
Mon maap yak kalau othor up nya sering lamaaaa .. tapi sebenernya othor mau up banyak dan up terus .. Tapi othor kerja juga jadi kadang udah capek jadi nggak up ..
Terima kasih untuk setiap dukungannya ya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Sayang aku nanti ijin ya mau ketemu sama kak Sonya " pamit Nada .
" Ngapain ?" tanya Marvin berusaha biasa saja .
" Tadi kak Sonya ngajak makan di luar . Soalnya dia di sini sendiri , tante Karin masih di luar kota " ucap Nada seraya membantu suaminya memasangkan dasi .
" Di rumah aja ya . Kamu kan semalam capek " ucap Marvin nasih berusaha untuk tenang .
" Aku nggak capek . Ya ya .. Boleh ya " rengek Nada .
" Iya . Tapi ajak Meta atau siapa gitu " ucap Marvin yang tidak tenang jika Nada hanya sendirian menemui Sonya .
" Baiklah . Aku akan menghubungi Meta " ucap Nada .
" Baiklah kalau begitu aku berangkat dulu " pamit Marvin lalu mencium seluruh wajah Nada . Tidak lupa juga mencium perut Nada yang mulai menyembul .
" Hati-hati papa . Nanti kalau pulang carikan aku mangga muda ya " pinta Nada dengan menirukan suara anak kecil .
" Bukannya mangga muda yang di kasih bu Rina masih banyak ya " ucap Marvin .
" Nggak mau beliin ya ? Ya udah nanti minta Bram aja biar dia yang beli .Nanti anaknya paling jadi mirip sama Bram " ucap Nada lalu meninggalkan Marvin di dalam kamar .
Marvin terkejut dengan ucapan istrinya yang terbilang nyleneh .
" Nggak. Nggak ada ya mirip Bram. Orang aku yang buat . Aku yang berusaha dengan giat . Kenapa jadi mirip Bram " kesal Marvin .
" Ya lagian kamu nggak mau beli buat aku dan anak kita .
" Oke nanti kalau aku pulang kerja aku belikan " ucap Marvin .
" Tapi yang di pinggir jalan ya sayang . Jangan bohong . Nanti kalau bohong ketahuan " peringati Nada
Marvin menelan ludahnya kasar . Baru juga dia berniat untuk membelikan di toko .
" Oke sayang . Aku berangkat dulu ya "
Kini Marvin benar-benar berangkat kerja . Nada berbaring kembali di atas ranjangnya berniat untuk melanjutkan tidurnya .
Jam menunjukkan pukul 11 siang . Nada sudah rapi dan bersiap untuk makan siang berama Sonya . Nada juga lebih dulu menghubungi Meta untuk menemaninya . Tapi Meta akan datang terlambat . Di karenakan Meta sudah ada pemotretan juga di perusahaan Marvin .
Nada di antarkan oleh supir nya . Nada tidak di ijinkan untuk mengendarai mobilnya sendiri . Dan Nada menuruti itu .
Di sebuah restoran ternama Nada bertemu dengan Sonya . Dan ternyata Sonya sudah lebih dulu tiba . Dengan langkah sedikit tergesa Nada hampir saja menabrak orang .
" Eh sorry " ucap Nada .
" Iya nggak papa . Lain kali hati hati " ucap Orang itu . Pria itu lalu pergi meninggalkan Nada .
__ADS_1
Sonya yang melihat dari kejauhan segera berdiri menghampiri Nada .
" Lo nggak papa ?" tanya Sonya khawatir .
" Iya nggak papa . Kakak udah lama nunggunya ?" tanya Nada .
" Enggak juga . Paling baru 5 menitan " ucap Sonya .
" Di jalan tadi macet . Jadi baru sampai deh " sesal Nada .
" Padahal tadi udah berangkat lebih awal " tambahnya .
" Ini minum dulu . Lo pasti capek . Gue tadi udah pesen minuman buat lo . Jus alpukat , nggak papa kan ?" tanya Sonya takut jika Nada tidak suka .
" Hari ini aku lagi pengen minum jus buah naga . Tapi ya udah nggak papa " ucap Nada yang tak ingin Sonya kecewa .
Nada segera meminum jus tersebut .
" Tapi aku lagi nggak pengen minum jus alpukat kak . Nggak papa ya aku pesen lagi . Soalnya bawaan debay " ucap Nada hati hati . Tidak ingin jika Sonya tersinggung .
" Hah . Em baiklah . Gue pesenin ya " ucap Sonya .
" Tuh mbaknya . Mbak " panggil Nada .
" Iya mbak " jawab pelayan tersebut .
" Saya mau jus buah naga sama nasi goreng seafood , em sama spaghetti . Kakak mau pesen apa ? " tanya Nada kepada Sonya .
" Gue spaghetti aja " ucap Sonya .
" Baik mbak " Pelayan tersebut lalu pergi .
" Ini aku juga minum kok . Tenang aja . Bumil butuh makan banyak " ucap Nada yang tak ingin Sonya tersinggung .
" Kalau kamu lagi nggak mau juga nggak apa apa kok . Nanti biar kakak minum " ucap Sonya .
" Nggak papa nih ?" ucap Nada .
" Hah . Iy... Iya sini buat kakak aja " ucap Sonya .
" Aku malah jadi nggak enak . Sorry " sesal Nada .
" Santai aja kali . Kita kan keluarga " ucap Sonya .
Setelah itu makanan yang di pesan Nada tiba dan juga minuman yang Nada pesan . Nada segera meraih minumannya lalu menghabiskannya . Rasa hausnya sudah ia tahan sedari tadi sebenarnya . Tapi .....
" Kakak nggak mau minum jus nya ?" tanya Nada .
" Ini di minum kok " ucap Sonya lalu meminum jus alpukat yang ia pesan untuk Nada .
Sonya meraih gelas itu sedikit ragu . Tapi Sonya meminum juga jus itu .
Nada lalu menyantap makanannya . Begitu juga dengan Sonya .
__ADS_1
Setelah mereka sudah selesai makan . Mereka sedikit berbincang sebelum memutuskan untuk pulang .
" Aww .. Perut ku " ucap Sonya merintih kesakitan .
" Kakak kenapa ?" tanya Nada khawatir .
" Tidak ada . Sepertinya aku mau kedatangan tamu bulanan deh . Ya udah aku pulang dulu ya " ucap Sonya seraya menahan rasa sakit di perutnya .
" Aku antar kakak ya ?" tanya Nada .
" Tidak ... Tidak udah . Aku bisa sendiri " ucap Sonya lalu berjalan tertatih meninggalkan Nada .
" Aw .. Kenapa perut ku rasanya seperti ini " ucap Nada merasa mulas di perutnya . Beberapa saat Nada lalu tak sadarkan diri .
Beruntung saat itu ada pegawai yang ada di sana sehingga Nada segera di tolong lalu di bawa ke rumah sakit .
Supir Nada segera menghubungi Marvin . Memberitahu jika Nada sedang berada di rumah sakit . Marvin yang mendapat kabar dari sang supir segera menuju rumah sakit yang di tuju oleh Nada . Dengan perasaan gelisah dan khawatir Marvin mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi . Bram tetap ikut berada di samping Marvin . Tadinya Bram sudah menawarkan diri untuk mengendarai mobil Marvin tapi Marvin tidak mau .
Nada sudah di tangani oleh dr.Indri . Dokter kandungan yang menangani Nada pertama ia dinyatakan hamil .
" Tuan sabar dulu , nyonya sudah di tangani oleh dokter " ucap Supir Nada .
" Bagaimana keadaannya ?" tanya Marvin khawatir .
Kedua orang tua nya juga belum Marvin beri tahu . Karena tidak ingin mereka khawatir. Jika sudah memastikan kondisi Nada baru dia akan memberi tahunya .
Dokter Indri keluar dari ruangan .
Untuk sesaat dokter Indri terdiam menatap pria di depannya .
Yang ia tatap tidak peduli sama sekali . Justru mengalihkan pandangannya .
" Mar, Em maksud saya Tuan mari ikut saya . Ada yang bisa saya katakan " ucap dokter Indri .
Marvin lalu mengikuti Dokter Indri ke ruangannya .
" Bagaimana keadaan istri saya ? Kenapa dia bisa pingsan ? Bagaimana dengan anak saya ? " tanya Marvin beruntun .
" Tenang biar dokter jelasin " ucap Bram yang turut mendampingi Marvin .
" Begini Tuan . Istri anda memakan obat pencahar . Bayi dalam perutnya baik baik saja begitu pula dengan istri anda . Beruntung ibu Nada segera di bawa kerumah sakit . Sehingga langsung mendapat pertolongan pertama " ucap Dokter Indri .
" Tapi , untuk sementara waktu lebih baik ibu Nada istirahat dulu di rumah " tambah dokter Indri .
Marvin bisa bernafas lega . Tapi dia juga sedang berpikir keras . Bagaimana nisa istrinya meminum obat pencahar .
Marvin lalu keluar ruangan dan menuju kamar istrinya .
" Bram . Apa kabar ?"tanya Dokter Indri ketika Bram ingin keluar mengikuti Marvin .
Bram hanya berhenti sejenak .
" Baik. Sangat baik " lalu dia benar benar menghilang dari balik pintu .
__ADS_1
maaf