JODOH Pilihan KAKEK

JODOH Pilihan KAKEK
Jelous Part 2


__ADS_3

Azkia Pov


Aku berlari tergesa keluar gedung tanpa mempedulikan sapaan karyawan karyawan suamiku. Hatiku begitu sakit menerima kenyataan jika ada wanita lain yang begitu akrab dengan suamiku.


Sesampainya diapartemen aku langsung menangis mengingat betapa akrab suamiku dengan wanita lain membuat ku merasa sakit, mengingat aku dulu tak bisa seakrab itu dulu dengan suamiku. Berkali kali aku mencoba untuk menguatkan hati namun yang terjadi ia malah semakin sakit hati.


"Astaga aku kenapa sih secengeng ini...udah dong Kia... kamu belum tahu yang sebenarnya" ucapku pada diriku sendiri.


"Bisa jadi dia hanya teman atau juga saudara Ki... tenang lah " ucapku bermonolog dengan diri sendiri.


"Aduh alay banget sih aku ini...please Kia berhenti nangisnya kalau ketahuan mas Ken kan malu" ucap Kia lagi.


"Aduh gini amat ya rasanya jelous...please Kia lupain." Ucapku sembari mengusap air mata.


"Ahhh ya ampun aku gak boleh kayak gini " Gumam Kia sembari beranjak membersihkan wajah.


Aku pun bergegas turun kedapur menyibukkan diri dengan membuat kue kering agar aku sedikit lupa dengan rasa jelousku. Terlalu asik membuat adanon kue membuatku tak menyadari akan hadirnya seseorang dibelakangku yang tiba tiba saja memelukku erat.

__ADS_1


"Kyaaaaa" pekikku.


"ma...mas kau mengagetiku... bagaimana jika adonan kueku tumpah" ucapku kesal.


"maaf sayang... maafkan aku... " bisik mas Ken sembari mengecup pipiku.


Hampir saja adonan kue ditanganku tumpah untung dengan sigap aku mampu menahannya. Nafasku mulai memburu degup jantungku kian menggebu karna bukan hanya pelukan yang melilit tubuhku tapi kecupan yang jarang sekali ia berikan padaku kini mendarat tepat dipipi dan leherku bahkan terulang hingga beberapa kali yang membuat hatiku menghangat dan sedikit melupakan rasa jelousku. Aku kesal dengan diriku yang mudah sekali terbuai oleh perlakuan manis suamiku.


"Tunggu dulu... aneh mengapa tubuh tak memberikan reaksi apapun" batinku.


Tubuhku yang mungkin sudah terbiasa menerima perlakuan manis dari suamiku tidak lagi gemetar, cenderung rileks dan menikmatinya meski detak jantungku berdegup lebih kencang. Mas Ken tiba tiba membalikkan tubuhku mengangkat daguku yang sedang menunduk dengan pelan, menangkup kedua pipiku mengusapnya lembut kemudian memajukan wajahnya perlahan membuatku reflek menutup mata dan cup bibirku dan bibir Mas Ken menempel dengan sempurna. Cukup lama, yang kemudian bergerak lembut menyesap dan ******* bibirku secara mendalam. Nikmat satu kata yang terlintas difikiran yang membuatku tanpa sadar mengalungkan lenganku keleher mas Ken. Aku yang terbuai dengan ciuman ini pun hanya diam menikmati sapuan lidah nakal suamiku yang bergerak menyusuri setiap rongga mulutku. Sungguh ciuman ini benar benar memabukkan dan membuatku terlena olehnya, sebuah ciuman pertama yang ku jaga khusus untuk suamiku pada akhirnya direnggut oleh sang pemilik sahnya. Aku tersenyum malu ketika mas Ken menghentikan ciumannya dan membawa wajahku berdekatan dengan wajahnya hingga dahi kami saling menyatu. Diusapnya perlahan kedua pipiku, tatapan kami saling bertemu bisa ku rasakan deru nafas berbau mint menerpa wajahku dengan lembut.


"Ya ampun gimana caranya aku bisa menghindar dari kamu mas"


"aku takut... aku belum siap jika....ahh tidak tidak itu tidak boleh terjadi sekarang" ucapku dalam hati.


"Mas...jangan gini... kita makan siang dulu yuk..." ucapku sembari bergerak menghindar.

__ADS_1


Mas Ken bergerak pergi menjauhiku menuju meja makan, menyantap makanan dengan antusias seperti biasa sementara aku menjadi merasa bersalah karena telah menghindarinya.


"Maaf mas... maafin aku belum bisa memberikan hakmu" ucapku lirih sembari menunduk.


"ssst... tak perlu berkata begitu... aku mengerti... dan aku akan sabar menunggunya" ucap Mas Ken sembari mengusap pipiku.


"Ki soal yang kamu lihat dikantor tadi aku minta maaf ya... "


"maksud mas Ken?" tanyaku pura pura tak mengerti.


"Cewek yang kamu lihat sedang ngobrol sama aku itu Vania... dia sepupuku yang usianya tidak jauh darimu.... maaf jika aku telah..." Dengan cepat aku menghentikan perkataan mas Ken, aku tak mau dia merasa bersalah atas sifatku yang kekanakan.


"ssst...Tak apa mas kita lupakan saja, aku percaya padamu...Aku minta maaf mas karena terlalu kekanakan.... " ucapku sembari menaruh telunjukku di depan bibir mas Ken.


Mas Ken langsung menarikku kedalam dekapannya begitu saja mengusap lembut punggungku.


"tidak ada wanita lain dihatiku selain kamu Ki... aku sangat mencintaimu" bisik Mas Ken yang membuatku tersipu.

__ADS_1


"aku juga mencintaimu mas... dan kamu satu satunya penguasa hatiku " balasku yang membuat mas Ken menyunggingkan sebuah senyuman.


Hatiku bersorak riang, rasanya aku seperti terbang melayang mendengar pernyataan suamiku barusan, kata kata itu begitu indah dan selalu terngiang dihatiku membuatku tersipu kala mengingatnya.


__ADS_2