
Selagi Anita dan Excel sedang berdebat tentang rencana gila Aira, yang sedang dibicarakan malah sibuk bertelepon ria dengan suaminya. Untuk sementara ini, Bima tidak bisa segera menemui Aira di desa karena Leo, selaku ayah Bima alias ayah mertua Aira, sedang sibuk memberikan hukuman untuk Bima. Hukuman seperti apa yang diberikan Leo, Bima tidak menjelaskan secara rinci pada istrinya.
CEO galak itu hanya mengatakan bahwa ia telat datang selama beberapa hari untuk menjalani hukuman tersebut. Aira sendiri tidak bisa berkata-kata dan hanya memberikan semangat pada suaminya terlepas dari kesalahan yang menghimpit mereka berdua karena menikah dadakan tanpa kehadiran keluarga besar Bima. Bimapun demikian, ia juga mendukung segala hal yang dilakukan Aira dan terus mengingatkan istrinya agar tetap berhati-hati.
“Kalau kau butuh bantuan, hubungi saja ke nomer yang kuberikan. Dia adalah pengacara handal keluargaku. Hukum manapun takkan bisa menyentuhmu. Berhati-hatilah Sayang. Yang kau hadapi bukan orang sembarangan. Dia bisa menyingkirkan siapapun yang dianggapnya sebagai batu sandungannya.” Sekali lagi, Bima memperingatkan istrinya melalui sambungan telepon.
“Aku tahu, beberapa hari lalu saja, orang itu sudah membunuh salah satu karyawan pabrik hanya karena pegawainya bolos tidak masuk kerja, dan malah ketahuan nongkrong di kafe. Pegawai itu pula yang dulu ikut andil dalam kecelakaan ayah dan ibuku. Sepertinya, pimpinan mereka tak mau ada satu kesalahan sedikit saja. Dia akan menyikat langsung orang yang berbuat salah tanpa ampun.”
“Lalu bagaimana denganmu?” tanya Bima. “kau baik-baik saja, aku segera ke sana secepatnya.” Suara Bima terdengar tampak khawatir dari seberang setelah mendengar cerita istrinya.
“Sejauh ini aman. Aku melaksanakan tugasku dengan baik. Tidak ada masalah, dan kini aku sudah mulai bergerak untuk menjebaknya dengan bantuan Anita.” Aira menjelaskan rencananya pada Bima tepat dihadapan Excel dan Anita yang langsung berhenti berdebat.
Sepertinya, pasangan suami istri itu telah mencapai mufakat bersama yang mereka sepakati sendiri. Aira tersenyum senang dengan keputusan keduanya. Sekali dayung 2 sampai 3 pulau terlampaui. Yang dilakukan Aira ini sekaligus ingin membuat sahabatnya merasakan apa yang dulu Aira rasakan saat diminta Anita menyamar sebagai Anita palsu dan terpaksa berkencan dengan Bima. Meski pada akhirnya, mereka berdua menikah juga.
Kali ini Aira ingin sahabatnya melakukan hal sama. Sayangnya, yang Anita hadapi bukanlah manusia, melainkan iblis berkedok pengusaha yang tega membantai siapa saja jika cari gara-gara dengannya. Salah satunya adalah kedua orang tua Aira.
Kecelakaan maut penyebab orangtua istri Bima meninggal, sengaja dimanipulasi oleh pemimpin perusahaan bernama Rocky Baskara. Tujuan orang itu tega menghabisi nyawa mertua Bima adalah untuk menguasai perusahaan yang harusnya diwariskan pada Aira.
__ADS_1
Dan sekarang, giliran Aira yang akan merebut kembali apa yang sudah seharusnya menjadi miliknya. Selain itu, gadis itu ingin agar Rocky, mendapat hukuman setimpal dari apa yang pernah ia perbuat baik terhadap keluarganya atau pada orang lain yang menjadi korban kejahatannya.
“Kau benar-benar menempatkanku dalam bahaya besar, bagaimana aku bisa punya sahabat gila sepertimu?” gumam Anita.
“Kau sama gilanya denganku. Kau menempatkanku ke kandang singa yang siap kapan saja menerkamku saat menyamar menjadi dirimu. Sampai sekarang aku tidak tahu apakah suamiku bisa selamat dari hukuman ayah mertuaku. Kita sama-sama dalam bahaya sekarang. Tapi kau tak perlu khawatir. Sudah saatnya kau tahu siapa Excel sebenarnya. Dia bukan hanya pria yang kau cintai, dialah suami yang akan melindungimu dengan nyawanya. Aku benar kan, Xel.” Aira melirik Excel yang sedari bersikap tenang.
“Benar! Bima sudah membocorkan banyak hal padamu. Tapi ya sudahlah, tidak ada gunanya lagi ditutupi.”
“Apa yang kalian berdua sembunyikan dariku? Kenapa hanya aku yang tidak tahu?” tanya Anita bingung.
“Nanti kau bakal tahu Sayang. Ini seru loh. Aku belajar banyak dari paman Leo. Ayah dari mertua sahabat gilamu itu. Aku sudah ngantuk sekarang, bagaimana kau kita masuk ke kemar dulu dan biarkan Aira sendirian di sini.” Excel mulai pamer kemesraan dengan Anita di depan Aira mentang-mentang Bima tidak ada di sini.
“Dasar sableng! Aku dan Bima saja belum menikmati malam berdua kami di kamar itu,” gumam Aira kesal tapi ia juga tak bisa berbuat apa-apa.
***
Hari H yang ditentukan untuk permulaan awal balas dendam Aira telah di mulai. Pimpinan perusahaan yang ditunggu-tunggu baru saja tiba dari luar kota. Ini pertama kalinya Aira bertemu dengan penghancur kehidupan keluarga Aira secara langsung. Sebisa mungkin, istri Bima yang menyamar menjadi karyawan menata hati dan menguasai emosi jangan sampai meluap keluar sampai semua tujuannya terpenuhi.
__ADS_1
“Ta, kau di mana? Sudah siap?” tanya Aira dari balik airphonennya. Ia sedang berjalan bersama karyawan yang lain di belakang target Aira alias pemimpin asli perusahaan.
“Aku akan datang, tunggu saja,” jawa Anita dari seberang.
Aira tersenyum tipis. Saat ini mereka semua hendak keluar untuk menghadiri rapat saham. Salah satu pengawal membukakan pintu mobil untuk bos mereka dan tiba-tiba terdengar suara tabrakan mobil tepat di depan jalan raya yang menutup akses keluar mobil yang ditumpangi sang petinggi perusahaan.
Tentu saja kemacetan dan kekacauan itu disebabkan oleh suami Anita yang tak lain adalah Excel. Pria sinting itu sengaja menabrak mobil orang lain dan membuat rebut untuk mengalihkan perhatian. Aksi si Excel berhasil, semua pengawal Rocky berlarian untuk meluruskan masalah. Tinggal Aira dan beberapa staf wanita saja yang standby di tempat mereka.
Saat itulah, Anita dengan gaya sok centil serta pakaian seksinya datang mendekati mobil yang terparkir rapi di depan pintu masuk perusahaan. Tanpa malu, gadis itu bercermin di kaca mobil tepat dimana Rocky sedang duduk. Ia pura-pura bersolek dan mengeluarkan lipstiknya. Memonyongkan mulutnya seolah di dalam mobil tersebut tidak ada siapa-siapa.
Sang sopir mobil hendak menghentikan aksi Anita tapi dicegah oleh Rocky yang langsung tertarik melihat betapa seksoynya sahabat Aira ini tanpa ia tahu bahwa itu hanyalah jebakan semata. Rocky terkesima melihat tingkah sok polosnya istri Excel yang sengaja bersikap ganjen walau dalam hati ia jijik sekali dengan tingkahnya ini.
Sialan si Aira, ini sih parah. Lonteh aja kalah ma aksiku ini … hii … gidik Anita dalam hati.
Anita benar-benar merutuk sahabatnya sendiri karena disuruh akting sebagai gadis murahaan. Sementara Aira mencoba mati-matian menahan tawa karena dendamnya pada sahabatnya ini telah terbalaskan.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***