Jodoh Pengganti CEO Galak

Jodoh Pengganti CEO Galak
BAB 22 Keputusan


__ADS_3

Bertempur di atas ranjang dengan Bima, ada banyak sekali hal yang membuat Aira terkejut saat menikmati indahnya bercinta. Salah satunya adalah rasa sakit yang amat sangat ketika terong Jerman Bima mengoyak paksa sumur Belanda milik Aira. Gadis itu bingung dan tidak mengerti kenapa rasanya bisa begitu sakit padahal menurutnya, ini bukan kali pertama mereka berhubungan badaan. Sambil tersengal-sengal karena Bima terus menyerang Aira, gadis itu mencoba bertanya-tanya.


“Tunggu-tunggu …,” ucap Aira sambil mendesah. “A-ada … yang ingin aku tanyakan?”


“Nanti saja kalau sudah selesai, nanggung sekali kalau sekarang,” ucap Bima ikut terengah-engah sambil terus melancarkan aksinya. Si bengek Bima terlalu fokus menikmati setiap bagian tubuh wanita yang akan menjadi Nyonya Bima. Keduanya sedang berada di puncak kenikmatan surga dunia.


“Kenapa sakit sekali? Kau bilang kita sudah pernah melakukannya?” hentak Aira ingin berhenti sejenak dan mendorong paksa tubuh Bima menjauh darinya.


Bima mengangkat kepalanya dan menatap wajah letih Aira. Ia mengusap lembut air mata yang mengalir di samping mata indah wanitanya akibat merasakan sakit karena kehilangan kevirginannya.


“Aku bohong … ini pertama kalinya kita melakukannya. Aku hanya menggodamu waktu itu,” terang Bima sambil tahan tawa.


“Hah? Maksudmu … kita baru melakukannya … kau …” Aira tak bisa berkata-kata saking kagetnya, “ah, tidak … jadi … ini pertama kalinya kita …”


Bima mengangguk pelan dan mulai menyerang Aira lagi. Namun gadis itu sudah tidak mood lagi sekarang. Ia kesal dengan Bima dan memukuli dada Bima sekencang-kencangnya. Sayangnya Bima sangat menikmati penolakan Aira dan semakin ganaslah ia menjinakkan kucing betinanya.


***


Habis diunboxing. Aira tetap badmood akut dan merasa kesal sekali dengan Bima. Ia sungguh tidak habis pikir, kenapa CEO menyebalkan itu bisa berbohong padanya soal adegan ranjang sehingga ia jadi stress berat kala itu. Untung Aira tidak jadi bunuh diri.


“Jangan manyun begitu wahai kucing betinaku, mau melakukannya lagi? Aku siap,” ujar Bima setelah keluar dari kamar mandi dan duduk manis di samping Aira.


“Kenapa kau bohong padaku? Apa jadinya aku jika waktu itu aku benar-benar bunuh diri karena dinodai olehmu?” sentaknya kesal.

__ADS_1


“Siapa suruh kau jadi jodoh penggantiku? Itu hukumanmu karena mencoba membohongiku.” Ganti Bima yang menyalahkan Aira. Aira juga tidak bisa mengelak lagi sekarang.


“Lalu noda merah itu? Bukankah kau bilang itu ….”


“Oh … itu cuma tinta. Aku sengaja menumpahkannya biar seolah kita sudah melakukannya.” Lagi-lagi Bima tertawa dan itu semakin membuat Aira naik pitam.


Gadis itu menyerang Bima dengan bantal, tapi dengan sigap tubuh sang kucing betina ditangkap oleh Bima. Bima pun mengunci tubuh Aira dalam dekapannya hingga tak bisa berkutik lagi.


“Besok pagi kita akan menikah. Kau akan menjadi Nyonya Bima dan setiap hari, kita akan terus melakukannya di atas ranjang seperti ini.” Bima mulai menggoda Aira.


“Aku tidak mau menikah denganmu! Kau itu galak dan dingin! Bagaimana bisa kau memaksaku menjadi istrimu? Lihat saja, aku pasti bakalan kabur dari sini!” cetus Aira meski ia hanya bercanda. Sebab, ia sangat tahu, melarikan diri dari sini sama saja dengan mimpi. Mana mungkin Bima membiarkan dirinya kabur begitu saja apalagi besok adalah hari pernikahan dadakan mereka.


***


Enaknya jadi sultan atau berasal dari keluarga sultan seperti Bima. Mau mengadakan cara pernikahan kapan saja oke-oke saja. Tinggal calling sana sini semua urusan disulap beres. Tak perlu bersusah payah untuk ini dan itu. Tinggal tanda tangan semuanya langsung siap.


Diruang pengantin, Aira merasa sangat gugup. Tak pernah terbayangkan dalam hidupnya bakal dinikahi bos galaknya sendiri. Hatinya sempat ragu dan juga was-was. Sempat terpikir ingin melarikan diri saja dari sini.


Mendadak beberapa rekan kantor datang mengunjungi Aira dan mengucapkan selamat atas pernikahan dadakannya dengan Bima. Tentu saja Aira terkejut melihat kedatangan mereka semua. Ada yang ikut berbahagia dan ada juga yang mencibir serta tak terima. Namun, Aira tidak peduli, toh semua ini bukan atas kemauannya sendiri. Ia pun juga tak bisa menolak atau masalah lebih besar bakal menghampirinya.


Di sela-sela pembicaraan rekan kerja Aira, tiba-tiba … Bimo, ayah Anita yang merupakan sahabat dekat Aira datang menemui gadis itu dengan tatapan mata datar tanpa ekspresi. Melihat ada sesuatu yang aneh, Aira meminta semua teman-temannya keluar dan meninggalkan dirinya bersama Bimo berdua saja.


“Kau tahu Ai, aku selalu menganggap dirimu seperti putriku sendiri karena kau sudah kehilangan orangtuamu saat kau masih sangat muda. Kau adalah sahabat dekat Anita satu-satunya di desa. Sebab itulah aku menyetujui permintaan Anita untuk membawamu turut serta saat kami pindah ke kota.” Entah kenapa Bimo membuka kembali kenangan masa lalu Aira dimana gadis itu sangat berhutang banyak pada keluarga Anita termasuk pada Bimo.

__ADS_1


“Aku sangat menyayangi Paman dan Anita lebih dari kedua orangtuaku. Kalian juga sangat berarti bagiku dan satu-satunya keluargaku yang tersisa. Itulah makna kehadiran kalian dalam hidupku.” Mata Aira jadi berkaca-kaca. Di hari pernikahannya ia memang membutuhkan dampingan orangtua.


“Jika kau memang menyayangiku, Ai. Kenapa kau lakukan ini?” tanya Bimo seolah menahan rasa sakit dan perih yang amat sangat.


“Apa maksud Paman?”


“Kau masih belum paham maksudku? Kau menggagalkan perjodohan Anita dengan putra kedua keluarga gangster ini. Harusnya yang menjadi istri Bima adalah Anita. Bukannya kau! Aku sangat kecewa padamu, Ai. Kau tahu akibat dari gagalnya pernikahan Anita dan Bima. Akan ada perang antar mafia. Ayahku, tak bisa menerima pembatalan perjanjian pernikahan yang sudah disepakati ayah Bima dengan ayahku. Kau membawa kehancuran bagi keluargaku dan juga keluarga Bima. Semoga kau bahagia!”


Bimo langsung meninggalkan Aira yang langsung terbujur kaku. Bagai dihantam badai ombak yang maha dahsyat ditengah-tengah lautan samudra. Aira benar-benar terkejut bukan kepalang mendengar semua ucapan ayah Anita.


Separah itukah dampak dari semua yang dilakukannya meski ini bukan kemauan Aira sendiri. Ia bersedia membantu Anita menggantikan dirinya tapi … bantuannya itu malah menimbulkan petaka bagi banyak orang termasuk keluarga besar suaminya sendiri.


Mendengar kata mafia saja, Aira sudah merinding apalagi kalau sampai terjadi perang antar mafia hanya karena gagalnya perjanjian yang dilanggar salah satu pihak. Tentu Aira tak bisa membiarkan semua orang celaka gara-gara dirinya.


“Ini pasti bohong, perang antar mafia? Ini tidak mungkin. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Bagaimana ini?” Aira dilanda kepanikan yang amat sangat.


Bersamaan dengan itu, ada sebuah kabar dari desa tempat tinggal Aira yang tiba-tiba saja diserang oleh sekelompok mafia tanah. Semua penduduk desa diusir paksa dan jadi terlantar karena seluruh rumah dan aset mereka dirampok.


Mata Aira melotot seolah hampir melompat keluar. Dari situlah ia bertekad mengambil keputusan besar dalam hidupnya dan ia tak ingin menyesal di kemudian hari.


Beberapa saat kemudian, Anita dan Excel masuk ke dalam ruangan Aira tanpa tahu bahwa Bimo baru saja keluar dari ruang pengantin. Betapa terkejutnya pasangan kekasih ideal itu ketika melihat ruangan Aira kosong dan tidak ada orang sama sekali. Excel dan Anita berpencar mencari keberadaan Aira tapi tidak menemukannya dimana-mana. Hp Aira juga sengaja ditinggal di meja.


“Ada apa ini? Dimana Aira?” tanya Anita mulai panik.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2