Jodoh Karena Wasiat

Jodoh Karena Wasiat
Bab 16.Lembur


__ADS_3

"Hari ini kita lembur ya".


"Pak,yang benar saja.Masa' iya harus lembur sih?baru juga 2 bulan kerja harus lembur?".


"Sudah jangan membantah sama atasanmu!ikuti sesuai perintah!",nada membentak tapi hati kecilnya tertawa melihat Alisha kesal.Rangga memang suka membuat Alisha kesal,karena menurutnya membuat Alisha semakin manis.


"Ok,bos emang yang berkuasa",dengan penuh kekesalan Alisha menjawabnya.Karena tidak mau berdebat lagi,Alisha melanjutkan pekerjaannya supaya bisa cepat selesia.Dan tidak terasa jam menunjukkan pukul 08.00 malam.Tapi Rangga belum juga memberi perintah untuk pulang.


"Pak,ini sudah jam 8 loh.Apa kita masih harus disini?apa harus menginap disini sampai besok?",tanya Alisha dengan kesal.


"Kenapa tidak?",Rangga menjawab dengan entengnya tanpa ada beban.


"Paaaakkkkkkk,kalau begitu mau Bapak.Bapak sendiri saja yang menginap disini sampai besok.Aku mau pulang",tanpa mempedulikan Rangga,Alisha membereskan pekerjaannya,mematikan laptopnya.Mengambil tasnya dan langsung keluar dari ruangan menuju lift.


"Alisha,tunggu!",tanpa menunggu lama,Rangga mengejar Alisha sampai di depan lift.Dan mereka masuk lift cuma berdua.Alisha tidak mau ngomong sama sekali,dia masih dalam mode ngambeknya.


"Kalau cemberut gitu cantiknya hilang loh",goda Rangga di dalam lift.


Namun,Alisha cuma diam.


"Padahal udah besar,tapi kok masih suka ngambek ya?nggak baik loh",Rangga menggoda Alisha lagi.


Dan lagi-lagi,Alisha cuma diam sampai akhirnya lift berhenti.Alisha keluar dan menuju parkiran.Saat sudah di parkiran,Alisha bingung,"Ini kan sudah malam banget ya.Kalau aku naik motor,terus lewat jalanan sepi?aduh,serem juga sih.Tapi mau gimana lagi.Bismillah saja",ucapnya dalam hati.


Rangga yang melihat Alisha bengong di parkiran,dia menghampirinya,"Ada apa bengong aja?".


"Nggak ada apa-apa kok".


"Sama aku aja,sudah malam,nggak baik gadis pakai motor sendirian malam-malam gini.Motormu biar disini saja.Nggak usah khawatir,disini aman kok,kan ada satpam yang bekerja 24jam.Lagian juga itu motormu sudah butut,nggak bakalan ada yang mau mencuri motormu".


"Enak aja kalau ngomong,meskipun butut begini,ini tuh berjasa banget dalam hidupku".


"Ikut Rangga apa nggak ya?kalau nggak ikut,aku sebenarnya takut pakai motor sendirian malam-malam gini.Tapi kalau ikut?",batin Alisha.


"Ok,aku ikut kamu.Tapi jangan macam-macam ya!Awas loh! ",ancam Alisha.


"Nggak akan macam-macam kok,satu macam aja boleh ya?",sambil mengedipkan matanya sengaja menggoda Alisha.


"Aku serius,Pak Rangga".

__ADS_1


"Iya,santai aja kali.Emangnya aku ini orang apaan?".


"Kali aja,kamu itu kan mesum".


"Ya udah masuk!",Rangga membukakan pintu depan mobilnya.Tapi alisha cuma berdiri mematung."Kenapa nggak masuk?",tanya Rangga.


"Aku duduk di belakang saja".


"Aku bukan sopirmu.Kalau kamu di belakang,terkesan kalau aku sopir dan kamu penumpangnya.Ayo buruan masuk!,lagian ini sudah malam".


Dengan terpaksa Alisha duduk di depan,di samping Rangga.Alisha mencoba memasang sabuk pengaman,namun sepertinya keadaan berpihak pada Rangga.Rangga yang melihat Alisha kesusahan memakai sabuk,dia lalu mendekat ke Alisha untuk membantunya memasang sabuk itu hingga wajah Rangga begitu dekat dengan wajah Alisha.Namun Alisha yang menyadari hal itu langsung menjauhkan wajahnya.Tapi jantungnya begitu berdebar saat itu."Oh,jantungku ini kenapa?", batin Alisha.


Sabuk sudah terpasang,dan Rangga mulai melajukan mobilnya.Selama perjalanan,Alisha tidak banyak bicara,dia fokus memainkan ponselnya untuk menghilangkan rasa gugupnya.Sesekali dia menjawab pertanyaan dari Rangga.


"Alisha,apa sudah ada lelaki idaman di hatimu?",Rangga memberanikan diri bertanya soal itu.


"Hanya aku yang tahu.Pak Rangga nggak perlu tahu hal itu",jawab Alisha.


"Bukan begitu maksudku,kalau misalnya masih kosong,mungkin aku bisa mengisi kekosongan hatimu itu".


Alisha membalasnya dengan senyuman.


"Nggak juga sih.Fokus nyetir aja,Pak.Sebentar lagi sampai tuh,Pak.Takutnya kebablasan",Alisha mengalihkan pembicaraan.


"Alisha,bisa nggak sih jangan panggil Bapak?apa aku setua bapakmu?kalau di kantor OKlah,aku bisa terima kamu memanggilku Bapak,tapi ini di luar jam kerja".


"Iya,sudah sampai Kak.Aku turun ya!".


Dan lagi,saat Alisha mau membuka sabuk pengamannya,sabuknya macet lagi.Susah dibuka sama Alisha,Rangga yang membantu membukanya.Jantung Alisha berdetak lebih kencang,"Ya Allah ini kenapa lagi jantungku",batin Alisha.Alisha buru-buru turun dari mobil.


"Terima kasih ya atas tumpangannya.Selamat malam,assalamu'alaikum",Alisha berjalan masuk rumah.


"Wa'alaikum salam",Rangga melajukan mobilnya menuju kediaman orang tuanya.


Saat sampai di rumah orang tuanya,Rangga langsung masuk tanpa mengucapkan salam.Dia masuk rumah dengan wajah yang berbinar,senyum yang mengembang di bibirnya dan hatinya berbunga-bunga.


"Ehem.. Ehem.. Sepertinya ada yang berbahagia nih",suara Clara mengagetkan Rangga.


"Clara?Kamu belum tidur?",melihat Clara yang sedang duduk di sofa sambil nonton serial drakor favoritnya,Rangga ikut duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Belum,nungguin Kakak pulang".


"Emangnya ada apa?ada hal yang penting yang mau diomongin?".


"Nggak penting amat sih.Kak,biasanya kalau orang lembur itu ya bawaannya capek dan ngantuk.Tapi aku rasa Kakak tidak mengalami hal itu.Malah sebaliknya".


"Tahu aja nih.Iyalah,kan lemburnya sama Alisha",jawab Rangga dengan penuh senyum.


"Gimana Kak?apa ada perubahan gitu.Maksudku,apa Alisha sudah mulai ada getaran cinta untuk Kakak?",tanya Clara kepo.


"Nggak tahu,dia masih cuek sama Kakak.Mungkin ada orang lain di hatinya,tapi sepertinya bukan Kakak",wajah Rangga seketika berubah menjadi murung.


"Memangnya dia udah punya pacar?".


"Sepertinya tidak sih,karena dia dulu pernah bilang kalau nggak mau pacaran.Dia mau ta'aruf dan langsung nikah".


"Gitu ya?berarti Kakak langsung aja ajak dia ta'aruf,terus ajak dia nikah".


"Ngawur kamu itu.Sudahlah,Kakak mau ke atas,mau ke kamar,terus bersih-bersih dan tidur.Selamat malam!".


"Selamat malam Kakakku,semoga mimpiin Alisha.Hehehehe",goda Clara.


Di tempat lain,lebih tepatnya di rumah Alisha.


"Assalamu'alaikum".


"Wa'alaikum salam",jawab ibunya dan membukakan pintu untuk Alisha.


"Kamu pulang sama siapa,Nak?motor kamu kemana?",tanya ibu karena melihat Alisha pulang tidak dengan motornya.


"Tadi Alisha pulang bareng Kak Rangga bu.Motor Alisha di kantor.Alisha terpaksa bareng dia karena Alisha nggak berani bawa motor sendiri di malam hari seperti ini".


"Iya,alhamdulillah kamu sampai ke rumah dengan selamat.Rangga itu anak yang baik ya.Dia sudah menolong ayahmu,membiayai pengobatan ayahmu,memberikan pekerjaan yang bagus untuk kamu.Sekarang mau mengantarmu.Ibu rasa apa yang kamu ceritakan dulu sepertinya tidak seperti yang ibu lihat sekarang.Dulu saat SMA,kamu bilang dia mesumlah,sombonglah dan apalah itu.Malah sebaliknya,dia sopan,rendah hati dan baik".


"Ibu.. Sudahlah,jangan membahas dia lagi.Jangan memuji dia berlebihan seperti itu.Ibu tidak mengerti.Alisha mau ke kamar,mau ganti baju terus tidur".


"Alisha,ibu cuma mau bilang,jangan terlalu membencinya.Nanti jatuh cinta beneran loh.Istirahatlah,besok kan harus bangun pagi dan bekerja lagi".


Alisha ke kamarnya dan langsung tidur setelah ganti baju dan bersih-bersih.Tidak demikian dengan Rangga yang masih terjaga.Dia memikirkan Alisha.Dia begitu bahagia karena seharian bisa bersama Alisha,tapi dia juga masih penasaran dengan perasaan Alisha.

__ADS_1


__ADS_2