Jodoh Pengganti CEO Galak

Jodoh Pengganti CEO Galak
BAB 36 Pemanasan Awal


__ADS_3

Bukan tanpa alasan kenapa Aira mengubah penampilannya yang tadinya suhu menjadi cupu ala Betty Lafea. Istri dari Bima itu ingin memperlihatkan pada Fransiska bahwa Aira tetaplah cupu seperti dulu. Kebetulan, putri tunggal dari Rocky itu adalah teman masa kecil Aira sewaktu keduanya masih duduk dibangku sekolah dasar.


Sudah lama pula Aira tak melihat teman masa kecilnya itu karena Rocky sengaja mengirimnya ke luar negeri. Dan kini, gadis yang terkenal sombong itu akan kembali pulang karena ayahnya dipenjara akibat permainan dari Aira. Apalagi semua uang yang dimiliki Rocky sudah diretas dan dikuras habis oleh Aira melalui bantuan Excel dan Bima.


Uang-uang tersebut sengaja Aira berikan pada panti asuhan di wilayah ini serta dibagikan merata pada para penduduk desa yang membutuhkan. Aira juga menyabotase data perusahaan sehingga tanah-tanah yang dulu dirampas paksa oleh Rocky dan para kadrun-kadrunnya, dikembalikan oleh Aira bahkan sudah atas nama mereka semua secara hukum. Tentu saja hal itu Aira lakukan secara sembunyi-sembunyi karena ia tak ingin siapapun mengetahui aksinya yang memang bagai pahlawan kesiangan.


“Nona, semuanya sudah dipersiapkan. Ayo kita berangkat,” ujar Bi Iyem saat ada di ruangan Aira yang sudah selesai berdandan cupu.


“Bagaimana penampilanku, Bi?” tanya Aira senang.


“Eee … jawab jujur apa bohong, Non?” tanya Bi Iyem agak ragu. Takut kalau ia berkata jujur, nona mudanya akan marah.


Sebab, penampilan Aira yang tadinya amat sangat cantik berubah jadi hitam jelek dan … nggak banget. Bikin merinding orang yang melihatnya.


“Jujur saja, tidak apa-apa, apa … aku kurang cupu?” tanyanya.


“Bukan cupu lagi, Non. Jelek banget, pantas saja tuan Bima shock melihat penampilan baru Anda.”


“Jangan bahas si kulkas 10 pintu itu, masa aku dibilang panttat panci, Bi? Siapa yang nggak kesal coba?”

__ADS_1


Hampir saja tawa bi Iyem muncrat mendengar gerutuan Aira. Namun, ia tahan agar Aira juga tak kesal padanya seperti yang Aira rasakan pada Bima.


“Lagian ini terlalu berlebihan Non. Muka Anda memang hitam legam sekali. Cat tembok apa yang Anda gunakan?”


“Ini semir sepatu Bi. Praktis dan tidak gampang luntur kalau berkeringat. Tidak ada yang boleh tahu kalau rupa asliku … yah, lumayan cantik sih. Pokoknya Fransiska tidak boleh tahu kalau akulah dalang dibalik kehancuran ayah dan perusahaannya. Dia pasti akan lebih cepat curiga jika penampilan asliku yang sekarang jauh lebih baik ketimbang dulu saat masih kecil.”


“Saya paham, Non. Mari kita pergi. Saya akan memantau dari belakang seperti biasanya. Suami saya juga sudah siap di lokasi sejak tadi. Tuan Excel dan nona Anita juga sudah siap di seberang sana. Tinggal menunggu Anda saja.”


“Ayo, apaaa … suamiku bilang kapan dia akan datang?” tanya Aira, meski kesal dengan Bima, tak dapat dipungkiri dirinya juga kangen berat dengan suaminya. Mereka bahkan menunda malam pertama mereka demi membalaskan dendam Aira.


“Saya tidak tahu Non, tuan Bima tidak bilang apa-apa.” Bi Iyem terpaksa berbohong karena Bimalah yang meminta. Keduanya sama-sama keluar dari rumah dan menuju lokasi tempat di mana Aira akan memulai aksi babak keduanya.


Hari ini, istri dari Bima ini ada janji temu dengan teman-temannya yang menjadi alumni di sekolah dasar tempat Aira sekolah dulu. Gadis itu memang sengaja mengumpulkan mereka semua agar Fransiska juga mau datang dan memamerkan kesombongannya di depan teman-temannya seperti biasanya. Acaranya sih tidak terlalu megah, hanya makan-makan bersama di warung lesehan yang masakannya terkenal enak ala restoran mahal.


“Kau berubah drastis sekarang, dulu hitam, sekarang jauh lebih hitam lagi! Bahkan panci gosongpun kalah hitam dengan wajahmu!” ledek Fransiska diiringi tawa keras dan semua orang yang ada di sinipun ikut tertawa mengomentari penampilan Aira.


Namun yang diledek tetap tenang-tenang saja dan malah dengan santai menyeret kursi kosong untuk duduk di depan meja makan. Sontak semua orang langsung menyingkir dan menjauh dari Aira karena ia tak mau dekat-dekat sama daging panggang gosong.


“Awas minggir kalian! Jangan dekat-dekat kalau kalian tak ingin jadi gosong juga!” seru Fransiska dan langsung diikuti tawa semua teman-temannya.

__ADS_1


Airapun ikut tertawa keras dan itu membuat teman-temannya yang sombong itu jadi heran. Bukannya berkecil hati, Aira malah sangat menikmati dirinya diledek dan dicaci habis-habisan.


“Apa dia gila? Kenapa dia malah tertawa?” tanya wanita yang duduk disebelah Fransiska. Semua teman-temannya yang lain jadi terdiam dan membiarkan Aira tertawa sendirian.


Fransiska terdiam dan menatap tajam wajah hitam legam teman masa kecilnya yang dulu merupakan musuh bebuyutannya. Wanita angkuh itu bahkan pernah merundung Aira, tapi wanita yang sekarang sudah menjadi istri Bima ini sama sekali tidak takut padanya. Bahkan hingga hari ini, Aira tak sedikitpun merasa ciut bila bertemu dengan Fransiska dan semua tema-teman sombongnya yang sok merasa kaya raya.


“Kenapa kau tertawa?” tanya Fransiska mulai terpancing emosinya.


“Soalnya kalian semua sangat lucu. Ah, Belda … bagaimana kabarmu sekarang? Apa kau masih menjadi simpanan om om? Ah … aku dengar Om Andi sedang jatuh bangkrut karena perusahaannya tempat ia bekerja telah memecatnya. Kau tahu apa alasannya? Dia … ketahuan punya simpanan. Hahaha … lucu, kan? Aku kira simpanannya siapa, ternyata kau …” Aira kembali tertawa lepas dan sontak kabar itu membuat terkejut semua orang yang ada di sini.


Wanita yang dipanggil Aira Belda adalah sosok sosialita yang suka pamer barang-barang brandednya. Mereka tak menyangka, ternyata harta benda yang selalu dipamerkan lewat media social itu hasil dari dirinya menjadi pelakor.


“Apa yang kau katakana! Jangan tuduh sembarangan. Akan ku tuntut kau atas pencemaran nama baik!” ancam Belda marah sambil berdiri.


Seperti biasanya, mantan sekretaris Bima ini tak gentar dengan ancaman yang seringkali ia terima dari berbagai macam kalangan. Aira sangatlah tenang setenang permukaan air kolam. Ia membuka ponselnya dan mengirim beberapa foto berisi bukti perselingkuhan ke semua nomer ponsel orang-orang yang ada di sini.


Merasa mendapatkan pesan di waktu bersamaan, semua teman-teman Fransiska termasuk Fransiska sendiri membuka pesan dari ponsel mereka dan mata mereka semua kompak terbelalak karena isi pesan tersebut adalah bukti foto perselingkuhan Belda.


“Kenapa kalian semua melihatku begitu?” tanya Belda heran dengan tatapan mata semua teman-temannya.

__ADS_1


“Kau benar-benar menjijikkan, bisa-bisanya kau bangga menjadi simpanan orang. Sangat memalukan!” komentar salah satu teman dekat Belda yang merasa kecewa berat dengannya.


Senyum licik Aira mulai terlihat karena pemanasan awalnya lumayan memuaskan. Masih banyak sesi-sesi berikutnya. Dan ia akan menguliti habis semua kebusukan orang-orang yang ada di sini agar tujuan Aira bisa cepat tercapai.


__ADS_2