Jodoh Pengganti CEO Galak

Jodoh Pengganti CEO Galak
BAB 46 Bima dan Keluarganya


__ADS_3

Sementara di kamar Bima dam Aira, gadis itu langsung terkejut setelah mendengar suara tembakan di rumah suaminya. Ia sampai kaget dan berjingkat saking kerasnya suara peluru yang keluar dari senjata api yang ternyata itu adalah ulah Leo.


Sedangkan Bima sih tenang-tenang saja, sebab hal seperti ini sudah biasa terjadi sejak Bima berusia anak-anak. Bagi yang belum pernah tinggal di mansionnya Leo, pasti bakal kaget seperti yang dialami istrinya. Karena sudah terbiasa, CEO galak itu malah rebahan di atas kasur sambil menyalakan televisi.


“Kau dengar suara apa tadi? Apa ada masalah?” tanya Aira cemas dan khawatir kalau-kalau ada bahaya diluar sana.


“Itu suara tembakan,” jawab Bima masih santai karena ia sudah tidak kaget lagi.


“Apa?” mata Aira mendelik. “Suara tembakan? Apa yang terjadi, Bima? Kenapa kau tenang-tenang saja begitu? Apa sebaiknya kita keluar?” tanya Aira semakin cemas dan sedikit khawatir juga, ia bahkan berpikir kalau rumah suaminya sedang di serang penjahat dari luar. Padahal bukan.


“Tenanglah Ai, itu suara tembakan ayahku. Dia pasti lagi merusak pintu kamarnya sendiri karena ibu mengunci kamar dari dalam,” terang Bima dan Ai langsung mengerutkan alisnya tanda masih belum paham maksud Bima.


“Hah?” Aira melongo.


Bima bangun dan menarik tangan istrinya sampai terduduk dipangkuannya. Keduanya saling menatap dan Bima membantu istrinya mengatupkan mulut Aira.


“Kau harus terbiasa dengan suara ledakan, tembakan dan suara bising lain dari senjata api berbagai jenis di rumah ini. Sebab, ayahku adalah seorang gangster yang nggak ada akhlak. Ia tidak bicara dengan mulut, tapi dengan senjata. Itulah kenapa aku menentang ayah saat dia memintamu ada di rumah. Aku khawatir jantungmu tidak aman. Ini baru cuma ada ayah, jika paman dan kakekku datang, siapa perang di lapangan terbuka saja kalah. Inilah keluargaku, jadi kau jangan kaget, oke!” Bima tersenyum melihat wajah shock Aira.


Harusnya, tanpa dijelaskanpun mantan sekretarisnya ini juga sudah tahu siapakah keluarganya. Aira langsung menelan salivanya mendengar betapa menakutkannya ayah mertuanya itu. Belum keluarganya yang lain. Membayangkannya saja bulu kuduk istri Bima sudah berdiri.


Wajah Leo alias mertua Aira memang tampan sama seperti Bima, tapi sifatnya benar-benar mengerikan. Pantas saja kalau Leo adalah orang yang paling ditakuti di negara ini, lah ngomongnya saja pakai senjata, bukan pakai mulut. Itu kan ngeri.


Tanpa perlu dikomando, Bima membuka kancing baju Aira. Tentu saja gadis itu kaget dan memelototi suaminya.

__ADS_1


“Apa yang kau lakukan? Bukankah itu tidak sopan?”


“Bagian manakah yang membuatku tidak sopan padamu? Aku suamimu, sah sah saja buatku untuk membuka pakaian istriku. Kaupun juga boleh melakukan hal sama. Jika kau tidak mau? Mungkin aku harus menggunakan cara ayahku” Bima sedikit mengancam dan Aira malah menatapnya dengan tajam.


“Heduh, sekarang aku paham kenapa ayahku suka sekali dengan senjata, dulu aku marah kalau ayah bertingkah seperti itu, tapi sekarang aku mengerti.” Bima bangun berdiri begitupula dengan Aira yang merekatkan tangannya di kerah baju agar tidak dibuka Bima.


Perlahan, CEO kulkas 10 pintu berjalan pelan dan Aira semakin mundur ke belakang. Langkah kaki Bima berhenti di depan laci meja lalu ia menunduk untuk membuka laci tersebut. Ia mengeluarkan pistol gold dan langsung mengarahkannya tepat di kepala istrinya sendiri.


“Bi-bima …” Aira langsung gemetar ketakutan. Siapa yang tidak kaget tiba-tiba ditodong senjata api seperti itu sekalipun yang menodongnya adalah suami sendiri.


“Buka bajumu, atau aku yang buka?” ujar Bima sambil pura-pura menembak kepala Aira dan … “Dor!” teriak Bima sampai Aira berjingkat ketakutan. Tubuhnya sampai gemetar karena teriakan Bima sungguh sangat mengagetkannya.


“Pistol ini tidak ada pelurunya Sayang. Pelurunya ada di sini, hehe.” Bima membuka beberapa butir peluru yang ia genggam di tangan satunya.


Melihat istrinya gemetar, Bima langsung memeluknya. Ia tertawa melihat wajah Aira jadi pucat pasi begitu padahal ia hanya bercanda.


“Aku bekerja denganmu bertahun-tahun dan baru kali ini aku melihatmu menodongkan senjatamu padaku. Bagaimana aku tidak shock? Kupikir kau bakal membunuhku!” cetus Aira. Ia mengusap air matanya yang mau keluar saking shocknya.


“Ai Ai Ai … mana mungkin aku membunuhmu? Aku memang akan membawamu ke surga, tapi bukan surga tempat orang yang tak bernyawa, melainkan surga dunia. Kau ingat perintah Ayah, kan? Ayo buat cucu yang lucu untuknya supaya ia tak terus-terusan pegang senjata.”


“Letakkan dulu senjatamu!” pinta Aira dengan kesal.


“Buka dulu bajumu!” tawar Bima sambil meniup ujung pistolnya. Padahal itu pistol tidak ada pelurunya tapi dia sok menakut-nakuti Aira yang sudah tidak takut lagi.

__ADS_1


Aira tidak punya pilihan, posisinya sama seperti ibu mertuanya yang kini juga sedang berhadapan dengan singa Leopard si gangster nggak ada akhlak. Dua wanita beda usia terpaksa harus melayani suami-suami ganas mereka di kamar yang berbeda.


Kalau Leo dan Shena sih sudah biasa, hampir setiap hari mereka melakukan adegan bulan tertusuk ilalang. Dan itu selalu rutin tidak pernah absen kecuali Shena datang bulan. Berbeda dengan Bima dan Aira yang sedang menyalurkan hasrat cinta mereka setelah lumayan lama terpisah karena kesibukan mereka masing-masing. Bahkan Bima sampai beronde-ronde sehingga keduanya bangun terlambat.


Jam alarm berdering kencang membangunkan Aira dan Bima yang kelelahan akibat bertempur semalaman. Pakaian mereka, selimut dan juga bantal guling berserakan di mana-mana. Yang pertama kali sadar adalah Aira. Ia buru-buru berlari ke kamar mandi dan membersihkan diri lalu mengenakan pakaiannya.


Setelah itu Aira bermaksud membangunkan Bima yang masih pulas tertidur sambil tengkurap. “Bima … bangun! Kita sudah terlambat. Ayah pasti marah pada kita klau kita tidak cepat turu!” seru Aira sambil menggoyang-goyangkan tubuh suaminya.


“Ayah dan ibu pernah muda, mereka tidak akan marah sekalipun hari ini kita tidak keluar kamar,” ujar Bima. Matanya masih terpejam saat bicara.


“Bukankah kau harus ikut ayah hari ini? Jangan sampai ayah kemari dan merusak pintu itu dengan senjata apinya. Kau sendiri yang bilang. Ayolah Bima … bangun!” Aira menari-narik lengan tangan suaminya supaya turun dari tempat tidur, eh nggak tahunya, Bima terjatuh dan menindih tubuh Aira diatasnya.


Pasangan suami istri itu saling bertatapan mesra dan bahkan kedua tangan Bima mengunci tubuh Aira.


“Kenapa kau menatapku seperti itu? Cepat menyingkir dari atas tubuhku, kau berat!” pinta Aira tapi mana mungkin Bima melewatkan kesempatan emas ini.


“Salah sendiri, siapa suruh kau membangunkanku, sekarang bukan Cuma aku yang bangun, tapi adikku juga bangun!” ujar Bima dan Aira langsung bangun.


“Adik? Di mana adikmu? Apa dia ada di sini?” Aira celingukan ke sana ke mari mencari adik Bima. Suaminya ini memang punya adik perempuan yang cantik, tapi jarang ada di rumah karena ia sibuk diluar setelah ia lulus kuliah.


“Bukan Lea Ai, kau ini polos sekali. Adikku yang ini!” Bima menunjukkan pada Aira adik mana yang Bima maksud.


Seketika mata Aira melotot tapi langsung memejamkan matanya, bulan tertusuk ilalang versi Bima dan Airapun terjadi lagi.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2