
Alisha bangun terlebih dulu, saat membuka matanya dia terkejut karena melihat posisi tidur mereka. Mereka tidur dengan posisi Alisha memeluk Rangga.
"Aargghhh... ", teriak Alisha membangunkan Rangga.
"Apaan sih Sha teriak kenceng begitu?".
"Kak, guling yang aku taruh disini semalam kemana?".
Rangga menjawab dengan senyuman.
"Kak.. Jangan mencari kesempatan ya! ".
"Kesempatan apaan? Wong kita udah halal".
"Tau ah", Alisha turun dari ranjang dan melenggang ke kamar mandi. Setelah cukup lama di kamar mandi, dia keluar dan bersiap mau sholat subuh.
"Tunggu!, kita sholat bareng", Rangga bergegas ke kamar mandi untuk wudhu.
Alisha menunggu Rangga keluar dari kamar mandi. Seperti biasanya mereka sholat jamaah. Selesai sholat, seperti biasanya Alisha keluar dari kamar menuju ke dapur untuk membantu ibunya memasak.
Beberapa menit sibuk di dapur, akhirnya makanan siap dihidangkan di atas meja.
"Sha, panggil suami gih. Ajak sarapan bareng, ibu juga mau memanggil ayahmu".
"Iya Bu".
Alisha kembali ke kamar untuk memanggil Rangga.
Ceklek..
Pintu dibuka Alisha, tapi Alisha tidak melihat Rangga ada di kamarnya.
"Kak Rangga", tidak ada jawaban dari Rangga.
"Kak Rangga", dan tetap tidak ada jawaban.
"Mmmmm, paling dia sedang mandi. Ya sudahlah, sembari menunggu dia, aku beresin dulu tempat tidur yang berantakan ini".
Saat sibuk membereskan tempat tidurnya, terdengar suara pintu kamar mandi terbuka.
Ceklek...
Alisha menoleh ke arah kamar mandi dengan posisi masih berdiri di tempat samping ranjang. Dilihatnya Rangga keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya. Sehingga dada bidang dan perut sixpack nya bisa terpampang jelas. Ditambah rambutnya yang masih basah membuat dia semakin tampan.
Alisha menatap tanpa berkedip, kemudian spontan menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.
"Kak Rangga, kenapa nggak bawa baju sekalian sih pas mandi, kan bisa sekalian ganti baju di kamar mandi".
Rangga tidak menjawab perkataan Alisha, dia tersenyum dan terus berjalan mendekati Alisha. Menarik tangan Alisha dan di dekatkan ke dada bidangnya. Diarahkan tangan Alisha untuk meraba dada dan perutnya. Entah kenapa Alisha juga menurut, namun kemudian membuka matanya lebar.
Deg
Alisha tersadar dengan apa yang telah dilakukannya. Ia bergegas menarik tangannya dari genggaman Rangga. Namun, keduanya malah terjatuh di atas ranjang dengan posisi Rangga menindih Alisha.
Alisha membelalakkan matanya, jantungnya berdetak kencang sekencang angin ****** beliung.
"Kak Rangga apaan sih maunya ini", batin Alisha.
Mata mereka saling menatap, Alisha seperti terhipnotis pun cuma bisa diam dengan tatapan dari Rangga. Rangga semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Alisha. Semakin lama, semakin dekat, bibir Rangga hampir mengenai bibir Alisha. Namun suara ketukan pintu membuyarkan semua.
Tok.. Tok.. Tok..
"Alisha, Rangga. Buruan keluar!. Ayo sarapan! Mumpung makanannya masih hangat", ajak Ibu Almira
"I-ya Bu, sebentar lagi Alisha akan keluar".
Ibu Almira pun berlalu kembali ke meja makan. Alisha mendorong Rangga hingga Rangga terjatuh di atas ranjang sebelah Alisha. Saat Alisha hendak bangkit dari ranjang, lagi-lagi Rangga menariknya hingga terjatuh di atas badan Rangga.
"Kak, sudah ya. Aku udah dipanggil Ibu".
Rangga melepaskan tangannya, Alisha kemudian berlalu keluar kamar dengan perasaan yang tak karuan. Saat dia sudah berada di depan pintu kamar, dia bersandar di pintu itu.
"Allah, ada apa dengan jantungku ini? Ini tidak biasa, dan belum pernah merasakannya selama berada di dekat Kak Fathan dulu. Apa ada benih-benih cinta dalam hatiku?. Tidak, tidak, aku nggak mau secepat ini", gerutu Alisha yang masih bersandar di pintu.
Dan tiba-tiba. Ceklek..
Rangga membuka pintu dari dalam, sontak badan Alisha terhuyung ke belakang. Dengan sigap Rangga menahannya agar tidak jatuh ke lantai. Jantung Alisha berdetak semakin kencang saat mata mereka saling menatap. Sadar akan hal itu, Alisha langsung berdiri.
__ADS_1
"Ngapain kamu disitu?".
"Mmmm... Anu Kak. Ya sudahlah Kak ayo buruan ke meja makan, udah ditunggui Ayah sama Ibu".
Rangga cuma bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
*
*
*
Rangga duduk di kursi bersebelahan dengan Alisha. Kemudian Alisha mengambilkan nasi dan lauk untuk Rangga.
"Kalian tadi ngapain saja kok lama nggak keluar?", tanya Ibu Almira.
"Biasalah Bu, kan pengantin baru", jawab Rangga enteng.
"Auuhh", Rangga berteriak ketika Alisha dengan sengaja menginjak kakinya.
"Ada apa Nak?", tanya Ayah Hendrawan.
"Nggak ada apa apa kok Yah".
"Tadi itu Bu, Alisha membereskan tempat tidur yang berantakan. Kak Rangga masih mandi", jawab Alisha.
"Pengantin baru itu emang sudah biasa kalau tempat tidur berantakan itu Nak".
"Apa sih, Bu".
Setelah mengambil makanan masing-masing, mereka berempat menikmati sarapan dengan lahapnya.
"Masakan Ibu enak sekali, Rangga jadi mau nambah lagi".
"Ya silahkan Nak kalau mau nambah lagi. Wong ini tuh masakan Alisha kok".
"Istriku memang istri yang terbaik, sudah mau menyiapkan sarapan untuk suaminya".
Rangga merengkuh pinggang Alisha kemudian mencium keningnya. Alisha melotot ke arah Rangga.
" Mulai cari-cari kesempatan", batin Alisha.
Setelah sarapan, Alisha dan Ibunya membereskan meja dan kemudian mencuci peralatan yang kotor. Rangga pindah ke ruang tamu mengobrol dengan Ayah Hendrawan.
"Yah, Rangga minta izin mau membawa Alisha pindah ke apartemen Rangga. Boleh kan Yah?".
"Iya Nak, silahkan!. Memang seharusnya setelah menikah tinggal di hunian sendiri. Semoga juga Alisha bisa membuka hatinya untuk kamu jika kalian tinggal berdua".
"Iya Ayah, amin".
"Kapan rencana pindahnya?".
"Mau Rangga sih hari ini Yah. Jadi sekalian Alisha membawa pakaiannya".
Alisha yang mendengar percakapan suami dan ayahnya, langsung berjalan ke depan menuju ruang tamu.
"Tapi Yah?",
"Alisha, sebagai seorang istri harus berbakti kepada suami. Harus ikut suami kemana suamimu akan tinggal. Sekarang kamu bereskan pakaianmu yang akan kamu bawa".
Alisha berlalu menuju kamar, diikuti Rangga.
"Rangga permisi Yah, mau ke kamar juga".
Ayah menganggukkan kepalanya.
Saat Alisha membereskan pakaiannya, Rangga masuk.
"Mau aku bantu?".
"Nggak usah, aku bisa sendiri", jawab Alisha jutek.
"Jutek amat".
"Kapan kita pindah?".
"Hari ini Alisha sayang".
__ADS_1
" Apa? Dia memanggilku sayang? Dan kenapa merasa begitu senang dengan panggilan itu". batin Alisha.
"Kenapa secepat itu sih?".
"Lebih cepat lebih baik Sha".
Alisha memanyunkan bibirnya karena kesal. Tapi dia tetap fokus memasukkan pakaiannya ke dalam koper. Setelah semuanya siap, mereka keluar dan berpamitan sama orang tua Alisha.
"Ayah, Ibu, Alisha pamit dulu ya!. Alisha ikut Kak Rangga pindah ke apartemennya".
"Iya Nak, jadi istri yang baik ya!", Ibunya kemudian memeluk Alisha dengan erat.
"Dan kamu Rangga, Ayah titip Alisha ya!. Jaga dia, sayangi dia seperti kami menyayangi dia".
"Iya Ayah, itu pasti".
Kemudian mereka mencium punggung tangan orang tuan Alisha bergantian.
"Assalamu'alaikum", ucap Alisha dan Rangga
"Wa'alaikum salam", jawab orang tua Alisha barengan.
Kemudian mereka menaiki mobil Rangga. Alisha masuk lebih dulu ke mobil, kemudian diikuti Rangga. Rangga duduk dan memasang seat beltnya, saat hendak menyalakan mesin mobil dia melihat Alisha kesusahan memasang seat belt. Tanpa pikir panjang, Rangga mendekat ke arah Alisha, menunduk dan memasangkan seat belt Alisha.
"Masang beginian saja tidak bisa. Emang manja ya pengennya aku yang masangin gitu", Rangga menoleh ke arah Alisha sambil tersenyum, tapi Alisha mengalihkan pandangannya ke luar jendela.
Rangga lalu menyalakan mesin dan melajukan mobilnya. Rangga mengarahkan mobilnya menuju rumah orang tuanya.
"Kak, ini bukannya jalan ke rumah Kakak?".
"Iya, mau ke rumah dulu mau ambil barang-barangku yang disana, karena kebanyakan barang-barangku ada di rumah, tidak di apartemen".
"Hmm.. ".
Sesampainya di rumah orang tua Rangga, mereka disambut suka cita oleh orang tua Rangga.
"Assalamu'alaikum", ucap Alisha.
"Wa'alaikum salam. Alisha sayang", jawab Mama Novi sembari memeluk Alisha.
"Mau tidur disini?", tanya Mama Novi.
"Nggak Ma, Rangga kesini mau ambil barang-barang Rangga. Rangga mau ajak Alisha tinggal di apartemen Ma".
"Hari ini?".
"Iya Ma".
"Kenapa nggak nginep saja disini?".
"Lain kali saja Ma".
Rangga menuju kamarnya, Alisha mengekor di belakangnya.
Melihat Rangga membereskan barang-barangnya sendiri, Alisha mencoba menawarkan bantuan.
"Sini, aku bantuin Kak".
"Dengan senang hati".
Karena dikerjakan berdua, jadi cepat selesai. Mereka lalu keluar dari kamar dan menuju ruang tamu.
"Ohya Ma, Clara sama Papa kemana?", tanya Rangga.
"Papa ke kantorlah. Kalau Clara keluar sana temannya".
"Kamu nggak pamit sama Papa?".
"Nggak usah Ma, nanti sampaikan saja ke Papa. Lain waktu kita kesini lagi kok".
"Ya sudah kalau gitu. Jaga Alisha ya".
"Pastilah Ma".
"Alisha pamit ya Ma", mencium punggung tangan Mama Novi. Demikian juga Rangga.
"Assalamu'alaikum", ucap Alisha dan Rangga barengan.
__ADS_1
"Wa'alaikum salam".