
Hari ini Ken terpaksa pulang malam karena harus lembur untuk persiapan meeting besok pagi. Ken terpaksa mempersiapkannya sendiri karena sang sekertaris sedang di rawat di rumah sakit. Berkali kali ia melirik ponselnya namun tak ada pesan ataupun telepon balasan dari sang istri setelah ia mengabarinya pulang telat karena lembur.
"Dia marah apa ya kok gak bales pesanku..." Huhhhh Ken mendengus kesal memasukkan kembali ponselnya kedalam saku jas.
Setengah sebelas malam, Ken menyerah dan memutuskan untuk pulang... Ken pulang dengan wajah lelahnya ia segera mencari keberadaan sang istri karena ia tahu jika obat dari rasa lelahnya adalah istrinya.
ceklek
Pintu terbuka menampilkan sang istri yang terlelap tidur, Kia nampak begitu menggoda dengan gaun tidur berwarna merah menyala. Ken bergerak kearah ranjang, ia duduk dipinggiran ranjang mengusap lembut pipi sang istri yang tertidur miring. Ia membenarkan posisi tidur sang istri menjadi terlentang ia hendak menyelimuti sang istri sebatas dada namun ia menghentikan aksinya menegak ludahnya susah payah ketika ia melihat dua gundukan dengan ujung lancip yang terpampang begitu nyata dibalik gaun tidur sang istri. Ken menggosok gosok matanya karena berfikir dia sedang berhalusinasi tapi setelah ia membuka mata gundukan itu masih terlihat nyata.
"sial" umpat Ken sembari memalingkan pandangannya.
Ken buru buru masuk kedalam kamar mandi membersihkan badan mengalihkan pikiran kotornya. Ia berendam didalam bak yang berisi air hangat menggosok gosok tubuhnya sembari memijit perlahan berharap rasa lelahnya sedikit berkurang.
"lumayan lah... " gumam Ken yang merasa lelahnya sedikit berkurang.
Ken memukul jidatnya ketika ia masuk kedalam walk in closet, ia mencari cari keberadaan pakaian tidur atau pakaian rumahannya serta mencari keberadaan dalamannya didalam almari tapi tak menemukannya ia membuka deretan laci isinya barang barang milik sang istri, ia benar benar tak tahu letak pakaian pakaiannya dimana saja karena selama ini Kia selalu menyiapkan segala keperluannya ditambah lagi tatanan walk in closet yang dirombak total oleh Kia membuatnya bertambah bingung mencari barang barang miliknya karena belum menghafal tata letaknya.
"Astaga gini amat ya susahnya cari baju, mana isinya banyakan punya Kia lagi... huh masa iya aku harus periksa satu per satu isi almari dan lacinya " umpat Ken kesal.
__ADS_1
"ahh bodo amat capek aku nyari gak ketemu ketemu, udah malem juga ngantuk dan capek pula... bodo amat dah..." Ken ngeloyor keluar walk in closet masih dengan handuk yang melilit di pinggangnya.
Ken mengumpat kesal tak bisa menemukan pakaiannya, ia naik keatas ranjang melempar handuknya kesembarang arah lalu menelusupkan tubuhnya kedalam selimut. Ken memiringkan tubuhnya memunggungi Kia hendan memejamkan mata namun Kia tiba tiba saja memeluk Ken dari belakang, tubuh Ken menegang merasakan sesuatu bersentuhan dengan punggungnya.
"ingat Ken Puasa... ingat puasa.... puasa.... puasa" ucap Ken dalam hati.6
"Kalau Kia seperti ini terus aku bisa lepas kontrol lama lama" ucap Ken sembari melepas pelukan Kia.
Seketika kantuk yang ia rasakan hilang begitu saja Ken memeilih bangun mengenakan bathrobe dan pergi ke ruang kerjanya berniat melanjutkan pekerjaannya. Sementara Kia masih tertidur pulas menyelami samudra mimpinya. Jam satu malam Kia terbangun dari tidurnya melihat sisi ranjang yang ternyata masih kosong lalu melihat handuk yang tergeletak dilantai dan ponsel sang suami dinakas. ia menghela nafas lega ternyata suaminya sudah pulang. Kia melihat keruangan kerja terlihat lampu ruangan tersebut masih menyala pertanda sang empunya masih berada didalam ruangan.
Kia terkejut melihat Ken malam malam begini masih mengenakan bathrobe. Apa dia baru selesai mandi ya begitu kata hati Kia, ia terkikik melihat penampilan sang suami yang super aneh malam ini. Kia melangkahkan kaki masuk kedalam ruang kerja sang suami mendekatkan diri kearah meja kerja sang suami lalu menyapanya.
Ken mendongakkan kepalanya matanya membelalak karena terkejut mendengar suara sang istri.
"Ki kenapa bangun?"
"kebiasan.., ditanya malah balik tanya..." ucap Kia menggembungkan pipinya.
"maaf maaf... aku kaget tadi reflek nanya gitu habis tadi kamu tidurnya nyenyak banget sih... aku lagi nyiapin buat meeting besok sekertarisku masuk rumah sakit jadi ya mau gak mau aku hatus nyiapin apa apa sendiri sementara waktu..."
__ADS_1
"oh gitu aku kebangun kirain kamu belum pulang kerja tadi... sekarang udah selesai belum? masih lama gak mas...?"
"udah selesai kok ini tinggal cek cek lagi saja, kenapa memang?"
"gapapa mas, kalau sudah selesai ayo tidur... oiya mas udah makan apa belum tadi? kalau belum makan dulu ya... jangan sampai gak makan"
"udah kok Ki tadi mas makan nasi goreng dikantor"
"ya sudah kalau gitu ayo bobok..."
"ya sayang..."
Ken berdiri kemudian memeluk pinggang sang istri dan mengecup pipi Kia mesra, Ken menghembuskan nafas lega setelah menyadari sang istri sudah mengenakan bra.
"syukurlah... " batin Ken.
Kalau sampai masih mencuat seperti tadi mungkin Ken akan benar benar lepas kendali, dan tidak ingat lagi akan puasanya. Ken mendekap tubuh sang istri sembari mengusap usap punggungnya sebelum ia terlelap tidur.
Hai Readers...
__ADS_1
Saya ucapkan terimakasih telah meluangkan waktu untuk membaca cerita saya ini, saya mohon bantuan dan dukungannya ya... saya mohon tolong dengan sangat.... tolong tinggalkan jejak usai membaca... cukup dengan kasih vote dan komentar untuk karya saya ini.... saya rasa permintaan saya ini cukup mudah dilakukan ya karena memberi like, vote dan komentar itu tidak dipungut biaya sama sekali... kita win win ya saya mendapatkan vote dan komentar sebagai penyemangat anda mendapatkan sedikit hiburan bisa membaca karya saya ini... ayo jadikan dirimu berguna untuk sesama dengan memberi vote dan komentar pada karya ini agar authornya lebih giat menulis... terimakasih dan sampai jumpa di next capt yah.... :)