
Marvin dan Nada masih berada di hotel yang di gunakan untuk menyelenggarakan pesta pernikahannya . Kedua orang tuanya keduanya sudah meninggalkan hotel setelah sarapan bersama .
Meta keluar dari kamar nya . Bersamaan dengan Bram yang juga akan keluar dari kamarnya .
Meta menatap Bram dengan kesal sedangkan Bram berusaha tenang .
" Apa lo lihat lihat " ucap Meta .
" Nih cewek mak nya dulu ngidam apa sih " gumam Bram lalu hendak pergi .
" Hei lo belum tanggung jawab ya sama gue " teriak Meta .
Orang yang lalu lalang menatap sinis Bram .
Bram merasa mendapat tatapan aneh dari sekelilingnya meraup wajahnya kasar .
" Lo bisa nggak sih nggak usah kenceng kenceng ngomongnya . Lo nggak lihat ada banyak orang yang lewat " kesal Bram .
" Bodo amat . Lo nya mau kabur " ucap Meta .
" Tanggung jawab mana yang harus gue tanggung . Lo hamil ? sama siapa ? Niar gue bantu cari . Gue tahu gue ini tampan . Tapi nggak gini juga caranya " ucap Bram .
Meta membuka mulutnya lebar lebar .
" Hahh .. Hamil siapa yang hamil ? " ucap Meta
" Lo tadi bilang mau minta pertanggung jawaban gue . Gue nggak merasa gue hamilin lo . Kalau gitu yuk gue hamilin nanti gue tanggung jawab " ucap Bram lalu mendekat ke arah Meta .
" Stoppp " teriak Meta .
__ADS_1
Meta lalu memukul Bram dengan sadis .
" Kurang ajar lo ya . Lo kira gue cewek apaan hah . " kesal Meta seraya memukul Bram .
" Aw. . Kdrt ni namanya " ucap Bram mengaduh .
" Kalian ngapain ?" tanya Nada yang hendak menghampiri Meta .
" Ini ada cowok kurang ajar " Meta menggebu gebu .
" Tolongin gue dong Nad . Ini ada cewek gila " ucap Bram .
Meta lalu berhenti karena Bram juga mengenal Nada .
" Lo kenal ?" tanya Meta kepada Nada .
Nada menganggukkan kepalanya .
" Ya karena dia asisten suami gue " ucap Nada .
" Oh iya . Kalian tadi ngapain ?" tanya Nada kepada kedua anak manusia di depannya itu .
" Dia harus tanggung jawab " tegas Meta
Sedangkan dengan bersamaan Bram hanya mengangkat bahunya acuh .
Mendengar jawaban Meta yang kembali meminta pertanggung jawaban darinya Bram merasa tersudut .
" Lo hamil ?" tanya Nada ragu tagu .
__ADS_1
" Lo kira gue cewek apaan hah . Gue bukan cewek gampangan ya " kesal Meta .
" Kalau lo nggak hamil ngapain minta pertanggung jawaban dari gue ?" kesal Bram yang memang selalu bertanya tanya dalam hati nya .
" Iya . Jangan marah dulu . Kenapa ?" tanya Nada yang juga ikut penasaran .
" Nggak jadi . Tapi awas aja sampai gue ketemu lo lagi " ucap Meta lalu kembali ke kamarbya.
Bram dan Nada yang melihat tingkah Meta hanya saling pandang sebelum mereka memutuskan untuk melangkahkan kaki mereka lagi .
Nada merasa aneh dengan sahabatnya itu . Ingin menanyakan lebih tapi pasti Meta sedang tidak berada di dalam mood yang waras .
Nada memutuskan untuk kembali ke kamarnya lagi .
" Dari mana ?" tanya Marvin mengejutkan Nada .
" Meta " ucap Nada yang masih memikirkan sahabatnya .
" Kenapa ?" tanya Marvin seakan tahu kekalutan istrinya .
" Entahlah . Meta dan Bram terlihat aneh . Terlebih Meta yang selalu meminta Bram bertanggung jawab . emm.... Apa Bram pria yang sukaa .. sukaa
" Tidak tidak . Bram tidak suka bermain wanita . Dia pria yang baik " jawab Marvin sebelum Nada meneruskan ucapannya .
Nada mengangguk anaggukkan kepalanya .
" Lalu kenapa Meta selalu meminta Bram untuk tanggung jawab ?" tanya Nada yang masih bingung .
" Sudah jangan berfikir lebih . Biarkan saja itu urusan mereka . Mereka sudah dewasa . Kalau kamu masih ragu kamu tanya kan saja kepada sahabat mu itu " ucap Marvin yang tahu kebingungan istrinya .
__ADS_1
Nada segera beranjak meninggalkan suaminya .
Marvin hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya .