
Setelah kejadian itu Nada benar benar harus di rumah . Marvin melarang Nada untuk keluar jika tidak bersama Marvin atau keluarga yang lain .
Saat itu Nada memang sudah meninta Meta untuk menemaninya tapi Meta tidak bisa untuk menemani Nada . Dengan kejadian itu Meta juga merasa menyesal , karena tidak bisa menemani Nada . Padahal Meta juga sudah memberitahu Nada untuk tetap berhati hati kepada Sonya . Meta melihat gerak gerik aneh dari Sonya . Meskipun Meta belum bisa menyimpulkan semua itu tapi pada awalnya memang Meta kurang menyukai Sonya . Tabiat Sonya yang kurang peduli dengan keluarganya dan juga sifat angkuh Sonya yang membuat Meta tidak menyukai Sonya .
" Gue minta maaf ya Nad, gara gara gue nggak nisa nemenin dan jaga lo . Lo jadi di kurung di istana " ucap Meta yang berkunjung ke rumah Nada .
" Apaan sih lo . Ini juga bukan salah lo kali . Gue nya aja yang kurang hati hati " ucap Nada .
" Tapi tetep aja gue nggak enak sama lo . Spa lagi sama suami lo . Mana suami lo keliatan tambah garang banget lagi . Berasa masuk freezer tahu nggak kalau liat suami lo " ucap Meta .
" Dia emang gitu . Tapi dia nggak papa Meta . Udah deh nggak usah parno an deh . Makan yuk gue lapar " ucap Nada .
Meta mengangguk . Meta memang belum sarapan sedari rumah tadi . Ya itung itung ikut sarapan di rumah sultan .
Nada mengambil makanannya . Meta juga melakukan hal yang sama .
" Tunggu deh Nad . Gue icip dulu " ucap Meta hendak mencicip makanan Nada .
" Apaan sih lo . Makanan kita sama Meta . Nggak usah aneh aneh deh " kesel Nada .
" Gue lagi jagain bayi dan istri sultan Nada . Lo diam aja deh " kesel Meta tak mau kalah
" Semua makanan di sini sudah di uji semua nona . Dan semua aman " ucap kepala pelayan di sana .
" Maaf bukan saya meragukan kalian semua . Tapi ...
" Udah Ta .. Makan oke " ucap Nada .
" Di sini semua makanan sudah keluar masuk melalui mesin itu nona " pelayan itu mencoba menunjukkan kepada Meta .
" Itu alat apa bi ?" tanya Meta .
" Uji kalau semua ini nggak ada racunnya . Udah makan jangan banyak tanya " kesel Nada .
" Keren suami lo . Besok gue juga mau beli " ucap Meta
" Kalau gue udah di nikahin sultan Arab " gurau Meta lalu melahap makanannya .
" Serah lo . Mau nikah ma onta ma siapa yang penting jangan onta betina " balas Nada .
" Sialan . Kaga bakal jadi kalau sama betina " ucap Meta .
Keduanya lalu tertawa .
__ADS_1
" Suami lo udah berangkat ?" tanya Meta melihat sekeliling rumah Nada . Dari tadi meta datang , Meta belum melihat Marvin .
" Lo ke sini mau nyari gue apa suami gue ?"tanya Nada .
" Ya suami lo lah . Siapa tahu jadi baby sister suami lo . eh anak lo maksud gue " gurau Meta .
" Dih lo mau teman makan teman. Dih amit amit " ucap Nada memukul meja 3 kali .
" Wkwkwk udah bucin lo sekarang . Udah di kasih yang enak enak dan di beri cebong di perut ya nggak " ucap Meta menaik turunkan alisnya .
" Makanya nikah biar nggak halu mulu lo sama hsl enak enak " ucap Nada .
" Apa nya yang enak sayang ?" tanya Marvin yang baru saja turun . Marvin lalu mencium pipi Nada dengan sayang ...
" Hah ? Eumh ... Ini makanannya enak sayang " jawab Nada seraya melirik Meta .
Meta hanya bisa menahan tawa melihat mimik lucu Nada .
Mereka segera memulai sarapan . Setelah Marvin turun tidak ada pembicaraan sama sekali. Marvin membuat Meta merasa canggung apalagi setelah kejadian yang di alami oleh Nada .
" Sayang aku berangkat dulu " ucap Marvin lalu mencium kening istrinya .
" Baiklah hati hati " jawab Nada dengan sayang .
Setelah Marvin pergi , Meta baru bisa bernafas lega .
" Gila .. Gila .. Nggak bisa bernafas gue kalau ada laki lo " ucap Meta .
" Hahhaa . Lagian lo ngapain nggak bernafas . Orang dia juga nggak papa " ucap Nada apa adanya .
" Nggak ada .. Dia mah laki lo , jadi ya lo biasa aja " ucap Meta mengelus dadanya .
" Kenapa balik lagi ?" tanya Nada melihat suaminya kembali masuk ke dalam rumah .
Meta segera bersikap kaku lagi . Seakan melihat orang yang dia takuti .
Marvin menunjuk dengan dagunya ke arah Meta . Nada tersenyum lucu melihat ekspresi Meta yang kembali menundukkan kepalanya .
" Saya tidak apa apa dengan kejadian yang menimpa istri saya . Itu bukan salah kamu karena tidak menemaninya . Tapi itu memang sudah seperti itu adanya " ucap Marvin berdiri di samping Nada .
Meta segera mengangkat kepalanya . Lalu Meta menunjuk dirinya sendiri dengan telunjuknya . Seakan bertanya 'aku' .
Marvin menganggukkan kepalanya seraya tersenyum samar .
__ADS_1
" Saya hanya takut pak bos marah .. Terus aku di pecat dari perusahaan dan nggak boleh ketemu Nada . Kan aku sama Nada udah bagaikan belahan jiwa . Separuh aku Nada " ucap Meta menatap Marvin sendu .
" Seharusnya yang bilang seperti itu saya . Karena dia itu istri saya . Tapi karena kamu perempuan oke saya maaf kan " ucap Marvin .
" Aku berangkat beneran sayang " ucap Marvin lalu mencium kening istrinya
" Tadi laki lo senyum kan sama gue ?" ucap Meta tak percaya .
" Iya .. Dia tersenyum sama lo " ucap Nada .
" Oke sekarang gue harus berangkat mencari nafkah untuk kelangsungan hidup gue " ucap Meta lalu meninggalkan Nada penuh semangat .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
too tok tok
" Ini berkas yang anda minta " ucap Bram yang berubah profesiaonal.
" Hem . taruh di situ dulu " ucap Marvin .
Bram segera melanjutkan pekerjaannya lagi .
Marvin lalu meraih berkas yang di berikan oleh Bram . Membuka lembar demi lembar kertas yang kini sudah berada di tangannya . Membaca setiap baris dalam kertas putih berisi tinta itu .
" Bram ke ruangan sekarang " pinta Marvin melalui sambungan telepon .
" Ya " jawab Bram sedikit kesal padahal baru saja dia dari sana kenapa tidak dari tadi pikir Bram .
Marvin mengulang lagi setiap lembar itu agar menemukan kejanggalan tapi tetap saja tidak ada .
" Ada apa ?" tanya Bram langsung kepada Marvin .
" Ini yakin tidak ada hubungannya dengan Sonya ?" tanya Marvin seraya menunjukkan berkas yang baru saja dia terima .
Bram menjatuhkan bokongnya di kursi tepat di hadapan Marvin .
" Saya juga tidak menyangka jika Sonya bukan dalang dari kejadian ini . Tapi itulah kenyataannya . Dan waiters itu yang tidak sengaja menumpahkan obat nya ke makanan . Katanya sih begitu . Tapi kalau di pikir pikir itu tidak mungkin . Dan waiters itu juga mengakui semua nya . Sekarang sedang di periksa dan juga dia sudah di pecat dari kafe itu " jelas Bram sesuai apa yang dia dapatkan .
Marvin menyandarkan tubuhnya merasa tetap ada yang salah dari apa yang mereka dapatkan saat ini .
" Dan ini juga ada data dari rumah sakit jika Sonya juga mengalami hal yang sama dengan nona " ucap Bram .
" Baiklah " ucap Marvin .
__ADS_1
Bram lalu meninggalkan Marvin sendiri . Bram juga merasakan hal yang sama seperti yang di pikirkan oleh Marvin tapi mengulik semua itu tetap sama hasilnya .