JODOH Pilihan KAKEK

JODOH Pilihan KAKEK
Berita..... ?


__ADS_3

" Aku akan ke luar kota untuk beberapa hari . Jika kamu mau menginap ke rumah orang tua mu aku tidak masalah " ucap Marvin setelah selesai bersiap .


" Aku akan menginap di rumah mama " ucap Nada .


" Aku lebih tenang jika kamu di sana " ucap Marvin lalu mencium kening sang istri .


" Aku mencintaimu " ucapnya lagi .


Nada menatap Marvin tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar .


" Tidak perlu menjawab sekarang . Nanti setelah aku pulang baru jawab " ucapnya lagi


" Aku berangkat "


" Ya hati-hati " jawab Nada .


Marvin berjalan menuju pintu dan keluar . Saat di buka Bram masih berada di sana .


" Astaga .. Mengejutkan aja lo . Ngapain di sini ? " ucap Marvin .


" Ngapain ? Ah sudah lah . Aku sudah lelah . Ayo berangkat " ucap Bram lalu meninggalkan Marvin begitu saja .


" Dasar aneh " lirih Marvin .


Setelah Marvin berangkat . Nada bersiap diri untuk menuju kampusnya . Dan pulang nanti dia akan memutuskan pulang ke rumah mamanya . Lagian dia sudah kangen berantem dengan adiknya yang selalu mengganggunya .


" Pakai ini saja lah . Sepertinya mendung " ucap Nada pada dirinya sendiri .


Di rasa sudah cukup Nada keluar dari apartemennya menuju tempat parkir mobilnya .


Mobil Nada melaju dengan kecepatan sedang . Dan benar saja pagi ini sudah turun hujan . Memang sudah musim penghujan juga jadi Nada memilih berhati-hati saat berkendara .


" Kok jadi macet gini ya . Untung berangkatnya lebih awal jadi masih ada waktulah " ucap Nada melihat jam di pergelangan tangannya .


tin tin tin


" Hai Nad " sapa seorang pria di dalam mobil di sebelah Nada .


Merasa ada yang memanggilnya Nada menoleh ke arah sumber suara . Saat itu Nada sedang membuka kaca mobilnya sedikit .


" Miko " lirih Nada .


" Mau ke kampus ?" tanya Miko


" Iya " jawab Nada .


" Woy ayo maju udah nggak macet itu " teriak dari mobil di belakang ke duanya .


Miko dan Nada saling melempar senyum . Lalu melajukan mobilnya . Tidak ingin kena semprot para pengendara mobil lain .

__ADS_1


Tak terasa mobil yang di tumpangi Nada sudah terparkir di depan kampusnya . Nada segera memarkirkan mobilnya .


" Payung mana payung " Nada mencoba mencari payung yang biasanya berada di dalam mobilnya tapi tidak ada .


tok tok tok


Seseorang tiba-tiba mengetuk pintu mobil Nada . Nada segera membuka sedikit pintu kaca mobilnya .


" Ada apa Miko ?" tanya Nada .


" Kamu bawa payung nggak ? Ini aku bawa . Soalnya dari tadi aku perhatikan kamu tidak keluar mobil " ucap Miko


Nada tampak ragu mendengar ucapan Miko .


" Tenang aku bawa dua kok " ucap Miko seakan tahu keraguan Nada


" Terima kasih " ucap Nada lalu membuka pintu mobilnya dan Miko memberikan payung untuk Nada .


Semua itu tak luput dari mata para mahasiswa yang juga baru sampai . Bagi mereka ini adalah berita yang bagus . Jarang sekali seorang Nada menjadi bahan berita .


" Berita bagus nih " ucap salah seorang mahasiswa .


Miko dan Nada terlihat seperti orang yang sedang berpacaran bagi yang melihatnya . Apalagi Miko yang menunggu Nada dengan payung di tangannya . Bagi mereka itu romantis .


" So sweet banget sih pangeran kampus ku "


" Jadi iri deh "


" Patah hati gue "


Begitulah kira-kira para mahasiswi yang melihat kedekatan mereka.


" Terima kasih . Payungnya aku pinjam dulu " ucap Nada ketika sudah di depan kelasnya .


" Buat kamu aja . Aku udah ada " ucap Miko dengan senyum tampannya .


" Serius nih . Ternyata nanti payung nyokap lo lagi " canda Nada .


" Enggaklah . Tenang aja . Nanti nyokap gue , gue beliin yang banyak " balas Miko dengan bercanda .


" Ya udah gue masuk dulu . Thanks sekali lagi " ucap Nada lalu benar-benar masuk ke kelasnya .


" Jantung aman " ucap Miko ketika berhasil dekat dengan pujaan hati .


" Ngapain lo bengong di sini . Mana senyum-senyum lagi kayak orang nggak sehat " ucap teman Miko .


" Sepertinya gue emang nggak waras " ucap Miko lalu menuju kelasnya .


" Lah gila kok bangga " cibir teman Miko .

__ADS_1


Jam kuliah telah berakhir . Hari ini Nada sendiri , karena Meta tidak masuk karena sakit . Nada memutuskan untuk menjenguk Meta jika hujan tidak selebat ini . Tapi hujan kali ini datang bersama angin jadi tidak memungkinkan untuk mampir-mampir . Akhirnya Nada memutuskan untuk pulang saja .


" Tumben pulang ? Mana suami mu ?" tanya mama Anjani .


" Nggak boleh nih pulang ?" tanya Nada pura-pura merajuk.


" Boleh . Tapi biasanya kamu ke sini sama suami kamu . Kok ini sendiri ? Kamu berantem ? " tanya mama Anjani tanpa henti .


" Mah please deh . Pulang sendiri belum tentu berantem . Mama tanya aja sama mantu mama kalau nggak percaya . Orang dia lagi keluar kota dibilang berantem . Tahu gitu pulang ke rumah Mami Maya aja . Ibu mertua berasa ibu kandung " ucap Nada lalu menuju kamarnya .


" Mama bercanda juga . Dih merajuk , kayak lagi isi aja sensitip " ucap mama Anjani .


Nada menghentikan langkahnya . Lalu mengelus perutnya secara tiba-tiba . Pernikahannya sudah menginjak setengah tahun tapi sepertinya belum ada tanda-tanda jika dia berbadan dua .


Tapi dia melanjutkan lagi langkahnya lagi . Tidak mau terlalu berfikir lebih . Perasaan mereka saja belum tahu bagaimana sebenarnya . Meskipun Marvin sebelum pergi mengungkapkan isi hatinya .


" Akhirnya kembali lagi di kamar ini " ucap Nada setelah menjatuhkan tubuhnya di ranjang yang sudah jarang dia tempati .


" Apa benar tadi dia bilang cinta ? Aku salah denger nggak sih ? " Nada bertanya-tanya sendiri .


" Taulah " ucap Nada lalu menuju alam mimpi .


Hujan kali ini cukup deras hingga hawa dingin begitu terasa di tulang .


Kicauan burung di pagi hari membangunkan seorang gadis cantik yang masih bergulung di bawah selimut tebalnya .


" Kok udah pagi aja sih " ucap Nada .


Nada memilih bangun untuk membersihkan diri. Ponsel Nada sedari tadi terus berbunyi menandakan ada telepon masuk . Tapi pemilik ponsel masih berada di dalam kamar mandi jadi tidak tahu jika ada yang menghubunginya .


Setelah hampir satu jam . Nada memilih untuk berendam sejenak untuk merilekskan tubuhnya .


*drt drt drt


" Lo dari mana aja sih kesel deh gue "ucap seorang dari seberang telpon .


" Gue habis mandi . Ada apa sih ?"tanya Nada .


" Lo udah lihat ponsel lo belum ? " tanya Meta .


" Belum gue baru bangun tidur " jawab Nada .


" Anak prawan jam segini baru bangun mau jadi apa lo " cerocos Meta .


" Ups gue lupa lo udah nggak perawan . Hehehe " ucap Meta .


" Suami lo ada ?" tanya Meta .


" Lo pagi-pagi gini cuma msu nanyain suami gue . Dia lagi pergi , udah gue tutup " ucap Nada hendak mematikan ponselnya .

__ADS_1


" Tunggu . Lihat ponsel lo . Ada berita "


" Apa* ?!"


__ADS_2