JODOH Pilihan KAKEK

JODOH Pilihan KAKEK
Nikah ?


__ADS_3

" Terus gue harus apa ? Tanggung jawab apa yang lo mau ? Nikah ?" ucap Bram asal .


Bram lalu mengatupkan kedua bibirnya merasa salah ucap .


Nada dan Marvin hanya menjadi pendengar di sana . Sebenarnya Marvin sudah mau mengajak Nada pulang tapi Nada ingin melihat pertunjukan sampai akhir .


Suasana masih terasa canggung . Nada masih terlihat menikmati drama keluarga malam ini .


" Boleh " ucap Mama Maurin.


Bram dan Meta membuka mulutnya lebar lebar .


" Ma " ucap Meta .


" Saya itu .. Anu .. begini .. tante .. aduh " ucap Bram jadi gagap .


Bram melihat ke arah Marvin yang memang masih duduk dengan tenang .


" Saya hanya bercanda " tawa mama Maurin pecah menatap wajah panik keduanya .


" Hahaha " tawa Bram kaku karena dia sendiri juga panik ketika di minta untuk menikah dengan orang baru yang sangat menyebalkan baginya .


" Sudah malam . Hal seperti ini jangan sampai terjadi lagi . Meta jangan asal minta pertanggung jawaban dari orang dengan asal . Atau itu akan membuat kamu malu sendiri . Dan Bram kalau ada mobil yang mogok ya di tolong . Siapa tahu nanti mobil kamu juga mogok terus kamu juga butuh pertolongan dan saat itu Meta lewat dan nggak mau nolong juga. Jadi kan ini pembelajaran saja . Dan siapa tahu juga kalian jadi saling kenal dan juga dekat . Saya tahu kamu asisten nak Marvin kan ?" tanya papa Herman .

__ADS_1


" Iya om " jawab Bram .


" Saya minta maaf om atas kejadian itu " ucap Bram lagi .


" Tidak . Meta yang harus minta maaf . Dia yang terlalu gegabah . Mungkin dia liat cowok ganteng jadi pengennya deket terus dengan alasan minta tanggung jawab apa itu hal sepele " ledek papa Herman .


" Apaan sih pa " ucap Meta tidak terima .


" Om tante . Karena sudah malam kami pamit pulang dulu " ucap Marvin berpamitan .


" Iya saya tahu kalian anak muda apalagi kalian baru saja mengadakan pesta pasti kalian maunya berduaan terus " ucap papa Herman .


Marvin hanya tersenyum menanggapinya .


" Mama " Nada segera memeluk Mama Maurin yang tak lain mama dari Meta .


" Sudah sana pulang . Suamimu pasti lagi butuh kasih sayang " ucap mama Maurin


Nada hanya mengangguk patuh .


" Kalau kamu mau ikut pulang juga tidak apa apa . Tidak usah meminta bantuan bos mu " gurau papa Herman .


Bram menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .

__ADS_1


" Maaf om saya juga pamit " ucap Bram ikut pamit .


" Iya kalian semua hati hati " jawab Mama Maurin


Papa Herman hanya mengangguk .


Marvin dan Nada berjalan menuju mobilnya .


" Dasar lo sahabat nggak guna . Udah tau temennya kesusahan malah muka lo bikin kesel " ucap Bram yang mengikuti Nada dan Marvin .


" Sayang ayo masuk . Udah biarin anggep aja angin " ucap Marvin lalu membukakan pintu mobilnya untuk Nada .


Nada lalu menurut dan ikut masuk ke dalam .


" Wah sialan lo . Gue pecat lo jadi bos " teeiak Bram kesal .


Marvin lalu menurunkan kaca mobilnya dan menggerakkan tangannya agar Bram mendekat ke arahnya .


" Apa ?" tanya Bram ketus


" Besok lo ke kantor . Rapikan meja lo , nggak usah kerja lagi " ucap Marvin lalu menutup kaca mobilnya dan melajukan mobilnya menjauh dari Bram .


" Dia mecat gue ?" tanya Bram dengan menunjuk dirinya sendiri .

__ADS_1


" Wah nggak bisa di biarkan " Bram lalu mengikuti Marvin .


__ADS_2