
Fajar memang melakukan apa yang sudah diucapkannya. Dia menjaga dan merawat Sinta.
"Kamu mau makan lagi?", tanya Fajar.
"Nggak Kak, masih kenyang".
"Ya sudah kalau gitu".
"Kak, makasih ya susah menolongku".
"Sama-sama", jawab Fajar sembari tersenyum.
Dokter dan perawat masuk ruangan Sinta. Dokter memeriksa keadaan Sinta.
"Bagaimana keadaannya Dok?", tanya Fajar.
"Tidak terlalu parah kok. Kondisi tubuhnya juga sehat, besok sudah boleh pulang. Nanti ada obat tambahan ya yang harus diminum di rumah, dan juga ada obat luar untuk luka lecetnya. Oh iya, kalau boleh tahu, anda siapanya Sinta?. Pacarnya ya?".
"Nggak kok Dok, saya temannya", jawab Fajar.
"Tapi kelihatan perhatian sekali sama Sinta. Tapi cocok kok, ganteng sama cantik".
Fajar cuma tersenyum, sedangkan Sinta merona mendengar ucapan dokter tadi.
"Ya sudah kalau gitu, kami permisi", pamit dokter.
"Iya, terima kasih dok", jawab Sinta dan Fajar bersamaan.
Sepeninggal dokter, Sinta memberanikan diri bertanya kepada Fajar tentang hubungannya dengan Alisha.
"Kak, boleh aku tanya sesuatu?".
"Silahkan!".
"Sebenarnya apa hubungan Kakak dengan Alisha?".
Fajar kemudian duduk di kursi dekat ranjang. Fajar lagi-lagi tersenyum ke arah Sinta.
"Aduh, ini orang kok banyak senyumnya sih? Mana senyumnya manis lagi", batin Sinta.
"Aku itu senior Alisha waktu zaman kuliah. Dan aku jatuh cinta sama dia sejak pertama kali melihatnya. Aku mencoba mendekatinya, kasih perhatian lebih ke dia. Tapi sepertinya dia tidak menganggapnya sebuah cinta. Kita memang dekat, tapi Alisha menganggap kedekatan kita sebagai teman, sebagai kakak adik. Tapi aku tetap menerima itu asal bisa dekat dengannya. Dan aku juga berjanji pada diriku, jika suatu saat aku sukses aku akan melamarnya. Aku ada rencana mau ke rumahnya untuk hal itu. Namun sebelum niatan baik itu terlaksana, aku tidak sengaja ketemu dia dan kita saling ngobrol sekedar melepas kangen. Tapi terjadilah kesalahpahaman itu".
Sinta mengangguk mengerti apa maksud kesalahpahaman yang dibilang Fajar itu.
"Sepertinya Alisha sudah bahagia dengan suaminya. Aku akan mundur, aku rela dia dengan Rangga asal dia bahagia. Karena cinta memang tidak harus memiliki, meskipun sampai detik ini aku masih sangat mencintainya".
"Beruntung ya Alisha, dia dicintai beberapa pria. Kak Fathan, Kak Rangga dan juga Kak Fajar".
"Fathan?", tanya Fajar karena tidak mengenal Fathan.
"Iya, Kak Fathan itu senior kami saat SMA. Dia mencintai Alisha dan merupakan calon suami Alisha. Alisha juga mencintai Kak Fathan. Saat beberapa minggu menjelang pernikahan mereka, Fathan kecelakaan, nyawanya tidak bisa tertolong. Di saat sebelum kepergiannya, dia meninggalkan wasiat kepada Rangga dan Alisha supaya mereka menikah saat Fathan pergi untuk selamanya. Akhirnya mereka melakukan perjodohan itu karena wasiat Fathan. Alisha menyetujuinya meskipun tanpa cinta. Dan setelah kesalahpahaman antara Kak Rangga kemarin dan juga Kakak, hubungan mereka sekarang membaik. Alisha sudah mulai menerima Kak Rangga. Dan sepertinya sekarang mereka sudah bahagia".
"Alisha memang wanita yang cerdas, cantik, sholehah. Patut banyak yang ingin memilikinya. Dan keberuntungan itu berpihak pada Rangga. Tapi ya sudahlah, aku sudah menerima itu", ucap Fajar.
__ADS_1
"Kak, apa sebaiknya Kakak pulang saja?".
"Kenapa?".
"Takut merepotkan Kakak. Lagian, nanti keluarga Kakak mencari Kakak loh".
"Aku bukan anak kecil lagi kali Sin. Lagipula aku juga sudah bilang ke orang tuaku kok. Santai aja".
Sinta mengangguk mengerti.
"Kamu istirahat saja, aku juga mau membaringkan tubuhku di atas sofa itu", ucap Fajar sembari menunjuk sofa yang ada di ruangan itu.
Lagi-lagi Sinta menjawabnya dengan menganggukkan kepala.
*
*
*
Selama perjalanan menuju rumah orang tua Alisha, tidak ada kata yang terlontar dari mulut Rangga. Entah apa yang ada di pikirannya yang membuatnya diam seribu bahasa. Alisha yang melihat perubahan sikap Rangga pun merasa aneh. Dia mencoba memberanikan diri untuk bertanya.
"Kak, ini kita langsung ke rumah ibu kan?".
"Hem", jawab Rangga singkat dan masih tetap dengan pandangan ke depan.
"Kak, ada apa sih?".
Rangga tetap diam.
Tiba-tiba Rangga menepikan mobilnya dan berhenti. Alisha semakin dibuat bingung dengan sikap Rangga.
"Apa kamu menyesal menikah denganku?".
"Pertanyaan macam apa itu Kak?".
"Setelah aku mengenal Fajar, meskipun singkat, aku yakin dia sosok pria yang baik, mapan dan juga punya pemikiran yang dewasa, tidak seperti aku".
"Maksud Kakak apaan sih? Kan aku sudah bilang kalau aku nggak ada perasaan apa-apa sama dia. Aku menganggapnya seperti kakak aku sendiri, nggak lebih".
"Apa kamu beneran mencintai aku?".
"Kak, memang awalnya aku benci sama Kakak. Tapi sekarang perasaan itu berubah menjadi cinta. Asal kakak tahu saja, kalau aku tidak mencintai kakak, terus apa arti semua itu yang telah kita lakukan bersama? Sepertinya Kakak yang tidak bisa percaya sama aku. Kalau rumah tangga tidak saling percaya seperti ini, terus apa gunanya?".
"Dia begitu mencintaimu, sampai rela melepasmu asal kamu bahagia. Beda dengan aku yang terlalu egois dengan keinginan aku untuk selalu memilikimu".
"Aku tidak mengerti sama Kakak. Kalau Kakak seperti itu, sepertinya kita nggak sejalan. Mungkin kita bisa berhenti sampai disini saja. Kakak bisa pulang ke apartemen, aku akan turun disini dan menunggu taksi menuju rumah ibu".
Saat Alisha hendak membuka pintu mobil, Rangga mencegahnya dan langsung memeluk Alisha.
"Maafkan aku, maafkan sikapku tadi".
Alisha cuma diam. Karena tidak mendapat jawaban dari Alisha, Rangga mengurai pelukannya dan menatap Alisha.
__ADS_1
"Maafkan aku ya", sembari mencium punggung tangan Alisha.
"Aku takut kehilanganmu, aku takut kamu akan berpaling dariku dan memilih Fajar".
"Sebegitunya Kakak tidak mempercayai aku".
"Bukan begitu maskudku, aku.... ", belum sempat melanjutkan ucapannya, Alisha menyahutnya.
"Apa kurang pembuktian dari aku Kak? Aku sudah memberikan kehormatanku untuk Kakak. Itu berarti aku sudah mau menerima Kakak dan sudah mencintai Kakak".
"Sekali lagi aku minta maaf", ucap Rangga yang kemudian mengecup bibir Alisha, namun tidak ada balasan dari Alisha. Rangga langsung melepaskan bibirnya kemudian.
"Ayo jalan Kak, biar tidak kemalaman datang ke rumah ibu".
Rangga menuruti kata Alisha, dia langsung menyalakan mesinnya dan melaju menuju rumah orang tua Alisha. Sesampainya disana, mereka menunjukkan sikap mesra mereka di hadapan orang tua Alisha.
Orang tua Alisha yang melihat itu segitu senang, apalagi saat mereka mendapat oleh-oleh dari Turki. Mereka makan malam, bercengkrama bersama sesekali tertawa.
"Nak, nginep disini ya! Ibu kangen banget sama kamu", pinta ibu kepada Alisha.
"Iya Bu, kita nginep kok malam ini", jawab Alisha.
Rangga mengerutkan dahinya, kaget mendengar jawaban Alisha. Karena sebelumnya mereka tidak merencanakan untuk menginap. Tapi Rangga tetap mengikuti Alisha untuk menginap.
Setelah puas mengobrol, mereka dipersilahkan orang tua Alisha untuk ke kamar untuk beristirahat.
"Alisha, kita nginep? Kenapa tidak bilang sebelumnya?", tanya Rangga saat sudah berada di kamar.
"Kenapa? Tidak mau?", tanya Alisha balik.
"Bukan begitu, maksud aku.. ", Rangga tidak melanjutkan perkataannya.
Alisha berlalu begitu saja menuju kamar mandi tidak menghiraukan pertanyaan Rangga, kemudian keluar dengan baju tidur yang agak terbuka dengan rambutnya terurai.
Rangga yang melihat itu, langsung menarik Alisha ke pelukannya dan m*****t bibirnya. Lalu membawa Alisha ke atas ranjang. Maksud hati untuk melanjutkannya, namun Alisha mencegahnya.
"Sudah Kak, Kakak mandi dan ganti baju sana".
"Kamu belum memaafkan aku?".
"Sudah", Alisha bangkit dari tempat tidur dan duduk di depan meja rias.
Rangga masuk ke kamar mandi, setelah selesai, Rangga sengaja keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Dia sengaja seperti itu untuk menarik perhatian Alisha.
Alisha menghampiri Rangga dengan membawakan setelan kaos dan celana pendek.
"Ini Kak, silahkan dipakai!".
Rangga menerima kaos itu tapi tidak untuk dipakainya, dia malah menaruhnya di atas nakas. Lalu dia menarik Alisha dan membawanya ke atas ranjang. Mereka melanjutkan pergulatan panas tersebut.
Itu artinya Alisha sudah memaafkan Rangga terbukti adanya olahraga malam yang mereka lakukan.
...****************...
__ADS_1
Terima kasih para readers
Tetap dukung author ya!!! 🙂🙂🙂