
Semenjak Nada hamil , Nada benar benar tidak ingin dekat dengan suaminya . Entah kenapa ? Ya , mungkin itu bawaan bayi . Usia kandungan Nada kini sudah menginjak 4 bulan . Hari ini akan di adakan syukuran untuk bayi dalam kandungan Nada .
Nada dan Marvin dibantu juga oleh kedua orang tua mereka untuk menyiapkan acara syukuran di rumahnya . Mereka akan mengundang orang terdekat juga tetangga mereka saja .
" Sayang aku ingin itu " ucap Nada .
" Itu ? Kamu yakin sayang ?" tanya Marvin semangat .
Nada menganggukkan kepalanya antusias .
" Ayok " ajak Marvin semangat lalu menggandeng tangan istrinya penuh semangat .
" Ini mau kemana ?" tanya Nada polos .
" Katanya mau itu . Kita ke kamar dong " ucap Marvin
" Ke kamar ? Mau ngapain ?" tanya Nada lagi .
Marvin meraup wajahnya frustasi . Kehamilan istrinya ini cukup membuat Marvin merasa frustasi dan harus ekstra sabar .
" Sayang , tadi bulannya kamu bilang ingin itu " ucap Marvin pelan karena di sana ada ibu mertuanya .
" Iya sayang itu " tunjuk Nada di atas meja yang ada hidangan kue untuk tamu undangan nanti .
Hah ? Marvin melongo mendengar jawaban Nada . Padahal pikiran Marvin sudah kemana mana . Dan juga sudah bahagia karena akhirnya bisa melepas masa puasa . selama 2 bulan terakhir memang Nada tidak mau di dekati olehnya . Bahkan Marvin harus bolak balik mandi . Meskipun saat itu Marvin sudah mandi tapi bagi Nada, Marvin bau badan . Padahal Marvin sudah menggunakan parfum hingga 5 botol saat itu juga . Tapi tetap saja bau .
" Baiklah . Akan aku ambilkan . Kamu duduk di sini " dengan wajah lesu dan tetap harus memaksakan tersenyum .
Mama Anjani tersenyum geli melihat perdebatan kecil rumah tangga anaknya . Bahkan anaknya itu terlihat polos dan tak tahu maksud dari suaminya . Mama Anjani sebenarnya merasa kasian tapi itu bukan karena tidak ingin tapi memang karena bayinya . Mama Anjani juga sudah tahu soal itu . Karena Mama Anjani juga ngidam seperti itu waktu mengandung Nada . Hingga sang suami frustasi seperti yang di rasakan Marvin .
Mama Anjani lalu menghampiri Nada .
" Kamu ini harus peka " tutur Mama Anjani kepada Nada seraya mengelus lembut rambut sang putri yang akan menjadi ibu itu .
Nada hanya tersenyum menjawab perkataan Mama Anjani .
__ADS_1
" Kamu ngerjain suami mu ?" tanya Mama Anjani seperti melihat wajah berbohong .
" Haha ? Maksud mama apa aku nggak tahu . Aku mau ambil minum dulu " ucap Nada lalu meninggalkan sang Mama .
Mama Anjani hanya menggelengkan kepalanya .
" Mama kenapa ?" tanya Marvin dengan membawa kue di tangannya .
" Tidak . Kamu mau mencari istri mu ? Dia sedang ambil minum katanya " Ucap Mama
" Baik ma . Marvin ke sana dulu " pamit Marvin .
" Iya . Kamu yang sabar ya . Ibu hamil memang kadang kelakuannya aneh aneh " ucap Mama Anjani seakan tahu apa yang terjadi .
Marvin hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .
" Ya sudah sana . Nanti istri mu berubah pikiran lagi " celetuk Mama Anjani .
Marvin hanya tersenyum lalu berjalan menuju istrinya berada ..
Dengan baju bernuansa putih Nada terlihat cantik di padukan dengan kerudung yang tambah membuat ibu hamil itu semakin terlihat cantik .
" Kalau capek duduk aja " ucap Marvin ketika mereka menyalami tamu undangan .
" Enggak cuma sedikit pegel aja " ucap Nada .
Marvin Mengelus punggung Nada demgan sayang . Untuk menghilangkan sedikit rasa pegangnya .
" Yuk masuk sepertinya sudah datang semua " ajak Papa Mario .
Pengajian di mulai dengan hikmat . Ustad di komplek rumah Marvin sendiri yang memimpin .
Setelah selesai kini di lanjut dengan makan malam bersama .
" Mari pak buk , di cicipi hidangannya " ucap Mama Anjani yang turut membantu bibi menyiapkan makanan untuk tamu undangan .
__ADS_1
Makan malam diadakan prasmanan . Kue kue juga di siap kan untuk menjamu para tamu undangan di buat sendiri oleh Mama Anjani dan Mama Maya . Yang memang pandai membuat kue terlebih Mama Anjani .
" iya bu . Enak sekali ini kuenya " ucap Bu Rt yang saat itu sedang mencicipi makanan .
" Terima kasih bu " ucap Mama Anjani .
" Bikin sendiri ya bu ?" tanya Ibu Rina tetangga Nada yang baik sering memberi mangga muda . Di depan rumah bu Rina ada ada pohon mangga besar .
" Iya bu . Kalau enak jangan malu malu bu . Nanti saya bungkus juga buat Hana . Kenapa dia tidak ikut ke sini ?" tanya Mama Anjani yang juga kenal dengan tetangga anaknya . Semenjak Nada hamil mama Anjani maupun mama Maya sering berkunjung ke rumah anaknya .
" Dia bilang ada les . Jadi tidak bisa ikut bu " ucap Bu Rina .
" Ya sudah . Tidak apa apa " ucap Mama Anjani .
Acar malam itu berlangsung dengan lancar .
" Terima kasih pak ustad sudah meluangkan waktu untuk ke sini " ucap Papa Arya .
" Saya sangat senang bisa membantu pak . Lagian Nak Marvin sering membantu di lingkungan ini juga . Sering bergotong royong padahal saya tahu kalau bos besar itu pasti sangat sibuk " ucap Pak ustad .
" Itu juga sudah menjadi kewajiban saya pak . Saya kan juga warga di sini " ucap Marvin .
" Syukurlah . Semoga kita di sini bisa hidup rukun " ucap Pak ustad .
" Baiklah kami permisi dulu pak , nak Marvin " ucap Pak Rt .
" Iya pak . Terima kasih banyak " ucap Papa Mario dan Papa Arya bersamaan .
Marvin mengangguk dan tersenyum .
" Kami yang senang kalau ke sini . Pasti di bawain bingkisan banyak " canda pak Rt .
" Pak Rt bisa aja " ucap Papa Mario .
Malam semakin larut . Nada sendiri ternyata sudah tertidur di kursi sofa ruang tamu . Kedua orang tua mereka memilih untuk menginap di rumah Marvin .
__ADS_1
Marvin mengangkat tubuh Nada dan membawanya ke kamar mereka menggunakan lift . Jika menggunakan tangga sepertinya Marvin sedikit kesusahan karena berat badan Nada bertambah . Tapi Marvin bersyukur karena anak dan istrinya sehat .