
Kasus plagiarisme yang masuk dalam persidangan, memang dimenangkan telak oleh Bima. Pihak penggugat tidak bisa menyangkal setelah bukti-bukti yang diberikan Aira menjadi bukti kuat bahwa ada tindakan plagiarisme yang dilakukan oleh pihak penggugat.
Bima selalu puas dengan kinerja Aira. Tak ada yang tidak bisa diselesaikan oleh sekretaris cantiknya. Sebenarnya, Bima ingin mengajak Aira berkencan karena ia tak ingin menutupi perasaan cinta Bima pada Aira. Namun, rencananya gagal karena ada banyak hal yang harus mereka kerjakan bersama. Alhasil keduanya terpaksa harus secepatnya kembali bekerja di kantor.
Masalah ternyata tak berhenti sampai di situ. Kembalinya Aira di sisi Bima tak mendapat apresiasi baik dari beberapa rekan kerjanya. Sandra memang langsung dipecat secara tidak hormat oleh Bima, tapi ujaran kebenciannya telah menyebar ke rekan kerjanya dan menumbuhkan bibit Sandra-Sandra yang lain.
Meski sebagian besar ikut senang karena Aira kembali bekerja bersama mereka, tak sedikit pula yang tak suka melihat Aira jadi semakin dekat dengan bos galak mereka. Bima adalah pemuda tampan dengan sejuta pesona meskipun ia sangat kasar dan dijuluki sebagai manusia kulkas 10 pintu. Tak heran bila banyak yang iri pada Aira karena gadis cantik itu lebih sering berinteraksi dengan Bima.
“Hari ini, makan malamlah denganku,” ujar Bima setelah memeriksa berkas-berkas yang diberikan Aira. Kebetulan mereka bisa berduaan di ruangan Bima.
“Tidak bisa. Karena kita sudah memenangkan kasus, banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan. Lain kali saja kalau semuanya sudah beres, Pak.” Aira menatap wajah tampan Bima yang juga menatapnya.
Bosnya yang galak sudah tidak galak lagi. Tiba-tiba saja, Bima bangun berdiri dan mendekatkan wajahnya di depan wajah Aira seolah hendak menciumnya. Kebetulan saat itu ada salah satu rekan kerja Aira yang mendadak nyelonong masuk tanpa permisi sehingga membuat Aira kaget dan spontan mendorong tubuh si kulkas 10 pintu hingga terjengkang ke belakang.
Kejadiannya begitu cepat karena Aira terlalu panik. Ia takut ketahuan orang lain soal hubungannya dengan Bima yang baru saja dimulai.
Saking kerasnya dorongan Aira, tubuh Bima sampai menabrak kursi kebesarannya sendiri dan terjungkal ke lantai. Mulut sang sekretaris menganga lebar karena ia tak menyangka tangannya bisa begitu kuat mendorong tubuh atletis Bima sampai terjatuh seperti itu.
Rekan kerja Aira juga terkejut bukan kepalang ketika melihat bos galaknya terjungkal begitu saja. Untung saja pria yang baru saja masuk tidak curiga meski ia merasa ada yang aneh di sini tapi tidak tahu apa. Iapun bergegas membantu Bima berdiri tanpa menunggu komando.
__ADS_1
“Bos! Anda tidak apa-apa?” tanya Tommy selaku teknisi di kantor perusahaan Bima.
“Tidak apa-apa,” ujar Bima sambil menahan sakit dibagian pinggangnya. Ia melirik Aira yang langsung pucat pasi karena merasa bersalah.
“Ai, apa yang kamu lakukan, ha? Salah Bos apa, sampai kamu dorong hingga terjungkal begini. Otakmu melengkung nggak beraturan, ya? Bisa-bisanya kau bersikap tidak sopan begitu? Kau sudah bosan bekerja di sini?” Sengal Tommy sok memarahi Aira tanpa ia tahu bahwa yang ia omeli itu adalah calon istri bos besar mereka.
Tentu saja Bima tak terima dengan omelan Tommy yang ditujukan pada Aira.“Kenapa kau malah marah sama si Ai! Dia nggak salah! Aku yang minta dia buat mendorongku karena … eeee ... karena ....” Bima mulai membela Aira dan jadi bingung, alasan apa yang harus ia katakan untuk menutupi kejadian sebenarnya.
“Ada kecoak!” sahut Aira spontan bercampur senang karena bos galaknya jadi tampak lucu kalau sedang bingung.
“Kecoak?” tanya Tommy sekali lagi. Alisnya terangkat karena heran.
Tommy merasa ada yang aneh dan mencurigai Bima serta Aira. Namun Bima cepat-cepat berubah galak lagi supaya apa yang ia rasakan pada Aira tak diketahui oleh orang lain. Bisa rusak reputasi Bima sebagai kulkas 10 pintu kalau ia ketahuan bucin.
“Heh Tommy! Apa kau tak punya tata karma? Sebelum masuk keruangan bosmu, tidak bisakah kau permisi atau mengetuk pintu? Kau pikir ini kandang sapi? Main nyelonong seenak udelmu sendiri?” Bima mulai marah-marah.
“Oh, maaf Bos, ada hal penting yang harus saya sampaikan. Beberapa komputer utama kita mendadak terkena serangan virus berbahaya dan dihack oleh hacker dari Amerika. Mereka meminta sejumlah uang bila ingin data penting kita kembali,” lapor Tommy sambil menyerahkan beberapa berkas penting pada Bima untuk diperiksa.
Berkas tersebut, pastinya berhubungan dengan data penting perusahaan Bima yang tidak bisa kebaca. Bima yang awalnya marah, mendadak berubah lebih serius setelah mengetahui laporan Tommy. Tapi ia sama sekali tak khawatir dan dengan teliti memeriksa data-data yang disodorkan Tommy padanya.
__ADS_1
“Ai … pergilah ke tempat biasanya. Periksa apa yang terjadi di sana lalu laporkan padaku!” ujar Bima tanpa menoleh pada Aira.
“Baik, Pak! Permisi.” Aira sangat mengerti maksud bosnya. Iapun bergegas menuju gedung lantai paling atas dimana terdapat satu ruang rahasia yang menjadi pusat kendali seluruh perusahaan Bima. Hanya Bima dan Aira saja yang mengetahui sandi ruangan itu dan bila terjadi hal seperti ini, bisa segera diatasi.
Aira berjalan keluar ruangan Bima dan sedikit heran karena semua orang sudah tidak ada di kantor. Ini memang sudah jam pulang kerja, tapi ada banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan. Normalnya, para rekan kerja Aira harus bekerja lembur malam ini. Tapi entah mengapa semua orang mendadak raib tanpa sisa sedikitpun. Berasa horor saja kantor Bima kalau tidak ada siapapun didalamnya.
Awalnya Aira masih positif thinking tanpa curiga pada apapun dan siapapun. Dalam sepi, Aira masuk ke dalam lift menuju lantai paling atas.
Tanpa angin dan tanpa hujan, tiba-tiba saja seseorang menghentikan lift dimana ada Aira didalamnya. Begitu ia masuk dan berdiri di ruangan lift, seseorang tersebut langsung membekap wajah Aira dengan sapu tangan yang sudah diberi sedikit obat bius. Alhasil Aira pingsan seketika.
Orang itu menyeret tubuh Aira yang terkapar ke sebuah ruangan yang sudah disiapkan sebelumnya. Lalu mengikat tubuh Aira di tiang penyangga sampai gadis itu terjaga dari pingsannya.
Mata Aira berkunang-kunang setelah beberapa waktu lalu ia dibuat tak sadarkan diri. Gadis itu terkejut setelah tahu kalau untuk kesekian kalinya, ia diculik lagi dan lagi.
"Astaga ... di culik lagi?" gumam Aira.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1