
"Sah", ucap saksi dan para undangan yang hadir.
Setelah ijab kabul, Alisha keluar dari kamarnya menuju tempat ijab kabul. Ya, ijab kabulnya memang dilaksanakan di rumah orang tua Alisha, sedangkan resepsinya nanti malam di hotel yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
Alisha terlihat sangat cantik dengan kebaya putih yang dikenakannya. Make up natural yang membuat auranya semakin terpancar. Rangga pun sampai tidak bisa berkedip melihat kecantikan Alisha.
Alisha duduk di samping Rangga, kemudian Rangga memasangkan cincin ke jari manis Alisha. Alisha mencium punggung tangan Rangga, Rangga membalas dengan mencium kening Alisha.
Selanjutnya acara sungkeman, mereka berdua sungkeman kepada orang tua Alisha, kemudian orang tua Rangga. Dan terakhir orang tua Fathan. Mama Indah meneteskan air matanya, dia sangat bahagia dengan pernikahan Alisha dan Rangga. Dia berharap mereka bisa menjadi pasangan yang sakinah mawadah warahmah.
"Alisha, Mama sangat bahagia sekali. Semoga pernikahan kalian langgeng ya", ucap Mama Indah.
"Amiin", jawab Alisha.
"Rangga, jaga Alisha dengan baik ya!. Sayangi dia!. Semoga rumah tangga kalian selalu diberi keberkahan", ucap Mama Indah.
"Iya Tante, Rangga akan selalu menjaga Alisha. Terima kasih atas doanya dan semuanya Tan", ucap Rangga.
"Rangga, boleh Tante minta sesuatu?".
"Apa Tan?".
"Fathan kan anak satu-satunya Tante, dan sekarang telah meninggalkan Tante. Tante sudah tidak punya anak lagi, maukah kamu menganggap Tante seperti ibumu sendiri?. Tante ingin silaturrahmi kita tetap terjaga. Tante ingin, kamu memanggil Tante dengan sebutan Mama seperti Fathan yang juga memanggil Mama".
Rangga tersenyum," Baik Ma".
"Terima kasih Rangga", ucap Mama Indah dengan berlinang air mata memeluk Rangga.
"Setelah menikah, sering-sering berkunjung ke rumah Mama Ya!. Anggap rumah Mama seperti rumah kalian juga. Kapanpun pintu akan terbuka lebar untuk kalian", Mama Indah memeluk Alisha dan Rangga.
"Karena ijab kabul sudah selesai, kalian bisa masuk ke kamar dulu. Beristirahatlah dulu untuk persiapan resepsi nanti malam", perintah Mama Indah.
"Iya Ma", jawab Rangga.
Saat yang lain masih di tempat ijab kabul, Alisha dan Rangga masuk ke kamarnya sesuai perintah Mama Indah tadi, mereka ingin istirahat dulu sebelum resepsi dimulai.
Alisha berjalan terlebih dahulu dan diikuti Rangga. Mereka saat ini sudah berada di ruangan yang sama, dengan status baru yaitu sebagai suami istri. Alisha langsung menuju kamar mandi, dia mulai membersihkan dirinya dan ganti pakaian. Sedangkan Rangga duduk di atas ranjang sembari menunggu Alisha keluar dari kamar mandi.
"Ceklek", suara pintu kamar mandi terbuka.
Rangga berpikir mungkin Alisha sudah berganti pakaian layaknya seorang istri dan melepas jilbabnya. Namun tidak sesuai dengan pikiran Rangga, Alisha keluar dari kamar mandi dengan menggunakan setelan piyama lengan panjang dan celana panjang serta masih memakai jilbab.
"Kak, silahkan kalau Kakak mau ganti baju, Alisha sudah selesai", ucap Alisha santai.
Rangga mengernyitkan dahinya.
"Sikapnya sedingin itu padaku?", batin Rangga.
Lalu Alisha membaringkan dirinya di atas ranjang tanpa memperdulikan Rangga. Dia memejamkan matanya berpura-pura tidur.
Rangga melihat sikap alisha seperti itu, tanpa banyak bicara, dia langsung masuk ke kamar mandi. Membersihkan diri dan ganti pakaian.
Setelah melihat Rangga masuk ke kamar mandi, Alisha membuka matanya.
"Maaf Kak, Alisha belum siap untuk membuka jilbab Alisha. Alisha belum bisa menerima Kakak sepenuh hati. Tapi Alisha janji, suatu saat jika rasa itu sudah ada, Alisha akan memberikan semuanya untuk Kakak", Alisha bermonolog. Kemudian memejamkan matanya lagi.
Rangga keluar dari kamar mandi dengan menggunakan boxer hitam dan kaos oblong putih. Melihat Alisha yang sedang tidur, dia ikut naik ke atas ranjang dan duduk di sebelah Alisha.
Rangga menatap wajah Alisha lekat sembari tersenyum.
"Alisha, aku sangat mencintaimu dari dulu, sekarang dan esok", Rangga bermonolog.
"Selamat istirahat ya", ucap Rangga kemudian mencium kening Alisha.
*
*
*
Malam pun tiba, Rangga sudah siap dengan pakaiannya. Namun, Alisha masih di ruang make up untuk menyelesaikan riasannya. Rangga datang mengetuk pintu ruangan itu untuk memastikan Alisha sudah siap apa belum.
__ADS_1
"Tok.. Tok.. Tok", suara pintu diketuk.
"Silahkan masuk!", jawab perias itu.
"Alisha?", ucap Rangga yang terpesona dengan kecantikan Alisha.
"Iya Kak Fathan", Alisha menoleh ke arah Rangga. Kemudian dia teringat kalau di hadapannya sekarang bukanlah Fathan, melainkan Rangga.
"Upss, maaf Kak", ucap Alisha sembari menutup mulutnya.
"Alisha, aku Rangga,bukan Fathan. Apa kamu tidak menganggap ku sama sekali?", batin Rangga.
"Nggak apa-apa", jawab Rangga sembari tersenyum.
"Kamu sudah siap?", tanya Rangga.
"Tunggu sebentar Pak Rangga, tinggal sedikit lagi. Bapak beruntung ya bisa menikah sama Nyonya Alisha. Dia cantik banget loh", ucap perias yang ada di sana.
"Bisa aja mbaknya, ini kan karena mbaknya yang pintar make over saya", ucap Alisha.
"Iya, benar apa kata mbak. Saya sangat beruntung bisa menikah dengannya. Sudah cantik, pinter, istri sholehah pula".
"Apan coba ngomong seperti itu?.Nyindir atau gimana sih?",batin Alisha.
"Selesai. Silahkan berdiri princess!", perintah perias itu.
Alisha kemudian berdiri dengan gaun pilihannya saat bersama Fathan dulu. Dengan make up natural dan berhiaskan mahkota di kepalanya yang berbalut jilbab, membuatnya semakin terlihat anggun.
"Perfect, you are beautiful", puji perias itu.
"Bisa kita keluar sekarang?", tanya Rangga sembari mengulurkan tangannya.
Alisha menjawab dengan anggukan kepala dan menerima ukuran tangan Rangga.
Pasangan suami istri itu kemudian keluar dari ruangan menuju tempat resepsi. Mereka berjalan bergandengan tangan, meskipun bagi Alisha itu cuma sekedar kepantasan saja, bukan setulus hati.
"Alisha, kamu sungguh cantik", puji Rangga.
Alisha cuma membalas dengan senyuman. Mereka melanjutkan berjalan dan tidak ada obrolan sama sekali sampai ke tempat resepsi.
"Cantik banget sih Alisha", puji Sinta sahabat Alisha yang datang di acara itu.
"Alisha, kamu benar-benar cantik. Pantas saja Kak Rangga begitu mencintaimu dan ingin memilikimu", ucap Clara dan didengar oleh Rendy.
"Iya, Kakakmu itu dari dulu sudah jatuh cinta sama Alisha. Tapi susahnya minta ampun buat dapetin Alisha. Eh, sekarang malah nikah sama Alisha dengan cara yang tidak bisa disangka-sangka", ucap Rendy menimpali ucapan Clara.
"Iya ya Kak, mungkin ini yang disebut jodoh nggak akan kemana", ucap Clara lagi.
"Cantik sekali ya istri Pak Rangga".
"Mereka berdua cocok ya, ganteng dan cantik".
"Cantik, sholehah pula".
"Beruntung ya Pak Rangga bisa menikah dengan Bu Alisha".
Ya begitulah pujian-pujian yang terlontar dari beberapa undangan yang hadir. Jika sebagian besar para tamu memuji kedua mempelai, tidak dengan Sandra dan Adi.
Sandra yang mendengar semua orang memuji Alisha, dia semakin kesal dan marah.
"Harusnya aku yang ada di sana di samping Rangga, bukan Alisha. Alisha, kamu itu munafik. Katamu nggak pernah ada rasa cinta untuk Rangga, nyatanya sekarang kamu nikah sama Rangga", Sandra bermonolog dengan perasaan kesal.
Tidak jauh berbeda dengan Sandra, Adi juga kesal dengan apa yang dilihat dan didengarnya.
"Rangga, kenapa aku selalu kalah denganmu. Kamu yang selalu mendapat juara kelas dan bisa kuliah di luar negeri. Saat memegang perusahaan orang tuamu, perusahaan itu semakin maju. Kamu bisa punya sekretaris secantik dan secerdas Alisha yang kini resmi menjadi istrimu. Kalau Alisha menikah dengan Fathan, aku ikhlas karena aku tidak pernah punya masalah dengan dia. Tapi sekarang Alisha menikah dengan kamu. Aku nggak akan rela kamu bisa mendapatkan segalanya", Adi bermonolog dengan rahang yang mengeras karena saking kesalnya.
Clara naik ke pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada Kakaknya. Diikuti Sinta dan Rendy yang mengekor di belakangnya.
"Selamat ya Kak, apa yang Kakak inginkan sekarang sudah Kakak dapatkan", ucap Clara kepada Rangga sembari berjabat tangan dan kemudian memeluk Rangga.
"Alisha, maaf ya atas semua yang sudah terjadi kemarin karena rencana ku. Selamat ya atas pernikahanmu, semoga kalian bahagia selalu. Oh iya, sekarang aku manggilnya Kak Alisha ya", ucap Clara kepada Alisha sembari tersenyum dan memeluk Alisha
__ADS_1
"Alisha sayang, selamat ya atas pernikahanmu dengan Kak Rangga. Semoga kalian bahagia selalu, menjadi keluarga samawa ya!. Kak Rangga, titip Alisha ku ya, jangan buat dia bersedih, bahagiain dia. Awas kalau sampai Alisha bersedih, kamu berurusan sama aku!", ucap Sinta sembari memeluk Alisha lalu bersalaman dengan Rangga.
"Kak Rangga, ingat ya kata-kataku tadi".
"Iya Sinta, siap", jawab Rangga dengan posisi telapak tangan di atas alis seperti prajurit memberi hormat kepada komandan.
"Cepat dibuatkan keponakan untuk aku ya!".
"Sinta, apaan sih?", ucap Alisha.
"Upsss", Sinta kemudian menutup mulutnya.
"Sha, maaf ya, habis ini aku langsung pulan karena ada jadwal jaga di rumah sakit. Nggak apa-apa ya?".
"Ya sudah kalau gitu", jawab Alisha jutek.
Giliran Rendy bersalaman dengan Alisha,"Selamat ya Alisha, semoga langgeng sampai kakek nenek".
Alisha menganggukkan kepala sambil tersenyum.
"Selamat Bro, akhirnya bisa menikah dengan Alisha, cewek idaman mu. Semoga langgeng". ucap Rendy kemudian memeluk Rangga dan menepuk punggungnya.
Kemudian disusul Sandra dan Adi naik ke atas pelaminan untuk memberi ucapan selamat kepada pengantin juga.
"Selamat atas pernikahan kalian", ucap Sandra.
Kemudian dia memeluk Alisha dan berbisik di telinga Alisha.
"Dasar munafik, katanya tidak mencintai Rangga tapi mau menikah dengannya. Awas kamu ya, aku akan merebutnya darimu!".
Lalu ganti ke arah Rangga dan ingin memeluk Rangga, tapi dengan cepat Rangga menolaknya.
"Maaf Sandra", ucap Rangga.
"Selamat Bu Alisha atas pernikahannya", ucap Adi sembari bersalaman dengan Alisha .
Kemudian dia memeluk Rangga dan berbisik ke telinga Rangga.
"Awas kamu Rangga, aku nggak akan rela kamu menikah dengan Alisha. Aku nggak mau kamu yang selalu menang dari aku".
"Coba saja kalau kamu berani".
Setelah memberi ucapan selamat, dia turun dari pelaminan. Ganti Kenzo yang naik ke pelaminan. Kenzo adalah sahabat Rangga selama kuliah di luar negeri. Mereka berdua sama-sama dari indonesia yang kuliah di luar negeri, di tempat yang sama dan jurusan yang sama pula. Selama di luar negeri, dia satu-satunya sahabat yang dia miliki.
"Selamat ya Alisha", Kenzo bersalaman dengan Alisha. Cukup lama tangannya tidak dilepas
Rangga yang melihat itu, langsung melepas tangan Kenzo dari Alisha.
"Nggak usah lama-lama kayak gitu juga!", ucap Rangga.
"Waduh, posesif amat sih. Tapi sumpah, istrimu cantik banget loh", ucap Kenzo sambil mengedipkan mata ke arah Alisha.
"Ngapain tuh mata?. Mau aku tonjok biar nggak bisa lihat sekalian?".
"Waduh, takuuuuttt", ledek Kenzo.
Sudah beberapa jam berlalu, semua undangan satu per satu pergi meninggalkan tempat resepsi. Alisha nampak begitu kelelahan karena berdiri dan menyalami semua orang yang hadir. Melihat hal itu, Rangga menyuruh Alisha ke kamar duluan.
"Sha, kamu capek?", tanya Rangga.
Alisha cuma menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah kalau gitu, kamu ke kamar duluan saja istirahat Aku masih mau mengobrol sama Rendy".
Lagi-lagi Alisha menjawabnya dengan anggukan kepala. Kemudian Alisha berlalu meninggalkan tempat resepsi dan menuju kamar hotel yang sudah dipesan Mama mertuanya untuk berbulan madu.
Yah, pantas saja saat Alisha memasuki kamar tersebut, kamar tersebut dihias layaknya kamar untuk berbulan madu. Ranjang yang dihias dengan handuk yang dibentuk seperti sepasang angsa dan dengan taburan bunga mawar. Lantai kamar yang penuh dengan bunga mawar dari pintu masuk sampai ke pintu kamar mandi. Bathtub yang juga diisi air dan bunga mawar.
Tapi Alisha tidak pernah tertarik untuk itu, dia berjalan menuju kamar mandi berganti pakaian dan membersihkan sisa makeup nya. Setelah itu dia membaringkan tubuhnya di atas sofa yang ada di kamar tersebut hingga akhirnya dia tertidur dengan memegang foto Fathan. Dia tidak mau tidur di ranjang yang sudah disediakan.
Setelah selesai mengobrol cukup lama dengan Rendy, Rangga masuk ke kamar yang sama dengan Alisha. Saat membuka pintu, dia kaget melihat Alisha yang tertidur di sofa. Karena tidak tega melihatnya, dia mengangkat Alisha dan memindahkan Alisha ke ranjang. Dan tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh dari tubuh Alisha
__ADS_1
****************
Apa itu ya kira-kira??? βΊππ