JODOH Pilihan KAKEK

JODOH Pilihan KAKEK
Masih mencari tahu


__ADS_3

Marvin tidak menyangka jika bukan Sonya pelakunya . Bahkan pelakunya sudah mengakuinya sendiri dan pihak cafe sudah memecat pegawai tersebut . Bram yang biasanya ahli dalam bidang ini . Juga tidak menemukan kejanggalan dari bukti yang sudah dia temukan .


Nada juga sudah mengatakan kepada Marvin untuk tidak memikirkan itu lagi . Lagi pula Nada sudah membaik dan anak mereka juga baik-baik saja .


" Sayang aku mau makan rujak tapi bumbunya kamu yang bikin . Buahnya juga kamu yang siapkan . Oke ?" pinta Nada kepada Marvin ketika mereka sedang berada di kantor .


Nada akhir-akhir ini lebih seeing ikut Marvin ke kantor , karena Marvin melarangnya untuk keluar . Jadi , Nada memilih untuk ikut Marvin ke kantor .


" Tapi ini di kantor sayang " ucap Marvin kepada Nada .


" Tapi aku pengen . Nanti kamu mau kalau anak kita ileran " ucap Nada .


" Enggak sayang . Baiklah aku buatkan " ucap Marvin dengan semangat .


" Aku ikut . Aku mau lihat kalau kamu membuatnya sendiri . Aku takut kamu bohong terus anak kita ileran " ucap Nada .


" Baiklah sayang . Mari istriku " ucap Marvin lalu menggandeng tangan Nada menuju dapur pribadinya .


Selama Nada ikut kekantor dan meminta hal yang tidak tepat pada waktunya . Marvin menambahkan dapur pribadi untuknya . Jika Nada menginginkan sesuatu yang tiba-tiba dan seperti saat ini . Marvin lah yang harus membuatnya .


Karyawan Marvin merasa semakin kagum dengan Marvin yang bisa di bilang sempurna itu . Sudah kaya , tampan , istri cantik dan pokoknya idaman .


Meta yang juga saat itu sedang berada di kantor Marvin mendengar begitu banyak pujian yang terlontar dari karyawan Marvin .


" Nad " sapa Meta .

__ADS_1


" Hey . Lo lagi kerja ?" tanya Nada .


" Iya . Lo mau kemana ?" tanya Meta


" Mau bikin rujak . Yuk ikut makan rujak . Suami yang bikin " ucap Nada seraya memeluk lengan Marvin .


" Em gue masih ada pemotretan lagi . Gue duluan ya " ucap Meta .


Meta tidak ingin menjadi orang yang membantu Nada memakan mangga yang masam itu . Meta sering menemani Nada jika ada pemotretan . Dan Nada akan memesan banyak makanan . Dan Meta harus ikut menghabiskan makanannya . Itu semua membuat Meta kapok . Apalagi dia harus diet untuk produk kali ini .


" Lo kok gitu sih . Tapi , ya sudah . Entar kalau udah ke ruangan suami gue ya " Ajak Nada .


" Habis itu gue ada tugas kampus yang belum gue kerjain Nad . Lain kali pasti gye bakal temenin oke " ucap Meta kembali membuat alasan .


" Ada Bram sayang . Kita bisa ajak Bram . Oke " ucap Marvin .


Nada nampak diam menimbang-nimbang ide dari suaminya .


" Baiklah . Lain kali lo harus makan bareng gue . Lo sekarang kurusan " ucap Nada .


" Oke . Siap bu bos . Saya permisi bu bos . Terima kasih pak bos " pamit Meta merasa lega akhirnya bisa menghindari ibu hamil


Bada dan Marvin kembali melanjutkan tujuan awal mereka yaitu menuju dapur.


Di sana sebenarnya juga sudah ada chef yang sudah dipilih Marvin . Tapi , Nada tidak mau . Nada hanya mau makan buatan Marvin . Walaupun kadang rasa tak sesuai ekspetasi . Bagi Nada itu sangat enak .

__ADS_1


" Sudah siap sayang . Kita makan di ruangan ku saja ya " ajak Marvin


" Hem " jawab Nada .


" Sayang anak kita geraknya sudah mulai aktif " Ucap Nada seraya mengelus lembut perutnya yang semakin membesar .


" Iya sayang . Dia bergerak " ucap Marvin antusias . Marvin merasakan gerakan dari dalam perut Nada .


Bram yang saat itu tidak sengaja berpapasan dengan Marvin dan Nada , dia lalu segera berputar balik . Tapi sayang , Nada sudah lebih dulu mengetahui keberadaan Bram .


" Bram tunggu !" teriak Nada lalu berjalan menghampiri Bram .


Bram segera mengumpat kesal karena dia selalu salah perhitungan .


" Bukan waktu yang tepat Nona " gumam Bram


" Suami ku membuatkan rujak untuk ku . Siang hari kalau makan rujak itu enak . Biar kamu tidak mengantuk saat bekerja " ucap Nada kepada Bram .


" Tapi saya tidak mengantuk Nona . Dan hari ini pekerjaan saya banyak . Suami anda memberikan saya pekerjaan yang begitu banyak . Jadi , saya permisi dulu " pamit Bram hendak berbalik .


" Nanti suami ku juga akan membantu mu . Sudah ayo , terkadang kita itu jangan terlalu serius . Nanti cepat tua hlo " ajak Nada lalu berlalu dari hadapan Bram dan Marvin .


Bram menatap Marvin seakan meminta bantuan . Marvin tidak menghiraukan Bram , Marvin mengangkat bahunya acuh lalu mengikuti Nada .


" Suami istri sama saja " gerutu Bram .

__ADS_1


__ADS_2