JODOH Pilihan KAKEK

JODOH Pilihan KAKEK
tanggung jawab


__ADS_3

Marvin dan Nada masih berada di hotel yang di gunakan untuk menyelenggarakan pesta pernikahannya . Kedua orang tuanya keduanya sudah meninggalkan hotel setelah sarapan bersama .


Meta keluar dari kamar nya . Bersamaan dengan Bram yang juga akan keluar dari kamarnya .


Meta menatap Bram dengan kesal sedangkan Bram berusaha tenang .


" Apa lo lihat lihat " ucap Meta .


" Nih cewek mak nya dulu ngidam apa sih " gumam Bram lalu hendak pergi .


" Hei lo belum tanggung jawab ya sama gue " teriak Meta .


Orang yang lalu lalang menatap sinis Bram .


Bram merasa mendapat tatapan aneh dari sekelilingnya meraup wajahnya kasar .


" Lo bisa nggak sih nggak usah kenceng kenceng ngomongnya . Lo nggak lihat ada banyak orang yang lewat " kesal Bram .


" Bodo amat . Lo nya mau kabur " ucap Meta .


" Tanggung jawab mana yang harus gue tanggung . Lo hamil ? sama siapa ? Niar gue bantu cari . Gue tahu gue ini tampan . Tapi nggak gini juga caranya " ucap Bram .


Meta membuka mulutnya lebar lebar .


" Hahh .. Hamil siapa yang hamil ? " ucap Meta


" Lo tadi bilang mau minta pertanggung jawaban gue . Gue nggak merasa gue hamilin lo . Kalau gitu yuk gue hamilin nanti gue tanggung jawab " ucap Bram lalu mendekat ke arah Meta .


" Stoppp " teriak Meta .

__ADS_1


Meta lalu memukul Bram dengan sadis .


" Kurang ajar lo ya . Lo kira gue cewek apaan hah . " kesal Meta seraya memukul Bram .


" Aw. . Kdrt ni namanya " ucap Bram mengaduh .


" Kalian ngapain ?" tanya Nada yang hendak menghampiri Meta .


" Ini ada cowok kurang ajar " Meta menggebu gebu .


" Tolongin gue dong Nad . Ini ada cewek gila " ucap Bram .


Meta lalu berhenti karena Bram juga mengenal Nada .


" Lo kenal ?" tanya Meta kepada Nada .


Nada menganggukkan kepalanya .


" Ya karena dia asisten suami gue " ucap Nada .


" Oh iya . Kalian tadi ngapain ?" tanya Nada kepada kedua anak manusia di depannya itu .


" Dia harus tanggung jawab " tegas Meta


Sedangkan dengan bersamaan Bram hanya mengangkat bahunya acuh .


Mendengar jawaban Meta yang kembali meminta pertanggung jawaban darinya Bram merasa tersudut .


" Lo hamil ?" tanya Nada ragu tagu .

__ADS_1


" Lo kira gue cewek apaan hah . Gue bukan cewek gampangan ya " kesal Meta .


" Kalau lo nggak hamil ngapain minta pertanggung jawaban dari gue ?" kesal Bram yang memang selalu bertanya tanya dalam hati nya .


" Iya . Jangan marah dulu . Kenapa ?" tanya Nada yang juga ikut penasaran .


" Nggak jadi . Tapi awas aja sampai gue ketemu lo lagi " ucap Meta lalu kembali ke kamarbya.


Bram dan Nada yang melihat tingkah Meta hanya saling pandang sebelum mereka memutuskan untuk melangkahkan kaki mereka lagi .


Nada merasa aneh dengan sahabatnya itu . Ingin menanyakan lebih tapi pasti Meta sedang tidak berada di dalam mood yang waras .


Nada memutuskan untuk kembali ke kamarnya lagi .


" Dari mana ?" tanya Marvin mengejutkan Nada .


" Meta " ucap Nada yang masih memikirkan sahabatnya .


" Kenapa ?" tanya Marvin seakan tahu kekalutan istrinya .


" Entahlah . Meta dan Bram terlihat aneh . Terlebih Meta yang selalu meminta Bram bertanggung jawab . emm.... Apa Bram pria yang sukaa .. sukaa


" Tidak tidak . Bram tidak suka bermain wanita . Dia pria yang baik " jawab Marvin sebelum Nada meneruskan ucapannya .


Nada mengangguk anaggukkan kepalanya .


" Lalu kenapa Meta selalu meminta Bram untuk tanggung jawab ?" tanya Nada yang masih bingung .


" Sudah jangan berfikir lebih . Biarkan saja itu urusan mereka . Mereka sudah dewasa . Kalau kamu masih ragu kamu tanya kan saja kepada sahabat mu itu " ucap Marvin yang tahu kebingungan istrinya .

__ADS_1


Nada segera beranjak meninggalkan suaminya .


Marvin hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya .


__ADS_2