
Kali pertamanya Nada berbicara panjang kepada orang lain . Mungkin di karenakan hormon kehamilannya .
" Sudah kita pulang " ucap Marvin .
" Aku minta maaf untuk .....
" Aku tidak terlalu dekat dengan mu jadi jangan sok akrab " ucap Marvin sebelum mengajak istrinya keluar dari ruang obgyn itu ..
Dokter indri hanya menatap tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Marvin . Tapi dia menyadari mungkin memang dia memiliki kesalahan yang tidak bisa di maaf kan .
" Baiklah . Maaf " lirih dokter indri .
Meskipun mungkin Marvin tidak mendengarnya tapi dia tetap meninta maaf .
Nada masih diam tidak tahu kenapa dia merasa kesal melihat dokter muda itu terlihat akrab dengan suaminya . Meskipun Marvin tidak menanggapi dokter muda tersebut . Tapi tetap saja ada rasa yang membuatnya kesal .
Nada juga berjalan lebih dulu meninggalkan suaminya di belakang . Namun dengan kaki panjangnya Marvin tidak kesulitan untuk mengejar istrinya . Marvin juga tidak menanyai kenapa istrinya berbeda . Tapi dia sedikit lebih tahu kalau wanita hamil akan lebih sensitif berkali kali lipat dari biasanya . Itu di sebabkan oleh hormon kehamilannya .
" Kamu mau beli sesuatu dulu nggak ? atau mau langsung pulang " tanya Marvin seraya membukakan pintu untuk Nada .
" Tidak " jawab Nada mencoba untuk terlihat biasa saja .
" Baiklah kita pulang " ucap Marvin lalu melajukan mobilnya .
Di dalam mobil Nada hanya diam dan hanya akan menjawab seadanya saja . Dia juga tidak tahu kenapa dia seperti ini .
Setelah sampai di rumah Nada juga menuju kamarnya. Rasanya tubuhnya cepat merasa lelah dan hanya ingin berada di atas ranjang empuknya .
__ADS_1
Nada memainkan ponselnya dan berselancar .
" Biasanya kamu akan ke kamar mandi terlebih dahulu sebelum berbaring . Ayo bersihkan dulu tubuhmu baru berbaring " ajak Marvin .
" Apa aku sekotor itu ? Aku lelah aku mau berbaring " ucap Nada semakin kesal .
" Bukan itu maksudku " ucap Marvin .
Nada lalu berbalik memunggungi suaminya .
Marvin yang melihat tingkah istrinya hanya menghela nafasnya kasar. Tapi menurut artikel yang di kirim oleh Bram semua itu adalah hal biasa bagi ibu hamil .
" Baiklah " ucap Marvin lalu berjalan ke kamar mandi .
Makan malam yang sudah di e
" Baju ini terlihat cantik " gumam Nada .
Marvin yang baru saja yang keluar dari kamar mendengar gumaman Nada .
" Baju yang mana ? Coba aku lihat " ucap Marvin .
" Ini . Dan ini hanya ada satu " ucap Nada .
Gadis yang biasanya tidak tertarik dengan hap hal yang berlebihan kini terlihat tertarik dengan hal itu .
Dengan tangan lincahnya Marvin segera menuruti keinginan istrinya . Karena menurut artikel yang di berikan Bram , bahwa jika keinginan ibu hamil tidak di turuti maka anak mereka akan ileran .
__ADS_1
" Sudah . Mungkin besok sudah datang " ucap Marvin .
" Kamu membelinya ?" tanya Nada dengan wajah berbinar .
" Hem " jawab Marvin .
" Kamu terpaksa membelikan untukku ?" tanya Nada dengan wajah yang berbeda .
" Aku ikhlas sayang . Apa lagi untuk istriku yang sedang mengandung anakku " jelas Marvin .
" Tapi kenapa kamu hanya menjawab 'hem ' saja ? Terdengar terpaksa " ucap Nada yang kembali memunggungi Marvin .
Yang tadinya merasa bahagia mendapatkan barang yang di inginkan kini berubah kekesalan lagi .
Marvin di buat bingung dengan tingkah istrinya . Tadinya ingin membuat sang istri bahagia hanya karena jawaban singkatnya semua itu berubah .
" Apa semua ibu hamil akan seperti ini ?" lirih Marvin
" Memangnya kenapa dengan ibu hamil ?"tanya Nada yang masih busa mendengar ucapan Marvin .
" Tidak ada . Aku akan membuatkan mu susu . Aku sudah meminta bibi untuk membelikan susu untuk ibu hamil untuk mu " ucap Marvin yang tidak ingin memperpanjang masalah yang nantinya akan membuat Nada bertambah kesal .
" Baiklah . Tapi aku mau papanya yang buat " ucap Nada .
" Dengan senang hati sayang " ucap Marvin .
Marvin segera keluar dari kamarnya menuju dapur untuk membuatkan susu untuk sang istri .
__ADS_1