Jodoh Pengganti CEO Galak

Jodoh Pengganti CEO Galak
BAB 11 Masalah Besar


__ADS_3

Aira sudah menyiapkan 1000 jurus untuk melawan Bos galaknya kalau-kalau si Bima ini macam-macam dengannya. Sekalipun keduanya pernah bermalam bersama, itu terjadi tanpa sadar dan tidak diinginkan Aira. Kali ini, ia harus melindungi harga dirinya dari pria yang mencoba menyakitinya. Sungguh, gadis itu tidak habis pikir apakah otak kulkas 10 pintu ini normal atau tidak.


“Pak, bisakah Anda tidak memperlakukan saya seperti wanita murahaan yang ada di luar sana? Tidakkah sikap Anda ini sangat keterlaluan?” protes Aira mencoba memberanikan diri dan tetap sok kuat dihadapan Bima. Bos galak itu malah cuma tersenyum tipis saja.


“Kau sendiri yang meragukan kebersamaan kita, aku hanya membantu mengingatkan …”


“Saya sudah melupakan semuanya,” sela Aira cepat.


“Apa?” tanya Bima.


“Saya menganggap malam itu adalah hukuman saya karena telah berani menipu Anda dengan menyamar sebagai Anita. Maafkan saya Pak, saya tidak bisa menikah dengan Anda. Banyak wanita diluar sana yang jauh lebih pantas menjadi pendamping Anda ketimbang saya yang hanya wanita rendahan dan tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan keluarga besar Anda. Tolong pikirkan ini baik-baik, Pak. Kita berbeda kasta dan saya juga bukan Cinderella. Saya ingin menikmati hidup dengan cara saya sendiri setelah seluruh hutang-hutang almarhum kedua orangtua saya terlunasi. Tolong … jangan siksa saya lagi, cukup sampai di sini saja dan saya akan tetap mengundurkan diri setelah semua proyek kita selesai,” tegas Aira dan ia hendak membuka pintu mobil tapi dengan cepat Bima menguncinya sehingga Aira tidak bisa keluar.


“Malam ini kau milikku! Kau tidak boleh pergi kemanapun tanpa izinku,” cetus Bima mulai muncul lagi galaknya karena benar-benar ditolak mentah-mentah oleh wanita yang baru saja dilamarnya secara tidak langsung itu. Iapun menyalakan mesin mobil dan tancap gas meninggalkan tempat yang hampir saja menjadi lokasi eksekusi Aira dari Bima.


***


Karena sudah tidak tahan dengan perlakuan Bima yang begitu kejam dan membingungkan, akhirnya Aira membuat sebuah keputusan besar dalam hidupnya yang pastinya bakal berubah 180°. Kejadian semalam benar-benar membuat Aira memutuskan untuk secepatnya lepas dari Bima. Ia tak ingin hatinya goyah karena perlakukan bosnya sehingga terperosok jauh lebih dalam dari ini.


Aira sangat mengenal betul seperti apa Bimashena. Tidak mungkin manusia kulkas yang digilai banyak wanita seperti Bima bisa menyukainya. Pasti ada udang dibalik kerang dan Aira tidak ingin terlibat urusan kehidupan pribadi Bima.

__ADS_1


Setelah Bima mengantarnya pulang, Aira langsung bekerja lembur menyelesaikan semua proyek dan tugas-tugas yang harus dikerjakannya secepat mungkin. Ia mencoba tetap teguh pada pendirian untuk tak tergoda akan pesona seorang CEO galak itu.


Keesokan harinya Aira sengaja datang ke kantor lebih awal dan menyerahkan surat pengunduran dirinya ke ruangan Bima. Begitu balik badan, sekretaris itu terkejut ketika bosnya tiba-tiba saja ada dibelakangnya.


“Apa itu?” tanya Bima galak sambil menunjuk amplop putih panjang dengan dagunya yang baru saja diletakkan Aira di meja.


“Surat pengunduran diri saya Pak,” jelas Aira, “minggu depan adalah peluncuran produk baru kita. Anda bisa menghadirinya tanpa saya atau mencari pengganti saya setelah ini. Permisi.” Aira pamit undur diri untuk menyelesaikan semua tugas terakhirnya sebelum pergi dari kantor ini. Tapi lagi-lagi, lengan adis itu di cekal kuat oleh Bima.


“Manajer Li,” panggil Bima pada salah satu manajernya yang sejak tadi berdiri diam di belakang Bima bersama rekan-rekannya yang lain.


“Iya. Pak.” Manajer yang bernama Charli itupun maju ke hadapan Bima.


“Ta-tapi, Pak. Apa salah saya?” Charli menatap Aira untuk meminta penjelasan dan gadis itu menggelengkan kepalanya karena ia juga tidak mengerti.


Bima meminta asisten pribadinya menyerahkan berkas penting yang pernah diberikan Charli pada Bima. “Aku memercayakan proyek Pulau Flores padamu dan laporan yang kau berikan padaku tidak sesuai dengan program yang kau buat. Kau salah memperkirakan target pencapaiannya,” terang Bima sambil melempar berkas-berkas itu pada Charli tepat dihadapan Aira. “Pergi ke bagian HRD dan terimalah gaji terakhirmu. Setelah itu pergi dari sini dan kemasi barang-barangmu! Cepat!” teriak Bima mulai marah tapi cekalan tangannya di Aira tidak ia lepaskan.


Dua pengawal Bima menyeret Charli keluar tanpa sempat memberikan penjelasan sehingga membuat Aira sedikit marah. “Pak! Ini tidak adil! Laporan itu bisa diperbaiki! Kenapa Anda malah memecatnya. Anda tahu sendiri kalau Charli adalah tulang punggung keluarga, apa yang akan dia lakukan dengan keluarganya setelah ini!”


“Aku bukan badan amal yang selalu memaafkan kesalahan orang lain, Ai! Tidak ada toleransi apapun untuk pelaku kejahatan! Kau tahu akibat dari laporan yang manajer itu buat? Beberapa orang dilapangan hampir tewas karena anggaran yang ia keluarkan salah dan melenceng dari perencanaan awal! Kau tidak tahu, kan? Karena kau sibuk mengurusi masalahmu sendiri! Dan satu lagi! Kau tidak bisa mengundurkan diri karena kau harus menyelesaikan masalah besar yang kau ciptakan!” Bima mengambil amplop putih Aira dan langsung merobeknya menjadi bagian-bagian kecil.

__ADS_1


Asisten Bima masuk ke dalam ruangan dan memberikan sebuah kabar mengejutkan. Produk-produk yang dikeluarkan oleh perusahaan Bima, diklaim milik perusahaan lain alias di plagiat. Sontak saja Aira terkejut dan tidak menyangka kalau data perusahaannya bocor ke tangan orang lain.


Bima sangat marah dan menyalahkan Aira karena tidak becus dalam bekerja sehingga kejadian seperti ini bisa terjadi. Padahal semua bukan salah Aira.


“Aku tidak mau melihat wajahmu sementara ini, Ai! Pergi dari hadapanku! Sekarang!” teriak Bima marah.


“Tapi, Pak! Bukan saya yang membocorkan data-data perusahaan!” Aira berusaha menjelaskan.


“Sebegitu bencikah dirimu padaku, Ai? Sampai kau tega mengkhianatiku?”


“Bukan seperti itu, Pak … sungguh! Saya memang akan pergi tapi saya bersumpah bukan saya yang membocorkan semua rahasia perusahaan!”


“Aku tidak mau mendengar apapun darimu! Sekarang aku tahu kenapa kau menolak menikah denganku! Pergi!” bentak Bima menggelegar sampai Aira jadi ketakutan. “Aku bilang pergi!” teriaknya lebih kencang lagi.


Aira sangat shock. Ia difitnah dengan memanfaatkan situasi yang tengah terjadi diantara Aira dan Bima. Gadis itu terpaksa pergi dari perusahaan dengan luka hati perih bagai tersayat belati tertajam di dunia karena Bima sama sekali tidak memercayai penjelasannya.


Namun, diam-diam tanpa sepengetahuan siapapun, Aira bermaksud mengumpulkan semua data dan fakta yang ada bahwa bukan dirinya yang membocorkan data rahasia perusahaan sehingga perusahaan lain membuat produk yang sama. Tetapi orang lain. Dan Aira yakin, orang tersebut adalah orang dalam yang tak lain dan tak bukan rekan kerja Aira sendiri.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2