Jodoh Pengganti CEO Galak

Jodoh Pengganti CEO Galak
BAB 23 Pernikahan Dadakan


__ADS_3

Anita dan Excel sama-sama bingung kemana perginya sang mempelai pengantin wanita. Kebetulan saat itu Bima masuk ke dalam ruangan. Excel langsung melaporkan apa yang terjadi. Awalnya Bima terkejut karena Aira benar-benar kabur darinya tempat di hari pernikahan mereka. Mau marah, Bima tak tahu harus marah pada siapa.


Dengan kesal CEO itu meninju cermin kaca hingga hancur berkeping-keping. Bahkan tangannya bercucuran darah. Buru-buru Anita mencoba membalut luka Bima tapi ditepis kasar olehnya. Excel memberi kode untu tak mendekati Bima sementara. Tanpa sengaja, Bima mendapati secarik kertas yang terselip diantara kotak-kotak tempat make up. Pria tampan itu mengambil secarik kertas tersebut dan membacanya.


Maafkan aku Bima … aku harus pergi, itu yang terbaik bagi keluargamu dan keluarga sahabatku. Aku tak ingin ada perang diantara 2 keluarga besar hanya karena kehadiranku di tengah-tengah kalian. Semoga kalian semua bahagia.


Begitulah isi surat dari Aira. Bima mengamati kertas itu dengan seksama. Terdapat bekas tetesan air mata yang mengering diatas tulisan tangan Aira. Artinya, ada yang memberitahu calon istrinya soal permasalahannya dan Bima langsung tahu siapa orang itu.


Karena penasaran, Anita dan Excel juga ikut membaca pesan yang ditinggalkan Aira pada Bima. Seketika, kekasih Excel itupun langsung menangis.


“Bagaimana bisa si cunguk ini tahu. Apa kau yang memberitahunya?” tuduh Anita pada Excel yang berdiri didekatnya. Tentu saja yang dituduh tidak terima.


“Jangan main tuduh dong Sayang. Buat apa aku ngasih tahu Aira soal dampak dari batalnya perjodohanmu dengan Bima. Sama aja aku bunuh diri dong. Lagian aku kan selalu ada sama kamu, gimana caranya aku ngasih tahu. Kalau kau masih belum percaya, periksa saja ponselnya. Ada nggak pesan atau panggilan dariku.” Excel membela diri karena dia jadi yang tertuduh.


Anita langsung memeriksa ponsel sahabatnya dan yang dikatakan Excel memang benar. Tidak ada jejak digital apapun yang menunjukkan tentang siapakah orang yang memberitahu Aira soal perjanjian keluarga Bima dan keluarga Anita.


“Jika bukan kau yang memberitahu … lalu siapa?” tanya Anita masih terisak. Ia takut kalau terjadi apa-apa pada Aira.

__ADS_1


“Tidak penting siapa yang memberitahu Aira,” ujar Bima lebih tenang dari sebelumnya. “Kalian berdua harus bantu aku sekarang. Akan kubawa Aira kembali kemari dalam keadaan hidup. Masalahnya akan semakin runyam bila keluargaku tahu Aira kabur. Untuk itu … kalian harus melakukan sesuatu untukku.” Bima memegang kedua bahu Excel dan Anita lalu mulai memberitahu apa rencananya.


***


Acara pernikahanpun di gelar. Seluruh keluarga besar Leo sudah berkumpul dan saling berbincang-bincang. Mereka semua adalah orang-orang besar yang sangat berpengaruh di seluruh penjuru belahan dunia. Sudah lama mereka tidak berkumpul seperti ini. Dan semuanya memang baru bisa berkumpul kalau salah satu anggota keluarga Leo atau Refald menikah dan mengadakan acara penting lainnya yang wajib dihadiri oleh seluruh keluarga.


Momen ini menjadi ajang reuni bagi keluarga besar Leo. Kapan lagi mereka bisa lepas kangen dan membahas banyak sekali hal-hal selama mereka semua tak bertemu satu sama lain dalam kurun waktu lama.


Berkumpulnya keluarga para sultan memang beda dengan keluarga kaum sudra. Di pesta ini yang mereka nantikan bukan hanya apa yang disuguhkan di dalam pesta atau seperti apa mempelai pengantinnya, melainkan drama ikan terbang apa yang akan disajikan keluarga Leo dan Refald seperti sebelum-sebelumnya.


Namun, baik Refald ataupun Rey, tampak tenang-tenang saja. Lah gimana nggak tenang? mereka berdua yang diberkahi kekuatan supranatural sudah tahu apa yang terjadi pada Aira dan Bima saat ini. Tapi mereka berdua sengaja mendiamkannya dan menganggap ini sebagai hiburan yang berbeda dari biasanya.


“Tidak ada,” jawab Refald santai sambil meneguk anggur merah khusus buatan keluarga Leo di Jerman. Ia sengaja membawanya kemari sambil sesekali curi pandang ke arah istrinya yang sedang berbincang ria dengan istri Leo serta menantu-menantu mereka. Semuanya memang tampak sangat bahagia meski acara pernikahan ini seperti acara sulap saja. Terjadi dalam tempo sesingkat-singkatnya.


“Tidak mungkin kalau tidak ada, kau pasti sedang merencanakan sesuatu.” Leo melirik keponakannya, si Rey. “Bagaimana denganmu, Rey? Apa yang ayahmu sembunyikan dari kami?” ganti Leo menginterogasi putra sulung Refald.


“Tidak ada Paman.” Rey berkata jujur sejujur-jujurnya, “ayah tidak melakukan apa-apa begitupula aku. Kami sangat menikmati pesta ini. Kapan lagi kita bisa menyaksikan keluarga besar kita berkumpul? Lihatlah, mereka semua tampak sangat bahagia.” Rey terkekeh dan semakin kekilah Leo di depan ayah dan anak dari dunia lain ini.

__ADS_1


“Mereka bahagia karena menantikan drama ikan terbang kalian.” Pikiran Leo tak tenang, ia juga menatap Shena yang sedang menatapnya. Dua pasangan nggak ada akhlak yang awet muda ini selalu saja tebar pesona disetiap keberadaan mereka. Dasar tak sadar usia.


“Bersiaplah kalau begitu, acara pernikahannya akan di mulai. Kau tak boleh bergerak dari sini atau mencegah pernikahan mereka, jika sampai kau melakukan itu. Mak kau harus berurusan denganku,” ujar Refald penuh teka teki dan sedikit mengandung ancaman. Kata-kata itu juga berlaku untuk seluruh anggota keluarganya yang lain.


Iringan music mulai dilantunkan dan pasangan pengantin diminta datang ke tempat untuk melangsungkan pernikahan dengan adat dan budaya yang sudah disepakati keluarga Leo sebelumnya.


Betapa terkejutnya Leo dan yang lainnya, minus Refald dan Rey setelah tahu siapakah pasangan pengantin yang akan menikah hari ini. Namun, seperti yang dikatakan Refald sebelumnya, baik Leo ataupun seluruh orang yang hadir di sini diminta tetap berada diposisinya dan dilarang mencegah pernikahan pasangan pengantin yang akan segera dilangsungkan.


Bagaimana Leo dan yang lainnya tidak kaget bukan kepalang dengan apa yang terjadi di depan mata mereka. Penyebabnya adalah pasangan pengantin yang berjalan menuju tempat sumpah pernikahan bukanlah Bima dan Aira. Melainkan Excel dan Anita. Sekali lagi, pasangan pengantin yang sedang melangsungkan pernikahan dadakan ini … adalah Anita dan Excel. Mereka berdua sengaja diminta Bima menggantikan dirinya dan Aira.


Bima sendiri sedang sibuk mengejar Aira yang ternyata memutuskan pulang kampung ke desa. Bukan hanya karena kabur di hari pernikahannya dengan Bima, Aira pergi karena desa kelahirannya sedang dilanda masalah di mana tanah termasuk rumah almarhum orang tua Aira direbut paksa oleh oknum tertentu yang tidak bertanggungjawab. Itulah yang membuat gadis itu nekat meninggalkan Bima dan yang lainnya tanpa peduli bagaimana perasaan Bima sekarang.


Tak ada yang bisa mencegah pernikahan Anita dan Excel saat ini dan ini sungguh diluar dugaan keluarga Leo dan yang lainnya. Ini kejutan yang sangat mengejutkan dan akan menjadi sejarah kelam keluarga Leo gara-gara ulah bengeknya Bima. Begitu Anita dan Excel dinyatakan sah sebagai suami istri, Leo langsung bangun berdiri dari kursinya.


“BIMAAAAAA!!!” teriak Leo sekencang mungkin hingga semua orang yang hadir di sini spontan menutup telinga mereka. Sementara Refald dan Rey tersenyum tipis tanpa kentara.


“Dasar Bima! Mirip dengan ayahnya!” gumam Rey dan Refald hampir bersamaan.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2