Jodoh Pengganti CEO Galak

Jodoh Pengganti CEO Galak
BAB 41 Permintaan Bima


__ADS_3

Tak ingin berlama-lama, sang Letkol teman dekat Yeon memerintahkan anak buahnya untuk menangkap kekasih Renata dan menggelandangnya ke kantor polisi atas tuduhan penipuan. Awalnya Roger memberontak dan masih belum percaya kalau pemilik asli mobil yang ia pinjam adalah milik dari pria berpenampilan biasa seperti Bima alias suami Aira.


Bukan salah orang lain kalau banyak yang mengira Bima adalah seorang sopir dan bukannya CEO paling tajir melintir di negara ini. Di lihat dari pakaian yang dikenakannya saja orang pasti sudah bisa mengira kalau Bima memang cocok jadi sopir atau OB. Celananya saja compang camping, bagian dengkul dan pahanya sobek-sobek. Ia juga memakai jaket lusuh dan murahan. Tidak bermerek seperti biasanya.


Pokoknya penampilan Bima sangat jauh berbeda, tidak menampakkan kalau dia adalah the real sultan. Penampilannya nggak banget sama sekali. Entah darimana Bima mendapatkan pakaian tidak karuan seperti itu.


Kendati demikian, dimata Aira, suaminya yang dulu pernah ia juluki sebagai kulkas 10 pintu tetap tampan dan memesona. Bahkan ia semakin cinta pada mantan bos galaknya sendiri karena bisa mengimbangi penampilannya sehingga dapat dengan mudah mempermalukan Renata di depan umum seperti yang terjadi saat ini.


Gadis sombong itu pingsan karena pacar bule yang ia bangga-banggakan ternyata kere alias tak punya apa-apa. Mobil aja pinjam dan pemilik aslinya adalah suami si Ai. Siapa yang nggak kaget?


“Pasti ada yang tidak beres dengan suami si Ai itu,” bisik Belda menuai kompor panas pada Fransiska yang hanya diam memerhatikan gerak gerik Bima dan Aira. Keduanya tampak mesra saat Bima memeluk pinggang istrinya.


“Ai itu jelek banget, kok bisa punya suami pemilik mobil mahal? Jangan-jangan pekerjaan suaminya bukan cuma sopir,” lanjut Belda. Ia jadi merasa sangat iri dan dengki pada Ei. Apalah dia yang hanya bisa jadi simpanan om om demi bisa hidup enak dan glamor.


“Aku yakin aku pernah melihat cowok itu di suatu tempat, tapi di mana?” gumam Fransiska seolah pernah melihat Bima tapi sayangnya dia lupa.


Gadis jahat itu curiga jangan-jangan Bima bukan orang biasa dan Aira juga tidak seburuk penampilannya saat ini. Namun, semua ini hanya dugaan dan Fransiska tidak tahu apa tujuan pasangan sejoli itu berpenampilan seperti itu.


“Ayo kita pergi Sayang, aku sudah rindu padamu,” ujar Bima setelah puas melihat si kekasih Renata sudah diamankan di kantor polisi.


“Ayo, sudah cukup pemanasannya hari ini. Besok dilanjut lagi, sepertinya teman-temanku dibelakang sana sedang memerhatikan kita.” Aira memeluk leher suaminya karena ia juga sangat rindu dengan Bima.


“Apa rencanamu selanjutnya?” tanya Bima sok asik dengan Aira yang wajahnya jadi hitam legam kayak panci gosong. Padahal aslinya Aira ini cantik banget.

__ADS_1


“Besok Fransiska akan datang ke perusahaanmu untuk tanda tangan kontrak kerjasama agar masalah finansial mereka kembali membaik setelah kuhancurkan. Dia bergantung pada perusahaanmu. Jika kau setuju, maka perusahaannya akan bangkit kembali, tapi jika kau tidak setuju, maka sudah dipastikan perusahaan itu akan bangkrut. Bagaimana menurutmu?”


Bima tak langsung menjawab pertanyaan istrinya karena semua teman-teman Aira sedang mengawasinya. CEO itu mengambil kunci mobil yang tadi sempat di aku milik kekasih Renata pada salah satu anak buah yang meminjamkan mobilnya, lalu mengajak Aira masuk ke dalam. Bima tampak begitu sopan dan mesra. Ia membukakan pintu mobil untuk Aira dan meletakkan tangannya di atas kepala istrinya agar sang pujaan hati tercinta tidak terbentur atap pintu mobil. Sweet banget kan si Bima? Bikin iri yang melihat.


Tentu saja momen itu membuat panas Fransiska dan semua teman-teman Aira yang semakin iri dan dengki padanya. Mereka semua langsung buang muka saking kesalnya saat Bima melintas dihadapan para gadis-gadis sombong itu sambil tersenyum mengejek.


“Kau belum jawab pertanyaanku Bima,” tanya Aira saat keduanya diperjalanan. Ia mulai menghapus semua make upnya dan kembali berubah ke wajah cantik aslinya.


“Tergantung,” ujar Bima mulai jahil.


“Tergantung apanya?” tanya Aira.


“Imbalan apa yang akan kau berikan padaku kalau aku tidak menandatangani kontrak yang bakal ditujukan musuhmu padaku. Sepertinya dia tidak tahu kalau aku adalah CEO dari perusahaan yang bekerjasama dengannya.”


“Bukannya tidak mau Sayang. Jika aku menolak kontrak itu, bukan hanya perusahaan musuhmu saja yang mengalami kebangkrutan, perusahaanku juga rugi besar. Tapi tidak masalah buatku asal aku dapat imbalan spesial darimu.” Bima menyeringai. Ada hal tersembunyi dibalik ucapannya yang sukses membuat Aira jengkel.


Sebagai mantan sekretaris suaminya, Aira sudah tidak kaget lagi jika Bima memang orang yang tidak mau rugi. Sekalipun sekarang keduanya adalah sepasang suami istri, bisnis tetaplah bisnis. Tidak bisa bercampur aduk dengan urusan perasaan. Itulah Bima.


“Apa yang kau inginkan?” tanya Aira to the poin.


Bima menghentikan laju mobil mewahnya tepat di pinggiran jalan di mana lokasi mereka saat ini dikelilingi tebing tinggi menjulang dan pemandangan indah pantai lepas. Jalanannya lumayan sepi sehingga mereka berdua bisa menikmati indahnya suasana pantai disiang hari.


“10 anak, aku ingin kita punya 10 anak. Kita akan mulai buat sesampainya di rumah sebagai cicilan awal. Yah paling tidak, setahun sekali kau harus melahirkan. Jadi kita bakal terus perang di ranjang sampai 10 tahun ke depan tanpa henti,” jawab Bima sambil tersenyum sok manis.

__ADS_1


“Hah?” wajah Aira terkejut mendengar permintaan suaminya yang konyol itu. “ Kau pikir aku kambing? Yang bisa mbrojol dengan begitu mudahnya? 10 anak artinya sampai tua aku harus melahirkan anak-anakmu? Kau pikir hamil, melahirkan dan membesarkan anak itu mudah? Enak sekali kau bilang minta 10 anak?” pekik Aira langsung kesal.


“Tidak mau ya sudah, aku akan menandatangani kontrak itu.” Bima pura-pura ngambek karena permintaannya ditolak mentah-mentah oleh istrinya.


“Kok gitu?”


“Sayang, aku tuh pengen bikin tim kesebelasan sepakbola dari keluarga kita sendiri. Masih mending aku minta kau melahirkan 10 anak, dari pada 22 anak?”


“Kau pikir aku bebek? Astaga, bagaimana aku bisa jatuh cinta padamu?”


“Sudah jelas, karena aku tampan dan kaya.” Bima mulai menunjukkan sifat narsisnya yang ia warisi dari sang paman.


“Kau gila!” Aira kesal setengah mati dengan permintaan tidak masuk akal suaminya. Iapun memilih keluar dari mobil dan berjalan cepat sendirian di tepian jalan sambil terus memandangi pemandangan lepas pantai di bawah sana. Setidaknya hati Aira sedikit adem setelah dibuat jengkel akut oleh Bima.


“Sayang!” panggil Bima sok mesra. “Masuk yuk?”


“Pergi sana!” bentak Aira.


“Ayolah, kan aku cuma minta 10 anak? Kita tinggal buat saja, gampang kan?”


“Gampang kepalamu peyang? Aku lihat ayah mertua sering kena serangan jantung dadakan gara-gara kau? Padahal beliau cuma punya 3 anak doang. Bayangkan kalau kita punya 10 anak? Apa nggak pecah kepalaku nanti? Lagian aku bukan mesin pembuat anak! Kalau kau mau 10 anak, bikin saja sendiri!” cetus Aira dan semakin berjalan cepat sehingga membuat Bima tertawa di dalam mobil. Ia suka sikap galaknya Aira. Padahal dulu yang galak adalah Bima.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2