
Meta kali ini harus sering pergi sendiri . Sahabatnya kini sudah sibuk dengan urusan rumah tangganya .
Meskipun mereka juga akan bertemu . Dan Nada juga masih tetap pergi ke kampus meski harus berdebat terlebih dahulu dengan sang suami .
Awalnya Marvin tidak mengijinkan Nada untuk pergi kuliah karena kehamilannya . Apalagi Nada mengalami morning sickness yang cukup mengganggu . Mencium sedikit bau pasti akan merasa mual .
" Meta " teriak Miko .
" Oh . Hai Mik " sapa Meta seraya mengerutkan keningnya aneh .
Miko jarang sekali menyapanya , Miko hanya akan menyapa jika ada Nada di samping Meta .
" Nada kok jarang masuk kuliah sekarang ?" tanya Miko .
" Dia lagi sibuk " jawab Meta lalu berlalu meninggalkan Miko .
" Tunggu dulu dong . Mau ke kantin kan bareng yok . Dari pada nggak ad temennya " ucap Miko yang kini sudah berada di samping Meta .
Meta tak menghiraukan Miko . Sebenarnya malas jika harus berjalan bersama Miko . Cowok populer yang selalu di idamkan oleh mahasiswi .
" Eh tunggu deh bukannya dia itu pak Bram ya " ucap Miko menghentikan langkahnya .
" Siapa sih " ucap Meta yang belum melihat ke arah Bram berada
" Dia asisten pribadi pak Marvin suami Nada . Tapi ngapain ya dia ke sini " ucap Miko .
" Lo cowok tapi bibir lo kayak tukang gosip ya " ucap Meta lalu melangkahkan lakinya meninggalkan Miko .
" Tunggu ...." ucap Miko
" Apaan sih lo narik narik gue . Lepasin nggak " teriak Meta .
__ADS_1
" Selamat pagi pak Bram " sapa Miko .
" Pagi " jawab Bram cuek
Bram hanya menatap keduanya sekilas lalu melangkahkan kakinya meninggalkan ke dua anak itu . Bram juga melihat tangan ke dua nya saling bertaut satu sama lain . Melihat itu membuatnya sedikit kesal .
sudah punya cowok masih aja ganjen .pikir Bram .
" Pak Bram tunggu " teriak Miko .
" Lo apaan sih . Ngapain panggil dia lagi " gerutu Meta .
" Cari kerjaan " ucap Miko
Bram menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya . Namun matanya justru seakan ingin menerkam Meta hidup hidup .
Meta yang sadar kalau Bram menatap tangannya lalu segera melepaskan tangannya dari Miko .
Miko hendak melanjutkan obrolannya dengan Bram namun Bram sudah meninggalkan Miko.
" Ya elah dasar kulkas di ajak ngobrol aja udah pergi " gerutu Miko .
Miko lalu menuju kantin dimana Meta berada .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nada kini sedang berada di dalam kamarnya . Kehamilannya membuatnya merasa malas dan sering mengalami mual . Marvin lalu meminta pekerja rumah tangganya untuk selalu memantau sang istri . Di karenakan Marvin sedang banyak pekerjaan yang tidak bisa dia tinggalkan .
Marvin begitu perhatian kepada Nada . Apalagi ini juga untuk istri dan juga calon anaknya .
" Bram lo dari mana saja ? " tanya Marvin seraya menatap kertas di depannya .
__ADS_1
" Dari kampus bini lo " jawab Bram lalu ikut duduk di depan meja Marvin .
" Selama itu ?" kini Marvin menatap Bram tajam .
" Sorry bos . Tadi dosennya lagi datang " jawab Bram apa adanya .
Marvin tak lagi menanggapi Bram lagi .
" Perusahaan cabang sudah ada perkembangan ?" tanya Marvin .
" Sudah . Dan yang Irwan lakukan semua sudah bisa berjalan . Bos , lo nggak mau ngeluarin tante lo dari penjara ?" tanya Bram hati hati .
" Mau mati lo " ucap Marvin .
" Secara tante lo itu di jebak sama suaminya . Dan mertuanya yang mata duitan itu " ucap Bram .
" Itu urusan dia " jawab Marvin .
" Kalau nggak salah tadi gue lihat Sonya . Tapi pas gue cari dia udah ngilang . Lo harus hati hati deh sama dia " ucap Bram .
" Hem "
" Bos ..
" Lo kalau nggak mau kerja pulang gih . Besok nggak usah balik " kesal Marvin .
Pikirannya selalu tertuju kepada istrinya tapi Bram selalu berbicara hal tidak penting .
" Siap bos . Permisi " ucap Bram segera meninggalkan ruangan Marvin .
Marvin yang mendengar jika Sonya kembali juga merasa khawatir dengan istrinya .
__ADS_1
" Gue harus hati hati " gumam Marvin