Rangga. Ini pertama kalinya Alisha mengungkapkan perasaannya kepada Rangga meskipun mereka sudah sah dan melakukan hubungan suami istri.
Rangga mencium kening Alisha agak lama, kemudian mencium bibirnya. Setelah cukup puas, mereka duduk dan menikmati makan malam mereka. Setelah makan malam, mereka tidak langsung kembali ke hotel.
Mereka duduk santai berdua di dalan sebuah keranjang yang mirip keranjang buah untuk hantaran nggak sih?. Mereka duduk santai, mengobrol ini itu dan sesekali mengingat masa-masa SMA mereka.
Alisha duduk bersandar di lengan Rangga. Dan Rangga merengkuh pinggang Alisha. Alisha merasakan kehangatan cinta Rangga untuknya. Tanpa disadari, Alisha pun akhirnya tertidur.
Rangga yang melihat itu, langsung menggendong Alisha dan membawanya ke kamar hotel. Menidurkan Alisha di atas tempat tidur. Lalu mencium kening Alisha dan menyelimutinya.
Yah, Alisha tidur dengan gaun yang tadi dipakainya, karena Rangga tidak menggantikannya dengan baju tidur.
Jangan tanya malam ini mereka ngapain ya?. Yang Author tahu sih Rangga juga langsung ikutan tidur di samping Alisha tanpa ada adegan apapun di tempat tidur.
Keesokan harinya, mereka bersiap-siap kembali ke Indonesia. Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, mereka pun tiba di Indonesia. Mereka langsung menuju apartemen.
*
*
__ADS_1
*
Mereka kembali dengan rutinitas yang sesungguhnya, Rangga yang bekerja sebagai pemimpin perusahaan, sedangkan Alisha sebagai ibu rumah tangga.
"Kak, kita ke rumah Mama ya. Ngasih oleh-oleh ke Mama dan yang lain".
"Tapi aku harus ke kantor. Gini aja, aku antar kamu ke rumah Mama, terus aku ke kantor. Nanti pulangnya aku jemput sepulang dari kantor".
"Ok.kalau gitu aku siap-siap dulu".
*
*
*
Tak butuh waktu lama, merekapun sampai di rumah orang tua Rangga.
"Assalamu'alaikum", ucap Alisha dan Rangga bersamaan.
"Wa'alaikum salam", jawab Bi Ina sembari membuka pintu.
"Mama ada Bi?", tanya Rangga.
Belum sempat Bi Ina menjawab, Mama Novi keluar dan menghampiri mereka.
"Sayangnya Mama", Mama Novi memeluk Alisha.
"Hmmm... Gitu, anak sendiri dilupakan", ucap Rangga.
"Bukan melupakan kamu sayang. Mama harus lebih sayang dan perhatian sama istrimu. Karena dia yang akan memberikan Mama cucu. Mama yakin honeymoon kalian berdua pasti akan menghasilkan".
"Bukan begitu sayang?", tanya Mama Novi kepada Alisha sembari melepaskan pelukannya.
"Sepertinya sepulang dari honeymoon membawa aura positif nih. Rangga jadi terlihat lebih segar dan lebih sumringah. Pasti kalian sudah melakukannya ya?", tanya Mama Novi yang lagi-lagi membuat pipi Alisha merona karena malu.
"Mama, kita ini tamu loh. Nggak disuruh masuk dulu gitu? Malah dikasih pertanyaan-pertanyaan aneh gitu. Lihat pipi Alisha tuh, udah kayak kepiting rebus", ucap Rangga.
Alisha mencubit perut Rangga karena mendengar omongan Rangga tadi yang semakin membuatnya malu.
"Auh", teriak Rangga.
"Ya udah, ayo masuk kita sarapan dulu!"..
"Nggak usah Ma, kita udah sarapan kok".
Mereka kemudian masuk. Papa Rahardian dan Clara ikut gabung juga. Alisha memberikan mereka masing-masing kotak yang ia belikan dari Turki.
Mereka bertiga membuka kotaknya masing-masing dan berterima kasih kepada Rangga dan Alisha. Rangga pamit berangkat ke kantor.
"Pa, Ma, Rangga berangkat ke kantor ya!".
Rangga mencium tangan kedua orang tuanya. Lalu ganti Alisha yang mencium tangan Rangga dan dibalas Rangga dengan kecupan di kening Alisha. Tidak lupa juga Clara bersalaman dengan Rangga.
"Kamu disini aja dulu ya!. Nanti aku jemput", ucap Rangga kepada Alisha.
"Iya Kak".
Sepeninggal Rangga ke kantor, Alisha asyik bercengkrama dengan Mama mertua dan juga Clara.
__ADS_1
_Di Kantor_
Saat sampai di kantor, Rangga selalu tersenyum kepada semua karyawannya. Hingga membuat para karyawan teheran-heran, demikian juga Rendy.
Saat Rangga sudah masuk ke ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya, Rendy yang tadi mengekori Rangga, langsung masuk ke ruangan Rangga tanpa permisi.
"Kalau mau masuk ruangan orang itu ketuk pintu dulu kek", ucap Rangga.
"Kamu kesambet apa sih?", tanya Rendy.
"Maksudmu?".
"Sepertinya ada yang aneh sama kamu. Ada sesuatu nih kayaknya selama kamu honeymoon kemarin".
Rangga berdiri dan menghampiri Rendy. Rangga memetikkan jarinya di hadapan Rendy.
"Tepat sekali".
"Mmmmm.... Aku tahu. Pasti sudah dapat jatah nih dari Alisha. Sudah belah duren nih".
"Iya, akhirnya aku bisa mendapatkannya setelah sekian lama. Alisha sudah mau menerimaku, aku sudah memilikinya seutuhnya".
"Gimana rasanya? Enak nggak?".
"Kamu buruan nikah sana biar tahu rasanya".
"Restui lah aku dengan adikmu biar aku nggak lama-lama jomblo".
"Cuih.. Malas banget punya adik ipar kayak kamu".
"Jangan gitu lah bro. Aku jamin adikmu bahagia bersamaku".
"Sudahlah, lupakan cita-citamu untuk mendapatkan adikku. Nanti jam makan siang aku pamit pulang. Kamu harus tangani semuanya".
"Habis cuti honeymoon, sekarang main pergi aja. Mentang-mentang kamu bosnya".
"Terserah aku lah, aku kan emang bos mu. Oh iya, pesankan makanan untuk semua karyawan untuk makan siang nanti".
"Tumben nih? Dalam rangka apa ini?".
"Karena aku sudah bisa mendapatkan hati Alisha", ucap Rangga sambil tersenyum mengingat malam pertamanya bersama Alisha.
"Cepat keluar dari ruangan ku, dan kerjakan apa yang aku perintahkan tadi", perintah Rangga.
Rendy pun keluar, dan Rangga kembali duduk mengecek semua laporan yang masuk dan juga menandatangani semua dokumen yang ada di mejanya.
.
Jam istirahat pun tiba, Rangga bergegas pulang ke rumah orang tuanya untuk menjemput Alisha.
"Ma, Alisha mana?", tanya Rangga kepada ibunya saat ia sudah sampai di rumah orang tuanya.
"Ada, di taman sama Clara".
Rangga berjalan menuju taman. Dilihatnya Alisha dan Clara saling mengobrol.
"Sakit, tapi enak", jawab Rangga saat mendengar pertanyaan Clara kepada Alisha yang belum sempat Alisha jawab.
Kedua pasang mata itu langsung menoleh ke arah sumber suara.
__ADS_1