
Hari ini,ada jadwal pertemuan antara perusahaan RHD Group dengan perusahaan Adijaya Group.Pertemuan itu dilaksanakan pukul 08.00 pagi.Namun,sudah jam setengah 8 Rangga belum juga datang ke kantor.Alisha dan Rendy sudah di kantornya dari tadi.
"Pak Rendy,ini Pak Rangga kemana sih?setengah jam lagi loh acaranya,kok belum datang juga",tanya Alisha kepada Rendy.
"Iya,Rangga kemana sih.Coba aku telpon dia",Rendy mulai menghubungi Rangga.
"Hallo,Rangga.Kamu dimana?kenapa belum datang ke kantor?Kita sudah menunggu dari tadi loh",ucap Rendy.
"Sepertinya aku tidak bisa ikut acara itu",jawab Rangga.
"Apa?terus yang presentasi siapa?bukannya ini peluang yang bagus jika kamu bisa bekerja sama dengan perusahaan itu.Memangnya kenapa kamu tidak bisa menghadiri pertemuan ini?",tanya Rendy ingin tahu.
Alisha yang mendengar ucapan Rendy ikut kaget,"What?dia tidak bisa datang?".
Tanpa basa basi,Alisha meraih ponsel yang dipegang Rendy,dia ingin bicara sendiri dengan Rangga,"Pak,yang benar saja.Masa' bapak nggak bisa datang?terus yang presentasi siapa?jangan bercanda deh pak".
"Siapa juga yang bercanda Alisha.Ini tiba-tiba saya demam.Kamu yang gantikan presentasinya ya!",bujuk Rangga kepada Alisha.
"Tapi Pak?".
"Mau ya!Demi perusahaan kita.Saya yakin kamu bisa melakukannya.Ini beneran saya lagi demam.Tolong ponselnya kasihkan ke Rendy,saya mau ngomong sama Rendy".
Alisha memberikan ponselnya ke Rendy,"Rendy,dampingi Alisha ya!.Alisha yang menggantikanku untuk presentasi".
"Rangga,kamu nggak beneran demam kan?kamu bercanda kan?",tanya Rendy berbisik takut kedengaran Alisha.
"Iya,aku nggak lagi demam.Aku baik-baik saja.Tapi jangan bilang ke Alisha ya!.Aku yakin Alisha bisa melakukan presentasi itu dengan baik.Aku hanya ingin menguji kemampuannya.Ok",Rangga langsung mematikan telponnya.
"Dasar Rangga",umpat Rendy.
"Benar dugaanku,emang dasar Rangga",batin Rendy.
"Ya sudah Alisha,kita berangkat saja.Takutnya telat,takutnya Pak Adi menunggu lama",ajak Rendy.
"Tapi Pak Rendy?bagaimana saya bisa presentasi?",Alisha masih ragu dengan keputusan Rangga.
"Yang penting kita datang dulu kesana.Kamu lakukan presentasi itu.Apapun hasilnya nanti urusan belakangan".
"Ya udahlah kalau gitu,ayo berangkat Pak!",ajak Alisha.
Mereka pergi berdua dengan satu mobil.Rendy yang mengemudikan,Alisha duduk di belakang.Beberapa menit kemudian,mereka sampai di kantor Pak Adi.Karena sudah ada janji dan sudah mendapat izin,mereka langsung menemui Pak Adi.Mereka masuk ruangan,Rendy meminta maaf kepada Pak Adi karena ketidakhadiran Rangga.
"Pak Adi,saya atas nama perusahaan RHD Group meminta maaf karena ketidak hadiran Pak Rangga,Bos saya.Karena beliau mendadak demam.Dan akan digantikan oleh sekretarisnya Pak Rangga",ucap Rendy kepada Pak Adi
"Iya Pak,perkenalkan nama saya Alisha Putri Permatasari.Saya sekretaris Pak Rangga dan dalam hal ini akan mewakili Pak Rangga",mengulurkan tangannya ke arah Pak Adi.
"Iya,senang bertemu dengan anda.Nama saya Adijaya Putra",menerima uluran tangan Alisha.
"Silahkan duduk!",ucap Pak Adi.
Mereka bertiga berbincang-bincang mengenai perusahaan.Kemudian Alisha menyalakan laptop dan mulai presentasi.Benar apa yang dikatakan Rangga,Alisha mempresentasikan dengan baik.Membuat Pak Adi terpesona dan kagum dengan cara presentasi Alisha.
"Beruntung sekali Rangga bisa punya sekretaris yang cerdas seperti dia.Selain cerdas dia juga cantik,senyumnya yang begitu manis.Aku harus bisa meluluhkan hatinya",batin Pak Adi dengan terus menatap Alisha.
"Pak Adi,bagaimana?",tanya Alisha setelah melakukan presentasi.
"Cantik",jawab Pak Adi spontan.
"Pak Adi?Maksudnya?",tanya Alisha lagi karena tidak paham.
"Mmmm... Tidak.Eh,maksud saya,iya.Saya mau bekerja sama dengan perusahaan RHD Group",jawab Pak Adi.
__ADS_1
"Terima kasih,Pak",jawab Alisha.
"Terima Kasih Pak sudah mau bekerja sama dengan perusahaan kami.Semoga ke depannya kita bisa terus menjalin kerja sama dengan baik",ucap Rendy.
Mereka menandatangani berkas-berkas tersebut.Setelah semuanya selesai,Rendy pamit pulang,"Kalau begitu kami pamit pulang,Pak".
Rendy dan Alisha beranjak dari tempat duduknya.Saat hendak berjalan keluar ruangan,tiba-tiba Pak Adi memanggil,"Tunggu!".
Rendy dan Alisha berhenti,Pak Adi menghampiri mereka.
"Alisha,untuk menjalin kerja sama dan supaya kita semakin akrab,bagaimana kalau kita pergi untuk lunch gitu",rayu Pak Adi.
"Bau-bau ada yang ingin mendekati Alisha nih",batin Rendy.
"Maksudnya,kita bertiga Pak?",tanya Alisha.
"Tidak,maksud saya itu kita berdua.Saya dan anda",jawab Pak Adi dengan harapan Alisha mau lunch berdua dengannya.
"Maaf Pak,kalau cuma berdua,saya tidak bisa.Saya kesini kan sama Pak Rendy,jadi saya pulang juga harus sama Pak Rendy.Kalau Bapak mau mengajak saya untuk lunch,berarti bertiga sama Pak Rendy juga",ucap Alisha sopan.
"Alisha,kamu itu memang wanita istimewa.Pantas itu si Rangga cinta mati sama kamu.Tapi hatimu kok tidak bisa luluh juga sama si Rangga",batin Rendy.
"Ya sudah kalau begitu kita lunch bertiga",jawab Pak Adi dengan terpaksa mengiyakan permintaan Alisha.
Mereka keluar dari kantor dan menuju parkiran.Saat Alisha hendak masuk ke mobil Rendy,sebenarnya bukan mobil Rendy sih,mobil kantor lebih tepatnya.Pak Adi mencegahnya,"Alisha,satu mobil saja dengan saya".
Alisha menoleh dan menjawab,"Maaf pak,saya nggak bisa.Saya satu mobil saja sama Pak Rendy".
"Oh,ya sudah kalau gitu",jawab Pak Adi kecewa.
Alisha satu mobil dengan Rendy menuju alamat cafe yang sudah ditentukan sama Pak Adi.Di dalam perjalanan,Rendy dan Alisha saling mengobrol.
"Aneh kenapa Kak?",tanya Alisha balik.Kalau di luar jam kerja,Alisha memanggil Rendy dengan panggilan Kakak.Karena usia Rendy yang lebih tua dari Alisha dan juga dia dulu senior Alisha saat SMA
"Sepertinya dia naksir sama kamu dan ingin mendekatimu".
"Nggak tahu,biarin aja lah Kak.Alisha juga nggak tertarik kok".
"Masa'?Dia ganteng loh,mapan,tajir lagi.Saingan Rangga berarti.Hehehehe",ucap Rendy sengaja menggoda Alisha.
"Kak?",jawab Alisha dengan mata melotot ke arah Rendy.
"Iya,iya maaf.Bercanda kok",ucap Rendy dengan senyum.
Tak terasa karena asyik mengobrol,akhirnya sampai juga ke tempat tujuan.
"Kita sudah sampai.Ayo turun!",ajak Rendy.
Mereka berdua turun dan masuk ke area cafe,mencari keberadaan Pak Adi.Dan ternyata Pak Adi sudah menempati tempat duduknya menunggu mereka datang.
"Silahkan duduk!",Pak Adi mempersilahkan Alisha dan Rendy duduk.
Mereka duduk di depan Pak Adi.Pak Adi memesan meja yang berisi 4 kursi.Alisha duduk di kursi samping Rendy dengan posisi Alisha tepat di depan Pak Adi.Kursi yang ada di depan Rendy kosong.
Karena melihat di atas meja masih kosong tidak ada makanan dan minuman,Alisha menanyakan hal itu kepada Pak Adi,"Pak Adi belum memesan apa-apa?".
"Belum,sengaja menunggu kalian berdua",dengan senyum ke arah alisha untuk mendapat perhatiannya.
"Ya sudah kalau begitu,kita pesan saja biar nggak lama-lama terus kita pulang",ucap Alisha yang memang dari tadi risih dengan tatapan Pak Adi.
"Santai saja,kenapa harus buru-buru sih",ucap Pak Adi.
__ADS_1
"Pelayan",Pak Adi memanggil pelayan untuk memesan makanan.
Pelayan itu menghampiri mereka,"Iya Pak,silahkan!ini daftar menunya.Mau pesan apa?".
"Saya jus alpukat dan sama pasta",jawab Pak Adi.
"Saya waffle sama cappucino",ucap Alisha.
"Saya roti panggang saja sama moccacino ya",ucap Rendy.
Saat sedang menunggu pesanan datang,ponsel Rendy berdering.Dilihatnya ternyata dari Rangga.
"Ada apa ini si Rangga telpon segala",batin Rendy.
Rendy pamit kepada Alisha dan Adi untuk menerima telpon," Permisi ya!saya mau angkat telpon dulu".
"Iya,silahkan",jawab Pak Adi.
Dan tinggallah Pak Adi dan Alisha berdua di meja itu.Pak Adi terus memandangi wajah Alisha yang cantik itu.Namun Alisha hanya fokus dengan ponselnya.Dia memang sengaja menghindari tatapan Pak Adi.
"Alisha",panggil Pak Adi.
"Iya",jawab Alisha seraya mendongakkan kepalanya menatap Adi seakan menunggu apa yang ingin dikatakan Pak Adi.
"Saya disini loh,kok kamu dari tadi main ponsel melulu?",tanya Pak Adi.
"Terus Pak?masalahnya apa ya Pak?".
"Bukan begitu maksud saya,tapi.... ",perkataannya terpotong karena pelayan datang.
"Permisi!.Pak,Bu,ini pesanannya datang",kata pelayan.
"Iya,terima kasih",jawab Alisha.
Sementara di tempat lain yang tidak jauh dari meja Alisha,Rendy dan Rangga mengobrol melalui telpon.
"Ren,kamu posisi dimana?gimana tadi pertemuannya?",tanya Rangga ingin tahu hasil pertemuan tadi.
"OK bos,dia menerima kerja sama dengan perusahaan kita.Alisha melakukan pekerjaannya dengan baik".
"Apa yang aku bilang.Dia pasti bisa melakukan itu.Sekarang kalian dimana?",tanya Rangga lagi.
"Lagi di cafe.Sama Pak Adi dan Alisha juga",jelas Rendy.
"Kok bisa di cafe?".
"Tadi Pak Adi awalnya mau mengajak Alisha ke cafe berdua.Tapi Alisha tidak mau,dia maunya sama aku juga.Jadilah kita pergi bertiga.Ohya,sepertinya kamu ada saingan.Sepertinya Pak Adi itu naksir Alisha dan ingin mendekati dia".
"Tidak semudah itu ya.Aku yang harus dapatkan hati Alisha.Ren,kirim alamat cafenya ya ke aku".
"Tapi,kamu mau ngapain?",tanya Rendy aneh.
"Sudahlah,lakukan saja.Nggak usah banyak tanya".
Rendy mengirimkan alamat cafenya ke Rangga,"Dasar aneh,apa dia mau datang kesini?kan tadi dia bilangnya demam.Kalau dia kesini,dan Alisha tahu kalau dia tidak sedang demam bagaimana?entahlah,biarin saja apa maunya",gumam Rendy seorang diri.
Setelah itu Rendy kembali ke meja yang tadi.Mereka bertiga menikmati hidangan yang sudah dipesannya sambil mengobrol.Saat asyik mengobrol,tiba-tiba datang seseorang menghampiri meja mereka,"Hai,Pak Adi".
...****************...
Siapa gerangan orang itu?tunggu kelanjutan kisahnya ya.. Maaf banget ya,akhir-akhir ini author sibuk banget sampai nggak bisa update beberapa hari terakhir ini..
__ADS_1