
Di kediaman papa Arya terlihat menegang . Nenek yang tadi berjalan-jalan keluar tapi hingga petang ini masih belum pulang juga . Ponsel nya di hubungi tapi juga tidak bisa . Begitu pula dengan ponsel mang ujang dan suster Eni . Anak buah Papa Arya sudah berada di luar untuk mencari keberadaan nenek . Tapi juga belum membuahkan hasil . Mobil yang di tumpangi nenek yang sudah di beri alat untuk bisa mengetahui keberadaan nenek saat ini tapi juga tidak bisa di ketahui . Hingga mereka sudah berada di lokasi terakhir mobil itu pun juga tidak ada tanda-tanda keberadaan nenek maupun mobilnya .
Tapi bawahan papa Arya tidak tinggal diam . Mereka masih mencari jejak di mana Oma terakhir kali melalui cctv . Tapi itu pun tidak membuahkan hasil . CCTV di area yang di lewati oleh mobil Nenek mati secara tiba-tiba . Bahkan tidak ada jejak sedikitpun .
" Kemana ibu " papa Arya merasa frustasi .
" Sabar pa . Kita tunggu kabar dari mereka lagi " ucap Mama Anjani .
" Papa tenang dulu pasti nenek aman . Lagian ada mang ujang sama suster Eni " ucap Nada .
" Apa Marvin sudah menghubungi mu? " tanya sang mama
" Belum . Mungkin lagi sibuk ma " ucap Nada santai .
" Kakak ini kalau di selingkuhin juga baru nangis darah " sahut Niko yang baru ikut bergabung di ruang keluarga .
" Kamu ini kalau ngomong suka bener " ucap Sang mama .
__ADS_1
" Mama kok ikut doain yang buruk-buruk sih " ucap Nada tak terima .
" Paling dia lagi marah karena dengar berita kalau kakak jalan sama cowok lain " ucap Niko ada benarnya juga .
" Kamu belum jelasin ke Marvin kalau kamu tidak ada hubungan apa-apa sama teman kamu itu ?" tanya mama Anjani
" Belum mertua kamu nanti kalau mereka tahu terus salah paham bagaimana sih nad ? Kamu ini kelewat santai orangnya . Jadi orang itu jangan tenang-tenang aja " ucap Mama Anjani lagi .
" Iya padahal udah 2 hari lebih 3 jam 40 menit nggak ngabarin kakak hlo " ucap Niko .
" Kamu hitung ?" tanya mama Anjani .
Mana Anjani juga ikut mengangguk tanda mengerti .
" Kamu susulin aja suami kamu Nad . Dari pada kepikiran " ucap sang papa yang sedari tadi hanya menjadi pendengar .
Nada menatap sang papa jengah . Meskipun dia penasaran dengan apa yang di lakukan Marvin sampai sesibuk itu hingga tidak menghubunginya . Tapi Bram mengirim pesan hampir tengah malam jika pekerjaan Marvin memang sedang banyak dan harus segera terselesaikan . Dan Nada tak mempermasalahkan itu .
__ADS_1
" Tadi malam asistennya sudah memberi tahu kalau memang sedang banyak pekerjaan " ucap Nada seraya memakan buah di pangkuannya .
Makan malam pun tiba . Tapi nenek belum juga di temukan . Papa Arya dan Niko kini turut mencari . Belum sempat mereka menuju mobil dan melakukannya . Salah seorang bawahan dari papa Arya mengatakan jika kemungkinan ini tindakan dari adik papa Arya sendiri yang tak lain adalah Karin .
Sebenarnya kemungkinan itu sudah di ketahui oleh papa Arya sendiri namun tidak mau berasumsi dulu .
" Kemana mereka membawanya ?" tanya papa Arya kepada anak buahnya .
" Di rumahnya tidak mungkin Tuan . Saya dengar mereka sedang ada perjalanan bisnis keluar kota . Anak gadisnya juga tidak ada di kota ini " ucap bodyguard tersebut .
" Kemana kira-kira "
" Kita masuk dulu pa . Jika di kota ini tidak ada mungkin mereka keluar kota membawa nenek . Mereka menghapus semua jejak tapi pasti tetap ada yang tertinggal " ucap Niko .
" Cek di seluruh penerbangan maupun alat transportasi lain . Dan juga CCTV di seluruh jalan " ucap Niko layaknya pria dewasa .
" Baik Tuan "
__ADS_1
Setelah sepeninggal anak buahnya . Papa Arya dan Niko memutuskan untuk kembali . Mencari pun untuk saat ini terasa tidak memungkinkan . Bahkan mereka benar-benar mempersiapkan dengan matang dengan menghapus seluruh CCTV di sekitar jalan .