
Kedatangan keluarga Bima merupakan kejutan besar baginya ditengah hubungan intensnya dengan Aira. Kalau para bengek bin somplak itu sudah berkumpul, sudah bisa dibayangkan apa yang bakal terjadi setelah ini. Seperti halnya Yeon kakaknya, Bima harus lebih cerdas menghadapi keluarga bengeknya agar tak terkelabuhi drama ikan terbang seperti yang pernah terjadi pada Rey di hari pernikahannya dengan Rhea yang harus mengeluarkan air mata darah sebelum akhirnya kehidupan pernikahan kakak sepupunya beserta istrinya menjadi bahagia.
Meski Rey dan Refald bukanlah manusia biasa, Bima tahu kalau mereka berdua tak bisa menentang takdir Tuhan yang sudah digariskan pada setiap orang termasuk takdir kehidupan Bima. Bagaimanapun juga, Bima hanya ingin bersama dengan Aira. Sudah menjadi tradisi keluarga Bima bahwa anggota keluarganya harus bersedia dijodohkan, tapi kali ini berbeda. Bima lebih memilih jodoh penggantinya ketimbang wanita yang dipilihkan keluarga Bima.
Dengan santai, Bima pun memperkenalkan keempat pria tampan yang ada dihadapannya pada Aira. Sekretaris cantik itu baru kali ini bertemu dengan keluarga bos galaknya yang ternyata mereka memang sangat luar biasa bila dilihat dari auranya saja. Itu belum sisi lainnya dan masih belum seberapa. Menjadi anggota keluarga besar Bima harus tahan banting dan kuat mental serta punya jantung kuat bila sewaktu-waktu dibuat jantungan.
“Ai, perkenalkan.” Bima menatap lembut wajah sekretarisnya.
Dihadapan ayah dan yang lainnya, Bima bahkan berani memegang tangan Aira dan membuat wanita cantik itu senyaman mungkin. Sebab Bima bisa merasakan kalau tubuh Aira gemetar saking takutnya berhadapan dengan ayah mertua dan yang lainnya.
“Mereka semua adalah keluargaku. Kau jangan takut meskipun mereka menakutkan. Tapi kau bisa lihat kalau semuanya tampan. Tapi kau tidak boleh terpesona dengan ketampanan mereka karena mereka semua sudah ada yang punya. Kau cuma boleh melihat ketampananku saja, oke.” Bima sedikit bercanda untuk membuat Aira tersenyum.
“Heh, Galaksi Bimasakti! Kau ini mau perkenalan apa mempromosikan diri?” sengal Yeon agak keki juga dengan adiknya.
“Diamlah Kak! Kau tidak lihat wanitaku ketakutan melihatmu!” balas Bima tak mau kalah.
Yeon ingin mengomel tapi dicegah oleh Refald dengan lirikan matanya. Bimapun melanjutkan kata-katanya setelah sempat ada jeda iklan.
“Pria yang ada di depanku ini adalah kakak sepupuku, Reyshinhard Refey Dilagara. Dan yang berdiri memakai seragam kepala desa itu adalah kakakku. Yeon Leon Pyordova. Yang mengangkat senjata api itu adalah Ayahku sekaligus calon ayah mertuamu. Leopard Bay Pyordova. Dan yang berpakaian ala hitam dan berdiri di sebelah ayah adalah pamanku, sekaligus ayah kak Rey. Dia bukan manusia biasa, julukannya adalah Refald ala Edward, Jika kita menikah nanti, akan kujelaskan seperti apa detail dari seorang Paman.” Bima dengan bangga memperkenalkan seluruh anggota keluarganya yang memang sangat luar biasa.
__ADS_1
Aira berdecak kagum dan menundukkan kepala sebagai tanda hormatnya pada pria-pria tampan didepannya. Sebenarnya ia ingin berdiri karena merasa tidak sopan memberi hormat diatas ranjang begini. Hanya saja, ia malu karena ia sadar tak memakai bawahan dan hanya memakai kemeja putih Bima saja.
Rasanya, Aira ingin minta tolong agar ia bisa kembali memakai pakaiannya kembali yang entah diletakkan Bima di mana. Tapi ia tidak tahu harus minta tolong pada siapa. Ia hanya bisa menutupi tubuh bagian bawahnya dengan selimut tebal.
Sungguh gadis itu kok jadi merasa sedang digrebek keluarga Bima karena ketahuan menginap di hotel dengan salah satu pewaris tahta keluarga sultan ini. Gadis itu terus menundukkan wajahnya karena sangat malu semalu-malunya. Bukan seperti ini caranya kalau bertemu dengan calon mertua dan keluarganya. Aira benar-benar tidak punya muka dan mati kutu dihadapan keluarga Bima.
“Siapa yang bilang kalau dia adalah menantuku,” cetus Leo. “Kau sudah mendatangani kesepakatan denganku bahwa kau akan menikahi putri konglomerat Bimo.” Leo sengaja kembali mengingatkan perjanjian yang ia buat dengan Bima sewaktu mereka ada di Amerika.
“Aku sudah membatalkan perjodohan itu, Ayah. Bukankah sudah kuberitahu sebelumnya. Akan kubayar kompensasinya dari setengah perusahaanku,” ujar Bima santai. Ia sama sekali tidak takut meski ayahnya masih menodongkan senjata api padanya.
“Beraninya kau ingkar janji! Apa kau mau mencoreng nama baik keluarga kita, ha? Nikahi putri Bimo secepatnya! Jika tidak, aku akan membunuhmu sekarang juga!” bentak Leo dan siap membidik Bima dengan senapannya. Mata Leo sangat merah menyala tanda ia tak main-main dengan ucapannya.
Inikah seorang gangster? Pantas saja Anita mati-matian menolak menjadi menantu keluarga gangster, caranya serem begini? Batin Aira ketakutan setengah mati meski yang ditodong senjata tampak tenang-tenang saja.
“Paman, jangan!” kali ini Rey yang menghentikan aksi pamannya. Bukannya Refald.
Raja demit itu malah sibuk mencari makanan dan minuman yang bisa dinikmati di hotel VVIP sekelas bintang 5 ini bersama Yeon yang langsung pergi menuju balkon untuk menelepon Yuna, istrinya. Entah apa yang sedang dibicarakan pak kades itu.
“Kau jangan ikut campur urusan keluargamu, Rey.” Leo masih marah dengan keputusan Bima.
__ADS_1
“Maaf Paman, aku bukannya ikut campur. Aku yakin bibi Shena tidak akan setuju bila Paman membuat cucu kedua Paman kehilangan ayahnya dan menjadikan wanita itu janda muda,” terang Rey sembari mengedipkan matanya pada Bima seolah memberitahu sandiwara besar yang harus dimainkan Bima. Bima langsung paham dan mengerti.
Sontak semua mata langsung tertuju pada Bima termasuk Yeon dan Refald. Yeon bahkan sampai menjatuhkan ponselnya dan Refald langsung melirik Rey karena informasi itu sangat tidak benar. Namun Rey sepertinya punya rencana sendiri dengan Refald sehingga membuat raja demit itu diam saja mengikuti alur cerita yang bakal dimainkan putra dan keponakannya.
Sedangkan Leo jangan ditanya, sebagai seorang ayah yang baru diberitahu bahwa putra keduanya menghamili anak orang diluar nikah, pastilah langsung shock berat. Matanya terbelalak antara percaya dan tidak percaya mendengar fakta Bima bisa mencoreng nama baik keluarganya sebagai pria bermoral apalagi jika menyangkut wanita. Namun karena Rey yang mengatakannya, ditambah dengan diamnya Refald, semakin memperkuat dugaan Leo bahwa kabar ini benar adanya.
“Dasar panci karatan! Bekantan, kodok buaya laknut! Bisa-bisanya kau berbuat hal serendah itu pada wanita, ha? Aku tak pernah mengajarkanmu seperti itu! Akan kucincang kau sekarang juga! Dasar bocah tengiik!” teriak Leo langsung naik ke atas kasur Bima dan siap membidik kepala Bima dengan senjatanya.
Yeon bergegas lari dan menenangkan ayahnya yang sedang kalap itu agar tak bertindak gegabah meskipun bila Bima benar-benar ditembakpun, Refald dan Rey bisa menyembuhkan luka Bima kembali. Namun tetap saja Leo tidak boleh melakukannya karena ada Aira di sini.
Itulah mengapa Rey dan Refald tenang-tenang saja melihat Leo kalap. Benar-benar keluarga bengeknya nggak ketulungan. Orang akan berpikir bahwa keluarga besar Bima ini aneh, ajaib dan amat sangat langka.
Sementara Aira, sungguh ia sangat kaget sekaget-kagetnya melihat situasi tegang yang ada dihadapannya. Bahkan kepalanya yang masih terasa pusing membuatnya berkunang-kunang. Didetik-detik terakhir sebelum Aira kehilangan kesadarannya, gadis itu sempat mendengar Bima bicara pada Leo,
“Aku tak bisa menikahi wanita lain selain Aira Ayah, karena dia mengandung anakku. Cucu Ayah juga.”
Itulah kata-kata terakhir yang Aira dengar dari Bima. Gadis itu pingsan dibelakang Bima melihat kegilaan yang sedang dimainkan bosnya dan keluarganya yang tak terduga.
BERSAMBUNG
__ADS_1
****