Jodoh Pengganti CEO Galak

Jodoh Pengganti CEO Galak
BAB 40 The Real Sultan Bima


__ADS_3

Pria yang tadi ditelepon kekasih Renata akhirnya tiba. Pria itu tampak terkejut karena ada Bima dan banyak polisi di tempat ini. Dari kejauhan, Bima memberikan kode pada pria yang baru saja datang untuk tetap diam dan pura-pura tidak mengenalnya. Pria tersebut paham sambil menganggukkan kepala walau dalam hati ia sempat was-was juga. Iapun kembali menatap marah Roger yang sudah buat masalah dan buang-buang waktunya. Apalagi, ada Bima di sini, sudah dipastikan kalau urusannya ini sudah gawat bin runyam.


Gelagat pria yang baru saja datang itu membuat Roger jadi panas dingin. Agar kebohongannya tidak kebongkar, Iapun menyongsong lebih dulu pria bernama Betran untuk bernegosiasi agar belangnya tidak diketahui oleh siapapun tanpa Roger tahu, bahwa Bima mengetahui semuanya. Saking aja CEO galak yang dikira sopir itu lebih mengikuti alur permainan yang membuatnya semangat bersenang-senang.


“Bro, bantu aku sekali lagi ya, bilang kalau mobil itu memang milikku. Tolongin Bro, begitu aku menikah dengan Renata, setengah harta kekayaan keluarganya bakal aku bagi sama kamu. Oke Bro!” bisik Roger mencoba menyuap Betran agar mau bekerjasama dengannya.


“Dasar bule nggak punya modal kau! Tampang kau aja tampan, tapi kantong kayak kentang, renyah doang kagak ada isinya,” sentak Betran kesal dengan bule gila harta yang satu ini. Ia memutuskan pergi meninggalkan Roger dan berjalan ke arah Bima serta letkol itu berada.


Roger masih belum mau menyerah. Ia berlari menghalangi langkah temannya dan terus membujuk Betran agar mau membantunya. Untuk kali ini saja.


“Ayolah Bro. bantu aku … sekaliii ini saja. jangan sampai hubunganku dan Renata harus berakhir sampai di sini.” Roger melipat kedua tangannya dan membelakangi semua orang agar tindakannya yang memalukan ini tidak diketahui orang lain.


Tentu saja Betran tidak bisa mengambil keputusan. Nyawanya saja sekarang sudah terancam dengan hadirnya Bima di sini, apalagi jika ia menurut permintaan si bule gak punya modal ini. Bisa-bisa detik ini juga kepala Betran bakal kena timah panasnya Bima.


“Kau sudah salah memilih lawan Bro. Aku nggak bisa bantu, sorry. Jika pemilik asli mobil mewah itu memberimu izin, maka kau bakal selamat. Tapi jika tidak, habislah kau sekarang juga!”


“Kalau begitu telepon bosmu, bilang padanya aku bakal berikan setengah harta yang kupunya bila aku jadi menikah dengan Renata.”


Bertran terdiam dan mengambil gawainya. Iapun menuruti permintaan Roger untuk meminta tolong pada pemilik asli mobil Bugatti yang Roger bawa.


“Halo Sir,” ujar Betran sambil menatap Bima yang mengangkat panggilannya. Bima menyeringai tapi masih belum ada yang curiga kalau Bimalah pemilik asli mobil yang dipinjam kekasih Renata.


“Katakan,’ ujar Bima masih sambil tertawa.


“Roger ingin meminta bantuan anda untuk meminjamkan mobilnya, bagaimana?”

__ADS_1


Bima tak langsung menjawab dan malah memainkan gawainya. Tak berselang lama, sebuah teks pesan masuk ke ponsel Betran dan cepat-cepat pria itu membuka pesan dari Bima. Ia bingung dan ini sangat aneh. Jelas-jelas semua orang melihat Bima mengangkat panggilannya, tapi tidak ada yang sadar kalau Bimalah yang Betran telepon saat ini. Semua sibuk memerhatikannya tanpa melihat gerak-gerik Bima.


Apa tidak ada yang sadar kalau bos Bima adalah pemilik asli mobil ini? Kenapa semua orang seolah menganggap acuh padanya padahal kalau di kantor, tidak ada yang berani mengangkat wajah dihadapan bos Bima, batin Betran heran seheran-herannya.


Jawaban dari pertanyaan Betran sangatlah simple, semua orang yang ada di sini kecuali Aira, mengira Bima hanyalah sopir biasa yang mereka kira kasta Bima jauh dibawah mereka. Manusia sombong seperti Fransiska serta antek-anteknya mana paham kalau penampilan bukanlah segalanya. Penampilan luar bisa saja menipu.


Buktinya, Bima memang berpakaian biasa tapi sebenarnya dialah sultan sebenarnya. Ia sengaja mengubah penampilan kece dan coolnya demi mengimbangi Aira yang sedang menyamar sebagai wanita cupu walau aslinya istri Bima ini adalah suhu. Sedangkan kekasih Renata, berpenampilan glamor layaknya seorang miliuner, tapi nyatanya ia bahkan jauh lebih melarat dari orang termiskin di kota ini.


Alasan kedua kenapa Bima diacuhkan, mungkin semua orang mengira, kalau Bima mendapat panggilan dari orang lain, bukan dari Betran. Sungguh situasi yang membangongkan. Hanya Aira saja yang paham tapi ia diam saja dan mengikuti alur permainan yang diaminkan suaminya. Gadis itu lebih fokus pada Fransiska yang sejak tadi kelihatan gelisah.


Roger menuruti perintah Bima dan menuju letkol untuk menyerahkan bukti surat-surat kepemilikan mobil Bugatti sambil terus menatap bingung Bima tanpa kentara. Sejujurnya ia takut bakal dipecat Bima setelah ini karena telah berani meminjamkan mobil mewahnya pada si bule gila Roger.


“Apa ini mobil milik tuanmu Roger?” tanya Letkol itu sambil memeriksa keaslian surat-suratnya.


“Bukan pak,” jawab Betran jujur karena terlalu takut pada Bima.


“Lah terus kalau bukan punya Roger, ini mobil punya siapa? Punya kamu?”


“Bukan juga Pak. Mobil ini bukan punya Roger atau punya saya.”


“Kok surat-suratnya ada di kamu? Nama pemilik mobil di surat ini adalah Bimashena Leopard Pyordova. Lah ini bukannya …” polisi itu menatap Bima dan suami Aira langsung mengedipkan satu matanya pada teman dekat kakaknya ini. “Dasar begundal!” gumam letkol itu sambil geleng-geleng kepala setelah paham situasi yang terjadi di sini.


Letnan Kolonel itu mengeluarkan borgolnya dan langsung menangkap Roger. “Anda kami tahan. Silahkan hubungi pengacara anda dan jelaskan semuanya si kantor polisi.” Letkol itu menyeret Roger tapi kekasih Renata berontak tak terima.


“Pak ini salah paham. Semua ini fitnah. Asistenku itu sedang menjebakku,. Mobil itu memang benar milikku. Aku membelinya dari pria yang bernama Leopard itu dengan harga fantastis. Ini fitnah!” teriak Roger dan letkol itu jadi geram juga karena kekasih Renata terus saja berbohong.

__ADS_1


“Sayang … tolong aku, jangan biarkan polisi ini membawaku ke kantor polisi. Aku difitnah Sayang. Percayalah padaku!” bujuk Roger pada kekasihnya dan tentu saja Renata percaya serta ikutan panik juga.


“Pak lepasin pacar saya, Pak!” rengek Renata pada Letkol yang menggelandang Roger secara langsung.


“Mbak, Anda itu cantik loh, tapi kenapa kok begoo? Jelas-jelas pacar Mbak ini penipu ulung? Masih aja kemakan omongannya dia? Saya ini nggak asal tangkap orang Mbak. Tapi saya tahu kalau dia ini sudah banyak bohong,” terang letkol itu saking kesalnya.


“Kok bisa Bapak bicara seperti itu? Memang Bapak punya bukti apa?” tantang Renata masih ngotot kalau pacarnya itu benar.


Letkol itu sudah kehabisan kesabaran. Iapun memanggil Bima ke tempatnya berdiri dan juga memanggil Betran pula. “Mana KTP-mu Bim?” pinta sang Letkol pada adik sahabatnya.


Bima menurut dan mengeluarkan dompetnya lalu memberikan KTP tersebut pada sang Letkol.


“Dan kau Mr. Betran. Telepon pemilik asli mobil itu, jangan lupa, loudspeaker!” perintah Letkol pada anak buah Bima.


“Baik, Pak.” Betran menelepon kembali bosnya dan kali ini bunyi nada dering terdengar keras dari saku celana Bima.


Bimapun mengangkat panggilan telepon yang tak lain dari Betran sendiri sambil berkata, “Sudah kuangkat,” ujar Bima dan suaranya sangat jelas terdengar dari dalam gawai Betran.


Renata dan Roger melongo, tapi mereka masih tetap ngeyel dan menyangkal bahwa pemilik mobil asli itu adalah Bima alias sopir yang menjadi suami Aira.


Pak Polisi juga tak mau kalah. Ia menyodorkan surat-surat kendaraan itu dan mencocokkannya dengan KTP Bima. Kedua data itu sama persis yang menandakan bahwa pemilik asli mobil Bugatti yang di aku-aku milik Roger, ternyata adalah milik Bima. Pria yang mereka anggap hanyalah seorang sopir biasa ternyata the real sultan.


“Ti-tidak mungkin,” ujar Renata langsung pingsan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2