Jodoh Pengganti CEO Galak

Jodoh Pengganti CEO Galak
BAB 44 Diambil Alih Bima


__ADS_3

Baru juga datang, Bima sudah membuat kekacauan. Ia memukul pemuda yang mencoba menggoda Aira di sebuah rumah makan. Sang pemuda juga tidak terima tiba-tiba dirinya dipukul tanpa permisi. Pria tersebut bangun berdiri dan hendak menyerang Bima secara brutal tapi beberapa anak buah Bima yang sejak tadi menyamar sebagai pengunjung untuk menjaga Aira bangun berdiri dan melindungi tuannya.


Para anak buah Bima ini bertubuh besar dan kekar, mereka juga punya senjata api yang bila dikeluarkan maka kepala si pria yang hendak mengajak Bima berkelahi bakal melayang. Merasa kalah jumlah dan kekuatan, pria itu akhirnya mengalah walau matanya masih menatap tajam penuh dendam pada Bima. Iapun pergi tanpa suara dan keadaan kembali tenang seperti sedia kala.


Semua orang yang tadinya was was bakal terjadi perang juga bisa bernapas lega karena yang mereka pikirkan salah besar. Karena bosnya sudah datang, maka para pengawal Bima langsung keluar dan tidak ingin mengganggu privasi Bima bila sedang bersama istrinya. Jelas Aira terkejut, karena ia baru tahu bahwa sejak tadi ia diawasi oleh banyak orang suruhan suaminya sendiri.


“Kau yang mengirim mereka untuk memata-mataiku?” tanya Aira pada suaminya mulai interogasi.


“Lebih tepatnya menjagamu selagi aku tidak ada.” Bima membenarkan. Ia duduk di depan istrinya dan menyerahkan bunga lily yang tadi ia bawa.


“Kau tidak perlu melakukan ini, aku sudah terbiasa dengan sikap galakmu. Rasanya sangat aneh kalau kau terlalu sering memberiku bunga.”


“Tapi sepertinya kau yang jadi galak sekarang, kau ngambekan dan juga sensian. Harusnya ini jadi pertemuan berkesan untuk kita berdua setelah sekian lama berpisah.” Bima menatap wajah istrinya yang sepertinya terlihat lelah. “Kita akan malam pertama di dekat sini,” ujarnya tiba-tiba. Sudah begitu, Bima mengatakannya secara blak-blakan dan nggak ada manis-manisnya sama sekali.


Ngasih bunga juga begitu, kayak ngasih barang jualan ke pembeli. Tidak ada kata-kata romantis seperti pasangan muda mudi pada umumnya. Bima terkesan cuek dan sangat jutek.


“Hah!” Aira terkejut. “Kita bisa pulang ke rumahku! Lumayan dekat dari sini. Kenapa harus menginap?”


“Rumahmu tidak aman. Anak buah Rocky mulai mengintaimu. Kau sudah resign dari perusahaannya, kan? Mereka mencurigaimu sekarang. Kalau kau pulang, tamatlah riwayatmu,” terang Bima.


Aira terkejut, bagaimana bisa musuh besarnya tahu kalau dialah penyebab pria jahat itu masuk bui. Sejauh ini rencananya baik-baik saja, bahkan tinggal selangkah lagi, Aira bakal bisa merebut kembali perusahaan ayahnya yang tengah dirampas secara paksa. Namun, sepertinya itu tidak mudah setelah suaminya memberitahu kalau Rocky sudah mencium gelagat Aira untuk menghancurkannya dengan cara sama seperti yang dialami kedua almarhum orangtua Aira.


“Hadiah apa yang akan kau berikan padaku kalau aku bisa membereskan Rocky dan semua antek-anteknya sampai ia membusuk dipenjara.” Dengan wajah sok imut, Bima menopang dagunya di atas meja dengan kedua tangan. CEO galak yang tersemat di Bima kini sirna seketika.

__ADS_1


“Kita buat tim sepakbola. Kau pelatihnya, dan aku wasitnya,” jawab Aira. Akhirnya bersedia menerima permintaan suaminya untuk merencanakan punya banyak anak. Walau Aira tidak setuju sih, tapi mau bagaimana lagi.


“Bagaimana kalau anak perempuan kita tidak suka main sepakbola?” tanya Bima.


“Ehm, begini saja, kita buat sebanyak-banyaknya sampai membentuk tim kesebelasan, sisanya kita buat tim voli atau tim basket!” usul Aira asal saja. yang penting Bima senang.


“Setuju! Tapi kita harus malam pertama dulu!” rengek Bima menggoda Aira yang sejak tadi ingin tertawa tapi ia tahan.


“Kau sudah mengambil semuanya dariku tepat sebelum hari pernikahan kita. Malam pertama kita sudah lewat, yang ada hanya malam-malam biasa saja!” cetus Aira. Saat ini ia tidak bisa konsentrasi dengan suaminya gara-gara masalah Rocky.


“Siapa suruh kau kabur dariku tepat dihari pernikahan kita. Semua orang di perusahaan menganggap kita belum menikah hingga sekarang. Ayah memberiku hukuman berat karena aku menikahimu secara diam-diam. Dan sekarang, tidak ada malam pertama. Ngenes amat hidupku!”


Aira bangun berdiri dari mejanya karena malas mendengar curhatan suaminya. Masalahnya saja masih belum kelar masih harus mengurusi masalah Bima.


Aira balik berlari dan mendekap mulut suaminya karena tidak enak didengar orang banyak di sini. “Kau ini!” semua orang memerhatikan kita, Soang!”


“Biarkan saja, biar dunia tahu …” belum juga Bima selesai bicara mulutnya dibekap lagi sama Aira.


“Dengarkan aku Bima. Akan lebih baik kalau pernikahan kita dirahasiakan dulu. Oke, ayo kita malam pertama, tapi janji jangan bocorkan pada siapapun kalau kita sudah menikah terutama pada teman-teman dan karyawan kantormu!”


“Kenapa?”


“Bos Bimashena galaksi Bima sakti mandraguna, aku belum berhasil merebut perusahaan ayahku. Aku tidak mau dicap sebagai cewek matre yang mengincar harta dan kekayaanmu. Semua kaum hawa dikantormu itu sudah merutukiku habis-habisan dan bahkan ada yang sampai menyantetku segala karena aku menikah denganmu. Santet itu mereka batalkan karena aku tidak jadi menikahimu. Aku tidak mau mati dulu sebelum dendamku terbalas. Paham!”

__ADS_1


Bima masih belum paham, ia tidak percaya pada apa yang dikatakan mantan sekretarisnya ini. Masa iya ada yang sebegitunya sampai harus menggunakan hal mistis pada Aira hanya karena patah hati.


“Aku tidak percaya dengan hal semacam itu, ayolah Ai … ini abad 21, aku memang tampan dan rupawan, banyak wanita yang menyukaiku, tapi nggak gitu juga kali. Kau jangan mengada-ngada.”


“Nggak percaya ya sudah. Pokonya aku mau konsentrasi dulu pada dendamku. Setidaknya jika pernikahan kita ini dipublis, aku sudah sepadan denganmu, bukan lagi mantan bawahanmu yang akan jadi bahan gosip kalau aku menikahimu karena uang.”


“Kenapa kau peduli pada omongan orang, yang penting kau dan aku bahagia, beres kan? Atau .., kau takut para fans mu pergi meninggalkanmu? Jika mereka tahu kau sudah menikah denganku?” tuduh Bima mulai curiga.


“Aku tidak punya fans!”


“Huh! Para CEO selalu meneleponku untuk minta dipertemukan denganmu. Mereka kagum padamu saat kau main selancar. Yah aku juga sih. Tapi tetap saja kau itu punya banyak fans!”


Aira merasa obrolan mereka sekarang sudah melenceng kemana-mana. Entah ada apa dengan Bima.


“Kenapa kita jadi berdebat soal hal yang nggak penting sih? Aku tidak peduli dengan fansmu atau fansku. Aku hanya ingin fokus pada dendamku. Aku ingin yang terbaik untuk kita berdua terlepas dari perbedaaan dunia kita. Aku tidak mau dianggap Cinderella yang hanya mengandalkan pangeran berkuda putihku. Aku harus sepadan denganmu supaya aku pantas menjadi pendamping hidupmu. Aku ingin bahagia bersamamu, itu saja. Kenapa begitu sulit?” Akhirnya Aira mencurahkan seluruh isi hatinya dan tanpa ia sadari semua orang mendengar percakapan mereka berdua meski hanya diam membisu.


Aira juga menangis dan buru-buru mengusapnya. Tidak seharusnya ia jadi mellow begini, tidak seharusnya ia menangis di depan Bima, tapi entah kenapa ia merasa lelah. Ingin berhenti dari hiruk pikuk kehidupan manusia, namun ia tak bisa melakukannya. Bima jadi merasa bersalah karena telah membuat Aira menangis. Seketika ia memeluk Aira agar istrinya itu tenang.


“Maaf, bukan itu maksudku, aku … agak sedikit egois tadi. Jangan menangis, Ai. Kau jelek kalau lagi nangis. Selalu ada jalan disetiap masalah. Kau tidak boleh mengatasi masalahmu sendiri mulai dari sekarang. Nyawamu dalam bahaya kalau kau jauh dariku. Serahkan semuanya padaku. Oke!” Bima membantu mengusap air mata istrinya lalu menciumnya mesra tepat dihadapan banyak orang dan mereka berdua malah mendapat tepuk tangan meriah karena sukses bikin baper yang melihat pertengkaran manis antara pasangan suami istri ini.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


NB: Akhirnya bisa up Bima. Mohon bersabar untuk novel ini ya ... dan jangan lupa baca novel baruku yang berjudul 'PENGANTIN PANGERAN VAMPIR' hanya di noveltoon.


__ADS_2