Jodoh Pengganti CEO Galak

Jodoh Pengganti CEO Galak
BAB 15 Jeratan Benang Cinta Bima


__ADS_3

Dengan gerakan super duper cepat, seluruh pakaian Aira yang berserakan disegala penjuru arah sudah beralih tempat untuk segera dicuci secepatnya. Gadis itu sungguh malu semalu malunya karena bos galaknya harus melihat semua ini, termasuk pakaiian daalam yang biasa ia gunakan. Aira bahkan tidak berani menatap wajah bengong Bima. Gadis itu terus menunduk untuk menyembunyikan rasa malunya.


Melihat tingkah pola wanita yang dipilih sebagai calon istrinya, sibuk berlarian ke sana kemari, Bima langsung senyam-senyum sendiri. Kalau dilihat-lihat, Aira lumayan menggemaskan juga. Apalagi jiwa nakal dan encum Bima mulai keluar setelah melihat semua yang ada di kamar Aira.


Gadis itu mengeluarkan seprai baru dari lemari lalu menggantinya supaya Bima lebih nyaman berada di kamar ini. Tak lupa, ia juga mengeluarkan bad cover yang baru saja ia beli. Kalau saja Aira bisa mengusir Bima, sudah ia lakukan sedari tadi. Namun sepertinya, akan menambah masalah jika gadis itu nekat mengusir si kulkas 10 pintu itu dari sini.


“Saya tidak tahu kenapa Anda memilih bermalam di sini. Saya juga tak bisa mengusir Anda karena itu hanya akan menjadi usaha sia-sia. Saya hanya punya satu kamar saja, dan hanya inilah tempat yang bisa saya sajikan untuk Anda. Dari sini harusnya sudah terlihat kalau kita sangat berbeda kasta. Anda adalah sultan, dan saya hanyalah kaum sudra biasa. Saya harap Anda memikirkan kembali keputusan Anda tentang saya sebelum Anda memilih saya … sebagai calon istri.” Aira masih bersikap sopan pada Bima dan tetap menganggapnya sebagai atasannya. Bukan calon suaminya karena Aira merasa itu sangat tidak mungkin terjadi.


Dalam sekejap, kamar yang tadinya mirip kapal karang pecah, mendadak disulap rapi dan wangi oleh Aira. Sebenarnya, ruangan ini lumayan besar dan strategis juga, sangat cocok sebagai tempat istirahat. Tepat dibalik tirai jendela kamar Aira, lokasinya menghadap langsung ke perairan danau yang sengaja dibentuk sedemikian rupa sehingga menambah kenyamanan siapapun yang memilih tinggal di sini.


“Semoga malam Anda menyenangkan, permisi.” Aira beranjak pergi setelah menyemprotkan parfum ruangan sehingga udaranya serasa lebih segar dari sebelumnya.


“Kau mau ke mana?” tanya Bima mencengkeram erat tangan Aira.


“Saya akan tidur di sofa …”


Belum juga Aira meneruskan kalimatnya, tiba-tiba Bima menarik tangan gadis itu hingga jatuh kepelukannya. “Siapa yang mengizinkanmu keluar dari sini. Malam ini … kau harus temani aku tidur.”


“Tapi ….”


“Ini bukan pertama kalinya kita tidur bersama. Harusnya kau sudah biasa. Dan kau tenang saja, karena aku tidak akan memakanmu malam ini. Aku akan menunggu malam pertama kita yang bakal lebih indah dan sweet dari sebelumnya. Lagipula aku sangat lelah. Aku tak punya tenaga menyerangmu karena besok, aku harus perang dengan para musuh-musuhku di pengadilan.”


Tanpa banyak bicara lagi, Bima menggendong tubuh Aira dan meletakannya di atas tempat tidur. Bimapun ikut tidur di samping Aira sambil memeluknya dengan sangat erat seolah enggan dilepaskan.


“Diam dan jangan bicara apapun,” bisik Bima ditelinga Aira. “Satu kata saja keluar dari mulutmu, jangan salahkan aku jika terong jermanku memakanmu,” ancamnya.

__ADS_1


Hening … sungguh Aira cuma bisa menelan saliva dalam-dalam karena ia sangat tahu kemana arah pembicaraan Bima. Gadis itu mati kutu, terpaksa mau saja dijadikan guling hidup Bima yang langsung tertidur pulas sambil memeluknya.


Tak terjadi apa-apa malam itu karena memang Bima tak ada niat menyakiti Aira sebelum kata cinta terucap dari mulut wanita cantik itu. Bima akan menunggu saat itu tiba, saat di mana Aira mencintainya sama seperti Bima mencintai Aira.


***


Keesokan paginya, Bima dan Aira sama-sama datang ke pengadilan untuk menghadiri sidang plagiarisme yang dilakukan perusahaan musuh Bima. Kebetulan CEO saingan Bima sudah datang duluan dan lagi sibuk diwawancara oleh awak media massa di depan gedung pengadilan. Sedangkan Bima dan Aira, sengaja datang belakangan dengan menggunakan mobil mewah sport Bima yang ia import dari Jerman.


Tentu saja, kedatangan sang CEO galak itu mengundang pusat perhatian. Bukan hanya karena mobil mewahnya yang hanya ada satu-satunya di negara ini, tapi karena gaya santai Bima yang seakan yakin kalau ia bakalan memenangkan persidangan tanpa perlu bersusah payah.


“Apa kau sudah siap, Ai?” tanya Bima, “orang yang ada di depan kita sangat licik dan berbahaya, semua wartawan itu adalah anak buahnya. Mereka sengaja menyudutkan kita. Tetaplah disisiku, mereka semua sudah bersiap menculikmu jika kau lengah seperti yang mereka lakukan sebelumnya padamu.” Bima meremas kedua tangannya diatas kendali setir.


“Saya sudah biasa di culik, Pak. Jangan khawatir.” Aira menenangkan dan sama sekali tak takut pada orang-orang itu.


“Berapa kali harus kukatakan padamu, Ai. Jangan panggil aku ‘pak’ kalau kita sedang berdua saja seperti sekarang. Tapi enak juga, teruslah seperti ini, maka aku akan semakin sering menciummu seperti tadi.” Bima menyeringai dan membuka pintu mobil untuk keluar.


Aira tidak punya pilihan lain selain mengikuti langkah Bima meski dalam hati ia merutuki bosnya habis-habisan atas tindakan encumnya barusan. Sulit bagi gadis itu untuk percaya kalau dirinya benar-benar dijadikan milik Bima. Aira benar-benar terjerat dalam benang cinta Bima dan pastinya takkan mudah terlepas begitu saja.


***


Sidang kasus Bima pun dimulai. Awal persidangan, ternyata Bima disudutkan dengan bukti-bukti yang dimiliki Bima, rupanya telah diganti dengan video rekaman orang lain. Artinya, ada yang menukar data Bima sebelum ia datang ke persidangan ini agar tak dapat membuktikan bahwa produk yang diklaim perusahaan musuh lain adalah milik Bima.


Namun, bukan Bima namanya kalau ia mudah dikalahkan begitu saja. Sejak awal, ia tahu kalau bakal ada kecurangan. Sebab itulah ia sudah menyiapkan segala kemungkinan terburuknya untuk mengantisipasi kecurangan ini.


“Yang mulia, ada yang menyabotase video bukti perusahaan yang klien saya miliki,” ujar pengacara keluarga Bima dengan lantang.

__ADS_1


Pria berumur itu yang terkenal handal berhadapan dengan para musuh keluarga besar Bima termasuk mafia terkejam sekalipun. Perlu diketahui, tak ada satu manusiapun di dunia ini yang bisa memasukkan anggota keluarga besar Bima ke dalam Bui. Bila itu terjadi, maka orang itu sama saja dengan cari mati.


“Untuk itu,” lanjut sang pengacara, “izinkan saya memanggil Nona Aira sebagai saksi kunci siapakah dalang dibalik orang yang membocorkan data perusahaan tuan muda Bima sehingga jatuh ke tangan perusahaan lain lalu di klaim sebagai produk milik mereka.”


“Dipersilahkan!” seru sang hakim dan pengacara Bima langsung memanggil Aira selaku sekretaris serta penanggung jawab produk yang harusnya diluncurkan milik perusahaan tempatnya bekerja.


Dengan santai dan tenang, Aira maju ke kursi saksi dan memberikan keterangan kesaksiannya. Gadis itu juga menyerahkan rekaman video lain yang sengaja Aira kumpulkan sendiri secara diam-diam sejak lama, tanpa sepengetahuan Bima tentunya. Yaitu sejak ia difitnah dalam pengerusakan komputer milik Aira.


Sebelumnya, Anita menawarkan bantuan atas apa yang menimpa sahabatnya di mana hampir semua kaum hawa di kantor Bima, selalu ingin berbuat jahat pada Aira. Dibantu dengan Excel yang ternyata seorang hacker paling ditakuti di negara ini, Excel bisa memulihkan kembali data-data Aira yang hilang serta mengembalikan semua rekaman cctv perusahaan yang sudah dihapus sebelumnya. Salinan video itu, Anita serahkan terlebih dulu jauh sebelum Bima datang menemui Aira.


Bima sendiri juga terkejut karena sekretaris cantik yang ia cintai itu memiliki bukti akurat dan sangat lengkap tanpa celah. Bahkan pelaku kejahatan penghapusan data juga ikut tertangkap kemera. Dan yang lebih mencengangkan lagi, Sandralah dalang dibalik kasus plagiarisme itu.


Ruang sidang langsung heboh melihat bukti-bukti konkret yang disuguhkan Aira di sidang perdana mereka. Musuh Bima tak bisa mengelak ataupun berkutik lagi karena mereka jelas-jelas ketahuan mencuri data-data perusahaan Bima termasuk mencuri produk barunya.


Akhirnya, sidangpun berhasil dimenangkan Bima. Perusahaan yang memplagiarisme dihukum berat serta dikenai denda fantastis sebagai bentuk ganti rugi atas kejahatan yang dilakukan.


“Ai … kau luar biasa. Ini semua diluar dugaanku. Tadinya aku pikir kau bakal menyerang balik mereka setelah menguntit Sandra seharian. Tapi ternyata ….”


“Darimana Anda tahu? Saya …”


“Tentu saja aku tahu” sela Bima cepat, “karena aku selalu mengawasimu, bahkan saat kau diculik dan hampir dicelakai penjahat aku juga tahu. Dan aku salut kau bisa mengatasinya sendiri tanpa bantuanku. Inilah yang menjadi alasan kuat kenapa aku … jatuh cinta padamu.” Bima menggandeng erat tangan Aira yang tertegun setelah mendengar pengakuan Bima barusan.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2