Jodoh Pengganti CEO Galak

Jodoh Pengganti CEO Galak
BAB 32 Rencana Pertama


__ADS_3

Melihat apa yang diinginkan Aira telah tercapai, Excelpun segera menyingkirkan mobilnya setelah dengan seenak jidatnya membuat keributan di depan pintu masuk keluar perusahaan. Tanpa merasa berdosa sedikitpun, Excel mengemudikan mobil pajeronya meninggalkan kerusuhan dan bersembunyi di belakang gedung.


Di belakang gedung tersebut sudah ada orang-orang kepercayaan Excel dan juga Bima yang sudah menunggu suami Anita ini sejak lama. Selanjutnya, mereka tinggal melaksanakan rencana kedua untuk menjebak mangsa mereka masuk ke dalam kandang macan.


Untuk menyelamatkan sahabatnya agar tidak kena usir para bodyguard Rocky selaku pemilik perusahaan terbesar di wilayah ini. Buru-buru Aira membawa Anita menyingkir dari mobil atasannya sesegera mungkin karena Excel sudah pergi. Keduanya berlagak tidak saling kenal padahal dalam hati masing-masing bersorak senang karena rencana awal mereka sukses tanpa menimbulkan kecurigaan.


Tanpa di duga, Rocky membuka pintu mobilnya dan keluar memanggil dua wanita yang pergi menjauh darinya. “Tunggu!” serunya sehingga membuat Anita dan Aira berhenti berjalan.


“Dia memanggil kita?” bisik Anita pelan pada Aira.


“Kau diam saja, biar aku yang hadapi tua ****** itu!” ujar Aira dan iapun balik badan sambil memasang senyum. “Iya Sir!” ujar Aira menatap atasannya.


“Bawa gadis itu kemari!” pinta Rocky.


Kedua sahabat itu saling pandang tanpa kentara. Hati Anita sudah ketar-ketir tapi Aira meyakinkan bahwa ia akan baik-baik saja. Sebab, dirinya dan Excel sudah melaksanakan rencana selanjutnya. Anita memahami kode yang diberikan Aira. Ia pun terpaksa kembali berakting menjadi wanita penggoda yang bahkan jauh lebih parah dari apa yang dulu pernah dilakukan Aira saat menggoda Bima.


Tanpa perlu dikomando Aira, istri Excel itu berjalan melenggak lenggokkan pinggul seksoynya bak model ternama yang sedang berjalan di acara fashion week paling bergengsi di dunia. Usaha Anitapun berbuah manis. Mata Rocky benar-benar tak bisa berkedip menatap betapa menggodanya wanita muda yang berjalan bak artis papan atas menuju ke arahnya. Gejolak jiwanya seketika tak tertahankan bahkan air liur sampai menetes melihat Anita yang begitu memesona apalagi pakaiannya sangat-sangat kurang kain.


“Anda memanggil saya, Sir?” tanya Anita dengan suara serak serak basah yang dibuat-buta. Tak lupa ia juga mengedipkan salah satu matanya sebagai jurus pamungkas pemikat pria.


“Siapa kau?” tanya Rocky semakin tergoda dan jadi penasaran. “Kenapa kau bisa ada dikantorku? Ada perlu apa? Siapa yang kau temui di sini?”


Ini pertanyaan yang tak terduga, tak ada waktu baginya untuk meminta bantuan jawaban dari Aira yang berdiri dibelakangnya dengan harap-harap cemas pula. Terpaksa ia harus putar otak agar aktingnya ini tak terbongkar.

__ADS_1


“Aku sedang mencari paman dan bibinya temanku Sir, aku dengar mereka bekerja di sini sebagai OB. Tapi aku tak bisa menemukannya, makanya aku pergi.” Jawaban yang lumayan masuk akal.


“Kenapa bukan temanmu saja yang mencari kedua orangtuanya, kenapa malah kau?” tanya Rocky masih belum puas dengan jawaban Anita.


Sahabat Aira ini memang sudah memprediksikan pertanyaan selanjutnya. Iapun memasang wajah sesedih mungkin bahkan berakting hendak menangis untuk menarik simpati mangsanya.


“Temanku takkan pernah bisa datang kemari untuk selamanya, Sir … sebab … dia sudah ada di surga. Aku datang untuk memberitahukan kabar ini pada kedua paman dan bibinya. Tapi … aku ragu, bagaimana perasaan paman dan bibi temanku setelah tahu bahwa keponakannya telah tiada.” Anita pura-pura menyeka air mata palsunya. Hebat juga dia bisa berakting sedih layaknya artis yang sudah professional dibidangnya.


Wuah, akting Anita bagus juga, batin Aira sambil menahan tawa tapi ia langsung sadar agar tidak menimbulkan kecurigaan.


Tak heran bila Aira salut akan sandiwara yang dilakukan sahabatnya. Anita benar-benar berhasil membuat beberapa orang disekitarnya jadi merasa terharu tak terkecuali Rocky. Entah pria itu sadar atau tidak, Rocky langsung memeluk tubuh Anita sekaligus mencari kesempitan dalam kesempatan.


Sontak Anita terkejut begitupula dengan Aira. Istri Bima itu hendak mencegah aksi tak senonoh itu tapi Anita menghalaunya sambil memberi kode bahwa ia tidak apa-apa. Memang ini yang ia rencanakan supaya jauh lebih cepat menunaikan tugasnya sebagai wanita penggoda.


Meski sedikit marah, Aira menuruti kemauan sahabatnya walau sebenarnya hal ini terjadi diluar rencana. Untung saja Excel tidak ada di sini. Jika sampai suami Anita tahu apa yang diperbuat tua bangka itu, entah apa yang bakal terjadi.


“Tenanglah,” ujar Rocky sok menenangkan padahal tangannya sudah bergerayangan kemana-mana. Aira jadi ikut geram juga begitupula dengan rekan kerjanya yang lain.


Namun, sepertinya semua orang sengaja menutup mata dan hati mereka melihat perangai buruk bos mereka. Bahkan semuanya pura-pura tidak melihat pelecehaan yang sedang terjadi di depan mata kepala mereka sendiri dan ini pasti bukanlah yang pertama kali. Aira sendiri merutuki pria bejaat yang ada didepannya meskipun ia sendiri juga belum bisa melakukan apa-apa untuk sekarang.


Sialan si tua ****** ini! Benar-benar menjijikkann! Rutuk Aira dalam hati. Ingin rasanya ia menghajar pria tua yang sudah berani kurang ajar pada sahabatnya.


“Tidak apa-apa Sir. Maaf sudah mengganggu waktu Anda,” isak Anita pura-pura walau ia sangat kesal juga dengan keganjenan pria bau tanah ini.

__ADS_1


“Siapakah nama paman dan bibi temanmu itu? Biar kubantu menemukan mereka. Tapi … jangan di sini. Terlalu banyak orang. Bagaimana kalau kita ke tempat lain saja.”


Rocky benar-benar bajiingan kelas kakap. Belum apa-apa ia sudah punya niat buruk pada istri Excel ini. Sebenarnya, kalau niat bantu, ia bisa saja meminta stafnya menemukan paman dan bibi fiktif yang dimaksud Anita, tapi ia enggan melakukannya dan malah mengajak Anita pergi ke suatu tempat.


“Bagaimana kalau kita ke ruangan Mister saja?” tawar Anita.


“Tidak, diruanganku banyak orang. Kita ke tempat lain saja. Tidak jauh dari sini. Kau belum makan, kan? Kita bicara sambil makan,” ajak Rocky dan mempersilakan Anita masuk ke dalam mobilnya.


Tindakan pria tua itu benar-benar gila, baru bertemu saja sudah sok akrab dan sok mesra. Namun, hal ini sudah diketahui Aira bahwa pemimpin perusahaan ini adalah pria hidung belang yang suka jajan sana sini. Sebab itulah ia meminta bantuan sahabatnya untuk melakukan pekerjaan ini.


Sebagai salah satu orang kepercayaan, Aira ikut masuk dan duduk di bangku depan tepat di samping sopir Rocky. Sejauh ini, istri Bima itu menahan segala rasa dan emosinya dan bersikap biasa saja sama seperti yang lainnya. Berkali-kali Aira mengepalkan kedua tangannya saat Rocky mencoba bersikap tak senonoh pada Anita. Namun, ia tak bisa melakukan apapun. Untung saja dewi fortuna masih memihaknya


“Sir! Ada panggilan dari sekretaris Anda!” ujar Aira mencoba menggagalkan aksi gila atasannya yang ingin terus mendekati Anita.


“Berengseek! Kenapa wanita gila itu terus saja menggangguku!” cetusnya dengan kesal.


“Mungkin ada sesuatu hal yang sangat penting.” Aira mendesak atasannya untuk menerima panggilan teleponnya. Dengan begitu, Anita terselamatkan dari aksi bejaat pria tua Bangka yang ada disampingnya.


Habislah riwayatmu setelah ini! Batin Aira.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2