
" Aku akan ke luar kota untuk beberapa hari . Jika kamu mau menginap ke rumah orang tua mu aku tidak masalah " ucap Marvin setelah selesai bersiap .
" Aku akan menginap di rumah mama " ucap Nada .
" Aku lebih tenang jika kamu di sana " ucap Marvin lalu mencium kening sang istri .
" Aku mencintaimu " ucapnya lagi .
Nada menatap Marvin tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar .
" Tidak perlu menjawab sekarang . Nanti setelah aku pulang baru jawab " ucapnya lagi
" Aku berangkat "
" Ya hati-hati " jawab Nada .
Marvin berjalan menuju pintu dan keluar . Saat di buka Bram masih berada di sana .
" Astaga .. Mengejutkan aja lo . Ngapain di sini ? " ucap Marvin .
" Ngapain ? Ah sudah lah . Aku sudah lelah . Ayo berangkat " ucap Bram lalu meninggalkan Marvin begitu saja .
" Dasar aneh " lirih Marvin .
Setelah Marvin berangkat . Nada bersiap diri untuk menuju kampusnya . Dan pulang nanti dia akan memutuskan pulang ke rumah mamanya . Lagian dia sudah kangen berantem dengan adiknya yang selalu mengganggunya .
" Pakai ini saja lah . Sepertinya mendung " ucap Nada pada dirinya sendiri .
Di rasa sudah cukup Nada keluar dari apartemennya menuju tempat parkir mobilnya .
Mobil Nada melaju dengan kecepatan sedang . Dan benar saja pagi ini sudah turun hujan . Memang sudah musim penghujan juga jadi Nada memilih berhati-hati saat berkendara .
" Kok jadi macet gini ya . Untung berangkatnya lebih awal jadi masih ada waktulah " ucap Nada melihat jam di pergelangan tangannya .
tin tin tin
" Hai Nad " sapa seorang pria di dalam mobil di sebelah Nada .
Merasa ada yang memanggilnya Nada menoleh ke arah sumber suara . Saat itu Nada sedang membuka kaca mobilnya sedikit .
" Miko " lirih Nada .
" Mau ke kampus ?" tanya Miko
" Iya " jawab Nada .
" Woy ayo maju udah nggak macet itu " teriak dari mobil di belakang ke duanya .
Miko dan Nada saling melempar senyum . Lalu melajukan mobilnya . Tidak ingin kena semprot para pengendara mobil lain .
__ADS_1
Tak terasa mobil yang di tumpangi Nada sudah terparkir di depan kampusnya . Nada segera memarkirkan mobilnya .
" Payung mana payung " Nada mencoba mencari payung yang biasanya berada di dalam mobilnya tapi tidak ada .
tok tok tok
Seseorang tiba-tiba mengetuk pintu mobil Nada . Nada segera membuka sedikit pintu kaca mobilnya .
" Ada apa Miko ?" tanya Nada .
" Kamu bawa payung nggak ? Ini aku bawa . Soalnya dari tadi aku perhatikan kamu tidak keluar mobil " ucap Miko
Nada tampak ragu mendengar ucapan Miko .
" Tenang aku bawa dua kok " ucap Miko seakan tahu keraguan Nada
" Terima kasih " ucap Nada lalu membuka pintu mobilnya dan Miko memberikan payung untuk Nada .
Semua itu tak luput dari mata para mahasiswa yang juga baru sampai . Bagi mereka ini adalah berita yang bagus . Jarang sekali seorang Nada menjadi bahan berita .
" Berita bagus nih " ucap salah seorang mahasiswa .
Miko dan Nada terlihat seperti orang yang sedang berpacaran bagi yang melihatnya . Apalagi Miko yang menunggu Nada dengan payung di tangannya . Bagi mereka itu romantis .
" So sweet banget sih pangeran kampus ku "
" Jadi iri deh "
" Patah hati gue "
Begitulah kira-kira para mahasiswi yang melihat kedekatan mereka.
" Terima kasih . Payungnya aku pinjam dulu " ucap Nada ketika sudah di depan kelasnya .
" Buat kamu aja . Aku udah ada " ucap Miko dengan senyum tampannya .
" Serius nih . Ternyata nanti payung nyokap lo lagi " canda Nada .
" Enggaklah . Tenang aja . Nanti nyokap gue , gue beliin yang banyak " balas Miko dengan bercanda .
" Ya udah gue masuk dulu . Thanks sekali lagi " ucap Nada lalu benar-benar masuk ke kelasnya .
" Jantung aman " ucap Miko ketika berhasil dekat dengan pujaan hati .
" Ngapain lo bengong di sini . Mana senyum-senyum lagi kayak orang nggak sehat " ucap teman Miko .
" Sepertinya gue emang nggak waras " ucap Miko lalu menuju kelasnya .
" Lah gila kok bangga " cibir teman Miko .
__ADS_1
Jam kuliah telah berakhir . Hari ini Nada sendiri , karena Meta tidak masuk karena sakit . Nada memutuskan untuk menjenguk Meta jika hujan tidak selebat ini . Tapi hujan kali ini datang bersama angin jadi tidak memungkinkan untuk mampir-mampir . Akhirnya Nada memutuskan untuk pulang saja .
" Tumben pulang ? Mana suami mu ?" tanya mama Anjani .
" Nggak boleh nih pulang ?" tanya Nada pura-pura merajuk.
" Boleh . Tapi biasanya kamu ke sini sama suami kamu . Kok ini sendiri ? Kamu berantem ? " tanya mama Anjani tanpa henti .
" Mah please deh . Pulang sendiri belum tentu berantem . Mama tanya aja sama mantu mama kalau nggak percaya . Orang dia lagi keluar kota dibilang berantem . Tahu gitu pulang ke rumah Mami Maya aja . Ibu mertua berasa ibu kandung " ucap Nada lalu menuju kamarnya .
" Mama bercanda juga . Dih merajuk , kayak lagi isi aja sensitip " ucap mama Anjani .
Nada menghentikan langkahnya . Lalu mengelus perutnya secara tiba-tiba . Pernikahannya sudah menginjak setengah tahun tapi sepertinya belum ada tanda-tanda jika dia berbadan dua .
Tapi dia melanjutkan lagi langkahnya lagi . Tidak mau terlalu berfikir lebih . Perasaan mereka saja belum tahu bagaimana sebenarnya . Meskipun Marvin sebelum pergi mengungkapkan isi hatinya .
" Akhirnya kembali lagi di kamar ini " ucap Nada setelah menjatuhkan tubuhnya di ranjang yang sudah jarang dia tempati .
" Apa benar tadi dia bilang cinta ? Aku salah denger nggak sih ? " Nada bertanya-tanya sendiri .
" Taulah " ucap Nada lalu menuju alam mimpi .
Hujan kali ini cukup deras hingga hawa dingin begitu terasa di tulang .
Kicauan burung di pagi hari membangunkan seorang gadis cantik yang masih bergulung di bawah selimut tebalnya .
" Kok udah pagi aja sih " ucap Nada .
Nada memilih bangun untuk membersihkan diri. Ponsel Nada sedari tadi terus berbunyi menandakan ada telepon masuk . Tapi pemilik ponsel masih berada di dalam kamar mandi jadi tidak tahu jika ada yang menghubunginya .
Setelah hampir satu jam . Nada memilih untuk berendam sejenak untuk merilekskan tubuhnya .
*drt drt drt
" Lo dari mana aja sih kesel deh gue "ucap seorang dari seberang telpon .
" Gue habis mandi . Ada apa sih ?"tanya Nada .
" Lo udah lihat ponsel lo belum ? " tanya Meta .
" Belum gue baru bangun tidur " jawab Nada .
" Anak prawan jam segini baru bangun mau jadi apa lo " cerocos Meta .
" Ups gue lupa lo udah nggak perawan . Hehehe " ucap Meta .
" Suami lo ada ?" tanya Meta .
" Lo pagi-pagi gini cuma msu nanyain suami gue . Dia lagi pergi , udah gue tutup " ucap Nada hendak mematikan ponselnya .
__ADS_1
" Tunggu . Lihat ponsel lo . Ada berita "
" Apa* ?!"