Jodoh Pengganti CEO Galak

Jodoh Pengganti CEO Galak
BAB 39 Kekuatan Seorang Bima


__ADS_3

Bima tak main-main dan ia memasang wajah serius. Beraninya para kutil onta ini meremehkannya dan merendahkan wanita yang dicintainya. Ucapan Bima bukanlah gertak sambal. Berurusan dengan putra kedua Leopard Bay Pyordova, sama dengan menggali lubang sendiri. Keluarga Pyordova adalah keluarga mafia yang paling ditakuti musuh-musuhnya. Polisi, merupakan sahabat sekaligus musuh jika polisi tersebut adalah polisi yang tidak jujur.


Dengan seluk beluk seperti itu, tentunya Bima kenal banyak polisi yang ada di negara ini dan ia memanggil salah satu dari mereka untuk datang kemari tanpa banyak cincong lagi. Mobil mewahnya telah disalahgunakan, terang saja Bima tak terima dan ia tahu siapakah orang yang meminjamkan mobilnya ini pada si buaya buntung tak tahu diri.


Tak tanggung-tanggung, dalam hitungan menit, yang datang bukan cuma sekedar polisi biasa, tetapi malah polisi berpangkat letnan kolonel kenalan kakaknya Bima si kepala desa, Yeon Leon Pyordova. Letnan tersebut datang menghampiri Bima dan menanyakan apa masalahnya sehingga harus memanggilnya kemari.


“Ada apa Bim? Kakakmu memintaku mengurus masalahmu?” tanya Letnan kolonel itu dengan santai dan Bima menjelaskan apa yang menjadi masalahnya.


“Bukan masalah besar sih, tapi aku sedang malas saja berurusan dengan tikus got seperti mereka. Kakakku memang sangat pengertian sekali. Aku harus memberikan hadiah besar untuknya setelah ini.” Bima menunjuk kekasih Renata dengan dagunya dan seketika letnan itu menatap lurus orang yang dimaksud Bima.


Ciutlah nyali Renata dan kekasihnya setelah seorang Letnan kolonel datang dan mulai menginterogasi Bima terlebih dulu. Ingin rasanya pemuda songong itu melarikan diri tapi posisinya sedang dikelilingi banyak wanita sehingga sulit untuk mencari celah. Belum lagi para polisi bawahan sang letnan sedang berjaga ketat lengkap dengan senapan di tangan mengepung tempat ini.


“Oh, kupikir ada apa? Aku kira ada teroriis atau terjadi pembunuhan maupun kriminalitas lainnya. Ternyata cuma tikus got. Kau ingin aku apakan dia?” tanya Letnan kolonel itu.


Bima tidak langsung menjawab karena ia ingin membuat mangsanya ketakutan. Dengan senyum liciknya, ia membisikkan sesuatu pada Letnan kolonel tersebut. Si Bima ini rupanya bisa manja juga sama kakaknya karena hanya urusan sekecil ini saja harus mendatangkan seorang Letnan Kolonel. Enaknya jadi keluarga mafia seperti Bima ini.


Dalam waktu sekejap, mereka semua menjadi pusat perhatian banyak orang, ditambah lagi kedatangan sang Letnan Kolonel yang begitu langka dan sangat tak terduga. Beritanya pun bahkan langsung viral dijagat maya karena seorang petinggi polisi menyelesaikan permasalahan warga sipil biasa. Berita viral artis top kalah tenar dengan apa yang terjadi di sini gara-gara Bima. Tidak ada ruang sama sekali bagi si kekasih Renata untuk mengelak ataupun menghindar, apalagi sampai melarikan diri.


“Eh Frans, wajar nggak sih? Seorang supir biasa seperti suaminya si Ai bisa mendatangkan polisi berpangkat tinggi begitu? Kok ngeri ya? Dia beneran supir nggak sih?” bisik Belda pada Fransiska. Para polisi itu tampak sangat menakutkan.

__ADS_1


“Ya nggak wajar sih, tapi siapa tahu aja kebetulan itu Letnan sedang ada urusan diluar dan mampir kemari.” Fransiska yang kesal asal ucap saja melihat betapa anehnya para polisi berpangkat tinggi yang dipanggil Bima dengan begitu mudahnya bisa datang ke tempat ini.


Jangankan dipanggil, untuk bertemu dengan para petinggi polisi tidaklah mudah dan harus melewati serangkaian prosedur terlebih dulu khususnya bagi warga sipil seperti Bima. Tetapi sepertinya, peraturan itu tidak berlaku bagi Bima.


“Siapa suami si Ai itu sebenarnya? Kenapa ia diperlakukan istimewa?” gumam Fransiska sambil mengepalkan kedua tangannya.


Gadis jahat itu jadi teringat ayahnya yang dipenjara dan sampai saat ini tidak tahu bagaimana rimbanya. Ia bahkan tidak diperbolehkan berkunjung karena penjagaannya amat sangat ketat sekali. Fransiska sendiri juga mulai mencari siapakah dalang dibalik kehancuran seluruh keluarganya. Perusahaannya sedang kalang kabut dan diambang kehancuran. Ia ingin sekali bertemu dengan ayahnya untuk membahas hal ini tapi sepertinya dipersulit.


Fransiska sungguh tidak tahu bahwa penyebab kekacauan yang terjadi dihidupnya adalah Aira, wanita yang kini berada di dekat Bima dan sedang mengubah penampilannya dari yang cantik nan elegan menjadi kampungan.


Renata menatap lurus letnan kolonel yang mulai berjalan kearahnya dan kekasihnya berdiri. Roger, itulah nama kekasih Renata langsung jadi panas dingin saat sang colonel meminta kartu identitasnya. Kesombongannya langsung luluh lantak seketika.


“Maaf Sir, sepertinya ketinggalan di rumah. Bagaimana kalau aku pergi mengambilnya terlebih dulu.” Roger mulai mencari alasan.


“Ketinggalan, atau tidak punya?” sindir Bima sambil tertawa.


“Diam kau!” bentak Roger tapi lehernya langsung ditekan kuat oleh sang letkol.


“Jaga sikapmu, Nak. Kau tidak tahu sedang berurusan dengan siapa. Masih bernapas hingga sekarang itu adalah keberuntungan bagimu. Siapa yang tahu kalau hari ini adalah hari terakhirmu ada di dunia ini.” Letkol itu benar-benar membuat takut Roger.

__ADS_1


Kekasih Renata itu sempat melirik Bima yang memberikan senyum licik dan sinisnya sehingga membuat Roger semakin benci melihat Bima.


“Berikan surat-surat mobil ini … atau … panggil orang yang meminjamkan mobil ini padamu,” tegas letkol itu.


“Sayang … jadi benar ini bukan mobil kamu? Tapi kau bilang kau baru saja beli!” rengek Renata masih tak terima jika kekasihnya yang ia kira sultan ternyata punya mobil pinjaman. Ia merasa ditipu mentah-mentah.


“Bukan Sayang, ini bukan mobil pinjaman. Ini sungguh mobilku. Sebentar aku panggil asistenku untuk membawakan surat-surat mobil ini kemari,” ujar Roger terbata-bata. Ia tak ingin diputuskan wanita yang susah payah ia dapatkan walau hasil dari menipu.


Dari sini, Renata yang bodoh masih mau percaya saja. apalagi Roger masih berlagak sok kaya dan mulai menelepon orang yang meminjamkannya mobil ini dan pastinya, Bima tahu siapa orang itu.


“Bro … cepet kemari dan bawa surat-surat mobilnya. Cepetan ya!” ujarnya melalui sambungan telepon dan langsung menutupnya cepat-cepat.


Bima tertawa keras sampai memegangi perutnya dan itu membuat heran semua orang termasuk istrinya sendiri. Bukan tanpa alasan kenapa Bima tertawa sampai seperti itu. Ia tahu kalau Roger si penipu mencoba berakting yang pada kenyataannya orang yang ia telepon barusan sedang ngomel-ngomel dan marah-marah. Walau tidak ada yang tahu, Bima bisa menebaknya karena ia tahu betul siapa orang yang ditelepon Roger si penipu.


“Kenapa kau tertawa seperti itu? Memangnya ada yang lucu? Kau bilang itu mobilmu, kok dia punya surat-suratnya juga? Apa surat itu palsu?” tanya Aira. Ia keki juga dengan suaminya ini karena suka sekali bermain teka-teki.


“Sayang, kapan lagi aku bisa menonton buaya got buntung seperti dia yang ingin tampak kaya dengan memanfaatkan segala macam cara untuk menggaet wanita. Kau lihat aktingnya? Bagus loh … kalau ada sutradara lewat pasti dia didapuk jadi artis film, sinetron Azab. Hahahaha …” Bima tertawa lagi dan kali ini jauh lebih keras.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2