JODOH Pilihan KAKEK

JODOH Pilihan KAKEK
Draft


__ADS_3

Setelah kejadian itu Nada benar benar harus di rumah . Marvin melarang Nada untuk keluar jika tidak bersama Marvin atau keluarga yang lain .


Saat itu Nada memang sudah meninta Meta untuk menemaninya tapi Meta tidak bisa untuk menemani Nada . Dengan kejadian itu Meta juga merasa menyesal , karena tidak bisa menemani Nada . Padahal Meta juga sudah memberitahu Nada untuk tetap berhati hati kepada Sonya . Meta melihat gerak gerik aneh dari Sonya . Meskipun Meta belum bisa menyimpulkan semua itu tapi pada awalnya memang Meta kurang menyukai Sonya . Tabiat Sonya yang kurang peduli dengan keluarganya dan juga sifat angkuh Sonya yang membuat Meta tidak menyukai Sonya .


" Gue minta maaf ya Nad, gara gara gue nggak nisa nemenin dan jaga lo . Lo jadi di kurung di istana " ucap Meta yang berkunjung ke rumah Nada .


" Apaan sih lo . Ini juga bukan salah lo kali . Gue nya aja yang kurang hati hati " ucap Nada .


" Tapi tetep aja gue nggak enak sama lo . Spa lagi sama suami lo . Mana suami lo keliatan tambah garang banget lagi . Berasa masuk freezer tahu nggak kalau liat suami lo " ucap Meta .


" Dia emang gitu . Tapi dia nggak papa Meta . Udah deh nggak usah parno an deh . Makan yuk gue lapar " ucap Nada .


Meta mengangguk . Meta memang belum sarapan sedari rumah tadi . Ya itung itung ikut sarapan di rumah sultan .


Nada mengambil makanannya . Meta juga melakukan hal yang sama .


" Tunggu deh Nad . Gue icip dulu " ucap Meta hendak mencicip makanan Nada .


" Apaan sih lo . Makanan kita sama Meta . Nggak usah aneh aneh deh " kesel Nada .


" Gue lagi jagain bayi dan istri sultan Nada . Lo diam aja deh " kesel Meta tak mau kalah


" Semua makanan di sini sudah di uji semua nona . Dan semua aman " ucap kepala pelayan di sana .


" Maaf bukan saya meragukan kalian semua . Tapi ...


" Udah Ta .. Makan oke " ucap Nada .


" Di sini semua makanan sudah keluar masuk melalui mesin itu nona " pelayan itu mencoba menunjukkan kepada Meta .


" Itu alat apa bi ?" tanya Meta .


" Uji kalau semua ini nggak ada racunnya . Udah makan jangan banyak tanya " kesel Nada .


" Keren suami lo . Besok gue juga mau beli " ucap Meta


" Kalau gue udah di nikahin sultan Arab " gurau Meta lalu melahap makanannya .


" Serah lo . Mau nikah ma onta ma siapa yang penting jangan onta betina " balas Nada .


" Sialan . Kaga bakal jadi kalau sama betina " ucap Meta .


Keduanya lalu tertawa .

__ADS_1


" Suami lo udah berangkat ?" tanya Meta melihat sekeliling rumah Nada . Dari tadi meta datang , Meta belum melihat Marvin .


" Lo ke sini mau nyari gue apa suami gue ?"tanya Nada .


" Ya suami lo lah . Siapa tahu jadi baby sister suami lo . eh anak lo maksud gue " gurau Meta .


" Dih lo mau teman makan teman. Dih amit amit " ucap Nada memukul meja 3 kali .


" Wkwkwk udah bucin lo sekarang . Udah di kasih yang enak enak dan di beri cebong di perut ya nggak " ucap Meta menaik turunkan alisnya .


" Makanya nikah biar nggak halu mulu lo sama hsl enak enak " ucap Nada .


" Apa nya yang enak sayang ?" tanya Marvin yang baru saja turun . Marvin lalu mencium pipi Nada dengan sayang ...


" Hah ? Eumh ... Ini makanannya enak sayang " jawab Nada seraya melirik Meta .


Meta hanya bisa menahan tawa melihat mimik lucu Nada .


Mereka segera memulai sarapan . Setelah Marvin turun tidak ada pembicaraan sama sekali. Marvin membuat Meta merasa canggung apalagi setelah kejadian yang di alami oleh Nada .


" Sayang aku berangkat dulu " ucap Marvin lalu mencium kening istrinya .


" Baiklah hati hati " jawab Nada dengan sayang .


Setelah Marvin pergi , Meta baru bisa bernafas lega .


" Gila .. Gila .. Nggak bisa bernafas gue kalau ada laki lo " ucap Meta .


" Hahhaa . Lagian lo ngapain nggak bernafas . Orang dia juga nggak papa " ucap Nada apa adanya .


" Nggak ada .. Dia mah laki lo , jadi ya lo biasa aja " ucap Meta mengelus dadanya .


" Kenapa balik lagi ?" tanya Nada melihat suaminya kembali masuk ke dalam rumah .


Meta segera bersikap kaku lagi . Seakan melihat orang yang dia takuti .


Marvin menunjuk dengan dagunya ke arah Meta . Nada tersenyum lucu melihat ekspresi Meta yang kembali menundukkan kepalanya .


" Saya tidak apa apa dengan kejadian yang menimpa istri saya . Itu bukan salah kamu karena tidak menemaninya . Tapi itu memang sudah seperti itu adanya " ucap Marvin berdiri di samping Nada .


Meta segera mengangkat kepalanya . Lalu Meta menunjuk dirinya sendiri dengan telunjuknya . Seakan bertanya 'aku' .


Marvin menganggukkan kepalanya seraya tersenyum samar .

__ADS_1


" Saya hanya takut pak bos marah .. Terus aku di pecat dari perusahaan dan nggak boleh ketemu Nada . Kan aku sama Nada udah bagaikan belahan jiwa . Separuh aku Nada " ucap Meta menatap Marvin sendu .


" Seharusnya yang bilang seperti itu saya . Karena dia itu istri saya . Tapi karena kamu perempuan oke saya maaf kan " ucap Marvin .


" Aku berangkat beneran sayang " ucap Marvin lalu mencium kening istrinya


" Tadi laki lo senyum kan sama gue ?" ucap Meta tak percaya .


" Iya .. Dia tersenyum sama lo " ucap Nada .


" Oke sekarang gue harus berangkat mencari nafkah untuk kelangsungan hidup gue " ucap Meta lalu meninggalkan Nada penuh semangat .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


too tok tok


" Ini berkas yang anda minta " ucap Bram yang berubah profesiaonal.


" Hem . taruh di situ dulu " ucap Marvin .


Bram segera melanjutkan pekerjaannya lagi .


Marvin lalu meraih berkas yang di berikan oleh Bram . Membuka lembar demi lembar kertas yang kini sudah berada di tangannya . Membaca setiap baris dalam kertas putih berisi tinta itu .


" Bram ke ruangan sekarang " pinta Marvin melalui sambungan telepon .


" Ya " jawab Bram sedikit kesal padahal baru saja dia dari sana kenapa tidak dari tadi pikir Bram .


Marvin mengulang lagi setiap lembar itu agar menemukan kejanggalan tapi tetap saja tidak ada .


" Ada apa ?" tanya Bram langsung kepada Marvin .


" Ini yakin tidak ada hubungannya dengan Sonya ?" tanya Marvin seraya menunjukkan berkas yang baru saja dia terima .


Bram menjatuhkan bokongnya di kursi tepat di hadapan Marvin .


" Saya juga tidak menyangka jika Sonya bukan dalang dari kejadian ini . Tapi itulah kenyataannya . Dan waiters itu yang tidak sengaja menumpahkan obat nya ke makanan . Katanya sih begitu . Tapi kalau di pikir pikir itu tidak mungkin . Dan waiters itu juga mengakui semua nya . Sekarang sedang di periksa dan juga dia sudah di pecat dari kafe itu " jelas Bram sesuai apa yang dia dapatkan .


Marvin menyandarkan tubuhnya merasa tetap ada yang salah dari apa yang mereka dapatkan saat ini .


" Dan ini juga ada data dari rumah sakit jika Sonya juga mengalami hal yang sama dengan nona " ucap Bram .


" Baiklah " ucap Marvin .

__ADS_1


Bram lalu meninggalkan Marvin sendiri . Bram juga merasakan hal yang sama seperti yang di pikirkan oleh Marvin tapi mengulik semua itu tetap sama hasilnya .


__ADS_2