Jodoh Pengganti CEO Galak

Jodoh Pengganti CEO Galak
BAB 17 Pria Misterius


__ADS_3

Karena keseringan diculik, Aira jadi tidak kaget lagi dengan apa yang ia alami sekarang. Gadis itu hanya penasaran siapakah dalang penculikannya kali ini. Apakah musuh Bima atau orang yang benar-benar membencinya. Dan nyatanya, Sandralah biang keladinya. Ia mengerahkan semua antek-anteknya untuk menculik Aira dan menyabotase kantor Bima.


Aira hanya tersenyum sinis ketika Sandra dengan gaya khas sombongnya duduk bersila di kursi tepat di depan tubuh Aira yang diikat di tiang penyangga. Kedua wanita itu saling menatap satu sama lain.


Yang satunya menatap miris, satunya lagi menatap benci. Namun, Aira tak heran dengan sikap Sandra yang nekat menculiknya. Sebab, penyakit hati wanita jahat itu sudah mendarah daging dan alamat sulit dihilangkan. Apalagi ini masalah cinta.


“Kenapa kau tersenyum?” tanya Sandra mulai membuka pembicaraan.


“Apa kau ingin aku menangis?” Aira malah balik bertanya.


“Kau sombong sekali. Sepertinya kau senang sekali diculik? Apa kau pikir bos kesayanganmu itu bakal menyelamatkanmu? Huh … jangan khawatir, dia pasti akan datang, setelah kau pergi ke alam baka,” ujar Sandra sambil tertawa senang.


“Jika kau pintar, kau pasti akan melepaskanku sekarang. Bos Bima takkan pernah memaafkanmu jika ia menangkapmu. Itu saran dariku.”


“Kau pikir kau siapa, ha?” bentak Sandra langsung. Tubuhnya spontan berdiri saking marahnya. Ia benar-benar membenci Aira karena gadis yang ia culik ini menjadi wanita kesayangan Bima.


“Aku hanya membantumu, jangan salah paham,” ujar Aira masih dalam keadaan tenang.


"Apa yang kau berikan padanya? Tubuhmu? Berapa hargamu? Sejuta? 2 juta? Dasar murahan," ejek Sandra sambil meludah di depan Aira.


Untunglah Aira tidak mudah tersinggung meski gadis itu merasa tuduhan Sandra benar. Sebab, setahu Aira, Bima sudah merenggut kesuciannya dan ia tak bisa berbuat apa-apa. Sekretaris cantik itu juga tak ingin dianggap jual diri pada bosnya sendiri.


"Bagi Bos Bima, nilaiku tak terhingga. Jika kau tidak percaya, tanyakan sendiri padanya.


Sandra sudah tak bisa menahan kemarahannya. Melihat Aira, membuatnya muak dan ia jadi ingin sekali melenyapkan gadis cantik itu. Tanpa pikir panjang lagi, dia mengambil tongkat kasti yang entah ia dapat dari mana dan hendak memukulkannya ke tubuh Aira yang terikat.

__ADS_1


“Kita lihat, apakah setelah ini … kau masih bisa sok seperti itu!” Sandra mengangkat tangannya dan bersiap memukul.


Mata Aira menatap tenang tongkat kasti yang dilayangkan ke arahnya. Ia memang masih belum bisa melepaskan diri dari ikatan tali yang melilit tubuh Aira sehingga dalam hitungan detik sudah dapat dipastikan apa yang bakal terjadi pada Aira. Kali ini … sekretaris cantik Bima gagal menyelamatkan diri. Padahal sudah mau mati, tapi gadis itu tetap saja tenang setenang permukaan air kolam. Sama sekali nggak ada panik-paniknya sedikitpun.


Plak!


Sebuah pukulan keras mendarat di kepala Aira dan untuk kedua kalinya gadis itu pingsan. Melihat targetnya tak berdaya lagi, Sandra meminta anak buahnya untuk melepaskan ikatan.


“Bawa dia keluar dari sini dan jual pada mucikari,” perintah Sandra pada pria botak berbadan besar. Ia terus menatap Aira yang sedang dibopong keluar. “Akan kupastikan kau takkan pernah bisa bertemu dengan Bima lagi, Ai! Kalaupun kalian bertemu, kau bukan gadis impiannya lagi. Kau hanya akan menjadi manusia rendahan dimatanya,” gumam Sandra senang karena ia merasa bahwa rencananya menghancurkan Aira sehancur-hancurnya bakalan terwujud dengan sempurna.


***


Hati dari wanita bernama Sandra ini memang sangat busuk sebusuk-busuknya. Hanya karena cinta tak terbalas, ia melampiaskan semua amarahnya pada wanita yang paling dekat Bima dengan cara menjual Aira kepada pria hidung belang yang mau membeli wanita cantik itu. Sungguh ini tindakan tak berperikemanusiaan. Teganya Sandra melakukan hal itu disaat Aira tak sadarkan diri karena luka dikepalanya.


Sandra dan komplotannya, masuk ke sebuah hotel mewah tempat ia janjian dengan orang yang membeli tubuh Aira dengan harga fantastis. Bagi Sandra, ini namanya sekali dayung, dua tiga pulai terlampaui. Artinya, selain bisa memisahkan Bima dan Aira, Sandra juga menyingkirkan Aira dari hidup Bima untuk selamanya.


“Mister, kami datang,” ujar Sandra melalui sambungan telepon ketika ia dan yang lainnya berdiri di depan pintu kamar hotel VVIP milik orang yang membeli Aira.


“Letakkan saja, gadis itu di depan pintu. Cek saldomu dan pergilah dari sini sebelum ada yang melihat,” ujar pria itu lalu menutup sambungan teleponnya.


Sandra tersenyum sinis. Ia benar-benar senang dengan apa yang ia lakukan sekarang, tanpa perlu bekerja keras, ia dengan mudah mendapatkan uang dalam jumlah banyak.


“Letakkan dia, dan ayo pergi!” ucap Sandra dan pria botak itupun meletakkan Aira begitu saj di depan pintu dalam keadaan pingsan. Tanpa belas kasih mereka semua pergi meninggalkan Aira sendiri.


Begitu Sandra dan komplotannya masuk kedalam lift dan bersiap turun, seseorang membuka pintu dan mulai menggendong tubuh Aira masuk ke dalam lalu meletakkannya di atas tempat tidur utama berukuran besar. Pria itu, pria yang sudah membeli Aira dengan mahal, menatap tajam wajah lesu wanita yang masih belum terjaga dari pingsannya.

__ADS_1


Pria itu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. “Sudah kubereskan, mereka semua keluar. Sekarang giliranmu.” Setelah bicara seperti itu, pria tersebut menutup sambungannya sambil menikmati indahnya pemandangan dari atas hotel.


***


Dengan hati riang gembira, Sandra dan komplotannya berniat pergi meninggalkan negara ini dan menikmati uang yang mereka miliki sekarang dari hasil menjual Aira pada pria tak dikenal. Namun, begitu pintu lift mereka terbuka, mendadak mereka ditembaki dengan peluru bius oleh orang-orang berbaju serba hitam dengan persenjataan lengkap.


Semua orang yang ada di ruangan lift tersebut pingsan seketika karena serangan tembakan datang secara tak terduga. Mereka semua juga langsung menembak Sandra tepat dikepalanya. Dan orang yang melakukannya, siapa lagi kalau bukan bos galak Aira sendiri. Yaitu Bima.


Yah, tidak salah lagi, orang yang melumpuhkan para penculik Aira adalah Bima sendiri. Dan ini kali pertama bagi Bima, menyelamatkan sekretarisnya ketika ia sedang dihadapkan dengan kesulitan.


“Singkirkan mereka semua dari sini. Pastikan mereka semua mendekam di penjara dalam kurun waktu lama. Syukur-syukur kalau mereka ditempatkan di penjara isolasi.” Bima memberikan pistolnya pada salah satu anak buahnya lalu masuk ke dalam lift setelah mendapat hormat dari anak buahnya.


CEO tampan itu menuju lantai atas tempat Aira berada saat ini.


“Di mana dia?” tanya Bima tidak sabar dan mencari-cari sekretarisnya begitu pintu kamar VVIP yang membeli Aira dibuka oleh pemiliknya.


“Ada di tempat tidur!” jawab pria itu mengekor di belakang Bima.


“Kau tidak menyentuhnya, kan?” tanya Bima penuh selidik dan menatap wajah Aira yang masih belum sadar. Bima bergegas mendekat karena ia melihat ada luka dikepala wanita pujaan hatinya.


“Ayolah Bim, ada kekasihku di sini, bagaimana mungkin aku menyentuhnya,” ujar seseorang itu yang sepertinya sangat dekat dengan Bima.


Tiba-tiba sebuah baki berisi air tumpah dan berserakan dilantai ketika melihat kedatangan Bima. Bima sendiri spontan menoleh ke arah orang yang menjatuhkan baki tersebut dan matanya melotot ketika tahu siapakah orang itu.


“Kau!” seru wanita kaget saat melihat Bima.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2