JODOH Pilihan KAKEK

JODOH Pilihan KAKEK
Bertemu pelaku


__ADS_3

Marvin meminta Bram untuk bertemu dengan pegawai yang merupakan pelaku dari keracunan istrinya . Meskipun Sonya menunjukkan bukan pelakunya , tetapi tetap saja membuat Marvin tidak tinggal diam dan merasa puas begitu juga dengan hasilnya . Sehingga membuatnya untuk tetap mencari tahu kebenarannya , karena bukti semua terlihat begitu bersih seakan sengaja memang di bersihkan .


Bram dengan sigap melakukan permintaan Marvin untuk bertemu pegawai yang merupakan pelaku itu . Bram sendiri yang notabennya orang yang selalu bisa diandalkan kini merasa dipermainkan oleh kejadian ini . Semua terlihat halus bahkan tanpa jejak sedikitpun . Sehingga membuatnya tetap menaruh curiga atas kejadian ini .


" Gue mau pergi sekarang " ucap Bram kerika berada di dalam mobil bersama Marvin .


" Lo antar gue pulang dulu combro " kesal Marvin karena Bram terlihat begitu semangat untuk segera mengunjungi pegawai itu .


" Oh iya , sorry gue lupa bosku " ucap Bram tertawa .


Marvin hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu .


Setelah mengantar Marvin , Bram segera melajukan mobilnya menuju jeruji besi dimana pegawai itu berada sekarang . Dia di tangkap oleh polisi Karena ulahnya .


Dan yang lebih membuat heran pegawai itu dengan lantang dan biasa mengakui kecelakaan itu . Tanpa terbebani . Itulah yang membuat Marvin dan Bram semakin melihat kejanggalan dari kejadian ini .


Meskipun Nada sudah melarang Marvin untuk tidak melakukan penyelidikan lagi tapi bagi seorang Marvin itu tidak mungkin dia berhenti begitu saja .


Bram telah sampai di tempat tujuan . Bram segera menghampiri Nanda , pegawai yang meracuni Nada .


" Gue punya sesuatu buat lo " ucap Bram to the point kepada Nanda .


Bram menyerahkan selembaran foto kepada Nanda . Ternyata Bram sudah lebih dulu menelusuri keluarga Nanda m Dan berhasil .


Adik Nanda sedang sakit . Dan dia tinggal bersama ibu dan adiknya . Nanda menjadi tulang punggung ibunya . Sehingga membuat Nanda harus bekerja keras untuk kedua orang yang dia sayangi . Itu juga karena sang Ayah yang berjudi dan juga membuat usahanya bangkrut . Sehingga Ayah nya sering berjudi hingga meninggal karena overdosis . Ayah Nanda juga meninggalkan banyak hutang untuk keluarganya . Dan lebih mengejutkan lagi , Nanda juga teman sekolah dari Nada . Tapi keduanya sama sekali tidak akrab .


Nanda membulatkan matanya menatap lembaran foto di atas meja . Nanda tidak menyangka jika mereka bisa menemukan keluarganya .


" In ..ini ... Dari mana kalian dapat ?" tanya Nanda dengan nada yang sedikit bergetar .


" Mudah saja . Bagaimana pun lo mau nutupin pasti juga bakal terbongkar " ucap Bram menatap Nanda sinis dan senyum remeh .

__ADS_1


Tidak ada yang mengalahkan seorang Bram . Orang suruhan Bram adalah orang ahli semua . Jadi sebaik dan serapat apapun pasti dapat di ketahui .


Nanda terdiam tidak lagi bisa bersuara .


" Katakan yang sebenarnya atau adik lo ini akan terus di rumah dan ya seperti yang lo lihat " ucap Bram seraya menunjuk foto adiknya yang sedang berbaring di ranjang rumahnya .


" Tolong . Jangan sakiti keluarga saya . Saya mohon " tangis Nanda pecah jika mengingat adiknya .


" Lo katakan yang sebenarnya . Maka adik lo akan baik-baik saja " ucap Bram .


Marvin sudah meminta Bram mengantar adik dari Nanda untuk ke rumah sakit . Kondisi dari adik Nanda sudah semakin parah .


Tapi tetap saja Bram tidak mengatakan itu . Bram ingin Nanda mengatakan kejadian yang sebenarnya .


Nanda tampak ragu melihat pria di depannya ini . Apa dia bisa mempercayainya ? Atau dia lebih mempercayai gadis yang telah membuatnya di penjara ? Tapi jika melihat kondisi adiknya Nanda tidak ada pilihan lain selain meminta bantuan pria di hadapannya .


" Tapi jika saya mengatakan yang sebenarnya apa anda bisa membantu saya ? Melindungi saya dan tentunya juga keluarga saya ?" tanya Nanda beruntun .


" Saya ... Saya .. Di suruh " ucap Nanda seraya menunduk .


" Gue nggak dengar " sentak Bram .


Nanda lalu mengangkat kepalanya perlahan ..


" Saya di suruh Tuan . Saya di suruh oleh seorang gadis untuk memberikan makanan dengan di beri obat itu supaya bayi dalam kandungan Nada bisa pergi " ucap Nanda takut.


" Siapa?!" tegas Bram .


" Jawab atau adik lo bakal hilang dari bumi ini " kesal Bram karena Nanda tak kunjung memberitahunya .


" Son.. Sonya Tuan " ucap Nanda .

__ADS_1


Bram menganggukkan kepalanya . Lalu menatap kearah seorang polisi yang sedang berjaga di sana .


" Lo dengar kan ? Cari gadis itu sampai ketemu bagaimanapun caranya " ucap Bram .


" Sudah Tuan . Kami sudah menemukan gadis itu " jawab polisi tersebut .


Bram bertepuk tangan takjub .


" Keren keren . Terima kasih " ucap Bram lalu bangkit dari duduknya .


Nanda segera menghentikan langkah Bram .


" Tunggu Tuan " teriak Nanda .


Bram membalikkan badannya seakan bertanya 'apa'.


" Itu , soal adik dan juga ibu saya . Apa anda bisa menepati janji ?" tanya Nanda tampak ragu .


Bram mengangguk lalu pergi dari sana . Pria berperawakan tinggi tegap itu lalu meninggalkan ruangan itu . Dan menuju kerumah Marvin .


Marvin dan Nada sedang duduk di taman . Hari ini Nada ingin BBQ . Berdua saja bersama sang suami .


" Hahaha, ya ampun sayang kenapa wajah mu hitam semua " tawa Nada pecah ketika melihat Marvin dengan wajah yang terkena abu .


" Sayang ini gerimis . Susah kalau mau bikin api . Kita masuk ya , nanti kamu sakit oke . Kita ke hotel saya makan di sana dan menginap di sana " ucap Marvin mencoba bernegosiasi .


Nada tampak menimbang ucapan suaminya m Sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya.


Marvin bernafas lega mendapat persetujuan istrinya . Heran saya dengan istrinya yang selalu meninta hal yang aneh-aneh .


" Semoga ntar kalau anak gue keluar dia jadi anak yang baik dan tidak aneh-aneh mintanya " gumam Marvin lalu melepas celemek yang dia pakai untuk menuruti keinginan istrinya ...

__ADS_1


Bram yang saat itu menuju rumah Marvin . Bram tidak bisa menemukan Marvin , karena Marvin dan Nada sudah lebih dulu pergi . Bahkan Bram sudah menghubungi Marvin tapi juga tidak si angkat oleh sang empunya. Bram mendesah kesal , tapi setidaknya semua sudah bisa di selesaikan . Mungkin ........


__ADS_2