Jodoh Karena Wasiat

Jodoh Karena Wasiat
Bab 7. Malu-Malu


__ADS_3

Selamat Membaca


Hari berganti hari,bulan berganti bulan,setiap ada kesempatan Rangga selalu mencoba untuk mendekati Alisha.Namun tidak bagi Alisha,dia malah mencoba untuk menjauhi Rangga.Bukan tanpa alasan Alisha bersikap seperti itu.Dia memang tidak ada rasa sama sekali dengan Rangga,dan juga dia tidak mau punya masalah dengan Sandra.


Tidak terasa,sudah 6 bulan berjalan Alisha menjadi siswa SMA.Selama 6 bulan itu juga dia fokus hanya untuk belajar, dia tidak mau memikirkan pacaran atau apalah.Meskipun sebenarnya dia juga memiliki rasa kepada Fathan.Tapi dia beranggapan kalau Fathan suatu saat menjadi jodohnya,Allah akan mendekatkannya.Dia hanya busa memendam rasa ini di dalam hatinya.


Tepat hari ini,ada kegiatan PERSAMI yang diikuti oleh siswa yang tergabung dalam pramuka.Karena Rangga dan Fathan juga tergabung dalam anggota pramuka senior,jadi mereka ikut serta dalam kegiatan tersebut.Kegiatan tersebut diadakan di daerah dekat hutan yang tidak jauh dari perkampungan.


Seperti kegiatan PERSAMI pada umumnya,mereka berangkat bersama-sama dari sekolah mereka.Setelah melakukan perjalanan selama 2 jam,akhirnya mereka sampai di tempat PERSAMI.


"Alhamdulillah ya Sin,akhirnya kita sampai juga",ucap Alisha.


"Iya Sha,2 jam perjalanan sepertinya lama banget",jawab Sinta.


Mereka dikumpulkan di lapangan,diberi pengarahan dan lain-lain oleh pembina.Setelah selesai,mereka mendirikan tenda sesuai regu masing-masing.Alisha dan Sinta berbeda regu,tapi tenda mereka berdekatan.Jadi,kalau ada apa-apa mereka bisa saling membantu.


Saat Alisha sedang sibuk mendirikan tenda bersama anggota regu lainnya.Fathan menghampiri Alisha berniat ingin membantunya.


"Sha",panggil Fathan.


" Hem,iya kak?",jawab Alisha.


"Sini,biar aku bantu",Fathan menawarkan bantuan.


" Nggak usah kak,Alisha bisa kok.Lagian ini juga dibantu teman yang lain kok".


"Nggak pa-pa,sini!biar aku yang melakukannya",Fathan mengambil tali yang dipegang Alisha.Dan membantu mengikatnya dengan erat supaya tendanya bisa berdiri tegak dan kokoh.Benar saja,tenaga laki-laki dan perempuan itu berbeda.Tanpa waktu lama,akhirnya tendanya berdiri dengan bantuan Fathan.


" Terima kasih kak",ucap Alisha.


"Iya sama-sama",jawab Fathan.


Fathan yang hendak pergi,dipanggil salah satu teman Alisha",Kak Fathan! ".


Fathan berbalik dan menoleh ke arahnya,"Makasih Kak".


" Iya,sama-sama".


"Ohya Kak,sering-sering ya datang ke tenda kami",ucap salah seorang teman Alisha yang lain.


Dan Fathan cuma tersenyum,lalu menoleh ke arah Alisha sekilas kemudian meninggalkan tenda Alisha.


Alisha yang tersipu malu dan dengan wajah merah merona saat mendapat senyuman dari Fathan.


"Cie... cie... ada yang lagi berbunga-bunga nih hatinya",goda teman Alisha.


" Iya nih,ada yang sedang jatuh cinta",goda teman yang lainya.


"Apaan sih?sudahlah,ayo kita rapikan semua lalu kita bisa istirahat sebentar sebelum melaksanakan tugas berikutnya!",ajak Alisha kepada teman-temannya.


Setelah mereka merapikan semua perlengkapan perkemahan di dalam tenda.Mereka istirahat sejenak sambil minum atau makan makanan yang mereka bawa.


Kegiatan selanjutnya yaitu mencari kayu bakar di sekitar tempat perkemahan.Semua anggota diwajibkan mencari kayu bakar untuk kegiatan api unggun nanti malam.Alisha dan regunya berjalan menyusuri hutan untuk mencari kayu yang sudah kering.Awalnya Alisha berjalan mengikuti regunya,tapi karena dia melihat ada kupu-kupu cantik,dia mengikuti kupu-kupu itu.


Dan,karena fokus melihat kupu-kupu,Alisha terperosok dan ada ranting yang mengenai betisnya hingga terluka cukup dalam"Au... tolong!",teriak Alisha meminta tolong.


"Tolong..tolong!",teriak Alisha lagi.


Teman-teman Alisha yang satu regu dengannya tidak mendengar teriakan itu karena mereka sudah berbeda jalur.


" Ada suara minta tolong,tapi dimana ya?",ucap Rangga.

__ADS_1


"Tolong.. tolong!",teriak Alisha lagi lebih keras berharap ada yang mendengar dan menolongnya.


Ya,Rangga semakin yakin ada seseorang yang meminta tolong.Dicarinya sumber suara itu,akhirnya ketemu.


" Alisha?",Rangga kaget melihat keadaan Alisha dengan betis yang penuh darah.Rangga mendekatinya dan mencoba untuk menolongnya.


Rangga mencoba mengambil ranting yang menancap di betis Alisha."Auu...",teriak Alisha kesakitan.


"Kamu emang sengaja ya menarik ranting itu dengan keras supaya aku kesakitan?Kamu sengaja mau balas dendam sama aku ya?",Alisha yang terus mengomel tapi tidak dijawab oleh Rangga.


Rangga hanya fokus dengan betis Alisha,Rangga mengikat betis yang berdarah tadi dengan hasduk pramukanya berharap darahnya bisa berhenti mengalir.


"Sudah ngomelnya?kalau aku balas dendam sama kamu,aku nggak akan menolongmu.Aku akan biarkan kamu kesakitan dan sendirian disini.Teman-temanmu yang lain kemana?nggak ada yang menolong kan?lagian kamu kok bisa sendirian dan berpisah dengan temanmu?",tanya Rangga panjang lebar.


Alisha cuma diam tanpa menjawab satu katapun.Dia cuma bingung kenapa dia bisa ceroboh dan begitu bodohnya bisa terpisah dengan teman regunya hanya demi mengejar kupu-kupu. Dalam posisi melamun,tiba-tiba Rangga hendak menggendongnya,tapi dicegah sama Alisha.


" Mau ngapain?jangan mesum ya kak!jangan memanfaatkan situasi ya!".


"Emangnya aku mau ngapain?kalau aku mau mesum sama kamu,sudah aku lakukan dari tadi.Kakimu itu kan sakit,aku mau menggendongmu sampai ke tenda".


" Nggak usah,aku bisa jalan sendiri",dengan nada yang ketus.


"Ya sudah terserah kamu",Rangga akhirnya berjalan meninggalkan Alisha.


" Au.. sakit!",teriak Alisha mencoba berdiri dan berjalan,pada akhirnya dia terduduk lagi.


Dia mencoba berdiri lagi dan berjalan,tetap merasa sakit.Karena bukan hanya betisnya yang sakit,ada beberapa luka kecil juga di bagian lengan dan bagian kaki lainnya.Rangga yang mendengar teriakan kesakitan Alisha,dia sengaja berpura-pura tidak mendengarnya.Dia terus berjalan dan hanya ingin melihat reaksi Alisha.


Dan akhirnya",Kak Rangga".


Rangga sengaja terus berjalan.


Ranggapun berhenti dan membalikkan badan",ada apa?".


"Mmmmm... kakiku sakit jika digerakkan".


"Bantuin aku ya kak",dengan wajah memelas.


Dalam hati Rangga hanya bisa tersenyum melihat tingkah Alisha,"Alisha,kamu emang menggemaskan".


Rangga berjalan mendekati Alisha,"Ok,aku akan membantumu".


Rangga yang hendak menggendong Alisha,dicegah sama Alisha." Ngapain kak?".


"Katanya minta bantuan".


" Nggak usah digendong kak,bantuin aku berjalan aja".


Rangga mencoba menuruti ucapan Alisha,dan memapahnya berjalan.Saat berjalan baru beberapa langkah."Au.. sakit! ",teriak Alisha.


Tanpa basa basi dan persetujuan Alisha,Rangga menggendong Alisha dengan posisi seperti bridal style.


" Kak Rangga?",ucap Alisha kaget.


"Sudah,jangan banyak omong.Nurut aja!Biar cepat sampai ke tendamu tanpa kamu merasakan sakit.Kamu itu sudah tahu dalam keadaan darurat gini tapi masih keras kepala juga ya?".


Alisha mengalungkan kedua tangannya ke leher Rangga karena takut terjatuh.Tapi dia tidak mau menatap Rangga sama sekali,karena dia merasa malu.Dan dalam keadaan seperti itu,Rangga ada kesempatan menggoda Alisha.


"Jangan malu-malu gitu.Kesempatan loh memandang wajahku dari dekat.Jarang-jarang ada yang bisa aku gendong seperti ini loh!Kamulah gadis beruntung itu",goda Rangga kepada Alisha.


Alisha cuma diam tanpa menjawab ucapan Rangga.Dalam hatinya kesal sekali sama Rangga,"Awas kamu Rangga!tapi kalau dilihat dari jarak yang sangat dekat begini dia emang ganteng banget.Seperti oppa-oppa korea gitu".

__ADS_1


"Nggak usah memujiku seperti itu.Aku emang tampan dari sononya.Semua gadis mengakui itu",lagi-lagi Rangga memuji ketampanannya dengan percaya diri.


Selama perjalanan menuju tenda,Alisha tidak banyak bicara.Dia hanya ingin cepat sampai ke tendanya.


Dan di tempat perkemahan,teman-teman Alisha kebingungan karena Alisha tidak bersamanya.


" Kak Fathan,Alisha nggak ada",salah satu teman Alisha melapor ke Fathan.


"Kok bisa?",tanya Fathan.


"Iya kak,nggak tahu.Tadi kan kita sibuk mencari kayu di hutan.Kita baru menyadari kalau Alisha nggak ikut dengan kita pas kita sudah di area perkemahan.Gimana nih kak",ucap teman Alisha lainnya.


" Sebentar,Rangga juga nggak ada disini?aku coba telpon Rangga dulu",ucap Fathan


Fathan lalu menelpon Rangga,tapi nomernya tidak aktif."Nomer Rangga juga nggak aktif.Tenang dulu,kita tunggu saja kedatangan Rangga",ucap Fathan kepada teman-teman Alisha.


Selang beberapa menit,Rangga datang dengan menggendong Alisha.Semua mata tertuju kepada mereka berdua.


"Alisha",ucap Sinta yang sedari tadi juga panik dengan keberadaan Alisha.


" Rangga?",Fathan juga kaget melihat mereka berdua.


Tanpa berbicara apapun,Rangga langsung mendudukkan Alisha di tendanya."Makasih kak",ucap Alisha kepada Rangga.


"He'em",balas Rangga singkat


" Apa Kak Rangga marah sama aku ya?",batin Alisha.


" Sinta,itu obati Alisha.Betisnya terluka",perintah Rangga kepada Sinta.Setelah memerintahkan Sinta,Rangga pergi menuju tendanya.


Saat Rangga pergi,Fathan mendekati Alisha,"Kamu baik-baik saja kan?".


"Iya kak,cuma luka sedikit kok kak.Untung tadi ada Kak Rangga yang menolong Alisha",jawab Alisha.


"Luka sedikit kamu bilang?ini parah loh,kita ke rumah sakit aja ya!biar dapat penanganan dari dokter.Aku antar ke dokter terus aku antar kamu pulang.Kamu nggak usah ikut kegiatan ini",ucap Fathan penuh dengan perhatian.


" Nggak usah kak,nggak pa-pa kok.Ini juga lagi diobatin sama Sinta.Nanti juga sembuh,lagian aku juga masih pengen ikut kegiatan ini",jawab Alisha.


" Ya udah kalau gitu.Aku pergi ke tendaku dulu.Sinta,bersihkan dan obati lukanya ya!".


"Iya kak",jawab Sinta.


Fathan akhirnya pergi ke tendanya dan meninggalkan tenda Alisha.


Sedangkan di tenda Alisha,ada Alisha,Sinta dan teman-teman regu Alisha.Mereka sibuk menggoda dan meledek Alisha." Duh.. enaknya jadi Alisha sih.Diperhatikan dua cowok tampan",goda Sinta.


"Apaan sih!",jawab Alisha.


"Iya nih,kira-kira kamu milih siapa Alisha?",tanya salah satu temannya


"Kalau aku akan milih Kak Rangga,udah ganteng kayak oppa-oppa korea.Tajir lagi",ucap teman lainnya.


" Kalau aku sih lebih milih Kak Fathan.Baik,ganteng,sopan.Mmmmm.. andai saja",ucap teman yang lainnya juga.


Sinta yang tersenyum dengan berbagi ucapan teman-temannya,tapi masih tetap fokus membersihkan dan mengobati luka Alisha.Alisha memang beruntung mempunyai sahabat seperti Sinta yang begitu baik dan tulus.


...----------------...


Bagaimana kegiatan api unggun nanti malam????


Tunggu kelanjutannya ya!!!!

__ADS_1


__ADS_2