JODOH Pilihan KAKEK

JODOH Pilihan KAKEK
Ditinggal untuk kedua kali ....


__ADS_3

Hembusan angin malam hari ini terasa sampai ke tulang . Guntur menggelegar seperti menandakan jika hujan akan turun . Tapi gelapnya malam seakan tak membuat seorang wanita yang tengah meringkuk di atas ranjang empuknya merasa kan kantuk .


Menunggu suami pulang ?


Tidak bisa tidur karena suami belum pulang ?


Mengkhawatirkan suami yang belum pulang ?


Entah pertanyaan mana yang tepat untuk seorang istri yang tidak bisa tidur itu .


Apakah cinta itu sudah mulai hadir tanpa keduanya sadari ?


Cinta itu harus di ungkapakan atau hanya ya sekedar tindakan dan tidak perlu di ungkapkan .


" Kenapa aku tidak bisa tidur ?" tanya Nada kepada dirinya sendiri .


" Padahal sudah hampir tengah malam " gumam Nada lagi .


jeduarr


Suara guntur terdengar lebih nyaring dari sebelumnya .


" Aaaa " teriak Bella terkejut karena lampu apartemen jadi mati .


Seluruh ruangan menjadi gelap karena di luar pun sama gelapnya . Nada tidak berani untuk keluar , dia memilih untuk berdiam diri dengan ponsel yang di genggamnya dan menghidupkan senternya .


Nada mendengar suara pintu terbuka . Nada bersiap berjaga-jaga . Hingga tak berselang sorot lampu mendekat ke arah kamarnya . Dan sebuah bayangan ikut mendekat bersama lampu yang berjalan itu .


" Siapa itu ?" tanya Nada sedikit keras .


" Apa yang harus aku lakukan . Apartemen mewah tapi mati lampu . Apa-apaan ini " gerutu Nada .


Derap kaki terdengar semakin dekat . Nada menarik selimutnya hingga menutup seluruh tubuhnya .


" Ini benar-benar seperti uji nyali " ucap Nada dengan tangan bergetar , tapi masih menekan tombol-tombol angka di ponselnya untuk menghubungi Meta


" Kenapa belum tidur " suara berat mengejutkan Nada .


Nada segera membuka selimutnya dengan perlahan . Dapat terlihat wajah lelah suaminya . Ada rasa lega seketika melihat suaminya berada di hadapannya .


" Kenapa belum tidur ?" tanya Marvin lagi .


" Aku takut " ucap Nada lirih .


" Aku membersihkan tubuh ku dulu . Setelah itu aku temani tidur " ucap Marvin melepas jas yang melekat di tubuhnya .


Nada tidak menjawab . Tapi merasa ada getaran aneh yang dia rasakan ketika suaminya berkata seperti tadi .


" Ada apa dengan ku ? Kenapa jantung ku berdegup sedikit cepat ? Apa aku ... Aihh membayangkan saja sudah membuat ku takut .. Besok aku harus memeriksakan kesehatan jantung ku " gumam Nada .


Ceklek


" Kenapa masih belum tidur ? Menunggu suami mu pulang ? " tanya Marvin dengan nada menggoda .


" Tidak . Aku hanya tidak bisa tidur saja . Dari tadi guntur terus menggelegar . Membuat ku takut " ucap Nada

__ADS_1


" Oke baiklah . Mau tidur atau .. " Marvin menaik turun kan alisnya .


" Apa ? " pertanyaan bodoh lolos begitu saja di bibir Nada .


Pertanyaan macam apa itu . kesal Nada merutuki kesalahan dirinya sendiri . Tapi sudah terlanjur ya bagaimana lagi .


" Hubungan suami istri pada umumnya " ucap Marvin lalu merangkak naik ke atas tubuh Nada .


Nada masih sama dengan posisi hanya sebatas dagu saja yang dia buka .


" Apa kamu tidak lelah ?" ucap Nada .


Pertanyaan bodoh apa lagi ini ..batin Nada .


" Jika menyangkut hal ini aku tidak merasa lelah " ucap Marvin lalu mencium kening istrinya dan menarik selimut istrinya secara perlahan .


Tidak ada yang bisa di lakukan oleh Nada jika sudah begini .


Apa ungkapan cinta masih perlu jika sudah begini ? Tentu . Itu harus . Ungkapan cinta itu sebuah kata sederhana namun bisa membuat hati merasa tenang dan tersanjung . Ada rasa memiliki satu sama lain . Bukan hanya sekedar membutuhkan .


" I love you " bisik Marvin sebelum memulai penyatuannya.


Untuk sesaat Nada terdiam mencerna apa yang batu saja dia dengar . Meski hanya seperti sebuah bisikan tapi Nada yakin Marvin mengatakan itu . Tapi tidak mau berpikir lebih Nada tidak bertanya atau menjawab . Dia sendiri masih belum tahu apa itu cinta .


" Jangan di pikirkan . Nikmati saja " ucap Marvin lagi .


Terlihat rona merah di wajah cantik Nada .


Hujan malam ini cukup deras . Guntur seeing bersahutan . Gelapnya malam di tambah gelap akibat lampu yang entah kenapa semua menjadi padam .


Setelah malam panjang yang mereka lalui mereka berpelukan di balik selimut tebal tanpa mengenakan sehelai benang pun .


" Apa kamu masih memikirkan apa yang aku katakan tadi ?" ucap Marvin .


Nada diam untuk sesaat sebelum menjawab pertanyaan Marvin .


" Memangnya tadi kamu ngomong apa ? " tanya Nada yang memang sedari tadi ingin memastikan apa yang dia dengar .


" Aku ngomong apa.? Yang bagian mana ? Dan di saat apa ?" tanya Marvin mencoba menggoda Nada .


" Lupakan " Nada lalu berbalik memunggungi suami nya .


" I love you . Aku cinta kamu " bisik Marvin dengan lembut lalu mengecup bahu polos Nada


Tidak ada jawaban dari Nada .


" Apa kamu tidak mau menjawab ? " tanya Marvin .


" Baiklah jawab nanti setelah aku pulang dari luar kota . Oke " ucap Marvin lagi .


Tidak ada juga jawaban dari istrinya . Marvin menatap Nada yang ternyata sudah berada di alam mimpi .


" Ternyata tidur . Sia - sia gue ngomong panjang lebar " ucap Marvin .


" Ternyata sudah jam 3 . Baiklah , selamat malam sayang I love you " ucap Marvin dan ikut menyusul istrinya ke alam mimpi .

__ADS_1


Suara kicauan burung pagi ini sama sekali tidak mengganggu sepasang suami istri yang masih meringkuk di bawah gulungan selimut tebalnya . Ke duanya saling berpelukan seakan mencari kehangatan satu sama lain .


Dering alarm yang di pasang oleh Marvin pun tak berguna sama sekali .


Cuaca hari ini memang cukup dingin . Mungkin sisa hujan semalam yang membuat pagi ini terasa lebih sejuk dari biasanya .


drt drt drt


Suara dering ponsel milik Marvin terus berbunyi . Terlihat ada banyak panggilan masuk dan juga beberapa pesan . Namun semua itu tidak mengusik ke duanya . Rasa kantuk yang mereka rasakan masih lebih dominan .


ting tong ting tong .


Setelah menghubungi sang empu nya tidak juga membuahkan hasil . Sang asisten memutuskan untuk menghampiri sang pemilik kuasa atas kinerjanya .


" Sialan . Tumben banget sih nih anak belum juga bangun . Mentang-mentang mau pergi ke luar kota minta jatah dulu pasti " gerutu Bram .


ting tong ting tong .


Bel berbunyi hingga beberapa kali . Dan Nada lah yang bangun terlebih dahulu . Nada meregangkan ototnya dan mengumpulkan nyawanya yang masih berceceran .


*tibg tong ting tong .


Dan bunyi bel untuk ke sekian kalinya . Hingga membuat si pemencet bel ingin sekali mendobrak pintu di depannya* .


" Kak ada yang datang kayaknya " suara serak Nada membangunkan Marvin .


" Hemm " jawab Marvin mencoba membuka matanya yang tidak bisa di ajak kompromi .


ting tong ting tong


" Tuh kan " ucap Nada .


" Baiklah . Aku akan melihat " ucap Marvin lalu bangun dari ranjangnya .


Nada bengong menatap apa yang hampir saja di lakukan Marvin . Sungguh lelaki di depannya ini belum sepenuhnya bangun .


" Kakak " ucap Nada sedikit meninggi .


" Apa ?" tanya Marvin dengan mata yang masih menyipit .


" Itu . Kamu mau keluar seperti itu " lirih Nada tanpa melihat pemandangan yang mubazir jika di lewatkan .


" Oh iya " ucap Marvin setelah mengecek keadaannya . Dengan cengengesan Marvin mengambil celana bokser miliknya .


Marvin segera berjalan menuju pintu apartemennya .


" Sialan lo ... gue udah lumutan ini nungguin lo . Dan lo enak-ensk masih tidur ? Lo hari ini harus ke luar kota . Kalau telat kayak gini , ini bukan lo banget tahu nggak . Dan bau-baunya semalam lo habis menghabiskan waktu yang panjang " cerocos Bram ketika melihat si pembuka pintu .


" Hati ini keluar kota? Kenapa sih lo nggak bangunin gue dari tadi " ucap Marvin lalu menutup pintunya lagi .


Bram yang hendak masuk terkejut saat Marvin sang sahabat tak tahu malu itu menutup pintu begitu saja .


" Marvin " teriak Bram begitu saja tanpa menghiraukan penghuni apartemen lain yang sedang berlaku lalang di sana


" Ya allah gini amat punya teman " ucap Bram lalu duduk lemas setelah lama menunggu pintu itu di buka untuknya .

__ADS_1


__ADS_2