JODOH Pilihan KAKEK

JODOH Pilihan KAKEK
Jadi Viral


__ADS_3

" Apa ?" tanya Nada


" Matiin ponsel lo . Gue udah kirim ke lo tadi artikelnya " ucap Meta .


Nada segera mematikan ponselnya . Melihat berita apa sehingga membuat sahabatnya itu pagi-pagi menghubunginya .


" Artikel nggak jelas gini di ributin . Lagian kurang kerjaan banget sih nih orang . Cuma jalan jalan bareng pake payung hujan-hujan aja di bilang pacaran . Gimana kalau makan bareng , nonton bareng di kira suami istri gue " ucap Nada lalu meletakkan kembali ponselnya .


Tidak mau ambil pusing berita yang membuatnya menjadi viral itu .


Dari pada memikirkan hal tidak penting itu Nada memutuskan untuk sarapan dan menikmati waktunya bersama keluarga .


Berbeda dengan seorang pria yang sedang berada jauh dengan istrinya . Marvin terus uring-uringan melihat sebuah artikel yang menunjukkan istrinya sedang bersama seorang pria yang juga merupakan model di tempatnya .


" Bagaimana ? Apa sudah datang ke sini orangnya ?" tanya Marvin .


" Belum . Tapi saat ini dia sedang kalang kabut untuk berdalih lagi supaya dia tidak terbukti bersalah dalam penyalahgunaan uang untuk proyek kita di sini . Hingga waktu itu mereka mendatangi rumah om Arya untuk meminta lagi hak nya . Padahal seluruh harta warisan sudah di bagi rata . Tapi dia terap bersikeras untuk meminta lagi dengan tidak tahu malu . Sampai nenek masuk rumah sakit lagi " jelas Bram .


Marvin menganggukkan kepalanya tanda mengerti .


" Kenapa mereka meminta warisan lagi ?" tanya Marvin .


" Untuk apa kalau bukan bersenang-senang . Suaminya itu bukan orang berada . Keluarga dari suami tantenya Nada hanya memanfaatkan ibu nya Sonya saja untuk menikmati kekayaan . Tapi wanita itu terlalu bodoh . Jadi dia tidak menyadari itu . Dan sekarang perusahaannya hampir gulung tikar . Perusahaan itu pemberian dari keluarga pihak perempuan . Untuk mereka hidup layak tapi mereka terlalu serakah . Ya jadilah seperti ini " ucap Bram lagi panjang lebar .


" Miris " ucap Marvin


" Memang " jawab Bram seraya menyandarkan tubuhnya di kursi tempat dia duduk .


" Kamu selidiki . Ada hubungan apa mereka ?" ucap Marvin .


" Kalau Tante Karin dan Sonya itu anak dan ibu . Kalau ..


" Bukan itu maksudku " kesal Marvin melayangkan tatapan tajam .


" Maksudku Nada dan model pria itu " jelas Marvin .


" Oh . Aku kira . Lagian tadi ngomong apa sekarang jadi apa " Bram menghela nafasnya kasar ..


" Iya aku akan selidiki " ucap Bram lalu berdiri dari duduknya meninggalkan ruangan Marvin .

__ADS_1


Di rumah besar itu seorang gadis yang sudah bersuami , sedang berada di ruang keluarganya . Sang papa melihat berita yang tadi dia lihat membuatnya sedikit terkejut . Meskipun dia tahu itu hanya berita bohong . Papa Arya juga segera mencari tahu siapa yang menyebarkan dan menghapus berita itu . Namun sudah lebih dulu hilang sebelum di hapus . Ya Marvin adalah pelakunya . Dia tidak ingin istrinya menjadi bahan gosip di luaran .


Bukan berarti dia takut jika nanti nama nya menjadi buruk tapi dia tidak ingin masalah ini menjadi masalah besar bagi keluarganya .


" Kamu punya hubungan apa dengan pria itu ?" pertanyaan papa Arya memecahkan keheningan .


Bukannya merasa tegang tapi Nada justru terlihat biasa saja dan cuek menghadapi masalah yang dia hadapi . Baginya ini bukan masalah . Hanya orang iseng yang tak punya kerjaan .


" Papa lebih tahu " jawab Nada .


" Tapi papa juga mau jawaban dari mulut kamu sendiri " jawab sang papa .


Sedangkan yang lain hanya menjadi pendengar . Mendengar anak dan papa yang sedang berhadapan dan tatapan dingin dan sang anak biasa saja karena memang itu bukan apa-apa baginya .


" Aku tidak ada hubungan apapun dengan dia . Dia hanya meminjamkan aku payung karena saat itu sedang lebat . Ya sudah aku menerimanya lagian aku memang merasa tidak ada hubungan apapun dengan nya " ucap Nada .


" Papa tahu . Tapi suami mu bagaimana ? Apa dia akan percaya jika kalian tidak memiliki hubungan ? Dan satu lagi . Kamu mungkin tidak memiliki perasaan terhadap pria itu . Tapi busa saja dia melakukan itu untuk mendekati mu . Papa ini seorang pria Nada . Jadi papa tahu mana yang hanya berniat untuk berteman dengan mu atau memiliki rasa yang lebih kepadamu " jelas sang papa .


" Maaf pa . Nada lupa kalau sudah memiliki suami " lirih Nada polos .


" Apa lupa ? Jangan pas enak nya aja kamu ingat . Baru di tinggal sebentar sudah lupa " ucap sang mama yang ikut angkat bicara . Kesal rasanya dengan anaknya itu .


" Ya salah sendiri dia seharian tidak menghubungi ku . Jadi aku lupa " ucap Nada lalu berlalu pergi .


Papa Arya hanya menghela nafas nya kasar . Sifat anak perempuan nya itu sa persis seperti dirinya .


" Kalau perasaan kak Marvin ke kakak bagaimana pa ?" tanya Niko .


" Dia itu menyayangi kakak kamu . Tapi dia itu terlalu datar dan kaku . Jadi agak sedikit susah . Tapi dia pria yang baik . Meskipun banyak yang mencoba mendekatinya " ucap papa Arya lalu meninggalkan ruang keluarga .


Niko menganggukkan kepalanya . Dia juga merasa kalau kakak iparnya itu memiliki sejuta pesona yang akan membuat lawan jenisnya merasa ingin mendekati nya .


ting tong ting tong


" Ada tamu kayaknya " mama Anjani lalu berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang datang .


ceklek


" Karin ? Ada apa ?" tanya mama Anjani .

__ADS_1


Bahkan setelah sang ibu keluar dari rumah sakit saja dia tidak menjenguk sama sekali . Dan sekarang tiba-tiba datang dengan mimik muka yang susah di artikan .


" Mbak Anjani . Aku boleh masuk ?" tanya Karin lebih lembut dari terakhir kali mereka bertemu .


" Oh . Silahkan " mama Anjani memberi ruang untuk adik iparnya itu masuk ke dalam rumahnya .


Setelah pintu rumah nya di tutup .Mama Anjani mengikuti langkah Karin untuk duduk di ruang tamu nya ..


" Ada perlu apa ?" tanya mama Anjani to the point .


" Kabar ibu sehat mbak?" tanya Karin terlihat begitu berbeda dan tersenyum di wajahnya


" Ibu baik . Mau bertemu ibu ? Tapi sayang nya ibu sedang pergi , tidak ada di rumah " ucap mama Anjani .


" Oh begitu . Sebenarnya aku mau ke temu sama ibu . Tapi kalau tidak ada ya sudah aku akan kembali lain kali " ucap Karin


" Tapi kalau boleh tahu kemana ibu pergi mbak ?" tanya Karin .


" Aku juga kurang tahu kemana ibu pergi . Ibu hanya bilang mau jalan-jalan " jawab mama Anjani yang merasa aneh saja dengan adik iparnya yang biasanya kalau datang pasti akan bersikap arogan . Tapi kali ini terlihat sangat berbeda .


" Mau minum apa rin ? Biar di ambilkan bibi "tanya mama Anjani .


" Nggak usah mbak aku pulang dulu " pamit Karin .


" Baiklah hati-hati di jalan " ucap Mama Anjani seraya mengantarkan adik iparnya kedepan rumah .


Karin merasa mendapat angin segar mengetahui ibunya sedang berada di luar .


" Aku akan melakukan apapun untuk hidup ku " ucap Karin penuh ambisi


*


*


*


*


like

__ADS_1


komen


jangan lupa ya . tinggalkan jejak .


__ADS_2