JODOH Pilihan KAKEK

JODOH Pilihan KAKEK
Mual


__ADS_3

Pagi hari di kediaman Marvin dan Nada . Awalnya semua tampak biasa saja . Tapi ketika bangun Nada merasakan mual di perutnya hingga membuatnya untuk terus ke kamar mandi , untuk membuang isi dalam perutnya .


" Hoek hoek hoek "


" Kamu kenapa sakit ?" tanya Marvin yang mengikuti Nada ke kamar mandi .


Marvin juga memberikan pijitan di tengkuk Nada .


" Aku tidak tahu " jawab Nada


" Hanya saja perutku rasanya tidak nyaman . Dan kepala ku sedikit pusing " jawab Nada .


" Kita ke dokter sekarang " ucap Marvin panik .


" Tidak usah . Biasanya kalau masuk angin aku juga seperti ini . Setelah aku tidur nanti juga sembuh " ucap Nada .


" Baiklah . Aku akan buatkan teh panas dulu "


Marvin segera turun ke lantai satu untuk membuatkan teh istrinya .


Selama satu minggu di rumah baru mereka segala perlengkapan sudah terisi . Marvin juga mempekerjakan 5 art untuk mengurus rumahnya dan 2 tukang kebun . Semua itu Marvin lakukan supaya Nada tidak mengurus rumahnya dan membuatnya lelah . Mereka berdua sedang menyiapkan untuk memiliki seorang anak .


" Ada apa Tuan ? Ada yang bisa saya bantu ?" tanya salah satu art yang bernama bi Ijah .


" Tidak usah bi . Biar saya saja " jawab Marvin tanpa menatap bi Ijah . Pikirannya saat ini hanya tentang istrinya .


" Baiklah Tuan kalau begitu saya permisi " pamit bi Ijah .


Marvin hanya menganggukkan kepalanya .


Setelah itu Marvin segera beranjak menuju kamar di mana istrinya berada . Di dalam kamar Nada masih bolak balik kamar mandi karena perutnya yang terasa di aduk .


" Apa masih mual ?" tanya Marvin .

__ADS_1


" Ya " jawab Nada dengan lemas .


Nada menyandarkan tubuhnya di pinggiran kasur empuknya .


" Ini minum dulu teh nya " ucap Marvin .


" Hari ini aku tidak ke kantor . Biar Bram yang mengurusnya " ucap Marvin .


" Aku tidak apa . Aku hanya masuk angin . Nanti juga sembuh kok " ucap Nada .


" Tidak . Aku mau di rumah saja " kekeh Marvin .


" Baiklah terserah . Apa kalian sudah baikan ?" tanya Nada .


" Aku hanya memberinya pelajaran . Biar tidak seenaknya sendiri " ucap Marvin .


" Tapi dia hanya bercanda " ucap Nada .


" Tapi aku bos nya " ucap Marvin tak mau kalah .


" Hahahaha " tawa Marvin gemas melihat tingkah istrinya .


Marvin lalu mengacak acak rambut istrinya dengan gemas .


Nada sempat terpana dengan tawa sang suami yang jarang dia lihat . Tampan nya bertambah berkali kali lipat begitulah kira kira .


" Apa aku tampan ?" goda Marvin .


" Kamu terlalu percaya diri pak " elak Nada lalu meminum tehnya .


" aww panas " ucap Nada .


" Hati hati tidak usah gugup . Di tunggu pria tampan jadi gugup " ucap Marvin lalu mencium bibir Nada untuk menghilangkan rasa pedih akibat teh panas .

__ADS_1


" Sudah sembuh ?" tanya Marvin setelah melepaskan pangutan bibirnya .


" Ck " pipi Nada menjadi merah akibat ulah Marvin .


" Tidurlah . Aku akan menghubungi Bram terlebih dahulu " Marvin mencium kening Nada sebelum meninggalkan kamarnya .


Nada menatap punggung suaminya yang perlahan menjauh .


" Apa yang aku pikirkan " Nada lalu menepuk pipinya .


Di lantai bawah . Bram sudah berada di ruang tamu untuk menemui Marvin . Ini dia lakukan selama 1 minggu ini . Bram di beri tugas untuk menghadapi model model yang susah untuk di atur dan banyak maunya .


" Selamat pagi bos " ucap Bram .


" Hem " jawab Marvin .


" Hari ini kamu urus kantor . Aku tidak masuk istri ku sakit " ucap Marvin .


" Sakit apa ? Bukannya kemarin dia baik baik saja " tanya Bram .


" Aku tidak tahu . Tadi pagi dia selalu bolak balik ke kamar mandi " ucap Marvin .


" Menurut informasi yang pernah gue dengar . Itu tanda tanda ibu hamil " ucap Bram .


" Serius ? " tanya Marvin .


Bram mengangguk semangat . Marvin pasti akan kembali mempekerjakannya di kantor . Bukannya pergi mengurus para model yang banyak maunya .


" Oke . Lo sekarang urus kantor . Kalau istri gue beneran hamil . Lo udah boleh kembali ke kantor kalau belum lo balik lagi ke pekerjaan lo saat ini " ucap Marvin .


" Oke . Deal " ucap Bram lalu dengan semangat kembali ke kantor yang sudah satu minggu ini tidak dia kunjungi .


" Gue cabut " pamit Bram .

__ADS_1


Marvin hanya menganggukkan kepalanya .


__ADS_2