
Belda tak terima dirinya dipermalukan oleh Aira yang kini masih menyamar menjadi si buruk rupa. Cewek sok seksi itupun bangun berdiri dari kursinya sambil membawa segelas air miliknya dan langsung menghampiri Aira. Belda hendak menyiram Aira dengan segelas air yang ada ditangannya tapi sayang, gerakan cewek pelakor itu sudah terbaca oleh istri Bima.
Belum juga Belda sampai di tempat Aira. Gadis yang pura-pura cupu itu berdiri cepat dan menjegal kaki Belda sehingga tersandung dan air yang hendak disiramkan pada Aira jadi tumpah ruah mengenai Fransiska yang kebetulan duduk didekat posisi Belda berdiri.
Semua orang tampak terkejut begitupula dengan Fransiska. Mulut wanita itu sampai menganga lebar saking shocknya karena seluruh tubuhnya dari kepala hingga kaki jadi kotor semua.
“Apa yang kau lakukan ha?” bentak Fransiska penuh marah dan langsung menampar Belda tepat di depan semua orang sampai terdengar bunyi ‘plak!’
Seketika, Belda tersungkur ke tanah dan ia juga membalas menjambak rambut Fransiska karena ia tak terima ditampar gara-gara hal yang bukan sepenuhnya salahnya.
“Beraninya kau menamparku, ha? Kau pikir siapa dirimu?” bentak Belda sambil terus menjambak rambut Fransiska kuat-kuat. Kedua wanita sombong itu saling jambak menjambak satu sama lain dan tak satupun dari semua wanita yang ada di sini membantu melerai mereka.
Senyum mengembang mulai menghiasi sudut bibir Aira dan di saat semua lagi sibuk memperhatikan keributan itu, ia mencuri ponsel Fransiska lalu membawanya pergi dari sini. Aira bergegas masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkan Bu Iyem. Ia melihat ponselnya sendiri dan tersenyum puas setelah membuka video rekaman yang direkam oleh mantan pengasuh Aira.
Berita pertengkaran dua sahabat itupun langsung viral dan jadi bahan gunjingan para netizen maha benar. Berbagai macam hujatan dan umpatan terlontar pada keduanya. Satunya pelakor, satunya tukang bikin onar dan tidak punya urat malu. Wanita sekelas Fransiska, harusnya bisa jaga sikap dan perilaku ketika ada di tempat umum. Itulah inti dari hujatan para warganet +62.
“Bagus, rasakan pembalasanku akibat kesombongan kalian sendiri.” Aira memasang kabel di I-phone Fransiska untuk mencuri semua data pribadinya serta menguras semua rekening tabungan yang dimiliki Putri tunggal dari musuh besar Aira.
Dengan begitu, tidak aka nada lagi yang tersisa, Fransiska dan seluruh keluarganya hancur sudah. Hanya tinggal menunggu waktu, kapan Fransiska akan menjadi gelandangan.
“Excel, gimana? Sudah berhasil kah? Aku harus mengembalikan I-phone ini pada pemiliknya sebelum ketahuan,” tanya Aira melalui sambungan telepon pada suami Anita.
“Tunggu 5 menit lagi, masih loading,” jawab Excel dari kejauhan.
Aira memerhatikan sekeliling dan mengamati keadaan sekitar. Sepertinya, masih belum ada yang sadar kalau berita perkelahian Fransiska dengan Belda sedang viral dan jadi trending toping di medsos.
__ADS_1
Beberapa teman Fransiska yang mendapatkan notif langsung membuka pesan mereka masing-masing dan betapa terkejutnya mereka semua setelah tahu bahwa apa yang terjadi dihadapan mereka sedang viral di medsos. Beberapa diantaranya mencoba menghentikan perkelahian keduanya dan memberitahu kabar viral tersebut.
“Fransiska! Belda! Hentikan! Perbuatan kalian ini jadi viral dan semua orang sedang menghujat kalian semua!” teriak salah satu teman Belda dan Fransiska sehingga kedua wanita sombong itu berhenti berkelahi.
Belda berlari mencari gawainya untuk memeriksa kebenaran berita itu. Begitupula dengan Fransiska. Namun ia terkejut karena Aira berdiri di dekat tasnya tanpa merasa berdosa. Dengan penuh curia ia membuka tasnya dan mencari I-phonenya yang ternyata sudah dikembalikan tepat waktu oleh Aira.
“Apa yang kau lakukan di sini? Kau apakan tasku? Kau amu mencuri uangku?” bentak Fransiska pada Aira.
“Sejak tadi aku memang ada di sini. Tanya saja semua temanmu kalau kau tidak percaya. Lagian, untuk apa mencuri uang haram darimu, bikin masuk neraka saja!” sengal Aira sama sekali tak gentar pada teriakan Fransiska. Seluruh teman-teman Fransiska tak bisa bilang apa-apa karena mereka tidak memerhatikan keberadaan Aira dan terlalu fokus pada perkelahian Belda dan Fransiska.
“Dasar menjijikkan, kau itu sudah miskin masih berlagak sok pula. Sampah sepertimu, tidak pantas berada di sini!” Fransiska mendorong tubuh Aira hingga terjatuh lalu menatap marah semua teman-temannya.
“Siapa yang merekam ini semua! Kalian ngaku saja!” teriak Fransiska dengan penuh emosi.
“Itu benar, ngapain juga kami ngrekam kalian?” sahut yang lainnya.
“Lagian bisa-bisanya kau menuduh kami, kami saja juga terkejut waktu dapat notif pesan itu dan buru-buru memisahkan kalian,” terang yang lainnya lagi.
Fransiska benar-benar marah sekarang. Ia mengepalkan kedua tangannya dan langsung pergi setelah sempat memberikan ancaman.
“Awas saja kalian, kalau sampai terbukti bahwa kalianlah penyebar gossip ini, maka kalian semua akan ku tuntut dengan harga mahal!” ancamnya dan berlalu pergi.
Tanpa kentara, Aira cuma tersenyum kecut mendengar ancaman Fransiska. Mau dicari sampai ke ujung duniapun takkan pernah bisa ketemu karena yang mengunggah video perkelahian itu berasal dari I-phone Fransiska sendiri meski yang melakukannya adalah Aira.
Semua teman-teman Fransiska langsung bergunjing ria, sedangkan Belda sibuk merapikan rambutnya dan bodo amat dengan berita viral yang menyangkut dirinya. Wanita pelakor itu bahkan menikmati semua hujatan yang ditujukan padanya dan merasa kalau ia jadi artis dadakan. Inilah salah satu contoh warga indo yang gila akan akan popularitas, tak peduli itu hal buruk atau tak pantas, yang penting bisa viral dan terkenal.
__ADS_1
“Pertemuan ini benar-benar kacau sekali,” ujar Renata sambil mengibas-kibaskan rambutnya. “Aku sudah kirim pesan pada pacar sultanku untuk menjemputku. Bagaimana dengan kalian?” tanyanya dengan gaya khas sombongnya mentang-mentang punya pacar tajir melintir.
“Wuah enaknya yang punya pacar sultan. Eh tapi suami buleku juga baru datang loh, ini aku mau jemput dia,” pamer wanita yang bernama Imelda.
“Lah, ngapain kau jemput dia? Suruh aja dia ke sini!” cetus Renata.
“Dia mana tahu jalan kemari. Ya sudah aku cabut dulu, ya … mau ****** suami buleku … bye …” seru Imelda dengan gaya sok kecentilan. Ia bahkan berjalan berlenggak lenggok bak model kagateelan.
“Bagaimana denganmu, Ai … kau mau pulang dengan siapa?” tanya Renata seolah merendahkan.
Belum juga Aira menjawab tiba-tiba ia dikejutkan dengan seseorang yang memeluknya dari belakang sambil menyodorkan seikat bunga mawar merah tanpa permisi. Awalnya Aira kaget bukan kepalang, tapi ia langsung senang karena yang memeluknya adalah Bima.
“Hai Sayang … kejutan!” bisik Bima sambil memberikan hadiah kecupan manis di pipi hitam Aira sambil tertawa.
“Bimaaaa!” teriak Aira sampai berjingkat-jingkat saking senangnya. Ia pun menjulurkan kedua tangan dan memeluk leher suaminya seolah enggan ia lepaskan lagi.
Semua wanita yang melihat wajah Bima yang lumayan tampan cuma bisa melongo saja. Aira si itik buruk rupa mendapatkan pangeran tampan.
“Huh, wajahnya saja yang tampan. Dilihat dari pakaiannya, pasti pekerjaan pacar Aira suma supir,” cibir Renata dan langsung mendapat anggukan setuju dari teman-temannya.
BERSAMBUNG
***
...Halo semua ... maaf kalau baru bisa update Bima ... terimakasih buat semua yang sudah setia menunggu kelanjutan kisah ini. Mulai sekarang, aku bakal usahain update rutin setiap hari sampai novel ini tamat. Harap sabar nunggunya ya ... semoga semuanya diberi kesehatan 😍😍...
__ADS_1