JODOH Pilihan KAKEK

JODOH Pilihan KAKEK
Tanggung jawab part 2


__ADS_3

Marvin dan Nada saling pandang untuk sesaat seakan tahu dengan pikiran masing masing .


Kedua anak manusia yang biasanya saling beradu mulut itu kini tengah menunduk di depan orang tua sang perempuan .


Entah bagaimana bisa mereka bisa bersama .


Marvin dan Nada memilih tempat duduk yang berjarak dari mereka . Tapi Marvin dan Nada masih bisa melihat mereka dari kejauhan .


" Bukannya mama nya Meta masih berada di luar negri . Tapi kenapa mereka bisa ada di sini " ucap Nada seraya memakan makanannya namun tatapan matanya menatap jauh dimana Meta dan Bram dan kedua orang tua Meta saling duduk berhadapan .


" Mungkin mereka sudah menyelesaikan pekerjaannya " jawab Marvin tenang .


" Tapi mereka baru saja berangkat sehari sebelum acara kita di mulai . Karena mama Meta menemui ku di rumah untuk memberi selamat dan hadiah untuk ku " ucap Nada .


" Ya sudah biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka " ucap Marvin


Nada hanya mengangguk setuju . Tidak terasa makanan di piring Nada telah habis . Bahkan makanan milik Marvin juga dia pindahkan ke piring Nada . Melihat sang istri lahap memakan makanannya membuat Marvin begitu senang . Padahal perutnya masih terasa lapar . Tapi biarlah .


" Sudah habis " ucap Nada tanpa menyadari jika makanannya sudah bersih di piring .


" Mau lagi ?" tanya Marvin


" Tidak . Aku sudah kenyang . Bahkan sangat kenyang " jawab Nada


Marvin hanya tersenyum menanggapinya . Ya bagaimana tidak kenyang . Nada menghabiskan hampir dua piring steak .


" Apa kita pulang ?" tanya Marvin .


" Aku masih ingin melihat kejadian selanjutnya . Aku tidak pernah melihat Meta terlihat begitu menyedihkan . Dia biasanya akan ceria dan berani . Tapi lihat dia . Dia bahkan hampir menenggelamkan seluruh kepalanya ke dasar meja " ucap Nada dengan tawa yang cukup keras .


" Aku belum pernah melihatmu tertawa lepas seperti itu . Kamu terlihat lebih cantik jika tertawa lepas seperti itu . Pasti jika anakku perempuan akan memiliki wajah yang cantik seperti ibunya " ucap Marvin yang membuat pipi Nada memanas .


" Ahh .. Wajahku jadi memanas " ucap Nada


" Jangan mendesah di sini . Aku bisa saja melahap mu di sini . karena aku masih lapar " ucap Marvin .


" Jangan ngadi ngadi . Ini di tempat umum . Kalau masih lapar bilang sama masnya aja . Aku panggilkan ya ?" ucap Nada .


" Mas " teriak Nada .


" Jangan teriak mereka akan tahu kita di sini " ucap Marvin seperti biasa tenang dan datar

__ADS_1


Nada lalu menoleh ke arah meja di mana Meta dan yang lainnya berada . Benar saja mereka menatap ke arah Nada . Nada yang di tatap pun merasa canggung .


" Nada sini nak " ucap mama Meta .


" Ahh . jadi gini ya " ucap Nada .


" jangan mendesah di sini " ucap Marvin frustasi .


" Makanya . Yang di pikirin jangan hanya sekitaran ranjang saja . Sudah ayo ke sana " ucap Nada .


" Maaf mas . Tidak jadi " ucap Nada kepada waiters pria itu .


" Baik saya permisi " jawabnya ramah .


Nada dan Marvin segera melangkahkan kakinya menuju meja kedua orang tua Meta .


" Malam pa,ma " sapa Nada dengan sedikit kikuk .


Nada dan Meta memang sudah terbiasa memanggil kedua orang tua masing masing dengan panggilan yang sama .


" Kalian juga sedang makan di sini ?" tanya Mama Maurin


" Iya ma " jawab Nada .


" Baik om " jawab Marvin seraya melirik Bram yang juga sedang menatapnya . Marvin tersenyum mengejek sahabatnya itu . Dia seperti baru tertangkap basah melakukan kesalahan .


Bram yang melihat senyum Marvin merasa kesal . Bisa bisanya dia tersenyum sedangkan dirinya sedang kebingungan .


" Dasar sahabat nggak ada akhlak " gumam Bram.


" Kamu ngomong apa ?" tanya papa Herman .


" Hah ?" Bram terkejut karena papa dari Meta mendengar gumamannya .


" Sudahlah " ucap papa Herman malas .


" Nada kamu kenal sama orang ini ?" tanya Mama Maurin .


" Emm . Iya ma . Memangnya ada apa ya ma ?" tanya Nada hati hati .


Nada juga melirik ke arah Meta yang saat itu juga menatap ke arahnya .

__ADS_1


Mama Maurin tiba tiba menangis tersedu .


" Ma jangan nangis dong . Aku tuh nggak ada apa apa sama dia . Aku juga nggak kenal sama dia " ucap Meta yang merasa frustasi dengan keadaannya saat ini .


" Tapi tadi kamu bilang minta pertanggung jawaban dari pria ini " ucap mama Maurin tidak menyangka jika putrinya akan berbuat hal yang belum waktunya .


" Kalau kamu mau menikah muda seperti Nada papa pasti ijinkan . Tapi tidak perlu berbuat seperti ini . Ini akan merugikan kalian nantinya . Bukan hanya malu . Tapi anak kalian juga pasti akan terkena imbasnya " nasehat papa Herman .


" Pa "


" Om "


Ucap Meta dan Bram secara bersamaan .


" Ini semua tidak seperti yang kalian bayangkan . Aku tuh minta pertanggung jawaban dia tapi bukan itu " ucap Meta .


" Sudahlah . Kamu seperti itu karena takut jika papa dan mama tidak merestui kalian ? Atau dia tidak mau bertanggung jawab ? Meta , jadi ibu tunggal itu sulit . Tidak semudah ketika membuatnya " ucap papa Herman .


" Pa " ucap mama Maurin .


" Stopppp " Meta lalu berdiri dari duduknya sehingga mengakibatkan pengunjung yang juga berada di sana menatap ke arah meja yang sedang di duduki oleh Meta dan keluarga .


" Meta kamu ..


" Stop ma . Dan dengerin Meta dulu . Ucapan dan penjelasan Meta jangan di potong . Oke " ucap Meta .


Semuanya lalu menatap Meta dengan seksama . Bersiap untuk mendengarkan penjelasan Meta yang selama ini selalu membuat semua bingung .


" Jadi gini . Waktu itu mobil aku mogok di tengah jalan . Terus aku turun dari mobil untuk cari taksi . Nah di deket aku turun ada genangan air dan tiba tiba ada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi . Dan itu membuat baju dan tas aku basah . Saat itu aku ada jadwal pemotretan di perusahaan suami Nada . Dan juga tugas yang ada di tas aku ikut basah . Laptop aku juga sekarang jadi rusak . Aku harus mengerjakan tugas dari awal lagi . Padahal aku semalaman tidak tidur hanya untuk menyelesaikan tugas itu . Tapi semua hancur gara gara dia " jelas Meta yang sebenarnya .


" Cuma itu ? Lo selama ini ngejar ngejar gue . Minta pertanggung jawaban gue . Gue kira lo hamil . Padahal gue nggak kenal sama lo dan gue juga nggak pernah tidur sama lo " kesal Bram . Bram lalu meraup wajahnya kasar


Kedua orang tua Meta hanya bisa menggelengkan kepala nya . Bisa bisanya terjadi kesalahpahaman sepeeti ini .


" Tapi kan lo tetap saja salah " kekeh Meta .


" Terus gue harus apa ? Tanggung jawab apa yang lo mau ? Nikah ?" ucap Bram asal .


Bram lalu mengatupkan kedua bibirnya merasa salah ucap .


Nada dan Marvin hanya menjadi pendengar di sana . Sebenarnya Marvin sudah mau mengajak Nada pulang tapi Nada ingin melihat pertunjukan sampai akhir .

__ADS_1


" Boleh " ucap Mama Maurin .


Bram dan Meta membuka mulutnya lebar lebar .


__ADS_2