
Dengan penuh semangat Marvin menyiapkan mobil nya untuk mengajak sang istri untuk ke rumah sakit . Ke duanya juga belum memberi tahukan kabar gembira ini kepada kedua orang tua mereka . Mereka akan memastikan terlebih dahulu baru menyampaikan kepada kedua orang tuanya . Seperti apa yang sudah di rencanakan oleh Marvin sebelumnya .
Nada juga tengah bersiap . Padahal hari ini dia juga ada jadwal pemotretan dengan perusahaan sang suami . Tapi apalah daya jika peeusahaan tempat dia bekerja itu adalah milik suaminya . Jadi Nada tidak ikut pemotretan . Biarlah nanti itu urusan Marvin . Sebagai seorang istri Nada hanya menuruti suaminya saja. Tidak ingin akan menjadi panjang urusannya .
" Sudah siap sayang ?" tanya Marvin ketika melihat istrinya sudah berdiri di hadapannya .
" Sudah " ucap Nada lalu hendak masuk ke dalam mobil .
" Tunggu " ucap Marvin .
Nada menatap Marvin seakan bertanya 'apa'.
" Sepatu kamu ganti yang flat . Lain kali juga jangan pakai jeans . Kasian anak aku nanti susah gerak " ucap Marvin .
" Ini masih kecil . Jadi nggak papa " ucap Nada .
" Kamu tunggu di sini . Aku ambilkan sepatu yang flat " ucap Marvin tidak mau di bantah .
" Selalu sesuka hati "lirih Nada.
" Ini juga kebaikan kamu " teriak Marvin seakan tahu kalau sang istri tengah kesal .
Nada lalu mengatupkan kedua bibirnya .
Setelah sedikit masalah sepatu . Akhirnya mobil yang di tumpangi Marvin telah membelah padatnya jalan raya kota .
" Kamu baru mencuci mobil kamu tadi ?" tanya Nada seraya menatap kearah Marvin .
" Iya " jawab Marvin dengan menatap sekilas istri nya .
" Masih basah " ucap Nada
" Apanya ?" tanya Marvin .
" Kursinya " ucap Nada
__ADS_1
" Kirain . Aku nyuci mobil sendiri tadi . Dan ini baru kali ini aku mencuci mobil " ucap Marvin .
" Kenapa ?" tanya Nada .
" Aku tidak mau calon anak aku berada dalam mobil yang kotor " ucap Marvin .
" Bukannya kemaren kamu baru mencuci mobil ?" ucap Nada penuh rasa heran .
" Ya . Aku hanya ingin mempersiapkan yang terbaik untuk kamu dan calon anak aku " ucap Marvin .
Nada memutar bola matanya malas .
Mobil Marvin kini telah terparkir rapi di sebuah rumah sakit ternama di kota nya .
Marvin sudah lebih dulu membuat janji dengan seorang dokter kandungan yang akan memeriksa istri dan calon buah hatinya . Meskipun belum pasti apakah Nada hamil atau tidak .Tapi Marvin sudah begitu semangat menyiapkan yang terbaik untuk istri nya .
Keduanya berjalan saling beriringan . Saling menautkan tangannya satu sama lain . Keduanya tampak serasi , apalagi saat ini mereka menggunakan pakaian casual . Marvin yang sehari hari menggunakan jas kebanggaannya kini hanya menggunakan pakaian casual .
Untuk beberapa hari ini dia akan menemani sang istri di rumah . Meskipun Nada menolak tapi ya begitulah Marvin yang tidak ingin di bantah. .
" Nyonya Nada " ucap salah seorang suster .
" Silahkan ibu , sudah di tunggu oleh dr Indri " jawab suster tersebut .
Nada tersenyum dan mengangguk sedangkan Marvin fokus terhadap istri nya .
" Selamat pagi ibu dan calon bapak " sapa dokter Indri .
" Pagi dok " jawab Nada
" Tolong cek apakah istri saya hamil beneran atau tidak " ucap Marvin langsung pada intinya .
" Yang sopan dong ngomong nya " bisik Nada , karena Marvin terlalu ketus . Tidak ada ekspresi ramah sama sekali .
" Tidak apa . Dia memang begitu " ucap dokter Indri .
__ADS_1
Marvin tidak menanggapinya .
dia memang begitu ? apa dia mantannya . mereka seperti sedang berselisih batin Nada .
Nada menatap Marvin sejenak lalu menatap dokter Indri . Ya , mencoba untuk mencari sebuah penjelasan . Tapi Nada tetap mencoba biasa saja .
Setelah itu dokter Indri memberi arahan kepada Nada untuk tidur di ranjang pasien untuk di periksa . Untuk melihat apakah sudah ada janin atau belum di perut Nada .
" Ini bu , sudah ada bulatan kecil seperti kacang . Ini adalah calon anak ibu Nada " ucap Dokter Indri .
Nada tersenyum haru melihat di sebuah layar jika di perutnya ada makhluk hidup . Marvin yang mendengar itu merasa bahagia . Dia lalu mencium pipi Nada dan juga tangan sang istri . Sebagai ucapan syukur karena kehadiran calon anak mereka .
" Kakek pasti seneng lihat ini " ucap Nada dengan suara yang sudah bergetar dan cairan yang sudah mengalir di pipinya .
" Jangan memikirkan hal yang akan membuat mu sedih . Itu akan mempengaruhi janin mu . Jadi jangan menangis . Kakek sudah bahagia karena sudah melihat kita menikah pasti kakek sudah merasa lega.
Nada hanya mengangguk .
" Calon ibu harus fress , harus bahagia ya . Biar bayinya juga merasa happy " ucap dokter Indri .
" Saya akan berikan vitamin dan juga pereda mual " jelas dokter Indri lagi .
" Terima kasih dok " ucap Nada .
" Sama sama " dokter Indri
" Kami permisi " ucap Nada
" Marvin selamat ya atas pernikahan mu . Dan juga Nada . Pasti kamu bertanya tanya kenapa aku terlihat akrab dengan suami mu " ucap dokter Indri yang di tujukan kepada Nada .
" Terima kasih " jawab Nada karena Marvin hanya diam saja .
" Jujur aku memang penasaran dengan keakraban kalian tapi , aku juga tidak akan bertanya kepada anda dok . Saya bisa tanya kan kepada suami saya " ucap Nada yang entah dari mana mendapat keberanian seperti itu .
Ini kali pertamanya Nada berbicara panjang kepada orang lain . Mungkin di karenakan hormon kehamilannya .
__ADS_1
" Sudah kita pulang " ucap Marvin .
" Aku minta maaf untuk ......