JODOH Pilihan KAKEK

JODOH Pilihan KAKEK
membagongkan


__ADS_3

Malam harinya menjelang dini hari . Papa Arya masih terjaga , menunggu kabar dari anak buahnya yang sedang mencari keberadaan nenek .


ting


Papa Arya bergegas membuka ponselnya untuk melihat siapa yamg mengiriminya pesan . Tapi ternyata dari besannya . Dan juga ada banyak panggilan namun Papa Arya tidak mendengarnya mungkin karena melamun dan banyak pikiran .


Nada jangan boleh menonton televisi *atau melihat ponselnya terlebih dahulu . pesan dari papi Mario .


Kenapa Mario ? Apa ada masalah ? . balas papa Arya .


Aku juga belum tau pasti . Tapi aku akan memastikan semua ini hanya berita bohong . balas papi Mario .


Baiklah . Kuserah kan kepadamu masalah ini . balas papa Arya lagi .


Tenangkan dirimu . Pasti ibumu akan segera ketemu . Dan aku yakin beliau akan baik-baik saja . balas papi Mario*.


Papa Arya kembali meletakkan ponselnya di atas meja . Papa Arya berharap apa yang fi katakan oleh besannya itu benar .


" Semoga semua akan baik-baik saja . Tapi apa yang membuat Mario menghubungiku malam seperti ini . Apa ada masalah serius " pikir papa Arya .


" Ada apa pah ?" tanya Mama Anjani .


" Mario malam-malam mengirim pesan agar nada tidak memegang ponselnya dulu . Tolong ambil ponsel Nada untuk sementara kita simpan dulu ponselnya " ucap papa Arya .


" Memangnya kenapa ?" tanya mama Anjani penasaran .


" Aku juga tidak tahu . Aku baru mau melihat nya " ucap papa Arya mengangkat ponselnya .


" Ya sudah aku ke kamar Nada dulu " ucap Mama Anjani lalu melangkahkan kakinya menjauh dari ruang kerja suaminya .


Rasa penasaran menyelimuti hati ke dua orang tua Nada . Masalah yang baru mereka alami saja sudah menguras tenaga dan emosi . Sekarang sudah ada hal yang membuat mereka penasaran .


ceklek


Suara pintu kamar Nada terbuka . Kamar Nada tidak terkunci itulah kebiasaan gadis yang sudah memiliki suami itu .

__ADS_1


" Semoga rumah tanggamu selalu bahagia sampai akhir hayat " lirih Mama Anjani lalu mengecup kening putri kesayangannya itu .


Seakan tahu apa yang sedang di alami sang anak . Setelah mengambil ponsel anaknya . Mama Anjani segera keluar kamar Nada untuk menuju ruang kerja suaminya . Ingin segera tahu ada masalah apa hingga putri kesayangannya tidak boleh melihat ponsel nya . Apa itu masalah besar ?


Papa Arya terkejut melihat sebuah tulisan di ponselnya .Papa Arya tidak langsung mempercayainya begitu saja.


Tapi di dalam hati kecilnya juga ada rada kecewa dan marah kepada dirinya sendiri. Jika itu benar bukankah dia telah menghancurkan kehidupan anaknya .


" Ada apa pah ? Kenapa malah diam ? " tanya mama Anjani bingung


" Ini mah " ucap Papa Arya memperlihatkan tulisan di dalam ponselnya ...


Air matanya lolos begitu saja . Firasat seorang ibu memang tak pernah salah .


" Apa ini benar pah ?" tanya Mama Anjani dengan isak tangisnya .


" Papa juga tidak tahu . Tapi Mario kembali mengirim pesan meminta maaf kepada kita . Tapi dia bilang bisa memastikan jika itu hanya kebohongan " jelas papa Arya .


" Semoga begitu " gumam Mama Anjani .


" kakak bangun " teriak Niko .


Nada meraih bantal di sebelahnya lalu menutupnya di telinganya .


dor dor dor


"Bangun nggak !!" seru Niko lagi .


" Kamu ini kenapa sih pagi-pagi sudah berisik " kesal Mama Anjani .


" Kakak belum bangun " ucap Niko .


" Biarin saja . Mungkin masih ngantuk " ucap Mama Anjani .


" Mama ini . Anak sudah jadi istri bukannya di bangunin biar tidak jadi anak malas malah membela . Jaman sekarang memang sudah aneh " ucap Niko kumat dewasanya .

__ADS_1


" Anak kecil . Sana sarapan . Nanti keburu dingin " ucap mama Anjani tak mau meladeni anaknya kalau sudah mulai sok tahu .


Padahal di hati Mama Anjani sedang merasa sedih karena kabar di ponselnya itu . Beruntung anaknya tidak melihat lebih tepatnya jangan pernah .


" Papa sudah menghapus berita kemarin ?" tanya Mama Anjani .


" Sudah tapi masih ada media lain yang masih mengeluarkan berita itu . Mario juga sudah berusaha membuat media itu berhenti tapi tetap saja masih berjalan " ucap Papa Arya


Mama Anjani terdengar menghela nafasnya kasar .


" Selamat pagi " sapa Nada dengan wajah yang sudah segar .


" Selamat pagi " jawab kedua orang tua Nada serempak .


" Apa-apaan ini . Tuh kan bener apa yang aku bilang . Kalau suamimu itu tidak memberi kabar karena dia selingkuh . Ini coba lihat . Lebih parahnya lagi dia sama kak Sonya kalau nggak salah " ucap Niko yang masih fokus dengan ponselnya . Lalu hendak memberikan kepada Nada . Tapi belum sampai ke tangan Nada ponsel itu sudah di ambil oleh sang mama .


" Sarapan dulu baru ngomong " Mama Anjani menatap tajam sang putra yang selalu bikin kegaduhan di rumah itu .


" Nada mau lihat ma " tegas Nada .


" Nanti saja sayang . Kamu makan dulu setelah itu baru lihat " ucap Sang mama menengahi .


" Aku nggak mau makan kalau belum lihat apa itu " ucap Nada kekeh .


Mama Anjani dan Papa Arya saling tatap satu sama lain . Entah apa lagi yang terjadi saat ini . Belum lagi sang ibu yang entah kemana dan ini cobaan apa lagi .


" Baiklah . Aku ambil ponsel aku sendiri "


Nada lalu bangkit dari duduknya dan menuju kamarnya untuk mengambil ponselnya . Tapi sudah mencari di berbagai sudut tidak di temukan juga ponselnya .


Dengan langkah tergesa-gesa Nada menuruni anak tangga . Namun baru sampai tangga terakhir dia sudah melihat wajah yang beberapa hari ini tidak memberinya kabar . Meskipun hanya sebatas memberi pesan singkat . Tapi kali ini dia tiba-tiba berdiri di hadapannya . Sungguh kesal hati Nada sebagai istri merasa tidak di anggap dan fi hargai .


" Marvin " gumam Mama Anjani ..


" Ma " sapa Marvin dan di belakangnya ada nenek dan juga mang ujang dan suster Eny . Bagaimana busa mereka bersama ? Pertanyaan demi pertanyaan muncul begitu saja . Suasana saat ini cukup membagongkan .

__ADS_1


__ADS_2