JODOH Pilihan KAKEK

JODOH Pilihan KAKEK
Sebuah Kesepakatan


__ADS_3

Kia menggosok gosok matanya melirik kesamping kasur yang kosong, Ia melirik jam menunjukkan pukul sepeuluh lewat lima belas menit. Kia tersadar jika sang suami belum makan malam ia buru buru mencari keberadaan sang suami untuk mengajaknya makan malam.


Kia melihat lampu ruang kerja masih terang yang menandakan si pemilik masih berada di dalam ruangan tersebut.


Toktoktok


"masuk.... " ucap Ken sembari membereskan berkas berkasnya.


"Ki kenapa bangun...? " tanya Ken penasaran apa yang membuat sang istri terbangun.


"ahh tidak... hanya terbangun saja kak... apa kakak sudah makan malam?" tanya Kia yang masih diambang pintu.


"belum... tak ada yang menemaniku jadi aku malas makan..."


"Maaf ya kak gara gara Kia tidur kakak jadi belum makan... kalau begitu ayo kita makan kak... nanti Kia masakin buat kakak... " ucap Kia sembari menarik lengan Ken namun justru dihentikan oleh Ken.


Kia menatap Ken dengan penuh tanda tanya dan rasa heran karena melepas lengannya begitu saja dari tangan Kia.


"kenapa ? " batin Kia namun ia memilih diam dan menunggu Ken berbicara.


Sementara Ken yang sudah tak bisa menahan gejolak dihatinya segera menarik lengan Kia sehingga sang empunya terhuyung ke dalam pelukannya.


"Ki... maafin aku" bisik Ken sembari memeluk mesra tubuh Kia.


"Ka.... kakak kenapa? kenapa minta maaf?" tanya Kia heran.


"Aku minta maaf untuk semua kesalahanku... "


"kesalahan? " tanya Kia yang masih belum mengerti arah pembicaraan sang suami.

__ADS_1


"Ya... kesalahan besarku.... maaf jika aku belum bisa mencintaimu... maaf jika aku selama ini melukai hatimu... percayalah aku tak kan pergi darimu..." ucap Ken tulus yang membuat Kia tercengang mendengarnya.


Masih berada diposisi yang sama Ken masih memeluk erat Kia sembari mengusap usap lembut punggung Kia, sementara Kia hanya terdiam mencerna setiap perkataan dari Ken yang masih belum ia ketahui kemana arahnya. Beberapa detik kemudian Kia mengendurkan pelukannya kemudian menatap dalam sang suami memeriksa dahinya yang tidak panas lalu terkekeh.


"Kakak sakit... ah tidak demam.. kakak kenapa?" ucap Kia sembari terkekeh.


"Kau pikir aku sedang bercanda...? aku serius Ki... " ucap Ken kembali mendekap tubuh sang istri.


"tapi mengapa kakak tiba tiba seperti ini? "


"Ckkk Kau ini.... Kau lupa atau gimana...? bukankah kau yang membersihkan dan menata ulang ruangan ini?" tanya Ken yang dibalas anggukan oleh Kia.


"lalu?"


"dan kau.... hemmm melihat foto foto yang ku simpan dilaci... tidak kah itu melukai hatimu sebagai istriku... jadi kenapa kau masih bertanya dan tidak mengerti... " ucap Ken sedikit jengkel.


"Oh itu... ya kakak benar awalnya aku memang sedih... tapi aku sadar diri kak dengan posisiku saat ini dan aku cukup mengerti posisi kakak... jadi untuk apa aku berlarut larut memikirkan hal tersebut... Dan jika aku boleh percaya diri Aku tak perlu marah atau sedih lagi bagaimana pun kakak mencintai dan menginginkannya aku lah pemenangnya saat ini... ah sudah lah tak usah dibahas lagi kak... ayo kita makan malam" ucap Kia sembari terkekeh.


"Aku salut sama kamu Ki... kamu begitu dewasa menanggapi semua masalah yang kamu hadapi dan rasakan... " gumam Ken lirih.


Kia menyodorkan sepiring nasi goreng untuk Ken dan Ken dengan antusias memakannya. Kia menatap suaminya sembari tersenyum geli bagaimana tidak Ken begitu semangat menyendokkan nasi goreng dan memasukkan kedalam mulutnya persis seperti orang yang tak pernah makan seminggu saja.


"Nasi gorengnya enak banget Ki... " ucap Ken sembari menegak segelas air putih di sampingnya.


"Benarkah... kalau begitu aku akan membuatnya lagi nanti kak"


"hemm..."


Kia dan Ken sudah terbaring dikamarnya sekarang mengobrol kecil tentang kesaharian mereka sembari menunggu kantuknya tiba.

__ADS_1


"Ki... bagaimana jika kita membuat kesepakatan?" tanya Ken yang membuat Kia memiringkan tubuhnya menghadap sang suami.


"Kesepakatan...? tentang apa?" tanya Kia menaikkan sebelah alisnya.


"Ya... kesepakatan tentang kita berdua... "


"apa itu kak...? "


"Bagaimana jika kita sama sama berusaha untuk belajar saling mencintai satu sama lain"


Deg ucapan Ken barusan sukses membuat Kia tercengang. Ribuan kupu kupu kini sedang menari dihatinya membuat hatinya terasa mengembang.


"Kak Ken serius? Jangan memaksakan jika kakak belum bisa" ucap Kia sembari menatap Ken.


"Aku tak kan berkata begini jika aku belum bisa melupakannya... "


"jadi?"


"ya... aku sudah bisa melupakannya.... bagaimana bisa aku mengingatnya jika istriku selalu membuatku mempunyai alasan untuk merindukannya" ucap Ken sembari menarik Kia kedalam dekapannya.


"Jadi bolehkah aku belajar mencintaimu Ki?" bisik Ken yang dibalas anggukan kecil oleh Kia.


"ya... mari kita sama sama berjuang kak... "


"Tidurlah Ki... kakak tau kamu lelah"


"heemm"


Sesaat kemudian sebuah dengkuran halus terdengar ditelinga Ken yang membuatnya tersenyum ketika melihat sang istri telah terlelap dipelukannya. Ini adalah kali pertamanya Kia dan Ken tidur dalam posisi berpelukan.

__ADS_1


"Kau cantik sekali Ki meski kau sedang tertidur... "


Ken memejamkan matanya menyusul sang istri ke alam mimpi dengan lengan yang setia mendekap tubuh mungil sang istri.


__ADS_2