JODOH Pilihan KAKEK

JODOH Pilihan KAKEK
Mood ibu hamil


__ADS_3

Kali pertamanya Nada berbicara panjang kepada orang lain . Mungkin di karenakan hormon kehamilannya .


" Sudah kita pulang " ucap Marvin .


" Aku minta maaf untuk .....


" Aku tidak terlalu dekat dengan mu jadi jangan sok akrab " ucap Marvin sebelum mengajak istrinya keluar dari ruang obgyn itu ..


Dokter indri hanya menatap tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Marvin . Tapi dia menyadari mungkin memang dia memiliki kesalahan yang tidak bisa di maaf kan .


" Baiklah . Maaf " lirih dokter indri .


Meskipun mungkin Marvin tidak mendengarnya tapi dia tetap meninta maaf .


Nada masih diam tidak tahu kenapa dia merasa kesal melihat dokter muda itu terlihat akrab dengan suaminya . Meskipun Marvin tidak menanggapi dokter muda tersebut . Tapi tetap saja ada rasa yang membuatnya kesal .


Nada juga berjalan lebih dulu meninggalkan suaminya di belakang . Namun dengan kaki panjangnya Marvin tidak kesulitan untuk mengejar istrinya . Marvin juga tidak menanyai kenapa istrinya berbeda . Tapi dia sedikit lebih tahu kalau wanita hamil akan lebih sensitif berkali kali lipat dari biasanya . Itu di sebabkan oleh hormon kehamilannya .


" Kamu mau beli sesuatu dulu nggak ? atau mau langsung pulang " tanya Marvin seraya membukakan pintu untuk Nada .


" Tidak " jawab Nada mencoba untuk terlihat biasa saja .


" Baiklah kita pulang " ucap Marvin lalu melajukan mobilnya .


Di dalam mobil Nada hanya diam dan hanya akan menjawab seadanya saja . Dia juga tidak tahu kenapa dia seperti ini .


Setelah sampai di rumah Nada juga menuju kamarnya. Rasanya tubuhnya cepat merasa lelah dan hanya ingin berada di atas ranjang empuknya .

__ADS_1


Nada memainkan ponselnya dan berselancar .


" Biasanya kamu akan ke kamar mandi terlebih dahulu sebelum berbaring . Ayo bersihkan dulu tubuhmu baru berbaring " ajak Marvin .


" Apa aku sekotor itu ? Aku lelah aku mau berbaring " ucap Nada semakin kesal .


" Bukan itu maksudku " ucap Marvin .


Nada lalu berbalik memunggungi suaminya .


Marvin yang melihat tingkah istrinya hanya menghela nafasnya kasar. Tapi menurut artikel yang di kirim oleh Bram semua itu adalah hal biasa bagi ibu hamil .


" Baiklah " ucap Marvin lalu berjalan ke kamar mandi .


Makan malam yang sudah di e


" Baju ini terlihat cantik " gumam Nada .


Marvin yang baru saja yang keluar dari kamar mendengar gumaman Nada .


" Baju yang mana ? Coba aku lihat " ucap Marvin .


" Ini . Dan ini hanya ada satu " ucap Nada .


Gadis yang biasanya tidak tertarik dengan hap hal yang berlebihan kini terlihat tertarik dengan hal itu .


Dengan tangan lincahnya Marvin segera menuruti keinginan istrinya . Karena menurut artikel yang di berikan Bram , bahwa jika keinginan ibu hamil tidak di turuti maka anak mereka akan ileran .

__ADS_1


" Sudah . Mungkin besok sudah datang " ucap Marvin .


" Kamu membelinya ?" tanya Nada dengan wajah berbinar .


" Hem " jawab Marvin .


" Kamu terpaksa membelikan untukku ?" tanya Nada dengan wajah yang berbeda .


" Aku ikhlas sayang . Apa lagi untuk istriku yang sedang mengandung anakku " jelas Marvin .


" Tapi kenapa kamu hanya menjawab 'hem ' saja ? Terdengar terpaksa " ucap Nada yang kembali memunggungi Marvin .


Yang tadinya merasa bahagia mendapatkan barang yang di inginkan kini berubah kekesalan lagi .


Marvin di buat bingung dengan tingkah istrinya . Tadinya ingin membuat sang istri bahagia hanya karena jawaban singkatnya semua itu berubah .


" Apa semua ibu hamil akan seperti ini ?" lirih Marvin


" Memangnya kenapa dengan ibu hamil ?"tanya Nada yang masih busa mendengar ucapan Marvin .


" Tidak ada . Aku akan membuatkan mu susu . Aku sudah meminta bibi untuk membelikan susu untuk ibu hamil untuk mu " ucap Marvin yang tidak ingin memperpanjang masalah yang nantinya akan membuat Nada bertambah kesal .


" Baiklah . Tapi aku mau papanya yang buat " ucap Nada .


" Dengan senang hati sayang " ucap Marvin .


Marvin segera keluar dari kamarnya menuju dapur untuk membuatkan susu untuk sang istri .

__ADS_1


__ADS_2