
Setelah mengadakan pesta pernikahan yang cukup membuat semua mengiri . Kini Marvel telah membawa Nada untuk pulang ke hunian barunya . Rumah megah bercat dominan putih itu memiliki halaman yang luas . Rumah bak istana yang telah di siapkan oleh Marvin sejak lama .
Dan kemana Marvel ?
Marvel yang begitu menyukai Nada masih menyendiri . Dia juga telah memutuskan untuk pindah sekolah ke luar negeri . Semua awalnya terjadi mendadak . Tapi Marvin menyetujui ke pindahan adiknya . Karena Marvel bisa mengawasi peeusahaan yang ada di luar negeri milik nya . Marvel merasa lega mendapat dukungan dari kakaknya . Meskipun orang tuanya tidak mengijinkan awalnya . Karena Marvel jarang sekali berjauhan dengan orang tuanya . Bahkan di hari perayaan pernikahan kakaknya Marvel dengan sengaja tidak datang . Meskipun bisa saja dia pulang . Tapi tetap saja dia beralasan bahwa dia banyak tugas yang harus dia selesaikan yang mengharuskan dia untuk tetap di negeri tetangga .
Nada dan Marvin telah berada di kediaman barunya . Rumah itu masih kosong belum ada isi di dalamnya . Marvin memang sengaja tidak mengisi rumah itu terlebih dahulu . Baginya biar istrinya yang mengisinya .
" Rumah ini terlalu besar " ucap Nada seraya menatap sekeliling rumah itu .
" Nanti kita akan memiliki anak , dan mereka akan bermain dengan leluasa di dalam rumah ini " ucap Marvin .
Nada hanya tersenyum menanggapi ucapan Marvin . Yang sebenarnya dalam benaknya anak di usianya yang baru akan menginjak 20 tahun rasanya begitu aneh . Tapi dia juga tidak menampik jika kehadiran seorang anak di dalam rumah tangganya .
" Hari ini kita mencari isi untuk rumah kita " ucap Marvin .
" Baiklah . Tapi apa kamu tidak bekerja ?" tanya Nada .
" Tidak . Aku masih ingin bersama istriku " jawab Marvin lalu mencium kening Nada .
__ADS_1
Nada hanya diam saja . Perlakuan Marvin setiap hari semakin membuat jantungnya meledak .
Ini adalah kali pertama Nada merasakan getaran aneh di dalam dirinya .
Di dalam mobil mereka selalu berbincang membicarakan barang apa saja yang akan mereka butuhkan . Nada terlihat begitu serius dan teliti apa saja yang akan mereka butuhkan . Selayaknya wanita pada umumnya jika soal belanja pasti akan terlihat semangat . Apalagi ini adalah hunian mereka .
Nada mulai mencatat setiap apa yang di butuhkan dari kebutuhan perabotan untuk kamar , ruang tamu , dapur dan sampai untuk kamar mandi .
Setelah sampai di pusat perabot mereka segera memilih . Apa yang mereka butuhkan . Ya semuanya tidak sedikit untuk rumah 3 lantai itu . Dari segala piring dan gelas , Alat masak dan juga hal hal kecil lainnya .
" Semua nya akan banyak jika kita membeli sekarang . Bagaimana kalau sekarang yang terpenting saja dulu " ucap Nada .
Marvin lalu menuju kasir untuk membayar semua belanjaannya . Dan memberikan alamat untuk di antaranya barang barang itu kerumahnya .
" Kita belanja untuk isi kulkas dulu " ucap Nada .
" Tidak . Hari ini kita makan di luar saja . Aku tidak mau kamu terlihat lelah " ucap Marvin menggandeng tangan Nada untuk keluar dari mall tersebut .
" Tapi aku tidak lelah " ucap Nada kekeh .
__ADS_1
" Aku tidak mau nanti malam aku tidak mendapat jatah " ucap Marvin lalu mengedipkan matanya .
" Ck .. Dasar mesum " desis Nada .
" Itu kebutuhan sayang bukan mesum " ucap Marvin .
Nada lalu menutup mulut Marvin dengan tangannya .
" Jangan asal bicara ini di tempat umum . Lihat mereka menatap kita . Tidak tahu tempat sekali membicarakan hal seperti itu " ucap Nada .
Marvin lalu mengangguk-angguk kepalanya karena tangan Nada masih menutup mulutnya .
Nada segera menurunkan tangannya menyadari tangannya masih berada di bibir Marvin .
" Mau makan di mana ?" tanya Marvin
" Di depan saja " jawab Nada .
Mereka lalu menuju restoran didepan pusat perbelanjaan perabot yang jaraknya tak terlalu jauh itu . Tapi di sana mereka melihat orang uang mereka kenal .
__ADS_1
Marvin dan Nada saling pandang untuk sesaat seakan tahu dengan pikiran masing masing .